Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Ketua OSIS

Menikah Dengan Ketua OSIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen / Ketos
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: DM🌚

Bagi Kirana, Kenan Alister adalah definisi iblis berkulit manusia. Sebagai Ketua OSIS SMA Garuda yang dingin, disiplin, dan tak berhati, Kenan selalu punya seribu cara untuk menghukum Kirana, bahkan hanya gara-gara masalah sepele seperti tali tas yang terseret di luar gerbang. Kirana bersumpah membenci cowok es itu seumur hidupnya.

Namun, dunia Kirana mendadak runtuh saat sebuah jamuan makan malam keluarga membongkar rahasia besar, rencana perjodohan dari amanah almarhum kakek mereka. Dalam hitungan hari, status Kirana berubah dari murid biasa menjadi istri siri rahasia dari Ketua OSIS paling ditakuti di sekolahnya.

Kini, kehidupan baru mereka dimulai di bawah satu atap dengan empat aturan ketat.

Akankah pernikahan rahasia ini bertahan di tengah intrik sekolah, tatapan curiga para sahabat, dan benih-benih perasaan yang pelan-pelan mulai tumbuh di balik benteng gengsi masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DM🌚, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28

Senin pagi di pertengahan September menyapa Bandung dengan udara yang luar biasa dingin. Kabut tipis masih menggantung di sepanjang jalanan Dago Atas saat jam dinding menunjukkan pukul 05.30 WIB. Di dalam rumah dua lantai milik Kenan dan Kirana, kesibukan hari pertama kuliah reguler sudah dimulai.

Kirana berdiri di depan cermin kamar dengan balutan kemeja putih bergaris biru muda yang dimasukkan rapi ke dalam rok warna navy di bawah lutut. Rambut hitamnya dibiarkan terurai dengan tatanan rapi di bagian ujung, memancarkan kesan mahasiswi Ilmu Komunikasi yang segar, anggun, dan profesional.

Lengan tegap Kenan mendadak melingkar dari belakang, menarik lembut pinggang Kirana hingga menyatu dengan dada bidangnya. Kenan baru saja selesai berpakaian mengenakan kaos kolar warna abu-abu gelap yang membungkus sempurna postur tubuhnya yang tinggi dan atletis.

"Rapi banget sih, Sayang..." bisik Kenan pelan, mendaratkan kecupan hangat di leher Kirana yang harum aroma vanila.

Kirana tertawa kecil, memegang tangan suaminya yang melingkar di perutnya. "Kan hari pertama kuliah, Sayang. Harus berpenampilan rapi. Kamu juga tampan banget pagi ini."

Kenan memutar tubuh Kirana agar berhadapan dengannya. Manik mata hitamnya yang dalam menatap lurus ke dalam mata istrinya, menyisakan pendar protektif yang tak pernah pudar.

"Jatinangor itu lumayan jauh dari Dago, Sayang. Hari ini aku bakal antar kamu sampai depan gedung Fikom Unpad, baru aku balik lagi ke ITB Ganesha," kata Kenan tegas.

Kirana membelalak pelan. 

"Lho? Sayang, jarak Dago ke Jatinangor kan hampir sejam lewat Tol Purbaleunyi. Nanti kamu bolak-balik malah capek dan bisa telat masuk kelas Teknik Industri jam sembilan!"

"Gak ada alasan capek buat keselamatan dan kenyamanan istri aku," pangkas Kenan mantap tanpa memberi ruang bantahan. Ia menunduk, mencium bibir Kirana dengan mesra dan dalam, menyerap seluruh kehangatan istrinya sebelum memulai hari. 

"Lagian, aku mau memastikan gak ada senior atau cowok lain yang berani macam-macam sama kamu di sana."

Kirana akhirnya menyerah sambil tersenyum manis. Perlakukan manis dan sikap posesif suaminya ini selalu berhasil membuat hatinya meleleh.

…

Pukul 07.15 WIB, sedan hitam Kenan membelah area Kampus Unpad Jatinangor yang mulai dipadati ribuan mahasiswa. Mobil berhenti tepat di selasar utama Gedung Dekanat Fikom Unpad.

Ketika pintu penumpang terbuka dan Kirana melangkah keluar, perhatian mahasiswa baru dan senior yang berada di sekitar selasar langsung tertuju pada mereka. Apalagi saat Kenan ikut keluar dari kursi kemudi. Dengan perawakan tegap, kacamata hitam yang terselip di kerah baju, serta aura dominannya, Kenan tampak seperti seorang pengusaha muda yang sedang mengantar pasangannya.

Kenan melangkah mendekati Kirana, merapikan helai rambut istrinya dengan sangat lembut di depan pandangan banyak orang. Ia lalu menggenggam tangan kiri Kirana, memamerkan cincin pernikahan perak yang melingkar cantik di jari manis mereka berdua.

"Nanti kelas kamu selesai jam dua siang kan, Sayang?" tanya Kenan lembut.

"Iya, Sayang. Kamu gak usah jemput kalau jadwal laboratorium kamu padat ya, aku bisa naik travel," ujar Kirana penuh pengertian.

Kenan menggeleng tegas. "Aku yang jemput. Kalau ada perubahan jadwal, langsung telepon aku. Paham, Sayang?"

"Paham, Suamiku," jawab Kirana manis.

Kenan tersenyum tipis, merengkuh tengkuk Kirana lalu mendaratkan ciuman hangat di dahi istrinya cukup lama. Aksi romantis nan terbuka itu membuat beberapa mahasiswi baru di selasar berbisik iri, sementara para senior pria yang tadinya berniat mendekati Kirana langsung mengurungkan niat mereka begitu melihat keintiman yang tak terintimidasi tersebut.

…

Pukul 09.00 WIB, Kampus ITB Ganesha.

Atmosfer akademis di Gedung Teknik Industri terasa sangat kental. Kenan duduk di barisan tengah ruang amfiteater besar, mendengarkan pemaparan dosen mengenai Pengantar Sistem Manufaktur. Pembawaannya yang tenang, fokus, serta kemampuannya mencatat poin-poin krusial dengan cepat menjadikan Kenan pusat perhatian di dalam kelas.

Saat perkuliahan usai pukul 11.30 WIB, Kenan membereskan laptop dan buku catatannya. Namun, ketika ia hendak melangkah keluar dari pintu amfiteater, sosok gadis anggun bertubuh jenjang sudah berdiri menyandarkan tubuhnya di pintu.

Hanni Maheswari.

Hari ini sang primadona kampus tampil sangat memukau dengan blazer tanpa lengan warna emerald green yang dipadu dengan celana kulot putih murni. Jam tangan mewahnya berkilau saat ia mengibaskan rambut bergelombang karamelnya. Beberapa mahasiswa tingkat atas yang melintas sempat menghentikan langkah hanya untuk memandangi Hanni, namun tatapan mata gadis kaya itu hanya tertuju pada Kenan.

"Selamat siang, Kenan," sapa Hanni dengan suara renyah dan memikat.

Kenan menghentikan langkahnya, menatap Hanni dengan ekspresi datar yang dingin. "Selamat siang, Kak Hanni. Ada perlu apa?"

Hanni tersenyum tipis, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa satu meter. Aroma parfum mahal beraroma rose dan amber merebak kuat dari tubuhnya.

"Gue tadi lewat dan liat cara Lo merespons pertanyaan Pak Bastian di kelas. Penjelasan Lo sangat bagus," puji Hanni terang-terangan. Ia lalu mengeluarkan sebuah map dokumen berlogo Maheswari Group dari tas mewahnya. "Ini draf proposal proyek riset laboratorium manufaktur otomatis. Gue udah minta izin ke Ketua Jurusan buat masukin Lo  sebagai perwakilan angkatan baru."

Para mahasiswa di sekitar koridor yang mendengar hal itu langsung terbelalak. Masuk ke dalam proyek riset Maheswari Group adalah tiket emas menuju karir global.

Namun Kenan bahkan tidak menyentuh map tersebut. Tangannya tetap berada di dalam saku celana.

"Maaf, " jawab Kenan tenang namun suaranya terdengar begitu membekukan. "Seperti yang saya sampaikan Sabtu lalu, saya belum berminat mengambil proyek di luar jadwal reguler."

Bibir Hanni sedikit bergetar oleh penolakan tersebut. Sebagai putri konglomerat yang terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dalam sekejap, penolakan berulang dari Kenan justru membakar rasa penasarannya hingga ke tingkat yang ekstrem.

"Kenan, Lo tahu kan siapa gue?" bisik Hanni dengan nada menantang, melangkah satu tapak lebih dekat. "Banyak orang di ITB ini yang rela ngelakuin apa aja demi bisa ada di posisi yang gue tawarakin ke lo sekarang. Dan gue cuma menawarkan ini... khusus buat Lo ."

Kenan menatap lurus ke dalam mata Hanni tanpa ada rasa ketakutan atau kagum sedikit pun. Ia lalu mengangkat tangan kirinya secara perlahan dari saku celana, membetulkan letak tali tas punggungnya secara sengaja memamerkan cincin perak polos yang melingkar sempurna di jari manisnya.

"Siapa pun Kak Hanni di kampus ini, atau seberapa besar kekuasaan keluarga Kakak, itu gak ada hubungannya sama keputusan saya," jawab Kenan dingin dan penuh intonasi otoritas. "Dan satu hal lagi... saya sudah punya prioritas hidup yang jauh lebih berharga dari proyek mana pun."

Mata Hanni tertambat pada cincin perak di jari manis Kenan. Matanya melebar sejenak, terkejut melihat tanda keterikatan itu pada seorang mahasiswa baru yang baru berusia belasan tahun.

Sebelum Hanni sempat merespons, Kenan membungkuk kecil secara formal. "Permisi, Kak. Saya harus pergi jemput istri saya."

Kenan melangkah pergi membelah kerumunan, meninggalkan Hanni Maheswari yang berdiri membeku di tengah selasar. Wajah sang primadona memerah padam karena rasa terkejut, malu, dan hasrat memiliki yang semakin membara.

"Istri...?" gumam Hanni pelan, jemarinya mengepal kencang pada map dokumennya. 

"Jadi Lo udah punya istri, Kenan? Tapi gadis mana pun dia... gak ada yang bisa ngalahin Hanni Maheswari. Gue bakal buktiin itu."

Sementara itu di Fikom Unpad Jatinangor, Kirana baru saja menyelesaikan kelas Pengantar Ilmu Komunikasi. Ia berjalan menyusuri selasar kantin bersama Nabila.

"Gila ya, Kir! Tadi pagi cowok lo—eh, suami lo maksudnya—bikin geger se-Fikom!" cerocos Nabila antusias seraya menyeruput es tehnya. "Senior-senior cowok yang tadinya mau gencar PDKT sama lo langsung pada kuncup kicep semua!"

Kirana tertawa halus, pipinya merona. "Kenan emang gitu, dia protektif banget."

"Tapi keren banget, Kir! Perhatiannya itu lho, kelihatan banget dia bucin akut "ucap Nabila lagi sedikit kekehan melihat bagaimana bucin suami Kirana.

Saat mereka tiba di area parkir depan gedung fakultas pukul 13.50 WIB, sedan hitam Kenan rupanya sudah terparkir rapi di bawah pohon rindang. Kenan berdiri menyandar di pintu mobil, mengenakan kacamata hitam dengan kemeja yang digulung rapi. Sosoknya yang tampan bagai model majalah papan atas kembali mencuri perhatian mahasiswa yang lalu lalang.

Melihat Kirana berjalan mendekat, wajah dingin Kenan seketika meleleh menjadi senyuman hangat penuh kasih. Pria itu melangkah mendekati Kirana.

"Udah selesai kelasnya, Sayang?" tanyakan Kenan lembut, langsung mengambil alih tas kuliah Kirana yang agak berat.

"Udah, Sayang. Kamu udah dari tadi nunggunya?" Kirana menatap wajah suaminya penuh perhatian.

"Baru lima belas menit kok," jawab Kenan manis. Ia lalu menyapa Nabila dengan sopan. "Mari, Nabila."

"Eh, iya Kenan! Kirana, gue balik duluan ya!" pamit Nabila seraya memberikan kerlingan jahat nan menggodanya pada Kirana.

Di dalam mobil yang sejuk dan tenang, Kirana menyandarkan kepalanya di bahu tegap Kenan saat mobil mulai melaju keluar dari area kampus Jatinangor menuju jalan tol.

"Hari pertama kuliah gimana, Sayang? Capek?" tanya Kirana lembut seraya mengusap lengan tegap suaminya yang sedang memegang kemudi.

Kenan melirik istrinya, mengelus jemari Kirana dengan tangan kirinya. "Gak capek sama sekali kalau udah ketemu kamu. Tapi tadi di ITB... Kak Hanni nemuin aku lagi." 

Kirana menegakkan duduknya, menatap Kenan. "Oh ya? Dia ngomong apa lagi, Sayang?" 

Kenan menceritakan seluruh kejadian di depan amfiteater tadi tanpa ada yang ditutupi sedikitpun termasuk tawaran proyek Maheswari Group dan penolakannya yang tegas di depan banyak orang.

"Aku udah bilang ke dia kalau aku udah punya istri dan gak berminat sama tawaran apa pun dari dia," tegas Kenan jujur.

Mendengar kejujuran dan ketegasan suaminya, dada Kirana dipenuhi rasa bangga dan cinta yang tak terhingga. 

Ia tahu Hanni Maheswari adalah sosok gadis yang sempurna secara fisik dan status, namun Kenan Alister membuktikan kesetiaan nya sebagai suami dan sangat penjaga perasaan nya sebagai istri.

“Ah, makin sayang deh!” Batin Kirana kegirangan.

Kirana mendekatkan tubuhnya, mengecup pipi Kenan dengan sangat mesra. "Makasih ya, Suamiku... Kamu selalu bikin aku merasa jadi wanita paling beruntung di dunia."

Kenan tersenyum lebar, menggenggam erat tangan Kirana dan mencium cincin perak di jari manis istrinya saat mobil berhenti di lampu merah. "Bukan kamu yang beruntung, Kirana. Tapi aku yang sangat beruntung punya kamu sebagai pasangan hidup aku."

Kirana tersenyum manis, Kenan romantis banget, sudah kesekian kalinya ia dibuat baper.

Bersambung…

1
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!