Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Lo Licik? Gue Lebih Licik

Transmigrasi: Lo Licik? Gue Lebih Licik

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Idola sekolah
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Klarina_za29

Cantik tapi licik itulah julukan untuk Araina Jordan. Perempuan yang serba bisa dan paling menyebalkan bagi keluarga dan teman-temannya.

Araina yang tidak terima di jodohkan oleh keluarganya memilih kabur dari rumah...., sayangnya nasib tidak mendukungnya.
Bukannya bahagia, Ia malah mengalami kecelakaan setelah kabur dari rumahnya.

Tapi.....
Bukannya mati Araina malah masuk ke tubuh orang lain!
"Sialan! Kenapa jadi seperti ini!" ucapnya begitu frustasi.

Jiwa Araina malah bertransmigrasi ke tubuh Freya Anastasia Smith..., gadis cantik lemah lembut yang selalu dilindungi oleh dua keluarga besarnya.
"Tidak masalah yang penting masih kaya" gumam Araina.

Namun semuanya berubah ketika satu persatu ingatan Freya mulai masuk ke kepala Araina.
Pusing? Muak?

Araina baru menyadari ternyata ia bertransmigrasi ke dalam sebuah novel dimana ia hanya adik sepupu dari protagonis pria.

Mati? Tentu saja! Freya hanya seorang figuran....
(Apa yang akan dilakukan Araina selanjutnya? Yaaa rahasiaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Klarina_za29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Perayaan! Part 2

Dari lantai dua sana....

Freya dan Marvel memperhatikan pesta perayaan yang sudah dimulai. Ketika satu persatu tamu maju memberikan hadiah, Marvel meminta salah satu anggotanya untuk memastikan sesuatu.

Baru setelahnya ia menghampiri Freya yang masih menonton. "Ayaa hadiah mu bagaimana?" tanya Marvel.

Freya dengan senyuman lebarnya, "Aku sudah kirimkan pada Selena" jawabnya.

Marvel menghela nafasnya, ternyata yang ia pikirkan benar terjadi. "Baiklah, sekarang waktunya kita keluar dari sini. Nenek pasti senang melihat mu."

Freya mengangguk antusias. 'Selenaa..., lo harus bersiap' batinnya menyeringai.

Mereka berdua berjalan bergandengan keluar dari lantai dua menuju lantai satu. namun mereka terlebih dahulu keluar dari mansion lewat pintu belakang.

Setelahnya mereka masuk lewat pintu depan. Freya hanya mengikuti apa yang diminta abang pertamanya. Lagian ia hanya perlu muncul dan membuat sedikit drama.

Sampai di sana, Freya dapat melihat hadiah yang ia siapkan sudah ada di depan pintu mansion. "Abang apa kita masuk sekarang?" tanyanya.

Marvel mengelus rambut Freya, "Kita masuk sebentar lagi. Tunggu instruksi dari dalam" bisiknya sedikit menunduk.

Freya paham apa yang akan dilakukan Abang pertamanya. ahh ia tidak sabar lagi. Sampai terdengar suara Selena yang meminta hadiahnya dibawakan....

Klek.....

Pintu besar itu terbuka dengan lebar. Selena yang tadinya tersenyum malah terdiam membisu. bahkan wajahnya mulai memucat.

"Ayaa..." teriak nenek Laura dengan senang.

Freya menampilkan senyum terbaiknya. Ia menatap tulus ke arah depan, sedangkan Marvel mengandeng Freya masuk ke dalam sana.

Di seluruh tempat itu terdengar bisik-bisik yang dapat mereka dengar dengan jelas. terlebih mereka begitu penasaran dengan Freya.

"Apa dia calon istri tuan muda Marvel?"

"Dia cantik sekali...., mereka sangat cocok. Tapi umurnya berapa ya??"

"Cantik sih. Tapi lebih cantikan gue" ujar seorang perempuan dengan dandanan yang agak menor.

"Dih.., jauh cantikan cewek yang digandeng Tuan muda Marvel lah" sindir yang lainnya.

"Padahal gue mau deketin tuh cewek. sayang banget...."

Freya hanya diam mendengarkan bisik-bisikan di sana. Ia masih menatap ke arah depan, tepatnya pada Selena yang masih mematung di atas sana.

'Dia tidak bisa menyembunyikan ekspresi nya' batinnya.

"Ayaaa nenek sangat merindukan mu" ucap nenek Laura memeluk Freya yang sudah sampai di dekatnya.

Bahkan Kakek Abraham ikut memeluk Freya. "Dasar anak nakal..." ujarnya tersenyum.

Freya terkekeh kemudian memeluk balik mereka, "Aku juga merindukan kalian semua" ucapnya.

Keluarga Morgan yang duduk di bagian bawah ikut berdiri. Begitupun dengan Justin dan Langit.

Dengan wajah cengo nya ia menatap ke arah Kenan. "Bang, jangan bilang kalian sudah tau Aya sudah di Indonesia" ujarnya.

Kenan mengangkat bahunya acuh kemudian meninggalkan Justin dan Langit. Ia ingin ke atas berkumpul dengan keluarganya.

Sedangkan Arga yang juga di sana langsung saja mengikuti Kenan, ia tidak mau jadi alat pelampiasan si kembar karna menutupi keberadaan Freya.

"Wah sialan..., mereka menipu kita" ujar Justin tidak percaya.

Langit pun mengangguk, "Lo benar" ujarnya ikut kesal.

Ketika mereka ingin maju ke depan, keluarga mereka menghentikan. "Kita temui Aya nanti. Kalian tunggu di sini aja" ujar Serena, mommy mereka.

"Jangan membuat keributan atau kalian tidak akan Daddy izinkan menemui aya" sambung Gabriel Morgan, Daddy mereka dengan ancaman.

Justin yang ingin menolak langsung menutup mulutnya. Ia tidak bisa melanggar ucapan daddy-nya, bisa-bisa mereka berdua dikirim ke luar negeri.

Di atas sana...

Freya mulai melepaskan pelukan nenek dan kakeknya. Kemudian ia memeluk paman dan bibi alias orang tua kandung ketiga Abang sepupunya.

Setelahnya Freya menatap ke arah Selena. "Aku merindukan mu, Selena" ujarnya dengan lembut dan memeluk Selena. Namun di baliknya ia tersenyum miring.

Selena memaksakan wajahnya untuk tersenyum. Jujur saja ia masih syok dengan apa yang terjadi.

"Selena apa kamu tidak merindukan ku.." lirihnya mulai melepaskan pelukan. Apalagi Selena tidak membalas pelukan darinya.

Nenek Laura menatap Selena, "Selena, ada apa dengan mu?" tanyanya merasa aneh melihat Selena yang diam saja dari tadi.

Selena yang disebut sedikit tersentak karna ia kembali melamun, "ah-hahah tidak apa nenek. Selena hanya keget Reya sudah ada di sini" ujarnya dengan nada polosnya. "Kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau datang ke sini" tambahnya.

Freya menggaruk tengkuknya, ia menatap ke arah Marvel meminta bantuan.

"Saya yang memintanya" ujar Marvel dengan nada datarnya. Ia yakin Freya tidak tau ingin menjawab apa. Terlebih Selena melarangnya datang ke Indonesia.

Selena tersenyum kecut. 'Sialan! Gue kecolongan!' kesalnya begitu memuncak. Padahal ia sudah mempersiapkan banyak hal dari sekarang.

Tapi semuanya gagal karna Freya sudah ada di sini.

"Tapi Selena, bukankah nomor lo di blokir Freya? Tapi kenapa Lo tadi mengatakan kalau Freya tidak menghubungi Lo kalau datang ke sini?" ujar Arga dengan nada yang penasaran.

Padahal Arga sendiri sudah tau apa yang sedang terjadi. Ia hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan Selena untuk meyakini keluarga mereka.

"Diblokir?" gumam Freya memiringkan kepalanya seperti bingung.

Hal ini membuat beberapa orang di sana menjadi curiga, termasuk paman dan bibinya.

Bahkan Selena semakin takut, "Ahhh tidak begitu maksudnya" ucapnya mencoba mencari alasan. "Selena hanya tidak ingin keluarga kita cemas karna Freya, tidak lebih dari itu" jelasnya dengan wajah yang merasa bersalah.

Freya menggenggam tangan Selena, "Aku tau kok kamu peduli pada ku" ujarnya tersenyum. 'Selena, Selena, Lo akan semakin gila jika mencari masalah dengan gue.'

"Y-yaa tentu saja aku menyayangimu" jawabnya.

Kenan melepaskan genggaman tangan Selena dan Freya. "Ayaa mana hadiah mu?" tanya Kenan.

Freya menepuk dahinya, "Aduhh, aku hampir lupa" ujarnya dengan cengengesan. Ia menatap ke arah Selena, "Kamu belum memberikan hadiah ku pada nenek ya?" tanyanya dengan polos.

Deg...

Jantung Selena berdetak dengan cepat. "Be-belum...., masih di luar" ujarnya gelagapan.

Freya mengangguk, "Ayo minta mereka bawakan hadiah ku. Aku sudah lama menyiapkan nya untuk nenek" ujarnya.

Nenek Laura tersenyum cerah, "Nenek semakin menyayangimu" ucapnya mencium kening Freya.

'Apa yang harus gue lakukan? Sialan! seharusnya gue persiapkan kado lain!' pikirnya mulai berkecamuk.

Selena takut jika kado itu terbuka, semua orang akan mempertanyakan dirinya. Terlebih ia tau kado apa yang diberikan Freya.

Saat pelayan membawa kado yang lumayan lebar. Semua tamu menatap ke arah sana. Mereka penasaran dengan Freya dan juga penasaran dengan kado apa yang dibawa oleh pelayan itu.

"Apa kita bisa membukanya di sini?" tanya Nenek Laura pada Freya. Ia penasaran dengan apa yang sudah disiapkan cucunya.

"Yaa, kakek juga sudah penasaran" sambung Gilbert Smith.

Freya mengangguk, "Tentu boleh. Itu kan hadiahnya untuk nenek" ujarnya dengan polos.

"Kalau begitu ayo dibu-

"TIDAK"

Semua orang di sana menatap ke arah Selena dengan raut wajah terkejut. Selena yang semakin panik mendekati nenek Laura.

"Nenek bukankah kadonya lebih baik dibuka di dekat keluarga kita saja. Apalagi kado ini istimewa" bujuknya berharap nenek Laura setuju dengan pendapat nya.

Belum sempat Nenek Laura menjawab, Marvel dengan cepat memotongnya. "Di sini saja. Lagian semua orang penasaran dengan apa yang dibawa oleh Aya..., Terlebih kami percaya apapun yang disiapkan Aya pasti sangat berharga" jelasnya.

"Benar, disini saja" tambah Arga di angguki Kenan.

~ To Be Continue

1
aku
lanjuuuuuttt 😁😁
Sribundanya Gifran
lanjut
aku
next 😁
aku
cieeelah freya yg d pggl princessm vano, aq yg senyum2 kamvrett 🤣🤣
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
aku
🌹 semangat update autor 😁🙏
Susi Nugroho
Lanjut
aku
aih, gk dihukum gt si kamvret?? cm diskors? 😌 kok aq yg greget jg sm yg tua2 tuh. gk teges. 🙏
aku
maaf tor, selena bukan yasmin 😁 typo ya hehe
Klarina_za29: Haaa iyaaa udah diperbaiki yaa🤭
total 1 replies
aku
mantep! cb bongkar jg pura2 pingsannya itu, biar makin malluuuu 😃🤣
mksh tor , berasa dkit bgt tor, bisakah nmbh lg? 😁😁 🌹
aku
🌹🌹 semoga autor kalap, up 5 bab , amin!!! 😁😁
aku
kaku dah tu muka 🤣🤣
Mineaa
siap untuk pertunjukan di hari ulah nenek..... 💪
Sulicungliieee
ᥣɑ𐓣ʝυ𝗍 𝗍𝗁𝗈𝗋....ᑯꪱᜒ𝗍υ𐓣𝗀𝗀υ υρ 𐓣ɣɑ

.
Susi Nugroho
Nggak sabar nunggu mereka berdua bertemu....
Yuyun Suprapti
up lg kk💪
Yuyun Suprapti
up lg yg banyak kk💪
Susi Nugroho
Nggak sabar nunggu lanjutannya.....
Susi Nugroho
Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!