Claire diminta oleh orangtuanya untuk mengantarkan sebuah lukisan karya salah satu seniman terkenal dari Jerman ke kediaman teman mereka, Liam dan Ameera! Niat baiknya itu justru menjadi malapetaka tersendiri bagi Claire.
Kediaman Liam dan Ameera pada malam itu sangat ramai karena putra satu-satunya Liam dan Ameera yang bernama Mateo, tengah mengadakan pesta besar-besaran bersama teman-teman kuliahnya!
Entah apa yang terjadi saat Claire masuk kedalam kediaman Mateo, karena tiba-tiba dipagi harinya Claire dan Mateo dikejutkan dengan keadaan keduanya yang tidur dalam satu ranjang dan tanpa menggunakan sehelai benangpun.
Malapetaka itu tidak cukup sampai disitu saja, karena satu bulan berlalu Claire dinyatakan hamil dan orangtua Mateo juga orangtua Claire sepakat menikahkan keduanya, semua dilakukan demi anak yang tengah dikandung oleh Claire.
Lalu sebenarnya, siapa laki-laki yang telah menghamili Claire? Dan kenapa bisa Mateo dan Claire bisa tidur satu ranjang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopi_sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Akhirnya bertemu didalam kamar
Karena sampai satu Minggu lamanya Claire terus mengurung diri didalam kamarnya, kedua orangtuanya pun mencoba untuk berbicara dari hati ke hati agar Claire bisa memaafkan Mateo.
Tok, tok, tok.
"Claire ini Mommy, mari bicara dulu sebentar!"
Ceklek..
Claire pun membuka pintu kamarnya, masih dengan wajah kusut dan sedikit pucat Claire mengizinkan Mommy Tiffany masuk kedalam kamarnya. Keduanya kemudian duduk disofa yang terdapat didalam kamar.
"Mau sampai kapan kau akan tetap diam seperti ini? Malasah itu tidak bisa kita biarkan berlarut-larut begini Claire, semuanya harus kita selesaikan!"
"Aku membencinya mom,"
"Dia itu suamimu, dan ayah dari anak yang kau kandung!"
"Tapi dia bejad! Dia melakukannya dengan cara salah semuanya dimulai dari kebohongan, dan asal mommy tau trauma atas kejadian malam itu, selalu membuatku bermimpi sepanjang malam! Dan sekarang? Aku tau pelakunya, dan aku tidak bisa menjebloskan pelakunya ke penjara!"
"Mommy tau Claire, mommy paham Mateo memang salah! tapi semua sudah terjadi, maafkan dia dan mulailah hidup bahagia dengan Mateo,"
"Aku belum bisa memaafkannya!"
"Disini mommy harus bersikap tegas padamu Claire, nanti sore Mateo akan datang menjemputmu! Dan kau tidak bisa tinggal terus menerus di rumah ini, kau harus pulang bersama suamimu nanti!"
"Mom, tega sekali mommy melakukan ini padaku!"
"Maaf nak, tapi kau sepenuhnya milik suamimu! Tidak bisa kau terus menghindar terus darinya,"
"Kalau begitu biarkan aku bercerai dengan Mateo,"
"Ya Tuhan, Claire! Apa yang kau katakan? Cerai? Kau pikir itu keputusan terbaik?"
Claire terdiam, sebenarnya dia pun tidak menginginkan sebuah perceraian! Tapi rasa sakit hatinya terhadap kebohongan yang Mateo lakukan, membuat Claire dilanda kebimbangan. Mommy Tiffany pun memeluk Claire kemudian mencoba untuk membujuk Claire agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
"Kau harus tau, Mateo benar-benar mencintaimu! Dia sampai rela melakukan hal licik demi bisa menikahimu Claire, jika kau memilih bercerai darinya kau akan sangat merugi karena kau telah melepaskan laki-laki yang tulus mencintaimu!"
Setelah menasihati Claire untuk yang kesekian kalinya, mommy Tiffany pun hanya bisa berharap Claire bisa lebih dewasa lagi dalam mengambil keputusan untuk masa depannya! Bercerai bukanlah solusi yang baik, karena sejauh ini Mateo adalah laki-laki yang bertanggungjawab bahkan sangat mencintai Claire.
Sore harinya, Mateo datang bersama dengan Mommy Ameera dan Daddy Liam. Mereka berkumpul di ruangan tamu mengobrol dengan Daddy Xander dan Mommy Tiffany, sementara Mateo diminta langsung keatas untuk membujuk Claire didalam kamarnya.
Tok, tok, tok.
"Claire, ini aku! Please izinkan aku masuk! Aku mohon!"
"Pergi! Aku membencimu!"
"Kalau begitu maki aku atau pukul aku jika kau membenciku, asal jangan mengurung diri seperti ini! Ayo bukalah pintunya dan kau bebas menamparku ataupun membunuhku sekalipun aku rela!"
Tapi tidak ada lagi jawaban dari Claire, membuat Mateo semakin putus asa.
"Claire, apa perlu aku mati disini? Baru kau akan memaafkan aku?"
"Kau tetap tidak mau membukakan pintu? Baiklah, aku akan mengambil pisau dan kau akan lihat aku mengakhiri semua ini! Jika dengan kematian kau baru bisa memaafkan aku, aku akan melakukannya! Tapi yang pasti, Claire aku jatuh cinta padamu sejak kita masih remaja, aku mencintaimu sungguh aku mencintaimu!" kata Mateo.
Lagi-lagi tidak ada jawaban apapun dari Claire, Mateo pun benar-benar berniat mengambil pisau untuk melukai dirinya sendiri! Namun pintu kamar Claire pun akhirnya terbuka. Mateo yang melihat akhirnya pintu kamar itu terbuka, segera masuk kedalamnya.
Claire yang sedang duduk disofa masih enggan menatap wajah Mateo. Mateo pun segera bersimpuh duduk dilantai sambil kedua tangannya bersandar pada kedua paha Claire.
"Claire, hukum aku dengan cara yang lain jangan mendiamkan aku seperti ini!"
"Aku belum bisa memaafkanmu,"
"Kau mau aku masuk penjara? Aku akan lakukan!"
"Aku tidak mau anakku memiliki Ayah mantan narapidana!"
"Karena anak, atau karena memang kau peduli denganku?" tanya Mateo sambil tersenyum tanpa dosa.