Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:727.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.

Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.

"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.

Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Malam mulai menyelimuti rumah megah itu. Suasana begitu tenang, hanya terdengar suara pendingin ruangan yang berdengung pelan.

Di dalam kamar utama, Tara baru saja selesai mandi. Rambutnya yang masih basah dibiarkan terurai, sementara tubuhnya dibalut jubah mandi putih yang diikat rapi di pinggang. Ia mengusap rambutnya dengan handuk kecil sambil berjalan keluar dari kamar mandi.

Pintu kamar tiba-tiba terbuka.

Kenzo masuk dengan langkah tenang. Jas yang sedari tadi dikenakannya kini hanya disampirkan di lengan. Namun, begitu mengangkat kepala, langkahnya langsung terhenti. Tatapan keduanya bertemu, Tara membeku di tempat.

Kenzo pun sama terkejutnya. Ia sama sekali tidak menyangka Tara baru selesai mandi. Untuk beberapa detik, tidak ada satu pun dari mereka yang bersuara. Tara adalah orang pertama yang memalingkan wajah. Refleks, ia merapatkan kedua sisi jubah mandinya meski pakaian itu sudah terikat dengan rapi.

"A-aku nggak tau kalau kamu akan masuk," ucapnya pelan, berusaha menyembunyikan rasa canggung.

Kenzo berdeham pelan, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain agar Tara merasa lebih nyaman.

"Aku juga nggak tau kamu sedang di dalam, aku pikir kamu di kamar anak-anak,"

Kenzo meletakkan jasnya di atas sofa dekat pintu sebelum berkata dengan nada datar, "Maaf, seharusnya aku mengetuk pintu dulu."

Tara mengangguk singkat, "nggak apa-apa ini kamar Tuan Kenzo, Tuan bisa masuk kapan aja," ujar Tara.

"Bisa nggak, kalau di rumah jangan terlalu formal, kamu bisa memanggil aku lebih akrab," pinta Kenzo, wajah Tara langsung bersemu merah. Meskipun begitu Tara belum terbiasa dengan sikap Kenzo yang terlihat normal, karena biasanya pria ini akan bersikap cuek dan sombong.

"Aku, ambil pakaian dulu," ujar Tara cepat.

Tanpa menunggu jawaban, ia segera membuka lemari, mengambil pakaian tidur, lalu kembali masuk ke kamar mandi untuk berganti. Sementara itu, Kenzo mengembuskan napas pelan sambil memijat pelipisnya.

"Sepertinya tinggal serumah akan lebih sulit dari yang ku bayangkan," gumamnya lirih.

Beberapa menit kemudian, Tara keluar dengan piyama panjang berwarna biru muda. Rambutnya kini sudah setengah kering. Ia melirik sekilas ke arah Kenzo yang sedang berdiri di balkon membelakanginya.

"Aku sudah selesai."

Kenzo menoleh dan mengangguk pelan, "kalau begitu aku pergi mandi dulu,"

Kenzo memecah keheningan yang sejak tadi menyelimuti kamar.

"Setelah aku mandi, nanti kita makan malam bersama."

Tara mengangguk pelan, "iya."

Tanpa berkata apa-apa lagi, Kenzo melangkah masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian, suara gemericik air mulai terdengar dari balik pintu. Tara mengembuskan napas pelan. Ia duduk di tepi ranjang, berusaha menghilangkan rasa canggung yang masih menyelimuti dirinya.

Ponselnya yang berada di atas nakas tiba-tiba bergetar. Tara segera meraihnya. Sebuah notifikasi dari Divisi Legal De Luca Group muncul di layar.

Kening Tara langsung berkerut. Ia membuka berkas elektronik yang dikirimkan kepadanya. Matanya bergerak cepat membaca setiap baris. Kliennya, tertulis dengan nama Kenzo Roman De Luca, nama itu membuat Tara terdiam. Tara melanjutkan membaca. Sedangkan perkaranya adalah, gugatan terhadap Farhan atas dugaan perundungan, pencemaran nama baik, serta tindakan yang merugikan anak di bawah umur.

Tangannya perlahan menegang. Lembar berikutnya menampilkan identitas korban. DJ sana tertulis nama Mateo Roman dan Alisya Roman, keduanya adalah anaknya sendiri, dan itu membuat kedua mata Tara membelalak.

"Apa?"

Dadanya berdegup lebih cepat, dia kembali membaca seluruh isi berkas itu dari awal, memastikan dirinya tidak salah melihat. Klien yang harus ia bela adalah suaminya sendiri. Sementara, korban dalam perkara itu adalah kedua anak mereka, Tara menelan ludah pelan.

Di bagian akhir berkas, tercantum nama pihak tergugat beserta kuasa hukumnya. Farhan, nama itu membuat Tara membeku.

"Farhan..." gumamnya lirih.

Tatapannya berubah tajam, seakan berusaha mengingat sesuatu yang pernah terjadi. Nama itu terasa begitu tidak asing di telinganya.

Di balik pintu kamar mandi, suara air masih terus mengalir. Sementara itu, Tara tetap memandangi layar ponselnya, menyadari bahwa kasus pertamanya di De Luca Group ternyata langsung menyeret keluarganya sendiri ke dalam ruang sidang.

Belum sempat Tara mencerna seluruh isi berkas perkara itu, ponselnya kembali bergetar nama Maya terpampang di layar. Tanpa menunggu lama, Tara segera mengangkat panggilan tersebut.

"Halo, Maya."

[Tara, akhirnya kamu angkat juga.] Suara Maya terdengar lega, tetapi masih dipenuhi kecemasan. [Ada sesuatu yang harus kamu tau,]

Tara langsung duduk tegak, "ada apa?"

[Hari ini Mateo dan Alisya dibully di sekolah.]

Wajah Tara seketika memucat, "apa?"

[Iya, untung saja Tuan Kenzo datang tepat waktu. Kalau nggak, aku nggak tau apa yang akan terjadi.]

Jantung Tara berdetak semakin cepat.

[Tapi masalahnya nggak berhenti di situ,] lanjut Maya. [Akh dengar Tuan Kenzo memutuskan untuk menuntut pihak pelaku.]

Tara menoleh ke arah berkas perkara yang masih terbuka di layar ponselnya.

"Aku sudah membaca berkasnya."

[Kalau begitu kamu sudah tau siapa yang dituntut?]

Tara mengangguk pelan, meski Maya tidak bisa melihatnya.

"Iya, Farhan."

[Katanya dia juga salah satu pengacara terbaik kota ini, banyak orang yang kagum padanya. Tara kalau besok kasus ini naik, yang dihujat bukan keluarga De Luca tapi kamu. Karena, banyak orang yang tidak kenal kamu siapa, tetapi mereka tentu nggak akan berani menghujat keluarga De Luca,]

Tara terdiam, bukan keputusan Kenzo untuk menuntut pelaku yang membuatnya terkejut. Jika menyangkut keselamatan Mateo dan Alisya, ia tahu Kenzo tidak akan tinggal diam. Yang membuatnya benar-benar terguncang adalah satu nama itu, yaitu Farhan.

Nama yang selama ini berusaha ia lupakan.

[Tara?] panggil Maya pelan karena tidak mendapat jawaban.

Namun, Tara sama sekali tidak menyadarinya. Pandangannya kosong menatap layar ponsel, sementara pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan.

[Tara, kamu masih di sana?]

Tidak ada jawaban, lima menit telah berlalu sejak Maya terakhir berbicara. Panggilan itu akhirnya terputus dengan sendirinya, tetapi Tara masih terpaku di tempatnya, bibirnya bergerak pelan mengulang nama yang terus terngiang di kepalanya.

"Farhan..."

1
Sri Wulandari
sprtinya kisah klrg Alex & Tasya terulang lg😔
Sri Wulandari
knp qm g menunggu suamimu dtng lalu bertanya k daddy Alex tentang apa yg sbnrnya terjadi...karna dg qm pergi g akan menyelesaikan smua mslh yg ada hanya kebencian yg akan terus tumbuh d hatimu....bkn kah mommy Tasya sdh pernah menceritakan tentang hubungan klrgnya & klrg daddy Alex yg penuh dg kesalahan pahaman karna fitnah orang lain.... mungkin saat ini qm perlu menenangkan diri karna terlalu syok tp tetaplah berpikirlah bijak demi rumahtangga mu & jg anak²mu
sprti daddy Alex & mommy Tasya akhirnya bahagia d masa tua walaupun masa lalu dr mereka yg tersakiti tdk bs pergi meninggalkan kehidupan mereka 😔
Sri Wulandari
sprtinya cerita masa lalu itu hanya Alex & Kenzo yg tau🤔
Nanik Kusno
terima kasih ceritanya Kak Othor....sehat dan semangat selalu untuk terus berkarya.....💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Aisyah Alfatih: kembali kasih kak 🙏 ayo mampir di karya baru aku kak 🙏💞
total 1 replies
Nanik Kusno
Akhirnya..... bahagia semuanya dengan orang2 tercinta.....👏👏👏👏👏🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Hanya papa Alex yang tau kebenaran peristiwa itu.....
Nanik Kusno
Akhirnya....g ada drama ketinggalan pesawat yang membawa Tara dan si kembar....
Nanik Kusno
Sayang banget ya ... Tara pergi sebelum tau apa yang sebenarnya terjadi di video itu dulu....
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh.....kok langsung memutuskan pergi....g cari tau dulu ke Kenzo....😥😥😥😥😥😥😥
Nanik Kusno
Jangan pendam sendirian Tara..... apalagi kamu akan melakukan sesuatu yang membuat mu menyesal nanti....
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh....😇😇😇😇😇😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄
Nanik Kusno
semakin penasaran wae ...🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Semoga tidak terjadi hal yang buruk ma keluarga ini....🤲🤲🤲🤲🤲
Sri Wulandari
Kenzi msh sm sprti waktu msh kecilnya dulu dia yg paling asyik & ceria....
gpp Kenzo sekali luangkan waktu mu bersama istri & anak²mu mereka jg butuh daddy nya utk bs d ajak bersenang² bermain bersama mereka....qm jngn gila kerja karna pekerjaan mu g ada habisnya 😅
Nanik Kusno
G bahaya ta iki??🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Orrang2 masa lalu yang bermusuhan dengan Alex.????
Nanik Kusno
Semakin banyak teka-teki yang muncul.....😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Siapa lagi musuh Kenzo ini..... orang dari masa lalu....
Nanik Kusno
mungkinkah itu Dante????
Nanik Kusno
Semua akan terkejut dengan kemampuan Mateo.... pasti 👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!