claire flores seorang gadis cantik tiba-tiba di jodohkan oleh sang kakek, aiden baratayudha. berbagai cara claire lakukan agar perjodohan itu tidak terjadi karena dia tidak mengenal siapa sosok yang akan di jodohkan dengannya. Namun usahanya sia-sia karena pada akhirnya claire menikah dengan orang yang di jodohkan oleh kakeknya.
claire tidak menyadari sebuah perjalanan hidup yang sebenarnya telah dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Dev menatap prof alan dengan nada penuh tanda tanya menunggu apa yang akan di katakan oleh prof alan. muncul zack yang telah selesai membasmi pria yang telah membuat masalah.
" Bagaimana prof dengan keadaan gadis itu?"
" Seperti yang kalian lihat. kondisinya cukup serius tapi untungnya Kamu membawanya tepat waktu" prof alan menghela nafas setelah memberi suntik cairan pada claire yang terbaring dengan bibir pucat.
" Apakah sama seperti kejadian Liam itu?"
" Hampir sama tapi ini sedikit berbeda melihat dari ciri-cirinya sepertinya ini racun baru yang mereka buat dan bisa jadi claire menjadi ajang percobaan mereka. Aku harus meneliti terlebih dahulu untuk tau jenis racun apa lagi yang mereka gunakan"
Dev mengangguk keluar dari ruangan bersama prof alan yang menyuruh asisten nya menyiapkan semua untuk meneliti racun tersebut.
" Baiklah prof untuk masalah ini aku serahkan padamu. zack kau ikut aku"
Mereka pun berpencar dengan urusan masing-masing. Dev dan zack menghampiri pria yang telah mencelakai claire.
Pria tersebut sudah sekarat dengan banyak luka cambukan di tubuhnya tapi mulutnya tetap tertutup hanya suara erangan yang terdengar. sungguh bawahan yang setia!
" Masih belum bicara?"
" Belum tuan"
" Habisi saja kalau begitu lagi pula tanpa dia memberitau aku juga tau siapa orang yang menyuruh nya" Dev menatapnya dengan dingin.
Pria tersebut menggertakkan gigi nya dengan tatapan penuh kebencian. baginya musuh tuannya adalah musuh dirinya juga dan harus dimusnahkan.
" Sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa melawan tuanku" teriak nya marah.
" Oh ya? Uuuu takut~!!" ejek dev membuat pria tersebut semakin marah dan berontak ingin lepas dari rantai yang mengikatnya.
" Dulu aku memang tidak punya kekuatan apapun untuk melawan laki-laki sialan tersebut. Tapi sekarang aku punya segalanya jadi kenapa aku harus takut bahkan aku tau seluk beluk laki-laki sialan tersebut "
" Jaga bicaramu kau yang sialan. tuanku sangat kuat bahkan pendukungnya bukan sembarang orang" ejek Pria tersebut masih dengan percaya dirinya.
" Baiklah jika kau tidak percaya melihat keteguhan dirimu sungguh sangat menarik. biarkan dia seperti ini biarkan dia melihat sang tuannya mati di hadapannya biar dia tau bagaimana kekuatan black cobra yang telah di remehkan olehnya "
Doni mengangguk mengerti tugas yang harus di lakukan. lalu mengikuti sang tuan keluar dari jeruji yang hanya di terangi lilin.
Zack seperti biasa masuk ke dalam ruangan sekaligus kamarnya untuk mengerjakan tugas dan masalah yang ada di markas.
~
~
" Daddy dimana mommy?" Liam yang sudah menunggu cukup lama langsung menghampiri dev ketika mendengar suara mobil di luar.
Liam mendengar kalau sang mommy di bawa oleh sang daddy dalam keadaan pingsan membuat Liam yang tak mau kembali ke kamarnya untuk tidur karena hari sudah semakin malam.
" Liam kenapa tidak tidur?" Dev menggendong sang anak membawa nya masuk karena di luar sangat dingin dan Liam hanya memakai pakaian tidur tipis.
" tadi Liam ke bangun terus nyari mommy tapi gak ada kata bibi mommy pingsan di bawa daddy, apakah mommy baik-baik saja?" tanya Liam dengan wajah ngantuknya menatap sang daddy dengan bertanya-tanya.
" Mommy baik-baik saja, sekarang kamu tidur ini sudah jam 1 dini hari dan besok kamu harus berangkat ke sekolah" titah dev tak ingin di bantah.
Liam yang ingin bertanya kembali segera mengatupkan bibir kembali dengan mencebik. membiarkan sang daddy membawa nya ke kamar.
" Tidur lah. besok daddy akan membawa kamu bertemu dengan daddy asal sekarang kamu menurut "
" Baiklah Liam akan patuh"
Dengan segera Liam masuk ke dalam selimut menutup mata untuk tidur. setelah memastikan Liam tertidur dev keluar dari kamar sang anak melangkah ke kamar nya sendiri.
Membersihkan diri kembali merasa gerah karena mengurus masalah yang terjadi tadi. suasana kamar terasa sepi dev merasa kurang tanpa di sadari bahwa claire mulai masuk dalam hidup dan hatinya.
' Semoga dia baik-baik saja ' gumam dev menutup mata untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Di lain tempat Seperti layaknya padang rumput yang sangat luas seperti tak terbatas. claire yang merasa asing menoleh sekeliling yang tak ada satu orang pun meskipun dirinya berkali-kali memanggil namun hanya suara dirinya yang menggema.
" Halooooooooo apakah ada orangggggg" teriak claire tapi tetap saja tak ada yang menyahut.
" Ini aku terdampar dimana sih, apakah aku sudah di syurga? tapi ini hanya hamparan saja kok, terus kenapa aku bisa ada di sini sih" gumam claire masih bertanya-tanya menatap dengan heran.
Di lihatnya dirinya sedang memakai gaun putih selutut dengan rambut tergerai berada di hamparan yang kosong melompong.
berkeliling masih berusaha mencari orang yang mungkin saja bisa dia temui.
' Bangunlah Kau tidak bosan tidur terlalu lama, Liam merindukan mu '
tiba-tiba suara terdengar di sekeliling nya namun tak ada wujudnya layaknya angin yang hanya berhembus.
" Bukan kah itu suara Dev" pikir claire menerka.
" Hey dev dimana kamuuuu aku disini " teriak claire namun percuma saja karena tak ada sahutan kembali dari dev. membuat claire mendengus kesal.
" Claire..."
tiba-tiba suara seorang perempuan terdengar memanggil namun claire mengabaikan masih percaya Kalau suara itu seperti yang tadi hanya angin lalu saja.
" Claire..." panggil nya lagi semakin jelas. claire yang merasa tak berkhayal segera menoleh mencari asal suara. terlihat sosok perempuan yang juga mengenakan pakaian yang sama dengan nya namun lebih panjang serta sosok laki-laki di samping nya yang juga tersenyum kepadanya dengan tulus.
" Kalian siapa?.." tanya claire menatap mereka heran karena tak mengenali kedua sosok yang berdiri di hadapannya namun wajah sang perempuan sedikit familiar namun claire lupa siapa.
" Aku tau kamu pasti tidak mengenal kami karena memang kita tidak pernah bertemu, tapi kami sangat mengenalmu dan selalu memperhatikan kamu" ujar sang perempuan.
" Kami juga sangat berterima kasih karena kamu telah menjaga anak kami dengan sepenuh hati kamu" tambahnya dengan tulus.
" Apa maksud kalian aku sungguh tak mengerti, anak apa aku gak merasa pernah merawat anak kalian?" Seru nya bertanya-tanya.
" Suatu saat kamu pasti akan mengetahui nya, sekarang waktunya kamu kembali karena ada tugas yang menunggu mu. Tapi yang pasti kami ucapkan beribu terima kasih untukmu atas anak kami salam kan sayang kami kepada anak kami" setelah mengatakan itu mereka berdua melangkah pergi.
" Hey tunggu apa yang kalian maksud aku tidak mengerti, Hey..." teriak claire hendak menggapai sosok tersebut namun cahaya yang menyilaukan datang menghampiri membuat dirinya terpejam tak kuat menahan nya tanpa tau apa yang terjadi selanjutnya.