Dewasa 21 ++
Dua insan manusia yang berpisah akibat fitnah dan jebakan di masalalu.
Reyhan Haady Baskara 21 tahun harus berpisah dengan kekasihnya bernama Annisa Syakilla Wibowo 18 tahun yang baru dipacarinya enam bulan ini.
"Brengsek kau laura, tunggu pembalasanku" pekik Reyhan saat tau dirinya dijebak.
Karena kejadian ini orangtua reyhan mengirimnya ke Belanda untuk melanjutkan study dan mengambil alih perusahaan grandpanya.
"Sayang tunggu aku, aku mohon jaga hatimu untukku, aku kangen yaank" gumam reyhan lirih.
6 tahun kemudian Reyhan kembali ketanah air untuk mengembangkan bisnis sekaligus mencari cintanya.
"Dad aku sudah menemukan bidadariku dan menjemputnya pulang, aku akan segera menikahinya" ucap reyhan pada sang dady.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Hampir satu jam reyhan menunggu akhirnya dimas sampai diapartemennya dipapah oleh kedua sahabatnya yaitu rio dan juna. Sudah bukan rahasia lagi semua sahabat dimas mengetahui password aparartemennya begitupun sebaliknya.
"Gila nih anak sekalinya patah hati larinya ke minuman" Gerutu rio sambil membaringkan dimas didalam kamarnya.
"Dia putus sama sinta, kenapa?" Tanya reyhan.
"Katanya sih pas dimas mau nyamperin ceweknya dikosan dia ngliat ceweknya pelukan sama cowok lain ternyata itu selingkuhannya, mereka udah pacaran sebulanan ini" Ucap rio menjelaskan.
"Gila sinta kurang apa coba si dimas bucin adiguna" Saut juna yang baru keluar dari kamar dimas.
"Alesanya karena dimas sibuk gk ada waktu, padahal dimas niat mau ngelamar dia malem ini sebelum kebelanda" Uca dimas
"Tau gue, orang dia beli cincin itu bareng gue pas mau mau nembak nisa" Ujar reyhan.
"Terus gimana hubungam lu sama nisa?" Tanya juna
"Niatnya besok gue mau kesurabaya nemuin nisa dan menjelaskan semuanya" Jawab reyhan
"Ya udah gue ikut nemenin lu sama dimas" Jawab juna,
"Gue gk bisa besok ada seminar dan gue harus ikut" Jawab rio
"Si angga juga gk bisa dia disuruh gantiin bokapnya meeting dirumah sakitnya" Ucap rio lagi.
"Ya udah gk masalah gue sama dimas aja yang nemenin, siapa tau kan dapet jodoh disana" Jawab juna.
"Dasar kadal buntung" Ejek reyhan.
Paginya mereka bersiap siap kebandara diantar oleh rio. Dimas yang masih pusing sisa mabuk semalah hanya tidur sepanjang perjalanan.
"Rey lu udah tau alamat neneknya nisa disurabaya?" Tanya rio saat mereka sampai dibandara juanda surabaya.
"Udah, kemaren gue minta sama bokapnya nisa" Jawab reyhan.
"Lu kalo jalan tuh pake mata kenapa sih, heran banget dari tadi nabrakin gue mulu" Seru juna pada dimas yang sedari tadi menabraknya.
"Kepala gue masih pusing tolol, parah si gue baru bangun tidur langsung dipaksa ikut, mana cuma ganti baju doan gk mandi" Keluh dimas
"Siapa suruh pake mabok segala, kaya cewek cuma sinta doang" Seru rio lagi
"Diem bego jangan sebut nama dia lagi pengen lu gue lempar dari mobil" Saut dimas saat sampai dimobil yang mereka sewa.
"Rey lu gk kasih tau bokap lu mau kesurabaya ya, nih liat si singa nelponin gue mulu dari tadi" Tanya dimas dan menunjukan panggilan masuk dari om rudy.
"Gk bilang juga mereka tau, lu lupa bodyguard bokap gue dimana mana, udah kaya anak presiden aja pake segala dikawal" Jawab reyhan jengah.
Satu jam lebih akhirnya mereka sampai ditempat neneknya nisa menjelang siang hari, disana mereka hanya bertemu dengan sang nenek dan mbok asih.
"Aasalamualaikum, maaf mau tanya apa ini rumah neneknya annisa anak dari pak agus wibowo?" Tanya juna mewakili sahabatnya.
"Waalaikumsalam Iya benar, maaf dengan siapa ya?" Tanya mbok asih.
Padahal semalam sudah ditelpon pak wibowo akan ada temannya nisa yang datang dari kota dan menyuruhnya untuk berpura pura nisa sedang tidak dirumah.
"Kami temannya nisa dari jakarta mau bertemu dengan nisa" Jawab juna lagi.
"Siapa sih?" Tanya mbah ti yang baru keluar dari kamar.
"Ini bu ada tamu dari jakarta mau bertemu mba nisa" Jawab mbok asih sopan.
"Mari masuk, saya neneknya nisa" Jawab mbah ti
Kemudian mereka menyalami mbah ti lalu masuk keruang tamu.
"Maaf yo mas tapi nisanya lagi ndak dirumah, tadi pagi pamit mau pergi sama temenya si tiara buat beli perlengkapan kuliah ndak tau pulangnya kapan" bohong mbah ti karena sudah disuruh anaknya.
"Monggo mas diminum dulu" Sambung mbah ti
"Kalau boleh tau perginya kemana ya nek apa ada nomer yang bisa dihubungi?" Tanya dimas sopan
"Gk tau saya mas, nisa ndak bilang mau pergi kemana, saya juga nda tau nomernya temennya itu, wong itu temen baru" Jawab mbah ti
"Mohon izin mau menunggu nisa disini sampai sore apa boleh nek?" Ucap reyhan kaku
"Ya boleh dengan senang hati" Jawab mbah ti sopan karena kata anaknya bowo, salah satu dari mereka adalah anak dari bos tempat sang anak bekerja.
"Asih tulung siapke makan siang" Ucap mbah ti pada artnya.
"Nggeh bu" Jawab mbok asih sopan.
"Sambil menunggu makan siang mari saya ajak berkeliling digubuk saya" Ucap mbah ti berjalan pelan.
"Nah mase bisa istirahat disini sambil melihat sawah dan kolam ikan disebelah sana, kolam ikan itu tempat favorite putuku nisa, nanti kalau capek bisa istirahat dikamar tamu" Sambung mbah ti.
Mbah ti menujukan halaman belakang seperti saung yang mengahadap hamparan sawah dan beberapa kolam ikan yang dikelilingi beberapa pohon kelapa dan pohon buah milik anaknya bowo.
"Makasih nek" Ucap mereka bersamaan. Kemudian mbah ti masuk kedalam untuk menghubungi anaknya bowo kalau teman nisa sudah sampai.
"Enaknya disini, pantes nisa betah tempatnya adem begini" Ucap dimas.
"Gue kalo dapet jodoh orang sini bakal bikin villa disini buat liburan sih, gk perlu lah keluar negwri segala" Sambung juna
Sedangkan reyhan hanya berkeliling melihat sekitar rumah nenek nisa. Saat reyhan sedang menikmati suasana didekat kolam ikan ia dikejutkan dengan kehadiran seseorang seperti pegawai pemerintahan.
"Selamat siang dengan nak reyhan?" Ucap arif adik pak wibowo, dia juga sudah mendapat telpon dari kakanya bahwa anak bosnya sedang dirumah orang tuanya untuk mencari nisa lalu mengirim foto reyhan pada adiknya.
"Iya saya reyhan, maaf dengan siapa?" Tanya reyhan sopan
"Saya arif kepala desa disini sekaligus pamannya nisa" Jawab arif
"Oh maaf pak saya tidak tau, saya izin menunggu nisa disini kata nenek sedang pergi bersama temannya" Jawab reyhan lagi
"Iya ndak papa, santai saja anggap saja rumah sendiri" Ucap pak arif.
Sedang asyik mengobrol mbah ti memanggil untuk makan siang, lalu mbok asih mengeluarkan makanan mereka berencana makan disaung halaman belakang.
"Maaf yo mas seadanya, hanya masakan kampung tapi iki makanan kesukaan dek nisa" Ucap pak arif
Ada sayur genjer, goreng ikan, tahu, tempe, lalapan, kerupuk dan sambel terasi. Minumnya hanya es teh manis dan air putih.
"Makasih nek, pak maaf jadi merepotkan" Jawab dimas.
Mereka pun makan siang bersama, setelah makan mereka diajak berkeliling desa sebentar sampai menjelang maghrib dan melakukan ibadah bersama.