Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.
Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".
Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].
Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!
Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepunahan Tiga Arbiter
Hancurnya formasi Sembilan Matahari Terpaku menyisakan keheningan yang mengerikan di Reruntuhan Kuil Permafrost Purba. Sembilan balok es hitam raksasa—yang awalnya merupakan matahari murni buatan para dewa—runtuh berhamburan menjadi debu kristal kelabu saat menghantam tanah batu.
Di udara, tiga High Arbiters Lingkaran 9 terengah-engah. Topeng wajah dewa emas mereka mulai retak di bawah tekanan daya hancur luar biasa dari Fisik Es Dewa 90% milik Elena von Silversnow. Mereka yang selama ribuan tahun dipuja sebagai penegak hukum dimensi atas, kini menatap seorang gadis manusia fana dunia bawah dengan mata yang dipenuhi kengerian mutlak.
"Monster... eksistensi apa kau sebenarnya?!" teriak Arbiter yang berada di tengah, tangannya yang memegang tongkat cahaya suci gemetar hebat. "Di Elysium Realm, tidak ada hukum es yang bisa memadamkan api matahari murni!"
Elena melayang perlahan mendekati mereka, mengabaikan hukum ruang dimensi atas. Rune-rune dewa es purba berputar mengelilingi gaun biru keperakannya, menciptakan efek visual yang sangat menawan namun mematikan.
"Hukum es kalian memang tidak bisa, Arbiter," suara Elena beralih menjadi gema berlapis yang dingin, terdengar langsung di dalam jiwa tiga penguasa tersebut. "Tapi di hadapan Hukum Es Absolut milikku, bahkan cahaya dan api para dewa hanyalah ilusi rapuh yang menunggu untuk dibekukan."
Elena tidak membuang waktu untuk berdebat. Sisa poin sistemnya telah dikonversi sepenuhnya menjadi peningkatan fisik, dan dia membutuhkan pasokan poin baru untuk menghadapi pertempuran berikutnya di pusat kekuasaan musuh.
[Sistem: Merapal Sihir Hukum Mutlak Lingkaran 9 — Void Freeze: Soul Shatter.]
[Mengunci Tiga Target Ranah Lingkaran 9.]
Elena mengepalkan tangan kanannya di udara.
CRAAAAK!
Ruang spasial di sekitar tiga High Arbiters mendadak memadat dan membeku menjadi sebuah kubus es berlian hitam transparan setinggi puluhan meter. Tidak ada ledakan. Hanya suara retakan halus yang mengerikan. Dari dalam es tersebut, ekspresi ketakutan tiga penguasa itu terkunci sempurna. Detik berikutnya, esensi jiwa, mana cahaya suci, dan tubuh fana setengah dewa mereka pecah menjadi jutaan butiran debu es halus yang menguap di udara.
[Sistem: Anda telah mengeksekusi 3 Eksistensi Ranah Lingkaran 9 (High Arbiters).]
[Menghitung Total Poin Sistem yang Diperoleh: 6.000.000 Poin.]
[Poin Sistem Saat Ini: 6.000.000 Poin.]
Elena menarik kembali tangannya, beralih menatap ke arah pusat kuil purba tempat rantai cahaya yang mengikat silsilah ras naga mulai melemah akibat kematian para pembuatnya.
"Frost, hancurkan segalanya," perintah Elena datar.
ROAAAAAARRRRR!
Frost, yang tubuhnya sempat terbakar hawa matahari, kini meraung keras saat energi es dewa dari Elena memulihkan seluruh lukanya secara instan. Naga Es Kuno sepanjang lima puluh meter itu menukik tajam ke arah altar kuil, menghantamkan cakar raksasanya untuk menghancurkan sisa-sisa rantai cahaya yang mengikat sebuah bola energi biru keperakan di tengah altar.
Begitu rantai itu hancur, bola energi tersebut meledak, memancarkan ratusan pendar cahaya roh naga yang melayang di udara. Itu adalah kumpulan Sisa Jiwa Ras Naga Es Kuno yang telah disiksa dan diekstraksi mananya oleh para dewa selama ribuan tahun.
Roh-roh naga itu berputar mengelilingi Frost, mengeluarkan suara dengungan rendah yang dipenuhi rasa terima kasih dan kerinduan, sebelum akhirnya menyatu masuk ke dalam dada Frost satu per satu.
WUUUUUSH!
Tubuh Frost mendadak diselimuti oleh kepompong energi biru pekat. Ukuran tubuhnya membesar dengan cepat, dari lima puluh meter melonjak drastis hingga mencapai seratus meter lebih. Sisik berlian esnya bertransformasi menjadi warna biru kehitaman yang memancarkan pendar keperakan mistis, dan sepasang tanduk naga baru yang menyerupai mahkota kristal tumbuh di kepalanya.
[Sistem: Naga Kontrak (Frost) Berhasil Menyerap Sisa Jiwa Ras Naga Es Kuno.]
* [Status Frost: Berevolusi menjadi Frost Sovereign Dragon (Ranah Kekuatan setara Lingkaran 9 Tahap Puncak).]
* [Kemampuan Baru Frost: Domain of the Dragon God.]
"Kekuatan ini..." Frost mengepakkan sayap raksasanya yang kini menutupi separuh langit kuil purba, melepaskan aura penindasan naga berdaulat yang membuat pulau melayang di sekitarnya berguncang hebat. Dia menundukkan kepalanya yang megah di hadapan Elena. "Terima kasih, Maharani Elena. Dendam ras naga kami selama ribuan tahun... akhirnya terbayar separuh hari ini."
Elena tersenyum dingin, melompat dengan anggun ke atas kepala Frost, berdiri di antara sepasang tanduk kristal naga kontraknya. Tiga puluh Frost Specter dan dua puluh Ice Vanguard Knight yang telah pulih sepenuhnya melayang berbaris di belakang mereka.
"Ini baru awal, Frost," ucap Elena, menatap ke arah ujung langit emas Elysium Realm tempat dua aura terakhir yang jauh lebih pekat dan masif mulai memancarkan kemarahan luar biasa. "Dua tikus terakhir di pusat benua telah menyadari kematian saudara mereka. Mari kita selesaikan perang dimensi ini."
Dengan 6.000.000 poin sistem baru di tangannya dan Frost yang telah berevolusi menjadi naga berdaulat, Elena memacu pasukannya menembus awan dimensi, menuju langsung ke arah Istana Arbitrase Tertinggi untuk menjatuhkan penguasa terakhir benua atas.