Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Arwah
"Kenapa kita tidak boleh ikut?" tanya Dhira, seraya memanyunkan bibirnya.
"Kalo kita ikut, malah akan menjadi beban untuk Aulia. KIta tidak tau, seperti apa sosok yang akan di hadapi. Bagaimana bila Aulia kesulitan, karena harus melindungi kita dan juga melawannya. Sedangkan kita tak bisa melihat, sosok yang dibicarakan pak Hasan dan Aulia, sayang." jawab Arkan, memberikan pengertian pada istrinya
Dhira terdiam, ia mengiyakan ucapan suaminya. Sedangkan Danish, ia sudah tertidur lelap di dalam pos. Pak Hasan, sang ayah hanya bisa menggelengkan kepalanya. Namun, ia tetap menyelimuti sang putra. Dengan selimut, yang memang tersedia di pos. Pak Hasan membuat kan teh hangat, untuk Arkan dan Dhira.
"Udaranya dingin, minumlah teh hangat ini." ucap pak Hasan, seraya menyodorkan 2 mug kepada Arkan dan Dhira. Keduanya tersenyum, menerima minuman tersebut.
"Terima kasih pak" ucap keduanya serempak
Mereka berbincang, entah apa yang di bicarakan. Sesekali Dhira menatap ke arah sekolah, ada rasa cemas menggerogotinya.
Dhira sayang, kamu belum tau siapa Aulia.
.
.
Saat Aulia sedang berjalan ke arah gedung, yang akan dia datangi. Dengan Kia, yang melayang di sampingnya. Tiba-tiba..
'Kamu datang?' terdengar suara pria, Aulia mengerutkan dahinya. Ia menoleh ke arah Kia, karena suara itu berasal dari samping lain Kia.
"Siapa?" tanya Aulia
'Dia salah satu penghuni di sekolah ini, kami bertemu di gudang belakang.' jawab Kia, Aulia mengangguk-anggukkan kepalanya
'Apa dia manusia, yang kamu maksud?' tanya sosok itu lagi
"Kamu murid di sini?" tanya Aulia, ia kembali mengerutkan dahinya. Seragam yang di pakainya berebeda, dengan seragam yang dia pakai. Hanya saja, seragamnya tetap memakai logo sekolahnya.
'Sepertinya begitu, aku tak mengingat kenangan saat aku masih hidup.' jawab sosok itu
"Seragam mu berbeda dengan ku, seragam tahun berapa ini?" tanya Aulia lagi, sosok itu menggelengkan kepala
"Sudahlah, nanti kita ke perpustakaan saja. Untuk melihat buku tahunan, siapa tau ada kamu di sana." ucap Aulia
'Benarkah? Aku bisa pulang? Bisa melihat keluargaku?' tanya nya senang, Aulia memiringkan kepalanya
"Apa selama kamu menjadi hantu, tak ada keluarga yang menanyakan keberadaan putranya? Atau.... apa tak ada keributan di sekolah ini, tentang kamu yang hilang atau meninggal?" tanya Aulia, sosok itu menggelengkan kepalanya
'Kurasa tak ada, bukan... lebih tepatnya, aku tak tau. Karena selama ini aku terjebak di gudang belakang, bisa keluar dari sana setelah bantuan dari Kia.' Aulia mengangguk, mendengar jawaban sosok itu.
'Jadi ada kemungkinan, dia memang tak tau apa yang terjadi di sini. Kasihan juga sih.. bertahun-tahun terjebak di gudang belakang, SENDIRIAN!!!' ucap Aulia dalam hati
"Aku akan mencari tau tentang mu, setelah masalah ini selesai." ucap Aulia, sosok itu mengangguk senang
'Kia... kamu dengar, tanpa aku minta. Dia mau membantuku, senang sekali.' ucap sosok itu
'Ya ya ya... sungguh beruntung nya kamu, karena bertemu dengan Aulia yang sekarang. Kalo kamu bertemu dengan yang dulu...
"Kenapa dengan aku yang dulu?" tanya Aulia, dengan nada suara tak suka
GLEK
'T-tentu saja membantunya, bukankah kamu sangat senang membantu siapapun. Iya kan?' jawab Kia cepat, Aulia berdecak dengan menatap sinis Kia.
"Sudahlah, kita sudah sampai." ucap Aulia, setelah mereka tiba di depan pintu ruangan tersebut.
'Apa tidak sebaiknya, kalo kamu tunggu di luar saja?' tanya Kia, Aulia menggelengkan kepalanya
"Aku ingin tau, kenapa dia bisa ada di sini. Dan dalam keadaan terantai, kurasa ada yang memanfaatkan dia. Atau ada yang tak ingin dia pergi, meninggalkannya." jawab Aulia
Kenapa nyuruh Aulia nunggu di luar, kalo Kia bisa menyelesaikannya sendiri? Karena kekuatan Kia dan Bilal, akan keluar. Bila Aulia berada di dekat mereka, ada keterikatan kuat antara ketiganya.
'Baiklah, tapi aku minta kamu jangan terlalu dekat dengannya.' ucap Kia
"Hmmm... tidak janji" jawab Aulia, membuat Kia berdecak kesal. Kalau sampai Aulia terluka, dia bisa kena amuk Bilal dan juga si tua Pamir.
"Kamu sebaiknya jangan ikut masuk, kalo masih ingin melihat keluargamu." ucap Aulia, pada sosok lelaki yang mengikuti mereka.
'MM.. BAIK' jawabnya patuh, ia memilih untuk menunggu di luar. Tak membiarkan dirinya terlihat, oleh sosok yang ada di dalam. Karena setelah dia keluar dari gudang, ia mendengar banyak cerita tentang sosok di dalam sana. Rumor yang sangat menakutkan untuknya adalah.... bila sosok di dalam sana bukan lah arwah gentayangan. Tetapi sosok itu adalah siluman, yang entah bagaimana bisa ada di dalam sana. Sudah banyak arwah, yang di hisap oleh sosok itu.
Arwah pria itu juga, sudah memperingati Kia. Agar tak masuk ke dalam sana, agar tak berurusan dengan sosok yang di kurung di sana. Namun Kia hanya menjawab dengan senyuman, tak mengiyakan ucapan sosok itu. Tapi ternyata... Kia datang, dengan teman manusianya.
KLIK
Gembok yang terpasang, terbuka dengan mudahnya. Hanya dengan di pegang oleh Kia, mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Yang menjadi pikiran ku adalah.... kenapa ruangan ini tak di pakai? Apa pernah terjadi sesuatu? Atau memang sejak awal di bangun, tak boleh di pakai?" ucap Aulia, menyuarakan pertanyaan di kepalanya
Aulia melangkahkan kakinya, untuk masuk ke dalam.
DEG
Begitu Aulia masuk, ia merasakan tekanan luar biasa. Aulia menoleh dan... melihat sosok itu, sama persis dengan yang di ucapkan oleh pak Hasan. Kaki dan tangannya di rantai, dengan kedua tangan terangkat. Begitu juga dengan kakinya, tak tau kenapa... air mata Aulia pun lolos.
'SIAPA KALIAN? APA TUJUAN KALIAN DATANG KEMARI? APA KALIAN SURUHAN DUA ORANG BRENGSEK ITU?!' teriaknya marah
'Rupanya tatapan tak suka, saat ia pertama masuk. Bukan di tujukan padanya, tapi memang dia yang sedang merasakan marah tak terbendung. Kebenciannya pada orang lain, ia lampiaskan pada semua orang.' ucap Aulia dalam hati
'Kami tak mengenal mereka' jawab Kia, tatapannya berubah dingin.
'LALU... APA TUJUAN KALIAN KE SINI? APA LAGI YANG AKAN KALIAN AMBIL DARIKU?' tanya nya, membuat Aulia dan Kia mengerutkan dahi
'Kamu bukan arwah?' tanya Kia, membuat Aulia langsung menatapnya.
'HUH' sosok yang di rantai itu membuang muka
'Apa alasan mu di rantai seperti ini? Apa dua orang itu, mempunyai niat lain padamu?' tanya Kia lagi
"Jawab, kalo kamu memang ingin terbebas dari sini." ucap Aulia, tatapan sendunya hilang. Berubah menjadi dingin, ia tak suka. Bila ada yang tak sopan, pada Kia atau pun orang-orang di sekitarnya.
Melihat tatapan Aulia, sosok itu langsung menunduk. Entah kenapa, ada aura lain yang bisa mengintimidasinya.
'Aku... aku pun tak tau, bagaimana bisa aku ada di sini. Karena terakhir yang aku ingat, aku sedang ada di sebuah hutan. Melakukan kegiatan yang sama, seperti hari-hari sebelumnya. Aku penunggu hutan, di gunung XXX.' jawabnya menceritakan sedikit tentangnya.
"Apa kamu tak ingat apapun? Sebelum kamu tersadar ada di sini?" tanya Aulia, sosok itu terdiam...
'Waktu itu...
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
Akhrnyaaa....kjhtn mreka trbongkar jg...siap2 msuk pnjra,abs tu mngkn bkln pndh alam
...😡😡😡
obu Yumi Narendra
ibu Laras Bintang
Zara
neng Aulia siapa nih pasangannya ..ditunggu ya teh
wahh si Aul jadi pujaan banyak orang inimahh 🤭