Kanaya Putri Adinata, seorang gadis kecil yg memiliki cinta tersembunyi untuk seorang laki-laki dimasa lalunya yaitu Dirgantara yang tak lain adalah sahabat dari kakaknya. Arga Putra Adinata, Kanaya adalah dua bersaudara dari pasangan Adinata dan Anita. Kisah cinta yang datang kembali dari masa lalunya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya? ikuti terus ya🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DNur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Drama Tania
Hari ini kesibukan Kanaya sebagai anak magang sangat padat. Dirga juga sangat padat. Hari ini dia pergi meeting keluar kantor. Sedangkan Kanaya sibuk dikantor. Karena hari ini Tara tidak masuk. Tania jadi seenaknya kepada Kanaya.
"Kerjain ini, tadi pak Dirga yang minta. Oh ya, kita sama2 magang tapi lebih dulu gue yang disini. Jadi anggap gue senior." perintah Tania.
Kanaya tidak menghiraukan Tania yang seenaknya. Kanaya fokus mengerjakan kerjaannya. Tania yang merasa tidak digubris oleh Kanaya. Dia kini menggebrak meja. Datanglah salah satu staf yang menegur Tania.
"Hei, jam kerja. Kerja yang bener nona." tegur karyawan itu.
"Maaf kak Saga, tadi Kanaya bertanya. Jadi aku jelasin deh." kilah Tania.
Drama bener sih jadi orang. Gerutu Kanaya dalam hatinya. Namun sedari tadi, Saga tahu apa yang dilakukan Tania. Saga melirik ke arah Kanaya yang hanya diam. Dia masih fokus dengan pekerjaannya. Saga terpana dengan sikap Kanaya. Yang terlihat sopan dan tidak banyak tingkah. Seperti Tania, yang bisanya membuat dramanya sendiri. Hanya untuk mendapatkan simpati.
Dirga yang datang setelah Saga. Melihat tatapan Saga yang tak biasa kepada Kanaya. Dirga pun bergegas ke arah mereka. Dirga menatap kekasihnya yang masih fokus dengan laptopnya. Tidak menyadari kehadirannya.
"Ada apa ini?" tanya Dirga.
Kanaya mendongak mendengar suara yang tak asing ditelinganya. Dia pun berdiri dan menyapa Dirga. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Dirga. Semua pergi ngacir entah kemana.
"Ke ruangan saya, bawa tugas yang saya kasih tadi." perintah Dirga terlihat dingin.
Kanaya mengangguk dan berdiri dengan membawa laptopnya. Saat ini kanaya berdiri dihadapan Dirga. Yang sedang duduk dikursinya. Hanya karena tatapan Saga ke Kanaya. Dirga menjadi cemburu kepada Kanaya.
"Mau berdiri terus?" tanya Dirga dingin.
"Oh, ini pak. Tapi yang tugas kedua belum saya kerjakan." ucap Kanaya.
"Tugas kedua?" tanya Dirga.
"Iya pak, yang tadi bapak kasih ke Tania. Kata Tania tugas dari bapak." jelas Kanaya.
"Aku nggak ada kasih tugas kamu lewat Tania. Coba cek sini." ucap Dirga.
Kanaya memberika flash disk yang diberikan Tania kepadanya. Dirga tersenyum kecut, rupanya Tania sedang mengerjai Kanaya.
"Ini tugas Tania, kamu mau-mau aja dikerjain Tania." kata Dirga.
"Apa iya? Dasar Tania awas aja ya..."
"Udah, kerjakan ini. kamu bisa panggilkan Tania suruh ke sini."
"Baik pak...."
"Jangan genit, jangan tebar pesona dan jangan kasih celah untuk cowok lain." kata Dirga tiba-tiba.
Kanaya yang belum keluar sempurna dari ruangan Dirga menoleh. Bergidik ketika melihat mata Dirga memicing. Pantesan dingin banget dia lagi cemburu. Celoteh Kanaya dalam hatinya.
"Tan, disuruh pak Dirga keruangannya." kata Kanaya.
"Ih, pasti pak Dirga udah kangen banget sama aku." centil Tania.
Tania berlenggok jalan masuk ke ruangan Dirga. Didalam ruangan Dirga terlihat fokus didepan laptopnya. Sedang Tania sudah berdiri dihadapan Dirga dengan senyum mengembangnya.
"Ada yang bisa saya bantu pak Dirga?" tanya Tania.
"Kamu tahu tugas ini aku kasih ke siapa?" tanya Dirga dingin dengan melempar flash disk dihadapan Tania.
Tubuh Tania bergetar melihat Dirga yang marah. Sebelumnya tidak pernah Tania melihat Dirga semarah ini. Karena memang hanya Tara yang sering keluar masuk ruangan Dirga. Jadi mereka belum paham sepenuhnya sifat Dirga. Tania membuat dramanya sendiri.
"Tadi memang saya ingin mengerjakan tugas dari bapak. Tapi Naya ingin mengerjakan pak. Karena dia ingin terlihat rajin. Saya dipaksa biar saya terlihat tidak bisa apa-apa disini pak." jelas Tania.
"Oh... Keluar kamu dan kerjakan !!" bentak Dirga.
Tania keluar dengan melirik kearah Kanaya yang fokus dengan laptopnya. Tania menghentak-hentakkan kakinya dan berjalan menuju mejanya. Orang aneh sekali, ucap Kanaya dalam hatinya. Jam pulang sudah tiba, Tania berjalan ke arah Kanaya. Dia membawa botol berisi air. Niat Tania ingin menumpahkan air ke Kanaya. Tapi malah Tania kena batunya sendiri.
Disaat bersamaan, Dirga keluar dari ruangannya. Dengan sigap Tania memberikan botol itu kepada Kanaya. Kanaya terlihat bingung dengan tingkah Tania.
"Ya ampun Nay, maaf kalau aku ada salah sama kamu. Tapi jangan nyiram air kegini ke aku Nay." drama Tania.
"Lah kok...." Kanaya bingung.
Dirga berjalan menghampiri mereka. Dia memberi tisu kepada Tania dan menyuruh Tania membersihkan bajunya. Dirga menatap tajam kearah Kanaya. Terlihat begitu marah, membuat Kanaya menunduk takut.
"Apa-apaan kamu Nay?" tanya Dirga dingin.
"Bukan saya yang salah pak. Tania sen..."
"Dia marah karena aku dapat kerjaan dari bapak. Kanaya memang tidak suka sama saya dari dulu pak. Karena cowok yang disukai Kanaya lebih suka sama saya." kata Tania membuat begitu banyak drama.
"Cih drama bener nih cewek. Aku nggak pernah seperti itu. Kalau kamu mau cari muka jangan gini caranya." kata Kanaya sudah mulai terpancing emosinya.
"Kamu ya Nay..."
"Cukup, silahkan pulang semua!!" bentak Dirga.
Kanaya melangkah lebih dulu dan berjalan mantap keluar gedung. Tania ingin Dirga mengantarnya ke asrama. Dengan alasan bajunya basah, malu kalau harus naik kendaraan umum. Dilobby, Dirga melihat Kanaya. Dia mengklakson dan meminta untuk naik ke dalam mobil juga.
"Enggak pak, terima kasih. Saya sudah memesan gojek." jawab Kanaya terlihat kesal.
Kanaya kesal dengan Dirga yang sedari tadi dingin. Dan terkesan membela Tania tanpa meminta penjelasannya. Kanaya menunggu gojek datang di lobby. Bersamaan ada Saga yang berjalan menghampiri Kanaya.
"Hei, kamu anak magang disini?" sapa dan tanya Saga.
"Iya pak,.." jawab Singkat Kanaya.
"Kebetulan searah, bareng aja yuk. Kamu tinggal diasrama kantorkan?" tanya Saga.
"Tadi udah pesen gojek sih pak. Tapi boleh kalau nggak ngerepotin. Soalnya gojeknya ngebatalin." jawab Kanaya.
Kanaya pun pulang diantar oleh Saga. Tak lupa didalam mobil Kanaya memperkenalkan dirinya. Sampai diasrama, Dirga juga masih disana. Dan saat bersamaan, entah ada insiden apa. Sampai Tania berada dalam pelukan Dirga. Membuat Kanaya semakin kesal kepada Dirga.
"Permisi pak, saya langsung masuk ya." ucap Kanaya.
Dirga dengan tidak sadar melepas pelukan Tania. Hingga Tania kembali berteriak kesakitan. Dirga masuk ke dalam asrama kantor. Menarik tangan Kanaya dan mereka saling tatap. Mereka saling menuntut meminta penjelasan. Dirga melepaskan tangan Kanaya ketika Tania masuk.
"Pak Dirga mau duduk dulu saya ambilkan minum?" tanya Tania.
"Enggak usah, saya mau pulang. Kanaya jangan lupa kirim pesan ke saya." ingat Dirga
Kanaya hanya diam dan masuk kedalam kamarnya. Sedang Tania mengerutkan dahinya. Sejak kapan Kanaya punya nomor pak Dirga. Pertanyaan yang keluar dari pikiran Tania. Tania merasa kesal kalah satu langkah dengan Kanaya.