Indonesia
NovelToon NovelToon
Arley & Ana

Arley & Ana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:292.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Yulia

Pertemuan yang tak di sengaja dalam sebuah pesawat. Hingga menimbulkan ketertarikan dan akhirnya menghadirkan benih cinta di hati seorang pria tampan
Arley Mahardika Altezza pada seorang
gadis cantik Attilah Nasya Ardilla (Ana).
Sementara sang Presdir mempunyai kekasih yang telah dijodohkan dengannya karena balas budi.

Kisah cinta mereka semakin rumit setelah di ketahui ternyata mereka adalah kakak dan adik, sementara mereka telah melakukan hubungan terlarang.

Bagaimana kisah cinta Presdir tampan bersama adiknya ini selanjutnya?
Mampir dan Ikuti yaah...🙏

Dukung author...🙏
dengan memberi like, rate, hadiah, vote, komentar biar author tambah semangat untuk up terus 😊

Karya ini di terbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia. Isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

...Happy Reading....

Kalau bukan demi keselamatan neneknya, Ana tidak akan mengikuti kemauan Nandita, mamanya. Waktu menunjukkan pukul 20.30 malam. Dengan menggunakan taksi, Ana sampai Juga di alamat tempat di adakan acara syukuran resepsi pernikahan mamanya.

Sebuah Hotel mewah bintang lima.

Ana menggunakan dress yang di kirim Nandita. Satu stel dress warna soft segar yang cantik dan elegan, sedikit terbuka pada bagian depan dan punggung. Dengan high heels warna hitam membuatnya anggun mempesona. Nandita sengaja mengirim langsung pakaian yang akan dia kenakan agar tidak malu maluin di acara tersebut.

Ana sebenarnya risih memakai dress ini, karena beberapa bekas kissmark pada leher dan sekitar tulang selangkanya yang di buat Arley tadi terlihat. Untung saja tanda keunguan itu memudar setelah di kompres dengan air dingin, terus di beri concealer.

Setelah turun dari taksi, Ana merasa mau muntah, kepalanya juga pusing. Dia memegang keningnya. Satu tangannya menekan perutnya yang terasa mual.

"Nona mabuk kendaraan ya?" tanya sopir taksi yang melihat Ana puyeng dengan bulir bulir keringat di wajah mulusnya yang terlihat sangat cantik, tapi terlihat pucat. Sang sopir melihat jelas wajahnya saat membayar ongkos. Kebetulan dia mengenal Ana, karena Ana dan juga Murni neneknya, kadang kala naik taksinya jika di hubungi oleh mereka.

Ana hanya menanggapi dengan mengangguk tersenyum. Karena dia juga bingung tidak biasanya seperti ini. Dirinya tidak pemabuk kendaraan apa pun. Mungkin saja karena dia melakukan hubungan pribadi tadi bersama Arley, membuat tubuhnya lemas. Di tambah lagi dia belum makan malam. Atau mungkin juga dia kena maag karena, seminggu ini tidak punya nafsu untuk makan. Selera makannya hilang.

Setelah menenangkan diri dan menormalkan suasana hatinya, Ana melangkah memasuki Hotel Altezza. Ana sedikit kaget melihat nama hotelnya.

Altezza ? Mirip nama Pimpinannya, Arley Mahardika Altezza.

Apa Hotel ini milik pak Arley? mengingat pimpinannya itu seorang pengusaha besar yang sangat sukses. Bahkan bisnisnya tersebar luas hingga mencakup ke luar negeri. Atau hanya namanya saja yang sama?

Tadi Arley menghubunginya, menanyakan keadaannya karena melihat wajahnya yang pucat saat di kantor tadi. Arley juga sempat mengatakan malam ini akan keluar untuk menghadiri sebuah acara pernikahan. Tapi Arley tidak mengatakan tempatnya. Mungkinkah acara yang akan di hadiri kekasihnya ini di tempat ini? Kalau iya, sudah dapat di pastikan mereka akan bertemu di tempat ini.

Ana kembali memperhatikan gedung mewah bertingkat tinggi. Salah satu gedung pencakar langit di kawasan ini. Jika acara resepsi mamanya di gelar di tempat mewah ini, berati pria yang menikahi mamanya bukan orang sembarangan. Atau mungkin saja suami baru mamanya pemilik dari hotel mewah ini?

Ana segera mendekati bagian resepsionis dan memberitahukan indentitas dirinya kepada mereka sesuai petunjuk Nandita lewat pesan. Pegawai resepsionis menunduk sopan setelah mengetahui siapa dirinya. Sala seorang dari mereka langsung mengantar Ana ke ballroom yang berada di lantai atas.

"Silahkan Nona, saya permisi dulu." ucap sang resepsionis.

"Terimakasih." balas Ana tersenyum.

Pegawai resepsionis segera undur diri kembali lagi ke bawah.

Perlahan Ana memasuki pintu masuk. Tak ada seorang pun yang di kenalnya dan juga mengenalnya di tempat ini, kecuali Nandita mamanya. Nandita sedang berada di depan sana berkumpul bersama beberapa orang penting. Di dekatnya berdiri seorang pria setengah abad lebih, kira kira berumur 55 tahun menurut penglihatan mata Ana.

Keduanya tampak mesra. Menurut perkiraan Ana, sepertinya pria tersebut suami baru mamanya.

Ana berhenti sesaat memperhatikan suasana

di dalam sana. Perhelatan yang di gelar begitu mewah. Kemegahan dekorasi tampak terlihat di setiap sudut dan seluruh penjuru ballroom dengan hiasan warna warna silver.

Bahkan acara syukuran resepsi pernikahan ini di siarkan secara langsung di stasiun televisi.

Dengan host sepasang artis tanah air. Kilatan lampu cahaya kamera menyorot ke segala penjuru ruangan.

Terlihat dari tempatnya berdiri, sebuah kue pengantin cantik berukuran besar terlihat sangat indah sesuai dengan konsep dan tema dari acara ini.

Para undangannya juga tamu tamu penting. Terlihat dari style yang mereka kenakan. Sudah dapat di pastikan semuanya berasal dari kalangan kelas atas dan juga para pejabat penting tanah air.

Ana kaget dari lamunannya saat seseorang menyentuh lengannya.

"Nona Ana? Attilah Nasha Ardillah?" sapa seorang wanita.

Ana menoleh ke samping melihat seorang wanita cantik dengan pakaian seksi tersenyum kepadanya. Ana tahu wanita ini, merupakan Manager di perusahaan sepatu mamanya. Sekaligus Asisten mamanya. Dia pernah melihatnya di kantor mamanya saat datang memohon bantuan biaya pengobatan neneknya. Tapi malah di usir dengan kasar.

Ana mengangguk.

"Ya..saya Ana." ucap Ana tersenyum.

"Mari ikuti saya Nona." kata wanita itu.

Ana mengikuti langkah wanita yang di perintahkan Nandita untuk menjemputnya. Nandita mengetahui kedatangannya dari orang yang di perintahkan secara diam-diam menunggu dirinya di depan pintu masuk.

Sebagian dari tamu undangan pria menatap takjub pada Ana saat melewati mereka. Ada juga yang melirik ke arahnya. Mereka melempar senyum manis, tapi Ana bersikap acuh dan mengabaikan.

Akhirnya Ana sampai juga di tempat utama.

Di mana berdiri Nandita dan suami barunya. Juga beberapa orang pria dan wanita yang berdiri bersama mereka. Termasuk pamannya Nandito. Ana sudah dapat memastikan kalau orang orang itu adalah keluarga dari pihak suami mamanya. Mereka tampak menyalami para tamu undangan yang memberi ucapan selamat dan doa.

Ana masih terpaku melihat ke arah mereka.

Tak ingin memperkenalkan dirinya terlebih dahulu sebelum mamanya sendiri yang memperkenalkan. Karena dia tidak ingin mempermalukan dirinya di depan orang orang yang terlihat asing baginya. Wajah wajah yang terlihat angkuh dan sombong. Tersenyum palsu dan terpaksa. Lagi pula mamanya sendiri yang menginginkan kedatangannya, bukan kemauannya. Jika mamanya tidak menghargai kehadirannya, mengabaikannya, maka dia akan segera angkat kaki dari tempat yang bukan merupakan kelasnya ini. Yang terpenting baginya sudah menunjukkan batang hidungnya di tempat ini sesuai keinginan mamanya. Jadi tidak akan ada lagi ancaman untuk keselamatan neneknya.

Mata Ana teralihkan pada sepasang mata yang melihat kepadanya. Sepasang mata suami mamanya, yang sejak tadi memperhatikan dirinya tapi tidak di ketahui Ana. Pria paruh baya itu tersenyum kepadanya. Ana membalas sekilas.

Apakah dia sudah mengetahui kalau aku anaknya mama? batinnya. Ana kembali menatap pria yang terlihat berwibawa dan berkharisma di matanya ini. Yang masih menatapnya dengan tatapan menyejukkan hati, seperti yang di rasakan oleh hatinya.

"Oh Ana__ ternyata putriku sudah datang." kata Nandita tersenyum manis dan senang begitu melihatnya. Dia segera mendekati Ana. Lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang, bahkan matanya berkaca-kaca.

"Mama sangat merindukanmu sayang. Mama pikir kau tidak akan datang." kata Nandita kembali.

Ana tersenyum menyeringai yang di sembunyikan. Dia sangat jijik dan ingin muntah berada dalam pelukan wanita cantik bermuka dua ini.

Semuanya menatap ke arah mereka.

"Ikutlah bersama Mama. Mama akan perkenalkan dirimu pada keluarga barumu, yaitu keluarga suami mama. Dan tentunya mama juga akan memperkenalkan dirimu pada papa barumu." kata Nandita tersenyum sangat manis melebihi manisnya madu.

Ana ikut tersenyum mengikuti sandiwara mamanya. Mamanya benar benar merupakan aktris yang sangat berbakat dalam berakting.

Perlakuan yang sangat berbeda jauh. Jika mamanya seorang artis sudah dapat di pastikan akan menduduki nominasi artis terbaik dan mendapatkan piala penghargaan sebagai artis berbakat dan bertalenta dalam dunia akting perfilman. Hebat dan sangat luar biasa.

Ingin sekali anai menangis dan berteriak keras dengan perlakuan palsu penuh kepura-puraan ini. Ingin mengatakan betapa busuknya hati wanita ini. Tapi bayangan wajah tua keriput neneknya melintas di benaknya. Juga karena di hatinya masih terselip sedikit hati nurani pada wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini, hingga bisa melihat wajah nenek yang begitu di sayangnya. Selain itu dia juga orang yang berpendidikan, di ajari tentang adab serta hal hal baik oleh neneknya.

Ana mengerjapkan matanya yang tampak berkaca-kaca saat akan berhadapan dengan suami mamanya.

"Mas, perkenalkan ini Putri ku yang ku katakan padamu. Namanya Ana. Usianya 22 tahun." kata Nandita tersenyum.

"Sayang, ini suami mama. Namanya Abraham Altezza. Papa barumu." kata Nandita kembali.

Ana terhenyak mendengar ucapan mamanya.

"Altezza? Kok sama dengan namanya pak Arley Altezza? Ada hubungan apa pria ini dengan pak Arley? Apa dia ayahnya? atau pamannya? atau keluarganya?" batin Ana menatap tak berkedip pada Abraham.

Bersambung.

Dukung author ya,

Tinggalkan jejak kalau suka karya author😊

Terimakasih yang selalu setia menunggu kelanjutan Arley & Ana 😘

Maaf juga karena selalu lama untuk update 🙏

1
Lilis Sumarni Lisvhancho
kok jadi ilfill dengan ana..
Zugix Huawei
gantung ceritanya,hidup segan mati tak mau
Nani Rosmiati
cerita nya bagus...tpi ending nya deuhh...apa cuma aku az yg baca langsung bab terakhir 60😂 krna ending nya gtu..jadi gk mood
Samudra Rohul
padahal cerita nya menarik tpi koq tamat tba² ya. gmna nasib mereka kalo memang benar ana adik kandung nya . penasaran thour lanjut km knpa
Amilia Indriyanti
goblog
LOVE YOURSELF
sukaaaaaa
Amilia Indriyanti
goblog ai arley. ginjele di CT scan kan ngetoro
Amilia Indriyanti
kemayu
Amilia Indriyanti
bener. kemayu
noers
waduh gk tak woco es endinge aneh....
Kartikagusty 22
author nya seneng tapi readernya kecewa dengan endingnya
plisss buat season 2 nya
🌻Ruby Kejora
Sukses bwt kk
Aris Pujiono
mampir lagi kak ana
Aris Pujiono
semangat up
Aris Pujiono
lebih baik menikah ana
Aris Pujiono
ayo lanjut...
Tau Lo Hulandalo
ceritanya bagus tapi endingnya gak memuaskan. Kecewa aku Arley dan ana kakak adik kandung, bgmn dengan kehamilan ana?
Ningsih Abdullah
aku suka ceritanya, gak nyangka ana dan arley kk adik kandung
Aris Pujiono
mantap
Aris Pujiono
ayo semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!