Pengorbananku untuk selalu mempertahankan cinta kita berakhir hancur,karena hilangnya sebuah kepercayaan mu padaku,hanya karena sebuah kesalahpahaman kamu memilih meninggalkanku .
Namun aku tidak sebodoh itu untuk meratapi kepergian mu,jika kamu meninggalkanku aku tidak akan bertindak bodoh untuk tetep bertahan menunggumu dengan cinta yang masih tersimpan di hati.
Aku akan membalas rasa sakit di hatiku agar kamu tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang sudah tidak dipercayai lagi.
Bagaimana kisah selanjutnya..........
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Damara tidak kuasa Manahan tawa karena melihat pakaian Tommy ,baju yang diberi damara berwarna pink dan terlihat kekecilan di badan Tommy hingga menjadi crop top.Celana training milik damara juga terlihat ketat di kaki Tommy dan pendek.
"Haduh sampai keluar air mataku ,maafkan aku ,aku hanya punya baju itu,aku pikir baju itu akan muat untukmu karena di badanku cukup oversize ternyata masih kekecilan " ucap damara.
Tommy memberengut kesal ,"Tapi kamu malah menertawakanku" ucap kesal Tommy.
"hahaha ,maaf maaf habisnya kamu lucu banget sih ,ya sudah saya mau tidur dulu ya pak bos ,selamat malam menjelang pagi " ucap damara dan langsung masuk ke kamarnya .
Tommy menghembuskan nafasnya kasar ,"Ya ampun kalau bukan karena terpaksa mana mau aku memakai ini ,habislah aku kalau karyawanku tahu aku memakai pakaian seperti ini ,bisa bisa hilang pesonaku sebagai bos,aku harus segera masuk ke kamar dan sebelum pagi menjelang aku akan ganti pakaian ,oh iya pakaianku ketinggalan di dalam kamar damara ,arghh sial ,aku tidak mau mengganggunya ,besok pagi sajalah kalau begitu" ucap Tommy sambil berjalan ke kamar yang masih kosong.
Keesokan harinya........
Pukul . 06.15 pagi
Damara sedang bersiap siap karena jam 7 nanti cafe akan dibuka , "Oh iya kok Tommy belum mengambil pakaiannya ya ,padahal ini sudah pagi ,apa Tommy pulang subuh tadi ya ,mungkin iya " ucap damara sendiri lalu melanjutkan make up-nya.
"Aduh cucuku itu sangat jahat sekali,kenapa dia tega meninggalkan neneknya sendiri di sini dan malah pulang duluan ,haduhh pusing kepalaku" ucap nenek Tommy sambil memijat dahinya.
"Biarkan saja lah nek ,mungkin Tommy sedang buru buru karena akan segera buka cafe,dan mungkin saja Tommy tidak mau membangunkan ibu saat waktu subuh " ucap ibu Tommy.
"Ya sudah kalau begitu ,terus kita harus menunggu di kamar sampai anak itu datang ,nenek bosan di kamar lagipula perut nenek sudah keroncongan ini,dan mana teh nenek ,nenek kan sudah biasa di pagi hari langsung minum teh" ucap nenek.
"Iya iya ,akan aku buatkan untuk ibu ,ibu tunggu di sini ya" ucap ibu Tommy.
Nenek mengangguk patuh.Lalu ibu Tommy keluar dari kamar untuk membuat sarapan ,saat keluar dari kamar ibu Tommy mencium aroma masakan yang menggugah selera.
"Hmm aroma masakan nya sangat menggugah selera ,rajin sekali ,siapa ya kira kira yang masak " ucap ibu Tommy ,ibu Tommy yang mendengar suara orang sedang masak pun mendekat ke asal suara dan ternyata dari dapur mess .
Ibu Tommy melihat damara yang sedang memasak ."Nak damara rajin sekali " ucap ibu Tommy pada damara.
Damara menoleh pada ibu Tommy lalu tersenyum ,"Iya Tante ,damara sudah terbiasa kalau di pagi hari masak " jawab damara. "ohh,kenapa tidak beli saja kan lebih praktis" ucap ibu Tommy.
"Tidak Tante,menurut damara lebih hemat kalau masak sendiri lagipula kalau masak sendiri lebih higenis juga " ucap damara.
Ibu Tommy tersenyum kagum . "Kamu masak apa nak?" tanya ibu Tommy.
"Damara sedang masak nasi goreng ,oh iya karena nasi sisa kemarin masih banyak jadi damara masak semuanya ,nanti Tante dan nenek bantu damara menghabiskannya ya " ucap damara .
"Eh tidak usah nak ,untuk kamu saja ,Tante tidak mau merepotkan mu ,ini Tante juga mau turun mencari sarapan" ucap ibu Tommy.
"Tidak usah beli Tante ,nanti kita sarapan bareng bareng saja dengan nasi goreng buatan damara ,sama sekali tidak merepotkan kok,lagipula damara malah senang ada yang menemani damara " ucap damara.
Ibu Tommy tersenyum lalu mengacak acak rambut damara ,"Kamu baik sekali nak ,baiklah kalau tidak merepotkan mu ,oh iya nak ada teh tidak di bawah?" tanya ibu Tommy.
"Emm kayaknya tidak ada Tante di cafe ini tidak ada teh ,tapi damara punya teh Tante bisa membuatnya" ucap damara.
"Haduh nak kenapa malah merepotkan mu lagi,tidak tidak Tante keluar saja untuk beli,Tante tidak enak padamu" ucap ibu Tommy.
"Sama sekali tidak Tante ,kalau Tante keluar nanti akan sedikit lama belum untuk waktu menyeduhnya ,pakai punya damara dulu saja" ucap damara.
"Terima kasih ya nak ,Tante dan nenek malah merepotkan mu"ucap ibu Tommy.
"Saya sama sekali tidak merasa direpotkan Tante,saya malah suka menolong" ucap damara.
"Kalau begitu Tante bantu bikin sarapannya ya" ucap ibu Tommy.
"Terima kasih Tante" jawab damara.
Damara dan ibu Tommy pun memasak bersama dan sesekali bercanda agar tidak bosan.