Indonesia
NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Cupu

Pesona Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:90.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Melatinetiefa

Aku tidak yakin jika aku mencintaimu. Namun sikap dan tingkahmu yang selalu membuatku luluh. Tanpa sadar aku ingin selalu didekatmu Aska...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melatinetiefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EP.29 Hubungan Yang Rumit 2 _Happy Reading_

Intan dengan malas membuatkan teh. Rasanya dia ingin mencakar muka wanita dihadapannya sekarang. Kedatangannya pasti ada niat tersendiri, apa lagi kalau bukan harta.

"Mau apa kamu datang kesini?" tanya Mahesa dengan tatapan tajam.

"Bagaimana kabar ayah? Bukankah selama ini tidak ada yang menyuruhmu selam dia di penjara" ucap Widuri melirik tajam Intan.

"Sudah lah tidak usah basa-basi katakan saja apa mau kamu?" masih dengan tatapan tajam.

"Apa mau kamu Widuri, tinggal katakan saja" ucap Intan tidak mau berlama-lama melihat wanita jahat ini dihadapanyaa.

"Sabar mba, seharusnya kamu senang aku datang menjengukmu setelah sekian lama. Masih ingat bukan dimana kita pernah tinggal bersama" kata Widuri tersenyum kearah Intan.

Sungguh tidak disangka wanita jahat ini masih berani menampakan diri dihadapannya. Setelah apa yang dia lakukan di masala lalu. Begitu kejamnya wanita bermuka dua ini. Mereka pun mengobrol, sesekali Mahesa membentak lalu Intan menenangkan ayah mertuanya itu.

Sedangkan wanita jahat ini masih dengan pendiriannya, meminta hak atas harta peninggalan Hendra. Yang difikirkan hanyalah harta dan kekuasaan. Setelah sebagian harta telah diberikan kepadanya, sekarang dia datang untuk meminta harta kembali.

Intan mulai merasa marah, kedatanganya istri kedua suaminya akan membawa dampak buruk bagi keluarganya lagi. Masih teringat jelas kelakuan ular dimasa dulu, merebut suaminya juga kebahagiaanya.

"Apa kau lupa Widuri, mas Hendra telah memberikan sebagian hartanya untukmu. Apa itu belum cukup?" ucap Intan dengan nada sedikit tinggi.

"Kamu tahu sendiri mba, aku hidup selalu mewah dan harta dari mas Hendra mana cukup untuk kehidupan aku dan Rehan selanjutnya" jawab Widuri dengan melipat kedua tangannya.

"Sudahlah aku tidak mau berdebat denganmu, pergi tinggalkan rumah ini. Kami tidak akan memberikan harta untukmu lagi, pergi..." ucap Intan dengan nada tinggi.

Tatapan Widuri tajam, tangannya mengepal. Hatinya begitu sakit ketika ia harus menerima bentakan dari istri pertama suaminya. Tanpa basa-basi lagi, ia melayangkan satu tamparan yang mendarat di pipi putih Intan. Mahesa yang melihat itu terkejut, begitu juga dengan Denis yang melihat kejadian itu dari lantai atas.

"Apa yang tante lakukan?" bentak Denis lalu menuruni anak tangga.

"Kamu tidak usah ikut campur Denis" ucap Widuri lalu melipat kedua tangannya.

"Tidak berhak tante sekasar itu pada mamaku, seharusnya tante malu pada diri sendiri. Apa yang tante minta itu tidak pantas" kata Denis lalu merangkul Intan untuk duduk.

"Pergi dari sini, jangan pernah injakan kaki kamu lagi di rumah ini" bentak Mahesa.

Tanpa pikir panjang Widuri kelaur rumah dengan kemarahan yang membara. Apapun yang ia inginkan harus ia dapatkan termasuk harta suaminya yang dikuasai Intan. Didalam rumah Denis berusaha mengkompres pipi Intan yang memerah.

Denis masih tidak terima mamanya harus mendapatkan kekerasan dari selingkuhan papanya. Anak dan ibu sama saja, selalu membuat masalah. Pikiran tertuju pada Naya, masalah satu belum selesai datang masalah lain lagi. pikirannya begitu kacau saat ini, masalah bertubi-tubi datang menimpanya.

"Masih sakit ma?" tanya Denis masih terus mengompres.

"Udah ngga papa, nanti juga sakitnya hilang. Kamu makan saja, apa mau mama ambilkan?" ucap Intan menahan rasa sakit agar semua orang tidak khawatir.

"Boleh ma, " ucap Denis. Intan lalu dengan senang hati menuju ruang makan di ikuti Denis. Mengambilkan nasi juga lauk untuk putra pertamanya itu. Sedangkan Mahesa hanya tersenyum lalu melanjutkan membaca koran yang sempat tertunda.

***

Aska sedang memainkan ponselnya, sesekali Adi dan Reza melirik kearah Aska. Sikapnya aneh akhir-akhir ini semenjak hubungannya renggang dengan Bella.

Sesekali mereka mencoba membujuk Bella namun ia masih tidak mau di ganggu. Berbagai cara sudah di lakukan agar Bella kembali pada Aska namun hasilnya nol, Bella masih tetap menolak.

Raya pun sudah berusaha, mendatangi rumah Bella membujuknya,menghiburnya namun semua itu tidak berguna. Bella masih tetap tidak mau diganggu. Entah apa yang harus dilakukan mereka agar Aska kembali ceria seperti sebelumnya.

Aska melihat foto dirinya dengan Bella pada layar ponselnya. Begitu bahagia kala itu, momen dimana dia menyatakan cintanya kepada Bella. Tiba-tiba ada pesan masuk dari Bella, Aska tersenyum girang sedangkan kedua sahabatnya terheran-heran.

Bella

Aska?

^^^Anda^^^

^^^Kamu kemana saja Bel, aku kangen kamu.^^^

^^^Tolong jangan menjauh aku akan usahakan agar kak Denis mau menemui orang tuamu.^^^

Bella

Bisa kita bertemu?

Ada hal yang ingin aku sampaikan.

^^^Anda^^^

^^^Baik, kita bertemu di cafeku^^^

Bella

Besok jam 8 malam.

Aska menutup layar ponselnya, hatinya begitu senang ketika Bella mengajaknya bertemu. Semoga pertemuan kali ini akan menjadikan perlahan masalah terselesaikan. Mereka berdua tampak heran, Aska yang tadinya murung sekarang kembali ceria.

..."Aska udah gila apa? Tadi murung, mukanya sedih, sekarang senyum ceria. Apa perlu dibawa ke dokter?" batin Reza....

"Kenapa?" tanya Adi membuat Aska menoleh.

"Bella ngajak ketemu besok di cafe gua" ucap Aska tersenyum girang.

"Syukur deh gua ikut senang, semoga hubungan lo sama Bella kembali baik" ucap Adi melirik Reza lalu dibalas dengan senyuman.

Selama kesedihan Aska, mereka yang selalu menghibur. Menguatkan, menyemangati, memberi motivasi, juga membantu. Itulah gunanya sahabat, selama ini mereka setia dengan Aska. Apapun mereka lakukan bersama, karena sesuatu yang dilakukan bersama akan menjadi mudah.

Dilain tempat Bella sedang menatap foto Aska, sesekali air matanya menetes. Sungguh berat hati jika ia harus putus dengan Aska. Ia begitu mencintai laki-laki itu, selama ini dia merasa nyaman, begitu nyaman.

Bela sudah tidak bisa membendung air matanya. Menangis sambil menatap foto dirinya dan Aska. Entah apa yang harus dia katakan nanti ketika bertemu Aska. Hal buruk atau hal baik? Semua keputusan ada ditangan ayahnya.

"Putus?' lirihnya.

Jangan lupa tinggalkan jejak 😄

1
Murni Mo
ceritanya sehauh ini seru
Aulia
assalamu'alaikum thor🙏🏼
LaQ⃟🆄i𝐧🦋
boom serangan balik datang. makasih ya udh mampir🤗
Bella
baguss thorr ceritanya, semangattt
Om Rik
masih bersama om rik disini,berbagi itu indah
Om Rik
aku datang ya kak,saya bom like biar meledak dah
Mantunya Shah Rukh Khan
Hallo aku mampir nih, semangat ya nulis ceritanya
KarRa
semangat akka
KarRa
semangat akak
triana 13
semangat kak 😉


salam hangat dari Zahra Anak Yang Tak Berdosa
zsarul_
hai thorr aku mampir nihh 🤗
semangatt yaa
yuk baca lagi cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
ada part baru lohh 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks
Kohaku
Lanjut, semangat thor
Miss GH
lanjut up semangat thour, suka terus kelanjutan ceritamu.


salam. "dady danzel"
Asyilah
6 like sekaligus mendarat di karya mu Thor 😊 semangat berkarya Thor 🙏

Jangan lupa feedbacknya di tunggu dan saling mendukung😍
Eva Santi Lubis
hai Thor aku datang Lagi

Mampir yuk ke cerita aku Penguasa hatiku Wo Ai ni Mari saling mendukung Trimakasi
Eva Santi Lubis
hadir
Nureti
next
cappucino
like sudah mendarat.

aku nanti kunjungan baliknya.

arigato salam sukses dan sehat selalu.
Ellnara
Hallo thor. Ceritamu seru aku suka.
Tetep semangat ya dan jaga kesehatan. Mari saling mendukung 🙏🙏🙏
Salam hangat dari...

HAL KECIL YANG DI SEBUT CINTA.

di tunggu feedbacknya.
It's Cars
hai kak nyicil baca dan like sampai sini dulu ya🙂jangan lupa untuk baca ceritaku juga😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!