Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Leo, kau lebih memihak kepada wanita yang telah mengkhianatimu daripada keluargamu sendiri?" tanya Anning.
"Ma, yang mengkhianati adalah aku. Akulah yang telah melukai perasaannya," jawab Leo.
"Walaupun begitu, dia juga tidak seharusnya bekerja sama dengan musuhmu dan menentang keluarga kita," ujar Anita.
"Bibi, Ivy adalah seorang pengacara. Dia tidak bisa sembarangan memilih kliennya. Calvin Duan adalah klien besar yang sudah mempercayakan kasus kepadanya."
Leo menatap seluruh keluarganya.
"Kalaupun dia sengaja memilih bekerja sama dengan Calvin Duan untuk melawanku, itu juga karena kesalahanku sendiri. Jadi, jangan ada seorang pun yang ikut campur dalam urusan rumah tanggaku."
Alex yang sejak tadi diam akhirnya bertanya, "Leo, apakah kau masih mencintainya?"
Leo terdiam beberapa saat.
"Kami sudah bersama selama tiga tahun. Soal perasaan, tentu masih ada. Hanya saja, selama ini dia selalu berada di sisiku, sementara aku justru terus mengabaikannya."
Anning mengerutkan kening.
"Dia bahkan gagal menjaga anak yang ada di dalam kandungannya. Untuk apa kau masih mempertahankannya?"
Leo menatap ibunya.
"Ma, jangan salahkan Ivy."
Suaranya terdengar lebih berat.
"Sejak awal kehamilannya, dokter sudah mengatakan bahwa kondisi kesehatannya lemah dan kehamilan itu bisa membahayakan nyawanya. Karena itu, aku memintanya untuk menggugurkan kandungannya."
Semua orang terdiam.
"Tapi dia menolak. Walaupun tahu kehamilan itu bisa membahayakan nyawanya, dia tetap memilih mempertahankannya. Dia bahkan bersedia mempertaruhkan nyawanya demi memberiku seorang anak."
Leo mengepalkan tangannya.
"Tapi apa yang kulakukan?"
Tatapannya berubah penuh penyesalan.
"Aku justru mengkhianatinya berulang kali saat dia sedang hamil dan paling membutuhkan dukunganku."
Tidak ada seorang pun yang menyela.
"Kehamilannya semakin tertekan setelah dia mengetahui aku berselingkuh. Dokter sudah mengingatkanku agar tidak membuat kondisinya semakin tertekan, tetapi aku tetap tidak memedulikannya."
Leo menarik napas panjang.
"Jadi, jangan pernah mengatakan bahwa Ivy gagal menjaga anak kami. Kalau ada seseorang yang harus disalahkan, orang itu adalah aku."
Ia menatap keluarganya satu per satu.
"Kalian adalah wanita. Kalian seharusnya tahu bagaimana perasaan seorang wanita ketika orang yang paling dia percaya justru mengkhianatinya saat dia sedang mempertaruhkan nyawanya."
Setelah mengatakan itu, Leo berbalik dan meninggalkan ruang keluarga.
"Kakak, apakah kita harus diam saja setelah kejadian ini?" tanya Jac kepada Alex.
"Jac, kali ini kau harus bertanggung jawab. Selesaikan masalah yang sudah kau buat sendiri."
Alex menatap Jac dengan serius.
"Kita bahkan belum memiliki bukti yang bisa menyalahkan Duan Group. Kalaupun kita menganggap Calvin Duan sebagai pelakunya, kita tetap tidak bisa sembarangan menyerang bisnisnya."
Alex menghela napas.
"Duan Group International bukan perusahaan kecil. Mereka memiliki kekuatan yang besar. Menjatuhkannya tidak akan semudah yang kalian bayangkan."
"Jadi, kita membiarkan mereka begitu saja?" tanya Jac.
"Bukan. Kita tetap mencari tahu siapa dalangnya. Tapi jangan bertindak gegabah hanya karena dugaan."
Alex menatap Jac tajam.
"Dan untuk masalah Ivy, kau juga harus berhenti ikut campur. Leo sudah memperingatkanmu. Jangan membuat masalah baru untuk keluarga ini."
***
Di sebuah mansion mewah yang berada di kawasan perumahan elit kalangan atas.
Calvin duduk santai di sofa sambil meneguk anggur merah. Tristan berdiri di hadapannya dan melaporkan hasil pekerjaan yang telah dilakukan.
"Tuan, sesuai perintah Anda, proyek besar yang ditangani Jac Fung berhasil digagalkan. Para investor yang sebelumnya bekerja sama dengan Fung Group memilih mundur setelah menerima telepon dari pihak kita," lapor Tristan.
"Kerja yang bagus," jawab Calvin tenang.
Tristan mengangguk, tetapi kemudian teringat sesuatu.
"Tuan, Leo Fung dan Nona Zhang sampai saat ini belum bercerai. Apakah Anda yakin suatu hari nanti Nona Zhang tidak akan berubah pikiran? Mereka sudah lama bersama. Bagaimanapun, pasti masih ada perasaan di antara mereka."
Calvin memutar gelas anggur di tangannya.
"Perasaan bisa hilang ketika seseorang merasa dikhianati."
Ia menatap cairan merah di dalam gelas.
"Leo Fung ingin mempertahankan Ivy. Tapi aku..." Calvin tersenyum tipis. "Aku akan memisahkan mereka dengan cara apa pun."
Tristan terdiam.
"Semakin banyak bukti perselingkuhan Leo Fung yang Ivy lihat, semakin besar kemungkinan perasaannya terhadap pria itu akan hancur. Meskipun secara hukum mereka masih berstatus suami istri, ketika hati seseorang sudah benar-benar kecewa, status tidak lagi berarti."
Calvin mengangkat gelasnya dan meneguk anggur itu hingga tak tersisa.
"Dan aku akan memastikan Ivy tidak lagi memiliki alasan untuk kembali kepadanya."
"Selama delapan tahun, Tuan menjaga jarak dari wanita lain demi Ivy Zhang. Kali ini, Tuan pasti tidak akan membiarkan Ivy kembali kepada Leo Fung," batin Tristan.
"AwasI Ivy. Jangan sampai dia dipersulit oleh pihak mana pun," perintah Calvin.
"Baik, Tuan. Tenang saja," jawab Tristan.
"Ivy Zhang..." gumamnya pelan.
"Delapan tahun aku sudah menunggumu. Hanya tinggal beberapa langkah lagi. Menunggu sedikit lebih lama bukan masalah bagiku."
Calvin menyandarkan tubuhnya ke sofa.
"Leo Fung mungkin masih ingin mempertahankanmu sebagai istrinya. Tapi cepat atau lambat, kau sendiri yang akan memilih meninggalkannya."
Tatapan Calvin menjadi semakin dalam.
"Yang penting, setelah semua ini berakhir, kau hanya akan menjadi milikku."
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏