Indonesia
NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Kebenaran yang Disimpan dalam Hati

Dengan kepergian Karen ke kamar, suasana di ruang tengah menjadi hening sepenuhnya. Yb masih berdiri terpaku di tempatnya, seakan tertahan oleh beban pikiran yang begitu berat hingga tak mampu ia ucapkan sepatah kata pun. Pundaknya terlihat merosot, dan tatapannya kosong menatap lantai, seakan segala kekuatan yang ia miliki tadi malam telah luruh bersama kepergian istrinya. Sementara Cynthia, yang berdiri diam di sudut ruangan, perlahan menurunkan kepalanya — pura-pura berduka yang mendalam atas pertengkaran yang baru saja terjadi, padahal di dalam hatinya ia tahu, inilah momen yang telah ia tunggu begitu lama. Rencana yang disusun perlahan demi perlahan kini mulai menunjukkan jalannya, dan tidak ada langkah yang lebih tepat daripada saat ini.

Ia melangkah pelan, menatap sekeliling ruangan itu satu per satu — dinding yang dicat warna krem lembut, jendela besar yang membiarkan sisa cahaya sore masuk menyinari lantai kayu, lemari yang berdiri kokoh di sudut ruangan... setiap sudut tempat ini terasa begitu akrab, begitu dikenang, namun sekaligus terasa begitu jauh dan asing. Seolah-olah ia sedang berdiri di dalam mimpi yang pernah ia impikan selama bertahun-tahun, namun kini dihuni oleh orang-orang yang berbeda, dengan kebahagiaan yang bukan miliknya.

Dan di keheningan yang begitu menyentuh hati itulah, bayangan masa lalu tujuh tahun silam mulai muncul perlahan di benaknya, seakan hidup kembali di hadapan matanya sendiri.

Dulu, tujuh tahun mereka berjalan berdampingan — merencanakan segala hal, menabung sedikit demi sedikit dari penghasilan masing-masing, menahan diri agar bisa mengumpulkan cukup uang untuk masa depan yang mereka impikan bersama. Setiap rupiah yang dikumpulkan bukan hanya milik satu orang, melainkan hasil keringat dan pengorbanan berdua — ia yang bekerja tekun, Yb yang tak kenal lelah, semata-mata demi satu tujuan: memiliki tempat sendiri, tempat di mana mereka akan membangun rumah tangga yang hangat. Rumah inilah yang akhirnya dipilih Yb — dipilih dengan penuh kebanggaan, dibelikan dengan tabungan yang telah dikumpulkan bersama, lalu diserahkan kepadanya dengan senyum yang begitu tulus dan penuh janji: "Ini rumahmu, Cynthia. Rumah kita. Setelah kita menikah, kita akan tinggal di sini, membangun kehidupan kita berdua, menua bersama di tempat ini."

Saat itu, Cynthia merasa adalah wanita paling bahagia di seluruh dunia. Rumah ini dibeli atas namanya, direncanakan khusus untuknya, diimpikan bersama selama tujuh tahun penuh tanpa pernah terbayangkan akan berakhir di tangan orang lain. Namun takdir berkata lain. Yb yang dulu begitu setia, yang dulu berjanji akan menjaganya seumur hidup, tiba-tiba tergoda — tergoda oleh kehadiran Karen, oleh kata-kata manis yang datang di saat kerentanan, oleh perhatian yang seakan mengisi ruang kosong yang tak pernah benar-benar hilang. Yb meninggalkan semua rencana itu, meninggalkan tujuh tahun kenangan yang terjalin begitu erat, dan memilih Karen sebagai pendamping hidupnya. Rumah yang seharusnya menjadi tempat kebahagiaannya kini ditempati oleh pria yang dicintainya bersama wanita yang merenggutnya. Dan Cynthia... Cynthia baru mengetahui kebenaran ini saat ia sendiri diundang untuk tinggal di sini — sebagai tamu, sebagai kerabat yang menolong, padahal ini adalah rumah yang sejak awal ditujukan khusus untuknya.

Malam semakin larut, dan suara pintu kamar yang tertutup rapat menunjukkan Karen telah beristirahat, atau setidaknya berpura-pura tidur. Cynthia melangkah mendekati Yb, langkahnya begitu pelan seakan takut memecahkan keheningan yang menyelimuti rumah itu. Ia menarik kursi, duduk berhadapan dengan pria yang selama ini dicintainya, dan menatapnya lekat-lekat di bawah cahaya lampu yang lembut namun menampakkan segala kesedihan yang tak terucap di wajah mereka berdua.

"Sayangku..." panggilnya pelan, suaranya begitu lembut namun penuh ketegasan, dipastikan hanya terdengar oleh mereka berdua. "Jujurlah padaku. Rumah ini... sertifikatnya atas nama siapa sekarang?"

Yb terdiam sejenak, menundukkan kepalanya semakin dalam, hingga dagunya hampir menyentuh dadanya. Napasnya terasa berat, dan ia menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa sesak yang mendadak menyerang dada. "Atas nama Karen," jawabnya akhirnya, suaranya begitu pelan dan penuh penyesalan yang tak mampu ia sembunyikan lagi.

Jawaban itu seolah menegaskan segala dugaan yang selama ini mengganjal tajam di hatinya. Cynthia mengangguk pelan, menelan ludah yang terasa pahit, namun ia tetap menatap lurus ke mata pria itu. "Bagaimana bisa? Rumah ini dibeli untukku, atas namaku, dari tabungan yang kita kumpulkan berdua selama bertahun-tahun. Bagaimana bisa namanya berubah menjadi nama Karen? Katakan padaku, Sayangku..."

Yb menghela napas panjang, bahunya terlihat bergetar sebelum akhirnya ia menceritakan semuanya — kejujuran yang selama ini ia simpan sendirian di dalam hati, dirahasiakan dari siapa pun, diucapkan dengan suara yang begitu pelan seakan takut didengar oleh dinding rumah itu sendiri.

"Saat aku mulai tergoda dan memutuskan menikah dengannya, Karen meminta satu hal," ucap Yb perlahan, matanya menerawang kembali ke masa lalu yang kelam dan penuh penyesalan. "Ia berkata, jika aku ingin menikah dengannya, rumah ini harus atas nama kami berdua — atau atas namanya saja, agar keluarganya yakin bahwa aku serius. Ia bilang... agar tidak ada keraguan di antara kami, agar aku tak bisa pergi begitu saja. Aku yang saat itu sedang bingung, terbawa perasaan, merasa bersalah padanya, akhirnya menyetujui permintaannya tanpa berpikir panjang. Aku memindahkan nama sertifikat itu ke namanya. Tanpa memberitahumu. Tanpa meminta izin padamu. Aku salah, Cynthia. Aku tahu itu, dan penyesalan itu menghantuiku setiap hari. Tapi aku tak berani mengakuinya, takut kehancuran yang akan terjadi jika semuanya terungkap."

Cynthia mendengarkan semuanya dengan tenang, meski hatinya terasa perih tertusuk ribuan jarum. Ia tidak menangis, tidak mengamuk, tidak menuduh. Ia hanya menyadari satu hal yang paling penting: selama ini ia tidak mengaku-ngaku atas apa yang bukan miliknya. Ia hanya menuntut kembali apa yang memang sejak awal diperuntukkan baginya, apa yang telah direncanakan dan dijanjikan kepadanya.

"Jadi selama ini..." Cynthia berbicara pelan namun mantap, menatap pria itu dengan tatapan yang tak bisa dibantah. "Aku tidak bermimpi, bukan? Rumah ini memang milikku dari awal. Kau membelikannya untukku. Dan kemudian kau menyerahkannya begitu saja kepada Karen, hanya karena ia memintanya?"

Yb mengangguk pelan, tak berani lagi membohongi wanita yang telah ia sakiti begitu dalam. "Ya. Itulah kenyataannya. Aku salah. Aku telah melupakan hakmu demi ketakutan dan kebingunganku sendiri."

"Kalau begitu..." Cynthia menatapnya lekat-lekat, tegas namun lembut. "Kembalikan padaku. Secara perlahan, diam-diam, tanpa Karen mengetahuinya dulu. Jangan tiba-tiba, jangan sampai ia curiga ada hal lain di antara kita. Katakan saja ada urusan administrasi, perbaikan berkas yang tertinggal, atau alasan apa pun yang masuk akal. Lakukan pelan-pelan, sehingga saat sertifikat itu kembali ke tanganku, ia tidak langsung menyimpulkan hal-hal yang tidak perlu. Aku tidak ingin menambah keretakan rumah tanggamu lebih dari yang sudah terjadi. Aku hanya ingin apa yang hak milikku kembali — dengan cara yang tenang, tanpa keributan baru."

Yb menatapnya, terkesan dengan kebijaksanaan yang ditunjukkan wanita ini di tengah segala rasa sakit yang ia simpan. Ia mengerti benar — jika tiba-tiba sertifikat dipindahkan kembali ke nama Cynthia, Karen pasti akan meledak, menuduh mereka berselingkuh, dan semua akan hancur sebelum sempat dijelaskan. Cara yang tenang, perlahan, dan tersembunyi adalah satu-satunya jalan yang aman.

"Baik," jawab Yb pelan namun tegas, keputusannya telah bulat. "Aku akan mengurusnya. Pelan-pelan. Aku akan mencari alasan yang masuk akal, mengurus berkasnya sedikit demi sedikit, sehingga tidak ada yang curiga. Rumah ini akan kembali atas namamu, tanpa Karen mengetahuinya sampai urusan itu selesai sepenuhnya."

Cynthia mengangguk, rasa lega mulai menyelimuti hatinya yang selama ini terasa sesak. "Terima kasih. Lakukan dengan hati-hati. Jangan sampai ia menduga ada sesuatu yang lain di antara kita. Biarkan seolah-olah ini hanya urusan administrasi yang harus diperbaiki. Itu saja."

Mereka berdua pun berpisah untuk beristirahat, masing-masing menyimpan rencana itu rapat-rapat di dalam hati. Yb mulai memikirkan cara terbaik untuk memulai pengurusan itu tanpa menimbulkan kecurigaan, sementara Cynthia... ia berjalan perlahan menuju kamarnya, menunggu dengan sabar, tahu bahwa setiap langkah ke depan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Namun di ruang yang lain, di balik pintu kamar yang tertutup rapat, Karen terjaga. Ia tidak benar-benar tidur. Suara percakapan pelan mereka, meski tidak terdengar jelas, cukup untuk menumbuhkan keraguan baru yang merayap perlahan di hatinya. Keraguan yang perlahan tumbuh, menumbuhkan pertanyaan yang tak bisa ia hilangkan: mengapa mereka berdua berbicara begitu lama sendirian? Dan mengapa nada suara mereka terdengar begitu serius, begitu dekat, begitu penuh rahasia?

1
Moreno Fathur rochman
Author, bab 17 ini membuat hatiku terasa sesak! Berani‑beraninya Cynthia datang ke rumah keluarga Hutapea untuk menyampaikan kebenaran, tapi malah dicemooh dan dimaki. Aku semakin penasaran apakah bukti kalung itu nanti akan bisa membongkar semua rahasia. Semangat terus menulis ya, aku akan tetap mengikuti ceritanya! 💖
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas dukungan dan komentar yang menyentuh ini! Saya senang kamu bisa merasakan betapa sesaknya hati Cynthia saat itu. Benar sekali, masih banyak rahasia yang harus dibongkar dari keluarga Hutapea. Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya ya! Terima kasih sudah setia mengikuti! 💖
total 1 replies
Dita Anggraini
Wah tulisanmu sangat bagus di bab 16! Ucapan wanita tua itu terasa begitu mendalam, rahasia di balik kalung berlian membuat hatiku penasaran. Ada banyak hal tersembunyi dari masa lalu Cynthia. Teruslah buat bab‑bab seru ya, Author! 😊
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas apresiasinya untuk Bab 16! Saya senang sekali rahasia kalung berlian berhasil membuatmu penasaran. Masih banyak rahasia masa lalu Cynthia yang akan terungkap perlahan‑lahan. Tunggu bab‑bab seru selanjutnya ya! 💖
total 1 replies
Satria Aldizar Reyndra Anggaru
Wah bab 15 benar‑benar bikin hatiku teriris melihat Cynthia yang menangis begitu! Rasanya ada rahasia besar yang belum terungkap dari keluarga Hutapea. Aku sangat penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagus sekali penulisanmu, Author! Semoga cerita ini terus berjalan dengan seru!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar dan dukungannya! Saya senang sekali kamu bisa merasakan kesedihan Cynthia di Bab 15. Benar sekali, masih ada rahasia besar keluarga Hutapea yang belum terungkap. Tunggu kelanjutan ceritanya ya, akan ada banyak kejutan! Terima kasih sudah mengikuti cerita ini! 🥰
total 1 replies
Rokhsi Yanto
bagus ceritanya author. q syukak. q mau ngikutin smpe slesai ya author. tapi request q 1 yaitu setelah cerita ini tamat tolong bikinkan cerita horor percintaan dong author ya..di tunggu gebrakan nya🥰🥰
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas dukungan dan bintang 5‑nya ya! Saya sangat senang kamu mau mengikuti cerita ini sampai selesai. Permintaan cerita horor percintaan sudah saya catat ya, semoga nanti bisa saya wujudkan setelah cerita ini tamat. Terus ikuti kelanjutan ceritanya ya, terima kasih! 🥰
total 1 replies
Dokkan Battle
YB? REZA ARAP?
Sefin Eka Ramana Putri: yabss..betul kak.😊
total 1 replies
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas dukungan dan komentarnya ya! Saya senang suasana tegang di Bab 14 bisa membuat hatimu ikut berdebar. Misteri pemilik kalung masih akan terungkap perlahan‑lahan. Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya ya! Terima kasih sudah setia mengikuti! 💖
total 1 replies
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar dan dukungannya ya! Saya senang kamu bisa merasakan perasaan campur aduk Cynthia saat mengetahui asal‑usulnya. Pertemuan dengan orang tua kandungnya akan membawa banyak kejutan nanti. Tunggu kelanjutan ceritanya ya! 💖
total 1 replies
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
Devi Permata Sari
Bacanya ikut terasa berat di hati 😢 Pertanyaan-pertanyaan Cynthia itu sungguh masuk akal — mengapa tidak ada satu pun jejak masa kecilnya? Mengapa dia diperlakukan begitu berbeda? Ada rahasia besar yang ditutupi rapat-rapat di rumah ini, dan Cynthia mulai mendekati kebenarannya! Kakak hebat sekali membangun suasananya, bikin kami ikut deg-degan menanti apa yang akan terungkap di gudang tua itu! Semangat Kak, teruslah menulis! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Devi atas komentar yang sangat menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa ikut merasakan beban di hati Cynthia dan merasakan keraguan‑keraguannya. Benar sekali, ada rahasia besar yang tersembunyi, dan gudang tua itu menjadi awal langkah Cynthia mendekati kebenaran! Terima kasih sudah mendukung, jangan lewatkan kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Devi Permata Sari
⭐⭐⭐⭐⭐ Sungguh karya yang luar biasa indah dan menyentuh hati! "Lamaran yang Bukan untukku" bukan sekadar cerita biasa, melainkan perjalanan perjuangan, kesetiaan, dan keadilan yang begitu nyata. Kakak menuliskan setiap perasaan tokohnya dengan begitu mendalam, seakan kami ikut merasakannya sendiri — dari luka masa kecil, pengkhianatan, hingga harapan untuk mendapatkan kebenaran. Alurnya rapi, penuh kejutan, dan tidak pernah membosankan! Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari bab pertama dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian pasti tidak akan menyesal! Terima kasih Kakak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan apresiasi yang begitu bagus, Devi! 💖 Betul, aku ingin menghadirkan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia mengikuti ceritanya sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ridho Yanuar
Luar biasa Kak! 💔 Bab 9 ini bikin benar-benar paham betapa beratnya masa kecil Cynthia. Perlakuan yang berbeda begitu tajam... tidak adil sekali! Tulisan Kakak begitu hidup, seakan aku ikut melihat semuanya. Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti saat Cynthia akhirnya membuktikan siapa dirinya yang sebenarnya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa merasakan betapa berat masa kecil Cynthia dan ketidakadilan yang ia alami. Benar, perjalanan Cynthia untuk membuktikan jati dirinya masih panjang dan penuh rintangan! Terima kasih sudah mendukung, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya! 💖✨
total 1 replies
Mbak Suryati
aku suka sama cerita nya. begitu menyentuh hati. semangat buat Cynthia untuk membalikkan keadaan nya. dan untuk yb gemes aku dengan yb. ada laki laki di dunia nyata kayak begitu ingin rasanya kujambak. buat authornya keren.! 👍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih dukungannya, Mbak Suryati! 😆 Betul, Reza sering banget bikin pembaca gemes. Aku akan terus semangat menulis perjuangan Cynthia. Jangan lewatkan bab‑bab selanjutnya ya! 👍
total 1 replies
Rio
Karya yang sungguh luar biasa! 💎 'Lamaran yang Bukan untukku' menyentuh hati dari baris pertama. Perjuangan, kesetiaan, cinta yang diabaikan — semua terasa begitu nyata. Setiap bab ditulis dengan sepenuh hati, alurnya mengalir indah, penuh ketegangan sekaligus kehangatan. Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat, ini kisah yang tak akan kalian lupakan! Semangat terus menulisnya Kak! Terima kasih! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Rio! 💖 Senang sekali alur ceritaku bisa terasa mengalir dan penuh ketegangan bagimu. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai akhir! 💪
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Sungguh tulisan yang menyentuh hati! ❤️ Bagian ini bikin aku ikut bertanya-tanya bersama Cynthia — mengapa Aloy terasa begitu berbeda saat serius? Ada kekuatan dan keagungan yang tersembunyi di dirinya... Kakak menuliskannya begitu indah, seakan aku ikut berada di sana! Ceritanya makin menarik dan penuh misteri! Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti kelanjutannya! 🙏✨
Sefin Eka Ramana Putri: Wah terima kasih banyak Kak Aldebaran atas apresiasinya! 🥰 Saya sangat senang tulisan ini bisa membuat Kakak seolah‑olah ikut berada di dalam cerita. Aloy memang punya sisi tersembunyi yang akan muncul nanti. Jangan lupa ikuti bab‑bab selanjutnya ya! Semangat membaca! 💖✨
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, menyentuh hati, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadilan. Alurnya tersusun rapi, setiap bab bikin penasaran! Sangat direkomendasikan untuk semua! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya hebat sekali! Semangat terus Kak! Terima kasih atas karya yang berharga ini! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas ulasan bintang lima yang sangat indah, Aldebaran! 🥰 Sangat senang kamu merasakan makna di balik kisah Cynthia. Aku akan terus berusaha menyusun alur dengan rapi, semoga bisa tetap membuat penasaran sampai bab akhir! Semangat juga untukmu! 💛🙏
total 1 replies
Renn Anti Hero
Wah, luar biasa Kak! 🥺 Bab 7 ini bikin makin penasaran sekali! Cara Kakak menggambarkan perasaan Cynthia yang mulai menyadari sesuatu tentang Aloy begitu indah dan terasa nyata... Setiap kalimatnya bikin ikut merasakan kebingungan dan rasa ingin tahu Cynthia. Aura yang berbeda itu... ada sesuatu yang tersembunyi ya! Semakin ingin tahu kebenarannya! Semangat terus Kak, ceritamu sungguh luar biasa! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar yang sangat menyentuh hati Kak Renn! 🥰 Saya sangat senang Kakak bisa merasakan kebingungan Cynthia dan merasakan aura rahasia di antara dia dan Aloy. Benar sekali, masih ada banyak hal tersembunyi yang akan terungkap perlahan! Terima kasih sudah mendukung cerita ini, semoga Kakak terus menikmati kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Renn Anti Hero
Sungguh karya yang luar biasa indah! ⭐⭐⭐⭐⭐ 'Lamaran yang Bukan untukku' bukan sekadar cerita, tapi perjalanan hati yang begitu nyata — tujuh tahun kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Setiap kalimat ditulis dengan tulus, alurnya rapi, penuh kejutan dan emosi yang bikin tidak bisa berhenti membaca! Bagi kalian yang mampir ke sini, wajib baca dari awal sampai tamat, kalian pasti ikut merasakan setiap detik perasaan tokohnya! Terima kasih Kak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Renn! 💖 Betul, aku ingin menyampaikan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan dan emosi yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, penuh emosi, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita bahwa keadilan akan datang pada waktunya, dan ketulusan tidak akan sia-sia selamanya. Alurnya mengalir indah, setiap bab bikin penasaran! Saya sangat menyarankan kalian semua untuk membaca dan mengikuti cerita ini sampai tamat, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya luar biasa hebat! Semangat Kak! Teruslah berkarya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan bintang 5 dan ulasan yang menyentuh hati, Ruchika! ✨ Betul, aku ingin menyampaikan pesan tentang keadilan dan ketulusan lewat kisah Cynthia. Masih banyak bab menarik yang akan datang, jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!