Indonesia
NovelToon NovelToon
Titik Temu

Titik Temu

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Terlarang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: nurfitrikhoir

Derajat paling tinggi dari mencintai adalah melepaskan.

Kisah cinta perbedaan keyakinan merupakan kisah cinta yang cukup klise. Dimana seseorang memaksakan kehendaknya untuk melawan kehendak tuhan. Mereka terus berusaha untuk melepas dinding penghalang yang ada diantara mereka. Tapi, seberapa keraspun mereka berusaha. Sekeras itu jugalah dinding tersebut berdiri kokoh.

Ini hanyalah kisah remaja, yang dengan egoisnya memaksakan kehendak mereka untuk menjalin cinta. Padahal mereka sadar bahwa, saingan mereka adalah tuhan. Dimana, bila mereka ingin bersama. Maka, salah satu dari mereka harus meninggalkan tuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurfitrikhoir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

azka merokok

Setelah perbincangan yang cukup panjang bersama Nathan, akhirnya laki-laki itupun mengantarkan Aretha ketempat Azka berada. Katanya, tempat ini bukan tempat yang baik untuk perempuan seperti Aretha. Walaupun Aretha dekat dengan Azka, yang notabene nya ketua di geng motor ini. Namun, tidak banyak yang mengetahui tentang fakta tersebut.

Anggota geng motor yang berada ditempat ini, tidak hanya berasal dari sekolah yang sama dengan Aretha. Namun juga sekolah-sekolah lain yang berada dikota ini. Warung mang Budi sendiri, katanya adalah markas mereka. Katanya, supaya warung mang Budi bisa laku walaupun hanya dibeli oleh anak-anak seperti mereka.

Aretha sendiri bingung, apakah memang mampu membuat laku ataukah justru menghalangi rejeki dari mang Budi. Karena kalau dirinya tinggal di daerah sini dan hendak membeli makanan ke warung mang Budi, dia pasti akan putar balik arah, karena saking banyaknya laki-laki ditempat ini. Yah, kecuali kalau orang-orang disini tidak seperti dirinya.

Aretha juga sempat menanyakan alasan Nathan bergabung dengan geng ini, selain ingin menjadi anak yang nakal. Namun, Nathan tidak menjawab pertanyaannya dan malah mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan alasannya berada ditempat ini.

"Than, Azka beneran ketua geng disini?" Tanya Aretha penasaran. Walaupun Nathan sudah memberitahunya beberapa menit yang lalu, tapi Aretha masih tidak bisa percaya akan fakta tersebut. Rasanya benar-benar mustahil, Azka yang dia kenal sebagai seseorang yang paham agama dibandingkan dengan dirinya. Azka yang mempunyai keluarga angkat seorang kyai, ternyata adalah seorang laki-laki yang memiliki status sebagai ketua geng motor.

"Iya, kan aku udah bilang tadi" jawab Nathan.

"Tuh Azka" tunjuk Nathan. Aretha mengikuti arah yang Nathan tunjuk. Dari arah 2 meter dari tempatnya berdiri, dia dapat melihat Azka yang sedang duduk sembari merokok? What, Azka merokok? Sejak kapan?

Karena keterkejutannya, dengan langkah cepat, Aretha berjalan menuju tempat Azka duduk. Gadis itu bahkan tidak sempat mengucapkan terima kasih kepada Nathan. Dengan paksa, Aretha merampas rokok yang berada ditangan Azka seraya membuangnya sembarangan.

"Apaan sih L...." Azka terkejut dengan kehadiran Aretha ditempat ini. Dia yang awalnya hendak membentak orang yang telah berani mengambil rokoknya, justru semakin menurunkan volume suaranya.

"Kamu ngerokok Ka?" Tanya Aretha cepat bahkan dia tidak peduli dengan tanggapan orang-orang yang berada ditempat ini. Dia tidak peduli dengan tatapan mereka, yang saat ini sedang berpusat kearah mereka.

Bukankah Azka ketua geng ditempat ini? Jadi sudah pasti mereka akan marah jika ketuanya diganggu bukan?

"Jawab Ka!!" Bentak Aretha, merasa marah karena Azka hanya menatapnya terkejut.

Azka yang Aretha kenal adalah Azka yang sangat mementingkan kesehatan. Bahkan laki-laki itu selalu melarangnya memakan makanan cepat saji dan memasakkan makanan untuknya. Karena katanya makanan cepat saji tidak sehat untuk tubuh. Tapi kenapa? Kenapa sekarang dia mendapati laki-laki tersebut merokok? Padahal jelas-jelas rokok bukan sesuatu hal yang sehat untuk tubuh. Bahkan dibungkus rokok sendiri juga dituliskan peringatan, hati-hati rokok dapat membunuhmu lalu kenapa? Kenapa Azka malah menggunakan rokok yang jelas-jelas dapat membunuh manusia?

Bahkan Azka sangat tahu jika Aretha menderita penyakit asma. Azka yang hampir selalu bersama dengannya setiap saat, kenapa harus merokok yang dapat memicu penyakit asma nya untuk kambuh.

"Kamu ngapain disini Tha?" Tanya Azka lembut dengan wajah yang masih sedikit terkejut, dia beranjak dari duduknya dan berdiri tepat dihadapan Aretha.

"Jawab Ka!! Kamu ngerokok?!" Bentak Aretha lagi, amarahnya semakin memuncak karena laki-laki itu justru mengalihkan pembicaraan.

Walaupun Aretha tahu bahwa Azka merokok dan dia melihatnya secara langsung dengan mata kepalanya sendiri. Namun, Aretha ingin mendengar langsung fakta besar itu, dari mulut Azka. Jika Azka mengelaknya dan mengatakan kalau dia tidak merokok, maka Aretha akan berusaha untuk menerimanya seraya berpura-pura jika kejadian barusan tidak pernah terjadi. Namun, jika Azka mengatakan bahwa dirinya memang benar merokok. Dia harus apa? Dia harus menanggapi laki-laki itu seperti apa?

Aretha tahu dan dia sadar bahwa merokok bukan perbuatan yang salah. Mengingat usia Azka yang sudah dewasa dan tentunya dengan lingkungannya yang seperti ini, mustahil kalau dia tidak merorok. Namun kenapa? Kenapa dia tidak pernah jujur kepada Aretha. Aretha yang selalu menceritakan kehidupannya setiap jam bahkan setiap detik dari setiap momen yang telah dia lalui kepada sahabatnya itu. Apakah setidak berharga itu dirinya bagi Azka sehingga merahasiakan setiap kehidupannya?

Azka menganggukan kepalanya mengiyakan. "Iya aku merokok Tha. Tapi kenapa kamu ada disini? Kamu kesini sama siapa?" Tanyanya beruntun. Azka bahkan sedikit menundukkan badannya supaya ia dapat mensejajarkan wajahnya dengan wajah gadis tersebut.

Ia berusaha menggenggam tangan Aretha, namun Aretha justru menepisnya. Aretha membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari Azka. Ia bingung, ia bingung harus bagaimana. Ia sangat tahu kalau perbuatan Azka tidak salah. Ia sangat tahu tentang fakta tersebut. Azka saja bisa memaklumi dirinya yang berani berpacaran dengan seseorang yang berbeda keyakinan dengannya. Lalu kenapa ia tidak bisa memaklumi Azka yang hanya merokok? Kenapa sesulit itu?

Azka mencekal tangan Aretha cepat yang menyebabkan tubuh gadis tersebut terbalik dan menabrak dadanya. Azka menatap sekekilingnya, ia memberikan kode kepada seluruh anggotanya untuk kembali mengerjakan urusan mereka sebelumnya. Namun, karena mereka tahu bahwaketua mereka itu membutuhkan waktu untuk berdua saja. Akhirnya satu persatu dari mereka mulai berjalan pergi meninggalkan keduanya.

"Kamu kesini dengan siapa Tha? Bukankah aku sudah bilang kalau kamu jangan pernah ketempat ini?" Tanya Azka tepat didepan telinga Aretha. Ia memeluk pinggang Aretha lekat supaya gadis tersebut tidak dapat kabur darinya. Permasalahan ini harus diselesaikan sekarang juga supaya tidak berlarut-larut. Ia sangat tahu jika Aretha akan menghindarinya.

Padahal baru beberapa hari sejak mereka berbaikan. Apakah akan secepat itu juga mereka kembali bermusuhan? Azka tahu bahwa untuk masalah ini Aretha tidak akan memaafkannya. Bahkan untuk masalah kemarin saja yang ia tidak jujur tentang Jovan, gadis tersebut memusuhinya hampir tiga hari lamanya. Apalagi untuk masalah ini, yang dimana ia melakukan sesuatu hal yang sangat dibenci oleh gadis tersebut.

"Lepasin Ka!! Aku harus pergi" kata Aretha, ia terus memberontak berharap usahanya tersebut dapat membuahkan hasil.

"Gak, aku gak akan lepasin kamu sampai kita menyelesaikan masalah ini" tolak Azka kukuh. Dibandingkan melonggarkan pelukannya, ia justru semakin membawa masuk tubuh gadis tersebut kedalam pelukannya.

"Gak mau!! Aku harus pergi sekarang. Teman-teman aku sudah nunggu dari tadi"

"Jadi kamu lebih mementingkan teman-teman kamu dan gak mau menyelesaikan masalah ini? Kamu mau ngejauhin aku seperti kemarin-kemarin?" Tanya Azka tidak terima. Secara spontan ia melepaskan pelukannya pada tubuh Aretha.

Aretha memalingkan wajahnya. Ia tidak mau menatap wajah Azka untuk saat ini. Azka menarik napasnya dalam-dalam. Mencoba menormalkan kembali emosinya supaya tidak meledak.

Setelah dirasa emosinya sudah stabil, Azka kembali menatap wajah Aretha yang saat ini sedang manatap kearah motor-motor yang terparkir rapih "Oke. Kamu mau kemana? Aku antar" kata Azka lembut, ia memegang kedua bahu gadis tersebut.

"Gak usah!! Aku bisa sendiri" tolak Aretha cepat. Ia hendak beranjak dari tempatnya berdiri, tapi Azka kembali menggenggam tangannya erat.

"Kamu sangat tahu bahwa aku sedang menahan emosiku saat ini Tha. Dan kamu pasti tahu aku orang seperti apa. Jadi aku mohon, jangan membuatku semakin emosi dengan menolak permintaanku. Aku antar dan gak ada penolakan" kata Azka dengan suara yang sedikit tercekat.

1
YouTube: hofi adawiyah
semangat 🥰 mampir jg yuk kak ke karyaku judulnya Sahabatku Berkhianat 😍
Emma
😢Saya menangis ketika membaca bagian yang menyedihkan dari novel ini.
Gbi Clavijo🌙
Gak kecewa sama sekali! 😃
KnuckleBreaker
Suka banget sama ceritanya, thor pandai menulis!
Alisa channel
Hebat banget, thor ini pintar bikin pembaca penasaran!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!