Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Kenapa mesti tutup, Aldo?" tanya mama tak setuju Aldi menutup usaha yanh selama ini jadi penopang hidup mereka.
"Rugi terus, ma. Aku udah ga sanggup, yang ada uang makin habis."
"Trus kamu mau usaha apa?" tanya mama.
"Buka pinggir jalan aja, mana tau berhasil. "
"Jangan." cegah mama.
"Kenapa mama larang aku bukan di pinggir jalan?" tanya Aldi bingung, bukanya dulu ia juga memulai dari sana juga.
"Malu, apa kata orang - orang? Kita pasti bakal di ejek." mama membayangkan ejekan dari teman - temanya jika tau anaknya buka pinggir jalan, otomatis kastanya turun.
"Biarin di ejek dari pada kita tak makan. Mama mau hidup gembel, hanya ini satu - satunya cara untuk bertahan hidup, ma." jelas Aldi.
"Papa setuju. Papa bakal bantu kamu." Senyum Aldi terbit di sudut bibirnya ternyata papanya mau mendukung usahanya.
"Makasih ya, pa."
"Bekas resto gimana?" tanya papa.
"Aku sewakan, pa. Dari pada kosong."
"Bagus itu, papa kira kamu jual."
"Ga lah, pa. Mana tau kalau ada rezeki kita bisa buka usaha lagi. Setidaknya untuk saat ini masih ada pemasukkan untuk bertahan hidup. Mama jangan boros - boros ya, uangku udah semakin menepis." Aldi nampak semakin kusut wajahnya, kondisi tubuhnya seperti orang yang terurus.
Dulu semua kebutuhan Ima yang menyiapkan, mulai dari makanan, pakaian bahkan pekerjaan Ima juga yang handel. Kini semua hilang oleh godaan dunia.
"Ya mama ga bisa jalan - jalan dong sama teman - teman mama."
"Untuk saat ini aku mohon ma, tahan dulu. Uangku tak cukup untuk itu semua. Aku sudah tak punya apa - apa selain rumah dan resto."
"Lagian ga ada manfaatnya juga kumpul - kumpul ga jelas gitu." tambah papa.
"Enak saja, papa kira mama ga stress di rumah mulu. Mama kumpul sama teman - teman mama untuk menghilangkan suntuk. Mama juga butuh hiburan, pa."
"Tapi ga gitu juga kali, ma. Mending mama ikut pengajian buat bekal nanti. Lebih bermanfaat dan jelas."
"Kaya yang benar aja." sahut mama ketus.
"Kan papa juga sedikit demi sedikit mulai belajar ma. Makanya papa ajak mama untuk berubah biar nanti timbangan papa tidak berat ke yang dosa."
"Baru juga belajar udah sok kaya ustad. Kalau mau Ceramah itu di mesjid jangan di rumah." mama menghentakkan kakinya karna kesel dan memilih pergi meninggalkan suami dan putranya.
"Liat noh mamamu ngambek." ujar papa.
"Papa sih ngajarnya terlau cepat, harusnya pelan - pelan dulu. Mama itu orangnya keras susah buat ngomong sama mama."
"Mamamu itu ga bisa di pelanin, papa harusnya tegas dari dulu sama mama kamu. Papa yang salah selalu mengikuti maunya mama kamu." Papa Aldi sering dibilang orang - orang suami takut istri, sebab apapun yang di katakan oleh istrinya papa pasti akan mengikutinya. Tak salah mama jadi besar kepala dan berbuat sesuka hatinya.
"Belum terlambat, pa. Mama pasti berubah." ujar Aldi memberi semangat papanya.
"Moga saja. Ngomong - ngomong kapan kamu mulai dagang ?" tanya papa berganti topik.
"Besok."
"Tenang Papa bakal bantuin kamu."
"Makasih ya, pa."
"Sama - sama. Persiapan sudah ok!"
"Sudah, pa. Alat - alat masak dari resto yang kepake aku bawa ke lapak. Sisanya aku simpan di gudang resto."
"Papa yakin kamu bakal bisa sukses lagi. Jadikan kejadian yang lalu sebagai pelajaran." pesan papa pada Aldi.
"Iya, pa."
Saat terpuruk Aldi masih punya papa yang selalu mendukung dirinya, memberi semangat supaya bisa maju kembali.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 🙏🙏🙏