Kekuatan aneh muncul dari dalam dirinya membuat Hana bertanya-tanya apa yang terjadi, hingga seekor makhluk yang disebut Griffin tiba-tiba datang ke rumahnya dengan sebuah undangan untuk mengikuti Academy elemental.
Dengan semua pertanyaan yang muncu,l Hana setuju untuk mengikuti academy itu dan bertemu dengan sepuluh ras penguasa tempat itu.
Tapi apakah Hana berhasil menemukan penyebab kekuatan yang ia miliki dan kembali pulang? atau mungkin menemukan fakta lainnya?
Yuk ikutin ceritanya!!
Spesial Cast :
-BTS
- NCT
- Enhypen
-Txt
- Treasure
- Blackpink
- Aespa
- Itzy
- Red Velvet
-Gfriend
-Straykids
- New Jeans
- And others...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HanChan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elemental | From eyes
" *Jadi Lucas yang mengatakan kamu untuk datang menemuiku?, wow itu menarik seorang Griffin menunjuk seorang gadis muda seorang diri menemui aku dan meminta ku untuk mengajarkan kekuatan elemental padamu?".*
*Hana hanya terus menganggukkan kepalanya karena sekiranya begitulah yang Lucas katakan padanya, dia telah menjelaskan tentang jika ia bisa mengetahui tentang kekuatannya dari Jaehyun, tapi tentang fakta bagaimana ia bisa datang di tempat ini Hana belum bisa mengatakan itu semua pada siapapun.*
*" Kau tahu Hana, hanya para putra dan putri raja lah yang berhasil menawarkan diri untuk aku latih " ucap guru Jaehyun melirik Donghyuck yang berjalan ke arah mereka*.
Sejak hari itu ucapan guru Jaehyun itu terus memenuhi pikiran Hana, jika syaratnya bagaimana bisa dia melakukan nya dia sendiri tidak tahu siapa orang tua kandungnya dan dimana mereka sekarang berada, apakah mereka masih hidup atau bagaimana, Hana sama sekali tidak tahu akan hal itu. Lantas bagaimana dia akan mengatakannya pada guru Jaehyun, atau bagaimana dia bisa mendapatkan pelatihan dari guru Jaehyun, ini sangat tidak adil pikir Hana.
" Eh Sunoo tunggu sebentar " ujar Hana segera menghampiri Sunoo yang baru saja akan menuju ke arah kelas.
" Kenapa? " tanya Sunoo menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Hana.
" Apa kamu melihat guru Doyoung? " tanya Hana, pemuda fairy menggelengkan kepalanya ia.
" Hana apapun yang kamu lakukan, tempat ini bukan tempat yang bisa kamu tempati sesukamu aku mengerti mungkin kamu belum mengerti peraturan di sini, tapi kamu bisa mengikutinya kan, jika memang kamu penasaran dengan banyak hal setidaknya lakukan dulu kewajiban mu Hana, kamu mendapatkan banyak masalah bukan? " ujar Sunoo dengan air wajah yang terlihat prihatin dengan Hana, Sunoo merasa Hana terlalu banyak mengabaikan semuanya apalagi kelas dengan guru-guru dia selalu sibuk mencari ini dan itu , yang membuat pelatihan yang seharusnya ia ikuti kadang tidak berjalan dengan baik.
Bahkan , saat semuanya sedang sibuk dengan latihan dan kecocokan senjata Hana justru malah sibuk membaca buku dan mencari informasi ini dan itu yang seharusnya ia lebih fokus melatih kekuatannya, apalagi dia sudah tertinggal banyak di banding yang lainnya.
Mendengar semua ucapan Sunoo, Hana tiba-tiba terdiam kemudian tersenyum canggung dia mengusap belakang lehernya.
" Aaah aku rasa memang seperti itu, maafkan aku Sunoo pasti kalian juga repot karena aku " ujar Hana.
" Kamu tahu maksud ku bukan itu Hana, kami senang membantu mu tapi tolong menyesuaikan dirilah disini oke? " , Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya, melihat itu Sunoo juga mengulas senyum tipis.
" Ayo ke kelas " ajak Sunoo yang langsung di setujui Hana.
" *Benar, aku bahkan terlalu sibuk dengan diri sendiri sampai tidak memperhatikan sekitar* " pikir Hana di sepanjang langkahnya.
‧͙⁺˚\*・༓☾ ☽༓・\*˚⁺‧͙
Sementara itu, tepatnya sekarang di salah satu istana di wilayah Tenggara *Magland* yaitu merupakan kerajaan ras *Angel* yang di pimpin oleh rajanya, Hoseok.
Kabar tentang kedatangan ratu Joy ke kerajaan *Devil spirit*, kini telah menyebar di antara petinggi setiap ras dan termasuk ke telinga raja Hoseok sendiri sudah mendengar hal itu.
" Jadi kedatangan ratu Joy sama sekali tidak membuahkan hasil? ", tanya Hoseok pada salah satu penasehat nya, Jungwoo. Pemuda itu menggelengkan kepalanya, dan melihat itu raja Hoseok tidak habis pikir.
" Sampai kapan hati Yoon-gi akan sekeras itu, setidaknya biarkan mantan istrinya berada di *Devil spirit* untuk sementara, wilayah seluas itu pasti bisa menampung rakyat *Shadow rest* kan " ujar nya.
" Tapi baginda, bukan kah anda juga bisa melakukan nya? " tanya Jungwoo.
" Itu memang benar tapi karena kesepakatan yang di buat aku tidak bisa karena bagaimana pun tanpa wilayah lain kita juga tidak akan aman begitu saja, jadi karena keputusan yang di bulatkan aku tidak bisa berpaling " jelas raja Hoseok. Jungwoo yang mendengar itu hanya mengangguk-angguk kan kepalanya paham.
" Maaf baginda raja, apakah anda tidak ingin sesekali menghubungi para pangeran dan tuan putri di *Primordial academy*? " tanya Jungwoo.
Raja Hoseok yang mendengar itu juga baru teringat, ia terkekeh bagaimana bisa dia melupakan putri dan putra-putra nya ternyata sudah lama ada di *Primordial academy*.
" Hahaha Jungwoo kalau saja kau tidak mengingatkan aku bahkan melupakan anak-anak ku " ujarnya, Jungwoo hanya bisa menghela napas sambil mencela dalam hati, bagaimana bisa seorang ayah melupakan anak-anaknya bahkan jika situasinya seperti itu, ya meskipun begitu dia tahu jika rajanya itu sangat menyayangi anak-anak nya bahkan rakyat nya hanya saja yaaa terkadang dia terlalu hehe.
" Hubungkan aku malam ini dengan Chenle dan minta dia untuk bersama saudara dan saudari nya " titah Hoseok yang langsung di angguki oleh Jungwoo.
‧͙⁺˚\*・༓☾ ☽༓・\*˚⁺‧͙
Seperti yang di ajarkan oleh guru Jungkook, Hana melakukan semuanya dengan satu persatu tidak ada yang tertinggal dia mengikuti semua arahan tapi yang terjadi tidak ada yang muncul seperti sebelumnya, ini terjadi seakan kekuatan di diri Hana melemah, yang lainnya juga ikut kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.
Hana kembali menarik napas dan memfokuskan seluruh kekuatannya di telapak tangannya, tapi hasilnya masih sama tidak ada yang terjadi.
" Hana sepertinya kamu terlalu banyak pikiran akhir-akhir ini, sebaiknya kembali ke tempat mu, Lia kamu selanjutnya " panggil guru Jungkook.
Lia yang mendengar namanya di panggil otomatis langsung berjalan ke arah guru Jungkook, sementara Hana berjalan gontai kembali ke tempatnya.
" Ayolah Hana tidak apa-apa cuacanya memang panas mungkin itu sebabnya es mu mencair " ujar Ryujin menepuk pundak Hana.
Hana hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya, moodnya jadi turun karena ternyata kekuatannya bukannya menjadi lebih baik justru malah semakin hilang.
Setelah kelas dengan guru Jungkook berakhir dengan pertunjukan duel antara Jeno dan Jay yang memperlihatkan perkembangan kemampuan mereka dalam menggunakan kekuatan mereka, apalagi saat melihat keduanya menggunakan kekuatan elemental yang berbeda dan bisa mengimbangi satu sama lain , elemental air milik Jeno tidak kalah hebat dengan elemental petir milik Jay.
Hana memilih untuk mencari tempat menyendiri sejenak, sejujurnya sekarang dia juga jadi tiba-tiba teringat ibunya, bagaimana kabarnya dan apa yang dia lakukan setelah Hana tidak ada dirumah.
" Ibu, aku rindu ibu.. " lirih Hana menghela napas dalam-dalam, ia menatap tanda di tangannya sepertinya tanda itu memang melemah saat ia pulang bertemu guru Jaehyun hari itu dia juga sudah tidak pernah melihat Donghyuck lagi sejak hari itu.
" Hana " , suara familiar itu membuat Hana langsung berbalik, Heeseung datang sambil tersenyum hangat berdiri di samping Hana.
" Rindu rumah hm? " tanya Heeseung, Hana kembali menghela napas dan menganggukkan kepalanya.
" Aku rasa ternyata ini bukan tempatku " ujar Hana terdengar menyerah , Heeseung hanya menyunggingkan senyum di sudut bibirnya mendengar hal itu.
" Lihatlah, aku pikir kamu sudah berubah pikiran setelah merasakan bagaimana disini Hana ternyata kamu masih sama dengan saat hari pertama kita disini, kamu ingin pergi dari tempat ini bukan? " tanya Heeseung kini menatap Hana dengan tatapan yang menyiratkan sesuatu yang tidak bisa Hana baca.
" Aku memang selalu berpikir begitu, dan itu akan segera terjadi setelah aku mendapatkan semua yang aku cari " jawab Hana.
Dan jawaban itu membuat Heeseung mengangguk-angguk kan kepalanya " ternyata begitu " ujarnya masih tersenyum tipis dari sudut bibirnya.
" Ulurkan tanganmu Hana " pinta Heeseung, Hana menatapnya dengan bingung tapi Heeseung mengisyaratkan untuk hanya melakukannya akhirnya Hana mengulurkan tangannya pada Heeseung.
Heeseung membuka telapak tangan Hana, dari telapak tangannya sendiri muncul sebuah nyala api yang kemudian ia pindahkan ke atas telapak tangan Hana, melihat itu Hana awalnya kaget dan ingin langsung menarik tangannya tapi Heeseung menahan tangan Hana agar tetap terbuka dan rasa panas dari api itu seakan membakar kulit telapak tangan Hana.
" Apa yang kamu lakukan?! " pekik Hana merasakan panas.
" Lihatlah " ujar Heeseung dengan nada tenang, meminta Hana untuk melihat telapak tangannya sendiri.
Selaput es mengelilingi telapak tangannya, tapi api itu tidak padam dan kulit Hana juga tidak terbakar meskipun ia merasakan panas di telapak tangannya.
" Kamu tahu Hana, ibuku pernah berkata kekuatan itu bisa muncul karena rasa melindungi, bahkan kekuatan mu melindungi kulitmu agar tidak terluka meskipun sebelumnya kamu tidak bisa membuatnya muncul, dan kamu tahu Hana... kadang kekuatan yang luarbiasa juga bisa muncul saat rasa ingin melindungi " ujar Heeseung menatap mata Hana.
Hana membalas tatapan Heeseung tapi ia tidak bisa menyembunyikan ekspresi kebingungan dari wajahnya, ia mengerti maksud ucapan Heeseung tapi ada yang aneh dengan tatapan itu.
" Heeseung, kamu baik-baik saja? ".
" *Sial* " umpatnya dari tempatnya saat melihat dua orang yang tengah berada di tempat yang menjadi objek pemandangannya sekarang, Heeseung dan Hana terlihat begitu dekat membuatnya menggepalkan tangannya.