Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodohku Mas Bule

Jodohku Mas Bule

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: mitha

Retna tak pernah menyangka rumah tangga yang mati-matian ia pertahankan akan berakhir dalam satu keputusan kejam: perceraian. Atas desakan suami dan ibu mertuanya, ia diusir dari rumah, seolah seluruh pengorbanan, cinta, dan tahun-tahun yang ia jalani bersama keluarga itu tak pernah berarti.

Dengan hati hancur, Retna bersumpah tak akan lagi percaya kepada laki-laki. Baginya, cinta hanyalah pintu menuju luka yang lebih dalam.

Namun, ketika ia memilih mengunci rapat hatinya, seorang pria asing justru hadir membawa kehangatan yang belum pernah ia rasakan. Pria yang dijulukinya “Mas Bule” itu memperlakukannya dengan tulus, penuh perhatian, dan kasih sayang—perlahan menggoyahkan sumpah yang selama ini ia pegang.

Di antara trauma masa lalu dan harapan yang mulai tumbuh, mampukah Retna kembali membuka hati? Ataukah pria asing itu benar-benar hadir sebagai penyembuh luka sekaligus jodoh yang selama ini diam-diam menunggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 - Akhirnya Menjadi Istri Mas Bule

Setelah mendapatkan restu dari kedua orang tua Retna, hubungan Retna dan Nathan terasa semakin mantap.

Tidak ada lagi keraguan yang selama ini menghantui pikiran Retna.

Nathan pun mulai membicarakan pernikahan dengan lebih serius.

Bukan pernikahan mewah yang harus menghabiskan banyak uang.

Nathan hanya ingin sebuah pernikahan yang dihadiri orang-orang yang mereka cintai.

"Kalau menurutmu bagaimana?" tanya Nathan suatu sore.

Retna yang sedang membuatkan teh untuknya menoleh.

"Bagaimana apanya?" tanya Retna.

"Pernikahan kita." jawab mas Bule.

Retna tersenyum malu.

"Kita?"

"Iya. Masa aku menikah sendirian?"

Retna tertawa kecil.

"Mas ini..."

Nathan berdiri dan mendekatinya.

"Aku ingin kamu menjadi istriku."

Retna terdiam.

Kalimat sederhana itu tetap mampu membuat dadanya berdebar.

"Mas yakin?"

Nathan mengangguk.

"Sangat yakin."

"Tapi saya pernah gagal dalam pernikahan."

"Aku tahu itu."

"Saya juga seorang janda."

"Aku juga tahu."

"Saya mungkin tidak sempurna kelak menjadi istri mas."

Nathan tersenyum.

"Aku tidak mencari perempuan sempurna, Retna. Aku mencari kamu sebagai istri ku."

Air mata Retna perlahan menggenang.

Kali ini bukan karena kesedihan.

Melainkan karena bahagia.

Beberapa bulan kemudian, hari yang mereka tunggu akhirnya tiba.

Retna berdiri di depan cermin dengan mengenakan gaun pengantin sederhana namun anggun. Rambutnya ditata rapi, wajahnya dihiasi riasan lembut.

Ibunya berdiri di belakangnya.

"Kamu cantik sekali, Nak." puji ibunya pada Retna.

Retna tersenyum.

"Benarkah, Bu?"

"Benar,nak.Untuk apa ibu bohong."

Ibunya kemudian memeluknya.

"Ibu masih tidak menyangka akhirnya kamu menemukan kebahagiaan lagi."

Retna menahan tangis.

"Terima kasih ya bu.Ibu sudah selalu ada untuk Retna."

"Jangan menangis. Nanti riasanmu rusak."

Keduanya tertawa.

Di tempat lain, Nathan juga sudah bersiap.

Ia mengenakan jas dengan wajah yang tampak jauh lebih tegang daripada biasanya.

Salah seorang teman yang membantunya bersiap bahkan sempat tertawa.

"Kamu terlihat seperti orang yang akan menghadapi ujian besar."

Nathan menghela napas.

"Memang ujian besar."

"Menikah?"

"Menjadi suami Retna."

Sementara itu, Retna berjalan perlahan menuju tempat akad dan pemberkatan pernikahan mereka.

Ketika pandangan mereka bertemu, Nathan tersenyum.

Retna membalas senyum itu.

Tidak ada kemewahan berlebihan.

Tidak ada pesta besar.

Namun bagi Retna, hari itu terasa jauh lebih indah daripada pernikahan pertamanya.

Karena kali ini ia menikah dengan seseorang yang benar-benar memilihnya.

Bukan karena tekanan.

Bukan karena kepentingan keluarga.

Bukan karena ingin terlihat sempurna di depan orang lain.

Melainkan karena cinta.

Setelah prosesi pernikahan selesai, Nathan menggenggam tangan Retna.

"Kamu sekarang benar-benar istriku."

Retna tersenyum.

"Iya mas."

Nathan mendekat.

"Dan aku akan melakukan yang terbaik supaya kamu tidak pernah menyesal memilihku."

Retna menggeleng.

"Saya sudah tidak akan menyesal,mas."

"Yakin?"

"Sangat yakin."

Nathan mencium keningnya dengan lembut.

Di hadapan keluarga mereka, keduanya akhirnya memulai kehidupan baru.

Retna sadar, hidup tidak selalu memberikan kebahagiaan pada kesempatan pertama.

Terkadang seseorang harus melewati luka terlebih dahulu sebelum menemukan orang yang tepat.

Dan bagi Retna, Nathan adalah jawaban dari semua kesabaran yang selama ini ia jalani.

Hari itu, ia bukan lagi perempuan yang ditinggalkan.

Bukan lagi perempuan yang merasa tidak cukup baik.

Bukan lagi perempuan yang takut dicintai.

Ia adalah seorang istri yang dicintai.

Dan untuk pertama kalinya, Retna benar-benar merasa pulang.

Bukan kepada sebuah rumah.

Melainkan kepada seseorang.

Nathan.

1
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!