Indonesia
NovelToon NovelToon
Affair With Hot Secretary

Affair With Hot Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Kehidupan di Kantor
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hampa, itulah yang dirasakan Tristan dengan rumah tangganya. Sampai suatu hari, dia kedatangan sekretaris baru yang cantik jelita. Saat itulah tiang kesetiaan Tristan goyah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 - Ciuman Lagi

Tristan mengembuskan napas panjang, menetralkan desakan emosi yang masih tersisa di dadanya. Ia memandang ke arah bar mini di sudut ruangan, lalu mengalihkan matanya kembali pada Nayla yang masih berdiri mematung di samping meja telepon.

"Gelas minumannya kosong, dan ketegangan ini bikin tenggorokan kering," ucap Tristan memecah keheningan yang serasa menghimpit. "Gimana kalau kita minum wine sebentar sambil mengobrol? Mumpung masih malam dan urusan pekerjaan untuk hari ini sudah selesai."

Nayla mengerjapkan mata, tatapannya menyiratkan keraguan yang amat jelas. Setelah dua kali ciuman panas dan insiden pelukan di kegelapan tadi, berduaan minum alkohol di dalam kamar hotel terasa seperti mengundang bahaya yang lebih besar.

Melihat riak kecemasan di wajah sekretarisnya, Tristan terkekeh pelan sambil mengibaskan tangan. "Tenang saja. Aku janji tidak akan ada aksi potong kompas atau ciuman mendadak seperti tadi. Murni cuma minum dan mengobrol. Aku pegang kata-kata kamu soal 'harus jatuh cinta dulu'."

Nayla menatap Tristan lekat-lekat, mencari kebohongan di mata pria itu. Akhirnya, wanita itu mengangguk pelan. "Baiklah, Pak."

Tanpa buang waktu, Tristan memutar nomor layanan kamar dan memesan satu botol red wine kualitas terbaik beserta dua buah gelas kristal. Tak butuh waktu lama, seorang petugas room service mengantarkan pesanan mereka. Tristan menyiramkan cairan merah pekat itu ke dalam dua gelas tinggi, lalu menyerahkan salah satunya kepada Nayla.

Mereka duduk berhadapan di sofa empuk. Denting halus dari dua gelas yang beradu menandai dimulainya malam yang kian larut.

"Oh ya, Nayla," ujar Tristan setelah menyesap minumannya. Ia meletakkan siku di sandaran sofa, menatap wanita di depannya dengan pandangan lebih rileks. "Mulai detik ini, kalau kita lagi berdua saja seperti sekarang, di luar jam kerja formal, aku mau kamu berhenti bicara terlalu kaku."

Nayla mengernyit tipis. "Maksud Anda?"

"Stop pakai kata 'Saya' dan 'Anda'. Dengar itu rasanya seperti sedang disidang oleh auditor keuangan," jawab Tristan terkekeh. "Ganti pakai 'Aku' dan 'Kamu'. Dan satu lagi... panggil saya 'Bos' saja, tidak usah pakai 'Pak Tristan'. Rasanya terlalu berjarak."

Nayla hampir tersedak resapan wine-nya. Ia menatap Tristan tak percaya. "Tapi, Pak... itu sangat tidak sopan untuk ukuran hubungan atasan dan bawahan. Saya belum terbiasa."

"Ini perintah, bukan tawaran, Nayla," potong Tristan dengan nada bergurau namun tegas. "Coba panggil sekarang!"

Nayla menggigit bibirnya, memutar otak mencari celah membela diri. Namun, tatapan Tristan yang penuh desakan jenaka membuatnya menyerah. Wanita itu menghela napas pasrah. "Baiklah... kalau itu mau...mu, Bos."

Tristan tersenyum puas, memamerkan deretan giginya yang rapi. "Nah, begitu lebih enak didengar."

Seiring berjalannya waktu, botol wine di meja makin menyusut. Rasa hangat melintasi kerongkongan mereka, mengikis canggung, gengsi, dan batasan profesional secara perlahan. Efek alkohol mulai bekerja melunakkan saraf-saraf tegang mereka. Kelopak mata Tristan tampak sedikit sayu, sementara pipi Nayla kian merona merah, dihiasi senyum yang lebih lepas.

Obrolan mereka mengalir tanpa arah yang pasti, hingga akhirnya Tristan menyandarkan kepalanya ke belakang, menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

"Kau tahu, Nayla..." suara Tristan melemah, sarat akan kejujuran yang jujur dan pilu. "Kadang hidup ini lucu. Di luar sana orang melihatku punya segalanya, posisi CEO, uang, rumah mewah, istri cantik dari kalangan atas. Tapi sebenarnya... aku kesepian setengah mati."

Nayla memiringkan kepalanya, mendengarkan dengan saksama tanpa menyela.

"Olivia tidak pernah benar-benar ada untukku," lanjut Tristan dengan senyum getir. "Bahkan untuk sekadar membelai rambutku atau menanyakan bagaimana hariku, dia tidak pernah sudi. Hubungan kami cuma pajangan untuk media dan pesta sosialita. Aku cuma pria asing yang tinggal di rumah yang sama dengannya."

Kejujuran itu merambat pelan menembus pertahanan Nayla. Dalam pengaruh alkohol yang hangat di kepalanya, rasa empati dan ketertarikan yang ia pendam menyeruak keluar. Nayla bergeser duduk, mengikis jarak di antara mereka di atas sofa.

Dengan senyuman manis yang sedikit condong karena pengaruh wine, Nayla mengulurkan tangannya yang lentik. Jemari lembutnya bergerak pelan, menyusup ke sela-sela rambut hitam Tristan, mengelusnya dengan gerakan membelai yang begitu halus dan penuh kehangatan.

"Kasihan sekali Bos-ku ini..." bisik Nayla pelan, suaranya terdengar manja berpadu tawa kecil yang renyah. "Kalau begitu... biar aku saja yang membelaimu, Bos."

Sentuhan lembut itu bagaikan aliran listrik yang menyengat seluruh saraf Tristan. Pria itu menegakkan kepalanya, menatap lurus ke dalam manik mata Nayla yang jernih dan sedikit sayu akibat mabuk. Wajah wanita itu kini hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari wajahnya. Aroma wine manis berpadu dengan wangi vanila dari kulit Nayla mendominasi seluruh inderanya.

Napas Tristan tertahan. Logikanya tenggelam total dalam lautan pesona wanita di hadapannya. Tatapannya jatuh pada bibir peach Nayla yang sedikit terbuka, basah oleh sisa minuman.

Kali ini, tidak ada pertanyaan. Tidak ada penawaran. Tidak ada permisi.

Tristan memangkas sisa jarak di antara mereka, mendaratkan bibirnya tepat di atas bibir Nayla.

Sebuah ciuman yang lambat, dalam, dan sarat akan emosi kembali tercipta. Berbeda dari ciuman penuh kemarahan atau panik sebelumnya, ciuman kali ini terasa begitu manis dan lembut, berpadu dengan rasa red wine yang tertinggal di lidah mereka. Tristan menangkup pipi halus Nayla dengan telapak tangannya, menikmati setiap sentuhan bibir wanita itu tanpa terburu-buru.

Nayla tidak mendorongnya. Dalam buaian alkohol dan kehangatan yang melingkupi mereka, wanita itu memejamkan mata rapat-rapat. Ia pasrah, membiarkan jemarinya tetap berada di rambut Tristan, membalas lumatan bibir sang bos dengan kelembutan yang pasrah dan pasrah. Tak ada lagi penolakan, hanya ada dua insan yang saling menenggelamkan diri dalam desakan perasaan yang kian tak terbendung.

1
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
jangan-jangan Denis bukan anak Tristan sama Olivia lagi, Olivia kan suka di celup-celup😂
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
langsung jadian deh Tristan sama Nayla menjadi pacar selundupaan 🤭
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
kalau udah mabuk pasti lupa sama janji ya Tristan 😂
Dinda Putri
Kenapa ga nikah siri aja sih biar greget gitu
Rommy Wasini Khumaidi
gimana rasanya mas Tris?
Ass Yfa
yg katanya tdk akan terulang lagi mlh berkelanjutankan...
tattoo
lagi 🌚🌚🌚
Rommy Wasini Khumaidi
lanjutkan Nay,aku mendukungmu
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
itu beda ya nay karena itu cuma reflek aja 😂
Mita Paramita
SituationShip 🫡🫡🫡
Mita Paramita
zay cocok banget jadi selingkuhan Olivia sama sama manusia redflag 🤣🤣🤣 semoga perselingkuhan mereka cepet terbongkar nih
Mita Paramita
Nayla udah terang terangan mau jadi gundik Tristan 🤣🤣🤣
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
astaga kasihan kau Tristan lagi tanggung-tanggung nya eh di stop😂😂😂
tattoo
belum pernah dengar😭
Ass Yfa
😄😄😄Tristan dibuat kentang sama Nayla rasain...🤭
Ass Yfa
benerkan...Zay selingkuhannya Olivia..liat Nayla aja laper mata,,,pibgin cepet kebongkar mereka...hus didepak dari hidup Tristan😁😁
Rommy Wasini Khumaidi
yah kasihan sekali mas Tris,apa kabar yang lagi liburan sama yayang diluar negri,yang disini merasa bersalah karena berkhianat yang disana enak² tanpa mikirin yang ngasi duit buat liburan siapa
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirmanW⃠✰͜͡v᭄🦈
sudah ku duga Olivia pasti selingkuh sama zay. Olivia belum tau aja kalau zay juga tertarik sama Nayla
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kenapa berubah jadi komedi
vj'z tri
w bilang apa Dateng kan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!