Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Bayangan

Istri Bayangan

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:257k
Nilai: 4.3
Nama Author: Yenita wati

Kesetiaannya pada kekasihnya yang telah meninggal, membuat Rayden enggan membuka hati untuk wanita lain.

Hingga sebuah perjodohan pun ia terima karena tak punya pilihan lain. Namun, bayang-bayang akan almarhumah kekasih, membuat Safira, istrinya merasa hanya menjadi istri bayangan saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Kehamilan

"Apa? Istri saya hamil?" Rayden menunjukkan ekspresi luar biasa senangnya. Senyuman langsung terpancar dari wajahnya.

Sedangkan Hana terlihat sangat kecewa, tetapi ia berusaha untuk tersenyum. Tidak mungkin ia menyalakan calon bayi mereka.

"Benar, Tuan. Selamat ya, Anda akan menjadi seorang ayah." Dokter menjabat tangan Rayden.

"Terima kasih, Dok." Rayden membalas jabat tangan dokter.

"Ini saya berikan resep vitamin untuk istri Anda. Kehamilan yang masih sangat muda akan membuat tubuhnya sedikit lemah. Saya sarankan Istri anda tidak boleh kelelahan atau mempunyai beban pikiran. Stres dan kesedihan dapat memengaruhi janin yang dia kandung."

"Baik, Dok."

"Mas." Safira memanggil Rayden ketika ia sudah sadar. Suaranya terdengar sangat lemah.

"Safira, kau sudah sadar?" tanya Rayden dengan wajah yang sumringah ketika menghampiri Safira.

"Aku kenapa, Mas?" tanyanya sambil memegangi kepalanya yang masih sangat pusing.

"Kau sedang hamil, Safira."

"Apa? Aku hamil? Alhamdulillah." Safira mengucap syukur, lalu mengusap wajahnya perlahan. Namun setelahnya, senyumannya memudar karena ia menyadari kenyataan bahwa ia tidak akan bisa bercerai dari Rayden sebelum anaknya lahir. Ia takkan bisa pergi.

Safira beralih menatap Hana yang kini tersenyum padanya. "Selamat, ya."

"Terima kasih."

Setelah itu, mereka pun segera pulang. Pertama, Rayden akan mengantar Hana dulu ke apartemennya, lalu membawa Safira pulang. Beruntung apartemen yang ditempati Hana satu arah dengan rumah mereka.

Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam saja. Membuat suasana menjadi canggung saja.

Sesampainya di rumah, Rayden langsung menyuruh Safira istirahat sementara ia mengabarkan berita gembira ini pada keluarganya.

Selesai menelepon, Rayden kembali ke kamar dan melihat ternyata Safira belum tidur.

"Ada apa?" tanya Rayden yang duduk di samping Safira, lalu mengusap kepalanya.

"Bagaimana ini? Kita tidak akan bisa bercerai."

Rayden terkejut dengan ucapan Safira yang seperti menyesali kehamilannya.

"Apa yang kau katakan? Harusnya kita bersyukur karena akan diberikan momongan."

"Ya, aku bersyukur, Mas, tapi bagaimana dengan Hana?"

"Sewaktu mengantarnya ke dalam lobi apartemen, aku mengatakan padanya bahwa aku akan fokus menjagamu dan anak kita. Saat ini, anak yang ada di dalam kandungan mu adalah darah dagingku juga."

"Baiklah, tetapi kita akan bercerai setelah anak ini lahir. Aku yakin Hana dapat menjadi ibu yang baik untuknya nanti."

"Hentikan omong kosong ini! Aku tidak mau bercerai denganmu! Sampai kapanpun, aku tidak akan setuju!!" Rayden berdiri lalu menatap Safira dengan tajam. "Kau adalah milikku, dan selamanya tetap istriku. Aku tidak akan pernah membiarkan kau pergi dariku."

"Kau sudah berjanji pada Hana, Mas. Kau harus kembali padanya atau dia akan melakukan aksi bunuh diri lagi."

"Safira, jangan memikirkan orang lain. Aku tidak ingin kau sampai stres. Dengar, aku ada di sini, hanya untukmu dan calon anak kita."

"Bagaimana aku bisa tenang, Mas. Kau sangat mencintai Hana. Dia adalah hidupmu."

"Ya, tapi itu dulu! Dengan dirinya yang masih hidup, aku tidak perlu merasa bersalah seperti waktu itu. Dan,,,, sejujurnya, kini perasaan ku padanya perlahan mulai pudar. Dan itu semua karena aku mencintaimu, Safira." Rayden memegangi tangan Safira, lalu tangan satunya mengusap air mata Safira yang jatuh berlinang.

"Lalu bagaimana dengan Hana, Mas. Kau sudah berjanji padanya. Nikahi dia setelah anak ini lahir, berjanjilah padaku." Hana menatap Safira penuh harapan.

"Tapi hanya kau yang aku cintai."

"Nikahi dia seperti kau menikahi diriku dulu."

Rayden menatap Safira dengan penuh kebimbangan.

"Mas, berjanjilah padaku."

Rayden pun mengangguk pelan. Rasanya sangat berat, tetapi ini adalah permintaan Safira sendiri.

"Terima kasih, Mas." Safira memeluk Rayden dan keduanya pun menangis.

"Lho kenapa menangis?" Alea yang baru saja datang membuyarkan keharuan mereka.

"Mereka pasti bahagia karena akan mempunyai anak, Ma." Alezha menambahkan.

"Hahaha, benar. Safira sayang, selamat ya." Alea menghampiri Safira, lalu duduk di sisinya.

"Terima kasih, Ma."

"Tidak, Mama yang harusnya berterima kasih karena kau akan melahirkan penerus keluarga Armadja."

Safira tersenyum lalu mengangguk. Biarlah mereka mengira kalau dirinya menangis karena bahagia. Sakit ini, sedih ini, biarlah dia yang merasakan.

1
Memyr 67
𝗋𝖺𝗒𝖽𝖾𝗇 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗒𝖺? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗂𝗇𝗂, 𝖽𝗂𝖽𝗂𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗀𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖾𝗒𝗓𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗅𝖾𝖺?
Anisah
Luar biasa
Erna Wati
⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹
Siti Rahmah
Luar biasa
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
cerita yg keren, kak othooorr .... 👍👍
syukkaaak ... 🌹😍😍💙💙🌹
biarpun masih ada typo typo ... 🤭
biarpun ending nya 2x ... 😅
biarpun agak belibet sama pertukaran sosok Hana dan Hani .. itu mah krn Neng Gemoy nya yg rada lemot yak ... 🤣🤣🤣

poknya terus cemangadh bikin cerita2 yg bagus2 ya kaaakk .... 💪💪✊️✊️
lope lope sekebon (orang) 🤣🤣💙💙💝💝💙💙💝💝

😍😍😍😍😍😍😍
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
bukannya pernah siang2 di hotel, kak othor ?
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
🤣🤣🤣🤣🤣
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
sayang nih yeee ... uhhuuyyy ... 💙💙💙
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
cakep deh cara Rayden nanganin masalah HaniHana ....
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
hoalaaaaa .... ternyata Rayden di selingkuhin sama Hana nya ..... nackal juga dia ya .... 🤔
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
oh ... barti sebelom pacaran sama Rayden, Hana yah yg emang pacaran sama Nikolas.... 🤔
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
horreeee .... 👏👏👍👍👍
si tukang tepu akhirnya ketepu ......
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
hmmm ... keknya itu pertanyaan jebakan ya ... padahal Rayden gak pernah kasih kalung semacam itu ...
*tetiba Neng Gemoy kepikiran gitu yak ... 🤔
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
tettooottt ... respon yg salah kan ?
krn selama Rayden pacaran dgn Hana, gak pernah agresif begitu. bener tak ?
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
nah nah nah .... barti dia beneran emang pingin kamu menyingkirkan Safira, Ray ....
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
ini Rayden gak serieus ngelamar kan ? cuma lagi nge-tes dia Hana ato Hani kan ? 🤔
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
nyata benar bedanya Safira dgn Hana nya kamu, kan Ray ?
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
Rayden peka gak tuh dgn belanjaan "Hana" ?
apa dulu spt itu ... sering beli baju langsung banyak begitu ?
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
harusnya Rayden minta tolong ke Nikolas buat deketin dan tegur Hani / Hana...
gimana responnya ? gimana mimik wajah ato bahasa tubuh nya ...
dari situ mngkn kan bisa keliatan ... dia Hani ato Hana ....
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
nah .... beneran Hani kan ?
cowo itu aja langsung bisa ngenalin dan memastikan seorang Hani cuma dari cara belanja nya ...
lhah Rayden udah ketemu berkali-kali tapi masih bisa ketepu...
biarpun udah curiga sih yaaa .. ngerasa ada sesuatu yg berbeda ... tp koq gak cepet cari2 informasi kek buat membuktikan kecurigaannya itu .... 🤦‍♀️
Rayden lagi bingung juga sama sikap Safira sih ya ... mungkin dia jadi gak peka ...
ato ya dia trll kaget dan terpengaruh sama cerita Hani ...
mudah2an udah ketemu sama pasangan lebay itu, mata Rayden lebih terbuka buat melihat kejanggalan2 yg ada ... jadi bisa cepet2 juga mengambil sikap tegas.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!