Diandra putri! gadis yatim piatu yang bekerja sebagai seorang pelayan di salah satu hotel yang sangat terkenal, hotel Kilau Bintang. Namun sayang hotel itu merupakan perkumpulan para psk dan lelaki hidung belang, dan juga para penikmat para kolega-kolega besar.
"Berani-beraninya kau menatapku seperti itu, kau hanya pelayan malam yang sudah berulang kali jebol." maki seorang pria pada Diandra yang sedang dikurung dalam kamar.
Mendengar makian pria itu, membuatnya seakan dunianya telah runtuh, entah kenapa ia tega melontarkan ucapan pedas dan memfitnahnya padahal itu semua kenyataan yang pahit dan salah menduga.
"Tenanglah hanya untuk malam ini, setelah itu kau bisa pergi."
Akankah Diandra hanya dijadikan pelayan satu malam? Lalu bagaimana dengan usaha Kenan apakah berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmilaila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Brian, bawa kami ke panti terlebih dahulu, setelah itu kamu menemui Kenan,"Sahut Bu dewi, mereka sedang berada di atas mobil menuju tempat di mana Kenan tinggal.
"Ia Brian, kami ingin menemui anak kami, kami ingin melihat bagaimana wajahnya, apakah ia tumbuh dengan baik!"sahut pak Harta suami dari Bu Dewi di sampingnya, mereka sangat ingin melihat anaknya sudah sangat lama mereka merindukannya. Di pisahkan bertahun-tahun, ia kira anaknya sudah lama tiada tapi ternyata anaknya masih hidup. Sungguh hati seorang ibu sangat bahagia dan juga terharu.
Mendengar itu Brian mengerjap kan matanya yang awalnya terpejam sebentar," pak antar kami ke panti dulu,"perintah Brian pada pria yang mengemudikan itu. Sedang pak Harto kini memeluk istrinya yang kian terlihat sedih. Segera mobil itu melesat pergi.
"Tuan ini terlalu intim, tuan tidak malu ini tempat umum,"Diandra jadi malu di peluk seperti itu, pria ini menurut nya tak tahu diri.
"Oh jadi ini tempat umum berarti kita bisa melakukannya di tempat lain kan,"tersenyum menaikkan alisnya menggoda, membuat Diandra malu bukan main.
"Bu..bukan seperti itu!"Dengan terpaksa Diandra membuang wajahnya.
Cup!..
Deg! tak dipungkiri dan tak terduga pria di depannya itu mencium keningnya tanpa permisi.
Diandra menatap kenan yang hanya berwajah datar lalu ia melirik Dea yang membuang wajahnya.
"Kenapa kamu menyesal!"selidik Kenan, tertawa mengejek Dea.
"Siapa yang menyesal justru aku merasa bersyukur bisa lepas dari kamu,"balas nya, dan kembali memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Kalian ada hubungan,"bingung Diandra dengan wajah mengkerut.
"Kak Fitri!"
"Tuan!"Diandra meminta jawaban dari mereka yang tak kunjung di jawab.
"Iya kami ada hubungan tapi itu dulu,"sahut Dea kemudian setelah mempertimbangkan.
"Iya Diandra, kamu jangan cemburu yah aku gak pernah kok memberikan apa yang selama ini kamu dapatkan, karena aku hanya mencintai mu."Kenan
"Aku tak pernah mencintai nya,"lanjut nya.
"lalu selama ini apa!"
"Itu karena aku kira kamu gadis kecil itu, mata kalian sama persis."
"Hah bicara dengan Kamu sangat membosankan aku harus pergi, anak aku pasti udah nunggu lama!"ujarnya bersiap untuk pergi.
"Nisa, kaka ingatin jangan dekat dengan pria itu!"tunjuk nya.
"Diandra kamu jangan dengar kamu kan sudah janji!"
"Ah masa bodoh dengan janji, lupakan saja Nisa, kakak gak setuju!"sahutnya berlalu.
Brugh......
Langkah Dea terhenti saat menabrak seseorang, perlahan ia mendongak melihat siapa pria yang sedang berdiri di depannya.
"Mas Antonio!"gumamnya kecil, ia kembali dipertemukan kedua kalinya setelah berpisah 7 tahun lalu, pertemuan pertamanya saat di pusat berbelanja itu, tapi hari itu mantan suaminya itu menatapnya dingin dan hari ini kedua kalinya, tetap dengan wajah sama yang ia lihat. Dingin! satu kata yang pantas untuk menggambarkan sosok dirinya yang kian menatapnya juga.
Ingin rasanya Dea memeluk siapa pria di depannya, hanya saja ia takut, perasaan nya campur aduk rindu, takut, bahagia. Namun tidak tahan akhirnya ia masuk ke dalam pelukannya. Cukup lama ia memeluk nya, rasa bahagianya seketika lenyap saat pria itu melepaskan secara arogan hampir membuat nya jatuh kebelakang tapi untungnya Diandra datang dan menahannya.
"Wanita tidak tahu malu, kamu ingin mendekati ku sekarang, karena aku sudah kaya, iya!"Tak ada rasa kasihan yang terpancar dari dalam matanya hanya ada dendam membara.
Deg! Kenapa pria itu berkata seperti itu padanya. Ia akui ia memang menyukai uang tapi bukan berarti ia wanita matre. Mengenai waktu itu ia meninggalkan suami nya bukan karena miskin tapi dirinya sendirilah yang mengusir bahkan menjatuhkan talak padanya, sungguh konyol kan.
"Kamu menginginkan uang banyak, lelah hidup dengan ku yang miskin dan penyakitan, makanya kamu pergi dan menjadi wanita ******,"sarkas nya, sekali lagi perkataan pria ini menghujam hatinya.
"Mas!" Lirihnya, saking kecewanya Dea menampar pria itu yang menatapnya dengan penuh kebenciannya, mata Dea berkaca-kaca dengan tangan bergetar tak kuasa.
Ia tidak habis pikir perkataan tanpa bukti telah menyakiti hatinya berkali-kali lipat. Ini salah nya sendiri haruskah ia memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi, sehingga kesalahpahaman terjadi. Harus nya ia mengatakan jika satu mata yang ia pakai di tukar dengan tubuhnya agar ia bisa melihat, namun sepertinya pria itu tak mempercayainya, semuanya sudah berlalu sejak 7 tahun silam. Tanpa berkata-kata lagi Dea pergi dengan tangis pecah, sedang pria itu menatap kepergiannya dengan mengepalkan tangannya.
"Kenan kenapa kamu membantunya keluar dari penjara!"marah Antonio marah.
"Apa karena kamu masih mencintainya. Dia itu wanita murahan. Menjual tubuhnya untuk mendapatkan uang banyak!"
Bugh..."Jaga bicaramu, kamu tak pantas menghakimi nya karena dia hanya masa lalu mu. Dan aku tidak sama sekali mencintai nya karena orang yang aku cintai sebenarnya ada di sini, cinta masa kecil ku,"Diandra yang tiba-tiba di peluk tersentak kaget.
Sepanjang jalan Dea terus menangis mengingat kata-kata mantan suaminya yang sangat menyakitkan itu.
Ditangan Dea ada sebuah benda panjang pipi dengan dua garis merah, hati Dea saat itu sangat bahagia berseri-seri tak sabar mengatakan kabar kehamilannya pada sang suami.
"Ya Allah aku hamil!"Seru Dea bahagia menatap sebuah testpack di tangannya dengan hasil positif dan juga sebuah kertas hasil pemeriksaannya. Tentu ia sangat bahagia itu, siapa yang tak ingin hamil dengan pria yang kita cintai.
Dea yang baru tiba segera melenggang masuk ke dalam rumah nya.
Ting... sebuah notifikasi masuk jika anniversary pernikahan nya seminggu lagi. Melihat itu Dea tersenyum ia berencana akan memberitahu nya nanti sebagai kado kejutan pernikahannya.
"Mas kenapa ada koper di sana!"tunjuk Dea pada koper yang pastinya berisi pakaian sedang tergelatak di samping pintu ke luar.
"Itu milik kamu!"pria itu menatapnya datar sambil menyatukan kedua tangan di dadanya.
"Kita akan liburan mas , terimahkasi yah mas, kamu memang suami pengertian,"Dea tersenyum mengira jika suaminya mengajak ia pergi berlibur, karena semenjak mereka menikah belum sekalipun mereka ada waktu untuk berlibur.
"Tidak bukan aku tapi kamu , pergilah surat cerai akan menyusul!"
"Ce-cerai!"bergetar hat Dea di kala itu, bukti kabar kehamilannya di kertas itu ia remas, tubuhnya bergetar hebat, air matanya menderu bagai air hujan. Bagaimana mungkin diceraikan, apa salahnya.
"Sayang kamu bercanda kan!"meski sudah sangat jelas, Dea tetap saja mendekati suaminya yang duduk di sofa.
"Akh...!"pekik Dea tubuhnya terhuyung ke lantai akibat Antoni melepas kasar tangannya, tak ada sama sekali Antoni bergerak untuk menolong nya.
"Aku serius, kamu kira aku pria yang suka bercanda?"
"Kenapa kamu menceraikan aku mas, apa kesalahan ku,"tangis Dea pecah kembali, tak bisa menahan gejolak hatinya yang hancur. Pria yang sangat ia cintai kini telah mengusir nya bahkan menjatuhkan talak padanya.. Selama ini ia sama sekali tak pernah melakukan kejahatan ia selalu melayani suaminya dengan baik, memberi nya cinta yang tulus bahkan bekerja keras untuk mengumpulkan uang menggantikan suaminya yang sedang sakit. ia sama sekali tak menyesal menikah pria yang sakit-sakitan seperti nya tapi ia sudah sangat kecewanya.
"Dasar wanita murahan, simpan air mata buaya mu itu menarik pria lain,"di tambah lagi rasa kecewanya semakin bertambah. Saat mengatakan ia wanita murahan. Memang benar tapi ia lakukan itu untuk siapa. Tapi jika mengenai soal anak di dalam kandungan nya itu murni anaknya sebab kandungan nya telah berusia 3 bulan dan ia baru menjadi wanita seperti itu sejak 1 bulan lalu. Dan lagi tadi hatinya kembali di patahkan ribuan luka yang bagaikan membuka lagi luka lama , pria itu tega mengatakan jika ia wanita gila harta. Ia tak ingin kembali karena ia tahu batasan nya ia sudah tak layak untuk menjadi bagian dari hidupnya.
Dea tahu dirinya hanyalah wanita rendah yang tak pantas mendapatkan pria manapun untuk menjadi suaminya. Tapi ia tak akan membiarkan orang lain menginjak-injak harga dirinya. karena ia tidak tahu bagaimana ia menjalani hidupnya yang penuh ujian. selama ini ia sudah berusaha mencari pekerjaan halal tapi ntah kenapa sama sekali tak ada yang mau menerima nya ntah karena kesialan nya atas dosa maksiat yang ia lakukan atau memang ia tak layak untuk bahagia.
hiks...hiks...hiks..... Ingatan masa lalu itu kini terbuka kembali, ia tak kuasa menahan sakit yang mendera itu. Jika bukan karena ada yang membutuhkan kasih sayang darinya mungkin ia sudah tak ada lagi dunia.
Bersambung....