Indonesia
NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Dibanding segala hukuman yang pernah ia terima dari kakaknya, rasa sakit yang kini terasa di tubuhnya jauh lebih menyakitkan dari yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Keira ingin merawat lukanya, namun hal itu sungguh sulit. Luka itu berada di punggungnya, tempat yang tak sepenuhnya bisa ia jangkau sendiri. Ia pun hanya berusaha mengoles obat pada bagian yang bisa diraih, sisanya yang tak terjangkau, biarlah begitu saja.

"Aku mandi dulu," ucap Keira pelan. Ia langsung berjalan menuju kamar mandi, membiarkan air mengalir membasahi tubuhnya. Setiap tetes air yang menyentuh luka segar itu terasa perih menyengat, namun ia tak berdaya.

Setelah selesai mandi, ia mengenakan kaos hitam polos dan celana pendek yang longgar. Lalu ia mendekati meja belajar, mencari obat yang dapat menyembuhkan lukanya. Setelah menemukannya, ia berdiri di depan cermin, membuka sebagian bajunya perlahan, dan mengoleskan obat itu pada luka-luka di punggungnya.

Selesai merawat lukanya, ia pun berbaring di atas kasur dengan posisi telungkup. Rasa lelah perlahan merenggut kesadarannya. Tak lama kemudian, mata yang selama ini tampak kosong itu pun terpejam lelap, tanda pemiliknya akhirnya terlelap dalam tidurnya.

"Kau mengapa ada di sini?"

Keira terbangun dengan tiba-tiba. Ia merasa ada yang memandangnya saat tidur, sehingga ia pun membuka matanya perlahan. Di sana berdiri Keyna.

"Maaf," ucap Keyna dengan nada penuh penyesalan.

"Ayah bilang kau sedang sakit dan pulang ke rumah," kata Keyna pelan.

Keira tak menjawab, sebaliknya ia justru bertanya, "Lantas mengapa kau tak pulang bersama mereka?"

"Aku tahu, namun aku tak bermaksud bermalam di sini," jawab Keyna. Matanya tak lepas dari wajah Keira, penuh dengan penyesalan yang mendalam.

"Mengapa?" Keira pun bangkit dari tidurnya, duduk dan menjaga jarak di antara mereka.

"Maaf, Keira," ucap Keyna sekali lagi.

"Mengapa kau meminta maaf? Tak ada yang salah darimu," ucap Keira bingung.

"Maafkan aku, Keira. Semua ini terjadi karena aku. Kak Arya menghukummu karena perkataanku yang tak pantas di kantin tadi. Aku tak seharusnya berkata demikian kepadamu. Aku terlalu kasar padamu," kata Keyna dengan suara bergetar.

"Tak apa-apa," jawab Keira singkat.

Ia tak tahu harus menjawab apa. Setelah semua yang terjadi, rasanya mustahil baginya untuk berkata bahwa ia tak membenci saudaranya. Namun setiap kali memandang wajah Keyna, hatinya terasa perih, rasa sakit yang tak sanggup ia ucapkan, rasa sakit yang tak ingin ia ingat kembali.

"Pasti terasa sangat menyakitkan, bukan? Biar aku yang merawat lukamu," Keyna hendak melangkah mendekat.

"Jangan mendekat!" seru Keira menahan langkahnya.

"Tak usah, aku sudah mengobatinya. Lebih baik kau pulang kepada Ayah dan Ibu, mereka pasti sedang menunggumu," kata Keira dengan cemas. Ia tak ingin saudaranya melihat luka-lukanya, takut Keyna pun akan merasa jijik melihatnya.

"Kau yakin?" Keyna memastikan sekali lagi.

"Aku yakin. Kau pulanglah sekarang," ucap Keira lembut, lalu mendorong pelan tubuh saudaranya menuju pintu dan menutupnya rapat.

Baru saja hendak melangkah kembali ke meja belajar, terdengar suara ketukan pintu kembali.

"Masih ada apa lagi?" Keira merasa kesal. Ia mengira Keyna kembali lagi.

"Maaf, Keira," terdengar suara Arya dari balik pintu.

Arya berdiri di depan pintu kamar adiknya. Setelah memukuli adiknya tadi, ia pergi meninggalkannya. Namun sepanjang waktu berlalu, ia terus memikirkan perbuatannya. Mungkin ia yang telah bersalah kepada adiknya.

"Hanya itu yang ingin kau katakan?" tanya Keira pelan.

"Apa lagi?"

"Jika permintaan maafmu hanya untuk soal hukuman tadi, lebih baik tak usah diucapkan saja. Aku takut hal itu akan terulang kembali," ucap Keira tenang. Ia pun membuka pintu dan kembali berjalan menuju mejanya.

Selama ini, kakaknya selalu meminta maaf setelah berbuat salah, namun kesalahan yang sama terus terulang berulang kali.

Keira tak ingin berharap berlebihan. Rasa sakit yang dideritanya jauh lebih berat dibanding luka di tubuhnya yang selama ini ia terima.

"Dasar sia-sia aku meminta maaf padamu begitu," Arya merasa kesal dan pergi meninggalkan pintu kamar adiknya. Hatinya terasa tak tenang meski ia telah meminta maaf.

Arya menyadari bahwa dirinya memang bersalah. Ia selalu menggunakan kekerasan setiap kali emosi meledak, seolah tak ada cara lain selain melampiaskan amarahnya lewat pukulan.

Ia tak pernah berani melawan ayahnya secara langsung, sehingga kemarahan itu justru tumpah kepada adiknya yang lemah. Namun ia juga berpikir, bukankah ayahnya juga bersalah? Mengapa ia tak menghentikannya saat membawanya ke gudang? Mengapa ia hanya diam seolah-olah semua perbuatannya itu benar?

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!