Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sungai penyembuh
"Nyonya..."
"Aku bukan nyonyamu Erni, raga busuk ini bahkan sudah hampir hancur karena aku tidak bisa terlalu lama menempatinya!" bentak sosok Patricia itu.
Tubuh Patricia benar benar terlihat begitu menyedihkan, belatung memenuhi sekujur tubuhnya dan dukun itu harus mencari wadah lain yang punya hubungan darah dengan Patricia, Jessica pilihan terakhir dan mata Hannah yang bisa membuat tubuh Patricia kembali mulus tapi keduanya gagal di dapatkan sosok itu.
"Pergilah ke tempat Norman dan katakan aku butuh jasad baru, aku mau laki laki yang lahir di malam Jum'at Kliwon dan laki laki itu harus di olesi darah Jessica ini, darah di mata Jessica ini bisa membuat jasad itu tetap awet dan aku bisa menepati tubuhnya, bawa jasad itu ke depan portal karena aku akan membawanya masuk ke dalam tempat ini, dan pastikan Norman mengurus tugasnya dengan baik" perintah Patricia memberikan setetes darah Jessica yang sudah dia simpan di dalam botol kaca.
"Baik nyonya meneer"
Srak.
"Aakhhh!"
Erni memekik saat tubuhnya di serang oleh Patricia karena dia tidak suka Erni terus memanggilnya sebagai nyonya meneer, bahkan sosok Patricia itu sekarang mencekik leher Erni karena dia kesal terus menerus di panggil nyonya meneer.
"Panggil aku Raga, Ki Raga!" bentak Patricia
"I.. iya Ki maafkan saya... tapi.. Ki Raga bilang saya bisa memiliki Gandra setelah saya menjadi sosok jin seperti dia, kenapa Gandra justru tidak menyukai saya?" tanya Erni lirih.
"Gandra itu akan menyukai kamu, dia hanya belum tertarik saja denganmu, setelah aku bebas dari sini aku akan membuat kamu menjadi cantik dan matamu ini bisa kembali melihat tanpa kamu harus merasakan bau ataupun energi seseorang atau mahluk lain, aku sudah memberikan kamu kesaktian Erni, ingat itu bahkan mata yang kita kumpulan dulu hampir sempurna kalau saja si Vincent tidak kabur" ucap sosok yang ternyata bernama Raga itu.
"Benarkah Ki Raga?" tanya Erni kembali terlihat bahagia.
Ermi pertama kali melihat Gandra saat Gandra masih menjadi seorang pangeran di kerajaan ayahnya Arthadana, dia dan Icang yang saat itu masih sering di panggil Shakadana terkenal di kalangan genderuwo sebagai sosok yang sering menggoda para perempuan dengan wujud manusia tampan mereka.
Gandra pernah menolong Erni saat Erni terjatuh ke jurang, saat itu Gandra menggunakan wujud manusianya tapi Erni selalu mencari Gandra, hingga dia datang pada Raga dan Raga mengatakan kalau Gandra bukanlah sosok manusia tapi sesosok genderuwo.
Apakah perasaan Erni hilang saat itu? sama sekali tidak, dia justru berkeinginan untuk menjadi bangsa jin agar dia bisa bersama Gandra selamanya dan Raga menggunakan kesempatan itu untuk membuat Erni mengumpulkan banyak tumbal mata yang banyak, agar Raga semakin sakti.
Kebetulan saat itu juga Erni adalah pelayan kepercayaan Patricia yang punya sifat kejam dan tidak kenal kasihan, jadi Raga semakin mudah mendapatkan tumbal mata untuk anjing gaib miliknya yang merupakan sesembahan Raga.
"Benar, pergilah dan bawakan aku jasad itu secepatnya, bawakan mata juga untuk Romo" jawab Raga
"Saya akan membawakan itu untuk Ki Raga, tapi bagaimana dengan nyonya meneer?" tanya Erni
"Sumpahnya tetap aku ingat makanya aku tidak bisa pergi dari tempat ini dan aku akan bisa bebas setelah aku menghabisi Vincent juga keturunannya, setelah itu selesai kamu adalah sosok pertama yang akan aku dahulukan" jawab Raga
"Baik Ki" jawabnya langsung berubah jadi asap dan keluar dari lubang sebesar kepalan tangan di portal itu.
"Setidaknya darah Jessica berguna untuk membuatku bisa mendapatkan raga baru yang lebih kuat dari tubuh busuk ini, andai saja sumpah ku untuk membantu Patricia bisa aku cabut, aku sudah lama bebas sejak dulu" gumam Raga kembali masuk ke dalam aliran sungai penyembuh di sana dan belatung belatung di tubuh Patricia langsung hanyut terbawa arus.
"Ratri!" panggil Raga
"Saya Mevrouw" jawab Ratri yang sekarang tak punya mata lagi setelah Raga tahu matanya di tukar dengan mata Jessica. Bahkan Raga kembali mengambil mata Ratri dan dia jadikan makanan untuk Romo.
"Kamu terikat dengan ritual ku dulu, jadi jangan pernah mencoba kabur lagi seperti ketiga cucumu itu!" bentak Raga
"Baik Mevrouw" jawab Ratri menunduk
"Masuklah ke sini dan mandikan aku" perintah Raga
"Saya tidak bisa melihat Mevrouw" jawab Ratri karena dia tidak mau melayani Raga dia tahu kalau sosok nyonya meneer itu bukanlah nyonya meneer asli tapi Ratri tetap berpura pura tidak tahu demi tetap bisa membuat sosok Raga tak bisa bebas dari sana.
"Aku akan menuntun kamu Ratri, masuklah!" bentak Raga dan mau tak mau Ratri masuk ke dalam sungai itu.
Saat masuk ke dalam sungai, tubuh Ratri yang tadinya berupa sosok nenek nenek tua bahkan begitu lusuh malah berubah menjadi Ratri muda yang begitu cantik dengan rambut sepinggang bahkan kulitnya kembali kencang dan Raga langsung menyeringai karena Ratri tidak menyadari semua itu setelah matanya di ambil oleh Raga.
"Ya, mendekatlah, nanti setelah aku bebas, kamu akan aku jadikan...
keluargaku" ucap Raga menyeringai dan memeluk Ratri.
"Mevrouw"
"Ssttt... sudah diam, aku sedang membuat tubuhku bersih dari belatung sialan ini, tetap di sini" bujuk Raga.
•••••••••••••
Kratak. Kretak.
Dinding di ruang tamu rumah Karta kembali retak di tengah malam itu, Hatta yang menyadari suara retakan di sana langsung memeriksa tempat itu, dan Hatta terkejut saat melihat dinding itu sekarang hampir terkelupas semennya di beberapa sudut, hanya terlihat batu bata saja di sana dengan wangi bunga Camelia yang begitu kuat.
"Ada apa ini? kenapa dinding ini sekarang retak dan terkelupas semennya" gumam Hatta
"Papa" panggil Reza
"Reza kamu juga ke sini karena suara retakan?" tanya Hatta
"Iya pa, Reza juga mendengar dan mencium wanginya, sosok putih itu sudah kembali mengelilingi tempat ini juga tapi dia pergi lagi ke arah timur" jawab Reza
"Jangan keluar dan tetap di dalam rumah, jaga Hannan, Hisyam dan Hannah" ucap Hatta
"Iya pa, kami tidak mau terjebak di tempat itu lagi tapi kami khawatir pada nenek" jawab Reza
"Kami sedang mencari cara supaya nenek bisa bebas dan sosok nyonya meneer itu tetap terkurung di sana" jawab Hatta
"Sulit pa, selain ada sosok nyonya meneer itu, di sana juga ada anjing besar yang meskipun sudah di serang dan di lukai nenek, setelah dia masuk ke dalam sungai semua lukanya langsung hilang, nyonya meneer juga sering berendam di sungai itu" jawab Reza
"Sungai....apa sungai itu seperti sungai ajaib yang bisa menyembuhkan luka?" tanya Hatta
"Reza tidak tahu, tapi saat kami masuk ke sana, tubuh kami malah terasa perih pa, makanya kami tidak pernah bisa jadi tampan dan cantik seperti saat siang" jawab Reza
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭