Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Anak Terbuang

Balas Dendam Anak Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Dalam hidup Kyra, ia hanya ingin merasakan arti sebuah keluarga. Namun, keinginan sederhananya itu harus ia pendam, karena kedua orang tuanya tidak menginginkan kehadirannya yang dianggap sebagai pembawa sial.

Setelah banyaknya penderitaan, Kyra akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang trauma untuk menuntut balas pada orang tuanya yang telah membuangnya.

Namun, saat Kyra berhasil bertemu dan tinggal dengan kedua orang tuanya, ia justru dijadikan kambing hitam untuk menggantikan posisi sepupunya dalam sebuah pernikahan bisnis. Jebakan takdir ini justru dimanfaatkan Kyra sebagai senjata untuk menghancurkan keluarganya sendiri.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah rencana balas dendam Kyra berhasil? Siapa pria yang harus Kyra nikahi? Mengapa kedua orang tua Kyra menganggap jika Kyra adalah pembawa sial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Disisi lain, di kediaman Raymond. Kyra menatap layar ponselnya dengan tatapan tidak percaya, Yolla batu saja mengirim pesan padanya.

[Kyra, berita besar! Freddy Andreas baru saja ditangkap polisi atas kasus korupsi proyek fiktif Burhan Wijaya, sekarang dia sudah dibawa ke kantor polisi]

​Jantung Kyra berdegup kencang, ponsel di genggamannya terasa begitu berat. Ia memang merencanakan kehancuran finansial dan sosial keluarga Andreas, menjatuhkan harga diri mereka hingga ke titik nadir. Tapi, ia tidak pernah merencanakan atau bahkan membayangkan bahwa Papa Freddy akan terseret kasus korupsi tingkat tinggi hingga berujung pada penangkapan kepolisian secepat ini.

​Bagi Kyra, pembalasan dendamnya adalah permainan panjang, sebuah proses perlahan untuk mengikis habis kesombongan mereka. Penangkapan mendadak ini terasa terlalu cepat, terlalu mudah dan di luar skenario yang ia susun bersama Yolla.

​"Apa ini ulah Brian?" gumam Kyra penuh curiga.

​Hanya ada satu nama di dunia ini yang memiliki kekuasaan, akses informasi tanpa batas dan kemampuan untuk menghancurkan seseorang dalam hitungan detik tanpa harus mengotori tangannya sendiri yaitu suaminya, Brian.

​Tanpa membuang waktu, Kyra segera bangkit dari duduknya dan bergegas meninggalkan kamar utama. Langkah kakinya menuruni anak tangga dengan cepat dan mencari keberadaan suaminya, karena hari ini Brian memang sempat mengatakan akan pulang lebih cepat.

​Sesampainya di lantai dasar, Kyra mendapati Brian baru saja melangkah masuk melalui pintu utama mansion, ditemani oleh Mark yang membawakan jas serta beberapa berkas penting. Pria itu tampak begitu tenang, seolah tidak terjadi apa-apa di dunia luar sana.

​Begitu melihat keberadaan Kyra yang berdiri dengan napas memburu di ujung tangga, langkah Brian terhenti. Seringai tipis yang menenangkan terukir di bibir pria itu, ia memberikan gestur singkat kepada Mark untuk meninggalkan ruangan dan membuat ruang tengah itu kini sepenuhnya menjadi milik mereka berdua.

​Brian melangkah mendekat dan merentangkan sebelah tangannya untuk menyambut Kyra yang kini sudah berdiri tepat di hadapannya.

​"Ada apa, Nyonya Raymond? Kenapa wajahmu terlihat begitu terkejut?" bisik Brian lembut dan jemari kokohnya terulur untuk merapikan helaian rambut Kyra yang sedikit berantakan.

​Kyra menepis pelan tangan Brian, bukan karena marah, melainkan karena rasa penasarannya yang sudah mencapai ubun-ubun, ia mendongak dan menatap lekat-lekat manik mata cokelat gelap suaminya.

​"Brian... katakan padaku, ini pasti ulahmu, kan?" tanya Kyra to the point, suaranya bergetar tipis.

"Ulahku? Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Brian, dengan bingung.

"Penangkapan Papa... kasus korupsi yang menimpa Papa... itu semua kerjaanmu, kan?" tanya Kyra.

"Untuk apa aku melakukannya? Aku akan melakukannya kalau kamu suruh aku melakukannya, tapi aku tidak melakukan apapun karena kamu yang ingin menyelesaikannya sendiri, kan?" jawab Brian.

"Jadi, bukan kamu?" tanya Kyra.

"Bukan aku, aku justru ingin melihat rencanamu. Makanya, aku tidak ingin ikut campur," jawab Brian.

"Berarti ini semua memang kebetulan," gumam Kyra.

"Soal penangkapan Freddy Andreas? Itu bukan rencanamu?" tanya Brian.

"Bukan, aku masih belum puas balas dendam. Waktu 28 tahun hidupku terlalu singkat jika mereka langsung masuk penjara," jawab Kyra.

"Sekarang Freddy Andreas sudah dapat dipastikan masuk penjara, dan rencanamu... sepertinya akan gagal?" balas Brian.

"Bukan gagal, tapi terlalu cepat. Aku juga ingin mereka masuk penjara, hanya saja tidak sekarang," ucap Kyra.

"Lalu, bagaimana?" tanya Brian.

"Mau gak mau... aku harus cari cara lain, tapi kayaknya kalau Papa udah sulit aku balas dendam secara langsung. Yang paling memungkinkan itu balas dendam ke para wanita keluarga Andreas," jawab Kyra.

Kyra menatap Brian, tatapan penuh arti yang entahlah apa arti tatapan itu. "Aku tahu harus apa," ucap Kyra, lalu meninggalkan Brian.

"Sekarang, apa yang kau lakukan, Kyra?" gumam Brian bertanya-tanya.

Langkah kaki Kyra bergeming di atas lantai marmer dingin menuju kamarnya, namun pikirannya berputar kencang. Penangkapan Papa Freddy mungkin telah merusak babak pertama dari rencana yang ia susun berbulan-bulan, tetapi itu tidak berarti permainan telah berakhir.

Jika sang kepala keluarga kini telah tersingkir dan mendekam di balik jeruji besi, maka benteng pertahanan terakhir keluarga Andreas kini sepenuhnya berada di tangan para wanita, Mama Dania, Tante Thania, Nenek Fia dan Sherly.

Kyra tahu persis di mana titik terlemah mereka, yaitu kehormatan sosial dan gaya hidup mewah yang selama ini menjadi candu.

Kyra berhenti tepat di ambang pintu kamar, pikirannya berkelebat cepat menimbang berbagai kemungkinan. Balas dendam secara langsung pada Papa Freddy memang telah direnggut oleh nasib, tetapi masih ada mangsa-mangsa lain yang tersisa di sarang yang kini mulai runtuh itu.

​Namun, menyusun strategi serangan balik tanpa sumber daya yang kuat tentu akan memakan waktu lama. Di titik inilah ia menyadari bahwa ia tidak harus berjalan sendirian, ia memiliki suami yang menguasai separuh nadi ekonomi ibu kota.

​Kyra memutar tubuhnya kembali, langkah kakinya berbalik menuruni tangga dengan tujuan yang sudah bulat, ia mendapati Brian masih berdiri di tempat yang sama dan menatapnya dengan sebelah alis terangkat penuh tanya. Belum sempat pria itu membuka suara untuk menebak jalan pikiran sang istri, Kyra sudah merapatkan jaraknya lalu meraih lengan kemeja hitam Brian dan menatap manik mata cokelat gelap itu lekat-lekat.

​"Brian," panggil Kyra, suaranya terdengar serius namun menyimpan kilatan ambisi yang memabukkan.

"Aku butuh bantuanmu," sambung Kyra.

​Brian tertegun sejenak, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang begitu memesona. Pria itu merendahkan sedikit tubuhnya agar sejajar dengan Kyra, menikmati perubahan sikap sang istri yang secara spontan kembali meminta bantuannya.

​"Katakan, Nyonya Raymond. Apa yang bisa kubantu? Apapun yang kau inginkan, semuanya akan aku letakkan di telapak tanganmu," tanya Brian dengan suara baritonnya yang dalam dan menghanyutkan.

​"Aku ingin menyewa ballroom di hotel bintang lima besok malam," pinta Kyra to the point.

"Ballroom?" tanya Brian.

"Iya, dan aku juga ingin kau memastikan seluruh lingkaran sosialita elit ibu kota, termasuk para kerabat dan kenalan keluarga Andreas, mendapat undangan resmi atas namaku dan keluarga Raymond," ucap Kyra.

​Brian menatap istrinya lekat-lekat, berusaha membaca skenario apa yang tengah dirangkai di dalam kepala wanitanya itu. Tidak ada keraguan di manik mata Kyra, yang ada hanyalah tekad baja yang membara. Tanpa bertanya lebih lanjut mengenai detail rencana atau apa tujuannya mengadakan pesta mendadak itu, Brian justru mengangguk patuh.

​"Baik, ballroom Grand Hyatt besok akan menjadi milikmu sepenuhnya dan daftar undangan akan disebar secepatnya," jawab Brian tanpa membantah sedikit pun.

​Senyuman penuh kemenangan terukir di bibir Kyra, panggung pertunjukan telah disiapkan dan kini saatnya ia menjemput babak akhir dari kejatuhan keluarga Andreas dengan caranya sendiri.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
jangan mudah luluh Kyra 🤭🤭🤭
erviana erastus
LOL ..... emang kyra mau nolongin kalian 🤣
sunaryati jarum
Hanya demi keponakan dan anaknya mau mengemis,dulu saat bergelimang harta putranya malah dibuang.Semoga Kyra dan suaminya mau menolong, itulah balas manis namun membuat terjun bebas harga diri yang dibalasnya 🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Hubungi Kyira semoga dia dengan lapang dada membantu
erviana erastus
itulah kalian sombong nggak ketulungan eh .... skrng jd pengemis kan, baru sadar stlh nggak pny apa2 🤭
Aidil Kenzie Zie
emas berlian sama barang branded mereka apa sudah disita semua 🤣🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
kok si jalang anaknya Dania🤔🤔🤔🤔 salah ketik tor
sunaryati jarum
Kelahiran prematur, dan tidak punya biaya perawatan, biarlah Kyra mengulurkan tangan membantunya itu balas dendam yang membawa kebaikan untuk diri dan keluarga barunya
Aidil Kenzie Zie
nikmati kehancuran kalian
erviana erastus
pastix keguguran tuh Sherly keluarga toxic anak hamil tnpa suami kok bangga😏
Aidil Kenzie Zie
lah cepat kali Brian datangnya 🤔🤔🤔 nonton video di kursi kerja tau-tau udah nongol aja jemput istrinya 🤭🤭🤭
sunaryati jarum
Kehancuran kalian tidak sebanding penderitaan Kyra selama dua puluh delapan tahun itu.Lebih menderita Kyra.
sunaryati jarum
Ny Dania dikuliti anak kandungnya yang menderita dua puluh delapan tahun karena dianggap pembawa sial
erviana erastus
bertahun-tahun menyiksa anak kandung 🤬 sekarang dgn satu kali tepukan kalian hancur semua .... sdh jatuh baru ngaku ibu kandung ckckck wanita apa ini 🤬
erviana erastus
ckckck makax jeng jd orang jgn kepedean 🤣
Aidil Kenzie Zie
mereka udah dibuang oleh teman sosialita nya
semangat balas dendam
Aidil Kenzie Zie
si jalang iri sama Kyra 🤣🤣🤣🤣
salah sendiri ngapain doyan ngangkang sama orang yang tidak jelas 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
sunaryati jarum
Semoga berhasil
sunaryati jarum
Tanpa pembalasan dari Kyra ,Papa Fredy hancur juga,tapi itu mungkin dari berkas yang diambil Kyra, sebelum pernikahan.
sunaryati jarum
Sudah mulai akrab dan saling bercanda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!