Indonesia
NovelToon NovelToon
The Hidden Truth

The Hidden Truth

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:832
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Di balik hilangnya seorang gadis, tersimpan rahasia yang selama ini disembunyikan. Seorang ibu bertekad mengungkapnya, meski harus melawan kekuasaan yang selama ini tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perburuan dimulai

Bragh!

Elea menendang pintu dengan kasar. Ia masuk ke dalam rumah dengan wajah dingin dan sorot mata yang tajam. Sosok Elea yang dikenal murah senyum seolah telah menghilang.

Elea berjalan memasuki kamarnya, lalu membuka sebuah lemari. Aroma pakaian menyapanya, tetapi bukan itu tujuannya.

Wanita itu memasukkan kode rahasia pada laci tersembunyi di dalam lemari. Tak lama kemudian, laci itu terbuka perlahan, menampilkan beberapa senjata tajam dan pistol hitam yang berkilau.

Elea menatap barisan pistol dan senjata tajam dengan sorot mata dingin.

"Hari ini saatnya kalian keluar!"

Elea berganti pakaian serba hitam dan memakai sarung tangan karet hitam. Ia mengambil tas lalu memasukkan satu per satu senjata tajam dan pistol.

Tak lama kemudian, semua telah beres.

Elea memandang foto putrinya yang tergantung di dinding kamar.

"Tunggu Ibu, Nak..."

—•—

"Laris manis!"

Vanesa tersenyum sumringah, dagangannya laris manis hari ini. Ia menatap tumpukan uang dalam tasnya.

"Kalau gini tiap hari, gue bisa beli mobil lagi," ucapnya antusias.

"Bu, Nesa... pesanan saya mana?" ucap salah satu pembeli.

"Nasi kotak 10 bungkus itu, Bu?"

"Iya, Bu."

"Tunggu, saya ambilkan dulu."

Vanese melangkah ke dapurnya untuk mengambil pesanan pembelinya. Saat ia tiba, ia terkejut melihat sahabatnya sudah ada di sana.

"Eh, buset, Elea..." ucapnya mengelus dada.

Elea tak menjawab, ia hanya menampilkan wajah datar.

Melihat perubahan wajah dan penampilan sahabatnya hari ini yang sangat berbeda, ia merasakan sesuatu yang tidak beres.

"Gue bawa pesanan dulu."

Vanesa segera mengambil pesanan dan menyerahkan kepada pembeli, lalu menutup tokonya.

"Cepat amat tutup, Nes?" ucap salah satu pedagang yang ada di samping toko Vanesa.

"Saya lagi ada urusan mendadak, Bu," jawab Vanesa cepat lalu menutup tokonya. Setelah memastikan tokonya sudah tutup, ia langsung menghampiri Elea.

"Apa yang terjadi?" ucapnya tanpa basa-basi.

Elea menatap lekat sahabatnya, lalu menjawab dengan pelan. "Lyn hilang, Nes."

Deg!

Vanesa seketika tercengang. "Lea, lo nggak bercanda, kan?"

"Mana mungkin gue bercanda dalam hal kayak gini, Nes!"

Vanesa terdiam, napasnya tercekat. "Bagaimana ceritanya Lyn bisa hilang?"

Elea langsung menjelaskan secara rinci kepada sahabatnya tentang apa yang terjadi.

Mendengar cerita Elea, tangan Vanesa perlahan mengepal.

"Putri gue pasti masih hidup!" ucapnya tegas.

"Bantu gue, Nes." Elea menggenggam tangan Vanesa.

"Tanpa perlu kau minta, gue akan bantu lo."

Vanesa beranjak dari duduknya, wajahnya berubah menjadi datar.

"Kita harus mencari Lyn! Bagaimana pun caranya!"

Elea hanya mampu mengangguk.

-•-

Brum! Brum!

Suara mesin meraung saat garasi terbuka, muncul sebuah mobil hitam besar. Di dalamnya, panel-panel menyala biru dan hijau, layar-layar datar menampilkan deretan data. Mobil itu dilengkapi dengan beberapa komputer dan beberapa alat canggih lainnya.

Elea duduk di kursi pengemudi, memasang sabuk pengaman tanpa banyak basa-basi.

Vanesa duduk di kursi belakang, mengatur sebuah tablet yang terhubung ke sistem, jari-jemarinya menari di layar.

"Lea, kenapa nomor Lyn nggak aktif?" ucap Vanesa menatap layar.

"Ponselnya rusak, Nes," jawab Elea.

Vanesa mendesah kasar. "Terus kita mulai dari mana?"

"Lacak CCTV sekolah Lyn. Aku yakin ada petunjuk di sana," ucapnya dengan dingin. Bayangan genangan darah malam itu dan ucapan pemuda yang dia kalahkan, membuatnya mengepalkan tangannya. "Putriku nggak akan meninggalkanku!"

Vanesa mengangguk, membenarkan ucapan sahabatnya. "Lyn anak yang kuat. Dia pasti baik-baik saja."

Ia mulai menjalankan tugasnya, jari-jemarinya menari lincah di atas papan keyboard, matanya menajam menatap layar.

Beberapa saat, Vanesa melebarkan mata.

"Ada mobil keluar dari sekolah melalui arah belakang saat hujan masih turun," serunya.

Vanesa mulai memperbesar gambar dalam rekaman.

"Mobil hitam..."

"Mobil itu keluar dari arah belakang sekolah yang tak ada jangkauan CCTV," timpal Elea.

"Hanya ada dua jalur yang dia tempuh setelah keluar dari arah belakang sekolah..." sambung Vanesa, matanya terus fokus pada layar.

"Barat dan selatan," kompak dua sahabat itu.

Jari-jemari Vanesa bergerak lincah di atas papan keyboard, matanya begitu fokus pada layar di depannya. Sementara itu, Elea fokus pada tablet canggih di tangannya. Dua sahabat yang biasanya lembut dan ceria kini hanya memasang raut datar, seolah ada sesuatu yang tengah mereka siapkan.

"Mobil itu keluar dari arah barat," ucap Vanesa sambil terus menatap rekaman CCTV yang ada di layar.

"Kita lewat selatan, kita bisa memotong jalurnya. Sepertinya mobil itu ke kota Novaris."

Elea mengangguk, ia mulai menginjak gas lebih dalam. Mobil hitam itu melaju membelah jalanan gelap, meninggalkan deru mesin yang menekankan dada.

"Lyn, tunggu Ibu, Nak..."

1
Anne Rukpaida
smngat lyn 💪
Nona Jmn: Terima kasih
total 1 replies
Anne Rukpaida
akhirnya lyn ketemu juga 😇
Nona Jmn: Akhirnya🫰😁...
Ikutin terus yah... masih ada plot twist kebelakangnya🤭
total 1 replies
Anne Rukpaida
critanya luar biasa keren 😎
Nona Jmn: Terima kasih🫰🫰
total 1 replies
Anne Rukpaida
smangat ka, jadi smkin penasaran ma jln ceritanya asal muasal ortunya Lyn bisa punya keahlian bela diri gitu🔥
Nona Jmn: Sabar yah🤭🤭😁😁
total 1 replies
Anne Rukpaida
ceritanya bkin deg²n 🔥 smangat ka
Nona Jmn: Terima kasih kak😊😊🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!