Indonesia
NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Liam menyodorkan minuman pada aruna..aruna meminunya cepat.

“Hati-hati..”ucap liam..aruna hanya mengangguk kecil

_________________

“Kita kemana?..”tanya aruna pasalnya arah yang di lalui liam bukanlah arah ke kosanya.

“Ikut aja..”ucap liam singkat..mendengar itu aruna tak banyak bertanya lagi.

Tak lama kemudian sampailah mereka di sebuah gedung apartemen mewah yang ada di pusat kota, sedikit jauh dari kosan milik aruna..aruna merasa binggung dengan keberadaan mereka sekarang.

“Kenapa kesini?..”tanya aruna..liam hanya diam tak membalas..dia mengandeng tangan aruna dan membawa gadis itu masuk ke gedung mewah itu..aruna merasa sedikit was-was pada tempat yang tak di kenalinya ini..sepanjang jalan aruna hanya celingak-celingukan memperhatikan setiap detail gedung itu..bila diculik dia bisa mudah menemukan jalan keluar, pikirnya.

Mereka memasuki lift..melihat aruna yang terlihat tegang dan menatap liam dengan tatapan curiga, membuat liam menyentil kening wanita itu pelan.

“Jangan berfikir macam-macam..”ucap liam pelan..aruna hanya mencebik kesal.

Lift membawa mereka ke lantai teratas apartemen..di lantai itu hanya ada lima ruangan saja, salah satunya pintu ruangan yang di buka oleh liam.

“Ayo masuk..”ucap liam..aruna yang masih planga plongo tak mendengar ucapan pria itu.

“Naya, ayo masuk..”ucap liam lagi..panggilan liam langsung membuat aruna menoleh.

“Naya?..”tanya gadis itu heran..liam mengangguk singkat.

“Hmm..naya..aruna kanaya..sekarang aku memanggilmu naya..”ucap liam.

“Aruna saja..aku tak terbiasa di panggil dengan nama terakhir ku..”seru aruna.

“Mulai sekarang harus di biasakan..”ucap liam.

Liam menarik aruna masuk..sesampainya di dalam aruna terperangah melihat apartemen mewah itu..memang mewah, tapi sedikit kotor menurut aruna.

“Ini apartemen siapa?..”tanya aruna.

“Aku..”jawab liam..aruna mengangguk mengerti.

“Pantas saja kotor, yang tinggal cowok..”batin aruna.

“Duduk disini dulu..aku mau ganti baju..”ucap liam menuntun aruna ke sofa.

“Memang kamu mau kemana?..kenapa tidak antar aku pulang dulu?..”tanya aruna.

“Ke kosan mu..”jawab liam.

“Untuk apa?..”tanya aruna binggung.

“Seperti biasa..numpang makan..”ucap liam tersenyum tak berdosa.

“Tapi aku belum belanja..”ucap aruna.

“Nanti kita belanja bersama..”ucap liam.

“Kenapa ga beli dan makan di apartemen mu saja?..”tanya aruna.

“Kamu masakin aja biar hemat..”jawab liam asal..aruna menatap pria itu curiga.

“Sorang tuan muda liam berhemat?..yang benar saja..”batin aruna..tapi dia tak mempermasalahkan itu..lagipula bisa sekalian dia belanja kebutuhan rumah.

“Baiklah..”ucap aruna akhirnya.

Liam mulai masuk ke kamarnya untuk bersih-bersih..aruna yang tak bisa diam saat melihat rumah yang berantakan mulai merapikan ruang tamu apartemen liam..dia menyusun bantal sofa yang terletak tak beraturan..memunggut sampah bekas cemilan dan kaleng soda..merapikan kursol game yang tergeletak sembarangan..dan juga membenarkan letak pajangan disana yang menurutnya tak pas.

Tak lama kemudian liam keluar dengan tampilan yang lebih segar..pria itu menggenakan pakaian casual berupa kaos putih dan celana jeans..di lengan pria itu tergantung jekat kulit berwarna maroon..rambut hitam pria itu terlihat sedikit basah.

“Kamu sedang apa?..”tanya liam..aruna yang sedang merapikan pajangan terperenjat kaget, hampir saja benda di tanganya jatuh..aruna berbalik dengan sedikit kesal, tapi penampakan liam membuat aruna terpukau.

“Hey..naya..”panggil pria itu mendekati aruna..aruna tersadar.

“Hah?..”tanya gadis itu seperti orang linglung.

“Aku lagi beresin ini..”sambung gadis itu.

“Kenapa diberesin..besok tukang bersihnya akan datang sendiri membersihkan apartemen ini..”ucap liam..dia mengambil pajangan yang ada di tangan aruna dan kembali menaruhnya di meja.

“Aku cuma bosan saja..”ucap aruna sekenanya..padalah dia tak nyaman dengan tempat yang berantakan.

“Kalau bosan itu main ponsel..bukan bersih-bersih..kamu ini ada-ada saja..”ucap liam sambil menyentil kening aruna.

“Kamu kok jadi hobi banget nyentil aku..sakit tau gak..”kesal aruna.

“Salah mu sendiri..”jawab liam acuh..aruna mendengus pelan..liam tertawa kecil melihat itu..tak dia sangka gadis yang dulunya gemetaran saat berinteraksi dengan orang lain malah bisa begitu menggemaskan.

“Sudah ayo pergi, katanya mau belanja..”ucap liam.

“Ayo..”ucap aruna.

.

.

“Ini kemana?..”tanya liam..pasalnya aruna terus mengarahkan mobilnya menuju arah yang tak dia kenali.

“Lurus saja..nanti juga nampak orang rame-rame..”balas aruna.

“Kenapa gak di mall aja sih belanjanya..“gerutu liam.

“Katanya biar hemat..disini semuanya murah..”ucap aruna senang..liam menghela nafasnya berat..sudut bibir aruna tertarik kecil.

“Enak di kerjain..”batin aruna tertawa senang.

Semakin mereka berjalan keadaan sekitar semakin ramai..di depan sana sudah terlihat jejeran toko yang menjual berbagai hal..mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, pakaian, alat elektronik, alat dapur dan masih banyak lagi..liam mengeryitkan keningnya melihat itu.

“Kita belanja disini?..”tanya pria itu.

“Iya..di pasar sore..”ucap aruna.

“Ayo turun..”sambungnya saat liam sudah memarkirkan mobilnya tak jauh dari sana.

Liam menelan ludahnya kasar melihat pemampakan di depan sana..jalan becek, debu berterbangan, asap polusi dan tentunya banyak orang yang mungkin beraroma tak sedap.

Aruna berjalan pelan meninggalkan liam yang masih berdiri dengan penuh keraguan..melihat keadaan pria itu, membuat batin aruna tak hentinya tertawa..belum pernah dia melihat ekspresi liam yang seperti itu..biasanya ekspresi pria itu hanya datar dan tajam..dan ekspresi tersenyum di beberapa hari terakhir ini..tapi ekspresi ragu, jijik dan sedikit kesal itu bercampur disana..membuat wajah liam terlihat sangat lucu.

“Liam ayo..”ucap aruna melambai pada liam yang tertinggal di belakangnya..liam masih terlihat ragu.

“Naya tunggu..”ucap liam yang akhirnya mulai melangkah mendekat, walau langkah itu terihat berat.

Mereka memasuki pasar..liam bagai anak ayam yang mengekori induk nya..dia terus mengandeng tangan aruna..tak mau melepaskanya barang sedetik pun.

“Mbak itu anaknya?..”tanya seorang wanita muda penjual sayur..mendengar itu aruna tertawa..sedangkan liam merasa kesal.

“Pacar sama mbak..anak nya belum pernah kesini makanya di gandeng terus takut di culik katanya..”canda aruna..wanita muda itu tertawa kencang..sedangkan liam menatap aruna kesal, tapi hatinya senang mendengar pengakuan aruna.

“Orang have ya mbak pacarnya?..”tanya penjual itu.

“Bagitulah mbak..”jawab aruna.

Mereka kembali berkeliling..aruna membeli banyak bahan makanan untuk keperluanya selama seminggu..aruna memang tak memiliki kulkas, tapi dia biasa menitipkan belanjaanya di kulkas kamar kos di sampingnya..liam yang tadinya ogah-ogahan juga sudah sedikit bersemangat..apalagi saat semua orang memuji aruna yang memiliki pacar yang tampan dan keren..hampir semua warga pasar yang berpapasan dengan mereka selalu memujinya..dan baru kali ini liam haus pujian dari para ibu-ibu dan bapak-bapak disana..biasanya di sekolah ataupun diluar dia biasa saja..bahkan disetiap toko aruna belanja, liam selalu membayar belanjan gadis itu dengan melebihkan uang bayaran yang tidak sedikit..makin senanglah ibu-ibu disana..dan liam bangga dengan pencapaian nya itu.

“Besok kalau belanja kesana lagi ya..”ucap liam.

“Tadi aja ogah-ogahan..”ejek aruna.

“Mana ada ogah-ogahan…dari tadi aku samangat loh..”bela liam..aruna mencibir pria itu.

“Orang disana memang tau orang yang ganteng..”bangga liam.

“Narsis..”ucap aruna.

.

.

.

TO BE CONTINUE…..

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!