perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pelukan terakhir
malam itu menjadi malam baru bagi wulan dan aji.
wulan telah kehilangan cintanya, sedangkan aji sudah terbebas dari wulan
sesampainya di rumah orang tua aji
"masuk bik" aji mengajak bik asih masuk kedalam rumahnya
"bik asih boleh milih, mau kerja di sini apa ikut saya ke malang?"
"saya ikut mas aji Saja. saya takut kalau disini, siapa tau mbak wulan marah ke saya dan melakukan sesuatu kepada saya mas"
"Oke bik. besok pagi kita berangkat ya"
"apa ndak sebaiknya kamu tinggal dulu disini nak?" ucap bu Lina
"banyak pekerjaan yang harus di bereskan ma"
"kasian firman" ucap pak izam
"aku sayang sekali kepada firman pa, berat hati ini harus meninggalkan dia" ucap aji sambil menyeka air matanya
"sesekali datangi dia nak"
"iya ma"
*****
Keesokan harinya
"kita berangkat jam 7 ya bik" ucap aji setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah
"baik mas"
"apa kamu ndak capek ji?"
"capek ku sudah hilang bersamaan dengan melepaskan wulan pa. baru kali ini aku merasakan selega ini. seperti ada beban yang lepas"
Setelah sholat aji membantu pak amin membersihkan mobilnya
setelah sarapan aji dan bik asih berangkat ke malang
"sudah siap bik?"
"sudah mas"
"ma... kita berangkat ya" aji pamit kepada kedua orang tuanya
"Hati-hati di jalan ya nak. kalau ngantuk istirahat. jangan di paksa"
"siap mamaku sayang" ucap aji lalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya itu
*****
pagi itu wulan dan firman mendatangi rumah orang tua aji
"ma... mas aji apa sudah berangkat?" tanya wulan kepada bu Lina
"ngapain lagi kamu datang kemari? aji sudah berangkat" ucap bu Lina ketus
"ma... maafkan aku ma" wulan bersimpuh di kaki bu lina
"jangan seperti ini wulan. bangun" ucap bu Lina sambil membantu wulan bangkit
"aku perlu bertemu dengan mas aji ma. tolong"
"buat apa wulan? aji sudah ndak mau sama kamu, sudah berangkat"
"ma... aku hanya mau minta maaf ma, dari semalam firman manggil mas aji, sekarang badannya panas"
"aji sudah kembali ke malang wulan, terus bagaimana?"
Wulan menangis sambil memeluk firman
"aku hanya ingin minta maaf ma. tolong" rengek wulan
"ma... kamu telpon aji. suruh berhenti. biar wulan menyusul. kasian firman, beri kesempatan wulan untuk minta maaf" ucap pak izam yang mendengarkan percakapan wulan dan istrinya
Bu Lina masuk kedalam rumah untuk mengambil ponselnya
"halo, ji. sudah sampai mana?"
"sudah mau masuk tol ma. kenapa?"
"berhenti sebentar ya. tunggu"
aji meminggirkan mobilnya
"ada apa ma?" aji khawatir, tidak bisanya seperti ini
"ndak ada apa-apa. sudah tunggu saja di situ. ada yang mau bertemu denganmu"
"siapa ma?" aji semakin bingung
Bu Lina mengakhiri sambungan teleponnya
"wulan, aji sudah dekat pintu TOL. cepat kamu susul dia"
"terimakasih ma" wulan berpamitan dan segera menyusul aji
*****
Setelah 20 menit aji menunggu, aji melihat mobil wulan menepi tepat di belakang mobilnya
wulan turun dari mobilnya bersama dengan firman
"mas... tunggu" ucap wulan sambil menangis
"cukup wulan. jangan mendekat"
Aji mengambil ponsel di dasbor mobilnya
"ma... apa maksud mama nyuruh aku menunggu disini ma? mama mau aku kembali lagi dengan wulan"
"dengarkan dulu nak. jangan marah. wulan hanya mau meminta maaf, firman dari semalam manggil kamu terus"
"tapi ma"
"beri maaf untuk wulan ya nak" ucap bu lia. percakapan mereka berhenti
"kenapa lan?" ucap aji sambil mengambil firman dari gendongan wulan
"maafkan aku mas. aku salah. aku mengaku salah"
"sudah aku maafkan, mulai hidup barumu bersama firman. aku janji ketika aku ke Jogja aku akan berkunjung ke rumahmu, menemui firman, selama kamu belum menikah. kalau kamu sudah menikah, maaf aku tidak bisa datang lagi kerumahmu. aku menghargai siapapun itu pasanganmu "
"maafkan aku mas" ucap wulan terus menunduk
aji merangkul tubuh wulan
"lan. awalnya kita berteman, jika bisa kita tetap berteman juga kan?"
"ayah...." firman memeluk aji
"iya sayang.. firman pulang dengan bunda ya. ayah mau kerja. jaga bunda"
firman mengangguk
"bik. tolong gendong firman" aji memberikan firman kepada bik asih
"lan..." aji memeluk tubuh wulan. kali ini aji memeluk wulan, pelukan sebagai sahabat
"aku minta maaf, sepanjang menikah denganku, kamu selalu menderita dengan sikapku. aku sudah memafkanmu. kita masih bisa menjadi teman kan?"
Wulan tak bisa berkata-kata, hanya bisa menangis dipelukan aji
Bik asih menangis melihat wulan
"aku yakin suatu saat nanti kamu akan bahagia dengan hidup barumu, aku minta, jaga firman baik-baik. aku sudah menyayangi firman seperti anakku sendiri"
Wulan semakin erat memeluk tubuh aji
"kamu harus bahagia. sudah jangan nangis" aji melepaskan pelukannya
"maafkan aku mas" ucap wulan sesenggukan
"sudah aku maafkan. jangan nangis terus" ucap aji sambil menyeka air mata wulan. dan memeluk wulan sekali lagi
"aku minta maaf ya. salam buat ayah dan ibu"
"firman... jaga bunda ya. ayah mau kerja, buat beli mainannya firman. Oke"
"Oke yah... "
aji menciumi Anaknya itu
Setelah berpamitan, aji kembali melanjutkan perjalanannya.
Sampai di gerbang tol, aji meminggirkan mobilnya, menangis. bik asih hanya bisa diam melihat aji seperti itu
setelah tenang, aji kembali melajukan mobilnya
"bik. apa aku jahat bik"
"ndak mas, mas aji baik"
aji mengusap air matanya
"kasian firman bik"
aji dan bik asih Sama-sama diam selama perjalanan
****
hari itu suci berniat untuk mencari pekerjaan
"cari kerja ndak gampang. sekali dapat kerja kena tampar. nasib... nasib... " oceh suci sambil memasukkan buku kedalam tasnya
"selamat pagi buk... "
"pagi wi.. mau berangkat?"
"iya buk. buk, aku butuh pekerjaan, Kira-kira dimana ya ada lowongan yang part-time"
"kapan hari pak eko cari orang untuk bersih-bersih tempat kosnya"
"wah boleh itu bu. kerja apa aja aku mau, asal halal"
"nanti coba ibu tanya ya. siapa tau belum diisi orang"
"semoga ya buk. saya berangkat buk. assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam"
Suci berangkat ke kampus lewat gang kecil, dia takut ketahuan Mela jika kos di depan rumahnya
******
siang hari Mela mendatangi kampus suci. melaksanakan permintaan aji untuk membayar uang semester suci selama setahun. hari itu tidak ada niat bertemu dengan suci.
"mbak Mela" sapa suci ketika berpapasan dengan suci di Koridor
"hay ci. baru datang?"
"iya mbak. mbak nyari saya? atau ada kepentingan lain?"
"ada kepentingan lain. mbak duluan ya ci" pamit mela lalu meninggalkan suci
"apa misinya sudah selesai? mau membela taun?" gumam suci dalam hati lalu masuk kedalam kelasnya