Indonesia
NovelToon NovelToon
Noda Hitam Perkawinan

Noda Hitam Perkawinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Obsesi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Bilik Toilet

Suzan dan Alvaro mengantri di tempat pembelian tiket masuk arena permainan. Sedangkan Bagas yang masih berada di luar arena permainan ,masih sibuk membalas pesan dari Casandra. Suzan membeli tiga buah tiket, buat Alvaro ,dirinya dan juga Bagas. Iya, Suzan dan Bagas memang sengaja akan menemani Alvaro bermain agar Alvaro senang.

"Mas...ini aku sudah dapat tiketnya, ayo masuk, itu Alvaro sudah ada di dalam..." ucap Suzan menghampiri Bagas.

"Ehm... Kamu masuk duluan aja ya... Nanti aku nyusul. Aku mau ke toilet sebentar..." sahut Bagas sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.

"Oh ya udah, tapi jangan lama- lama ya, ini tiketnya kamu pegang..." Suzan memberikan tiket milik Bagas.

"Oke... " jawab Bagas lalu dia bergegas mencari toilet di mana Casandra sedang menunggunya.

Sedangkan Suzan menemani Alvaro bermain.

Bagas sampai di depan toilet, dan di sana tentu saja ada dua macam toilet, yaitu toilet untuk pria dan wanita. Bagas masih berdiri di depan toilet karena dia tidak melihat Casandra di sana.

"Babby...sini..." dengan cepat Casandra menarik tangan Bagas dan menyeretnya masuk ke dalam toilet wanita.

"Babby, apa yang kamu lakukan, kau membawaku ke toilet wanita, kalau ada yang melihatnya, akan jadi masalah besar..." bisik Bagas yang terlihat panik.

Iya, bagaimana Bagas tidak panik. Kalau keberadaannya dilihat oleh pengunjung mall ataupun oleh petugas kebersihan di toilet tersebut, sudah pasti Bagas akan mendapat masalah dan mungkin bisa langsung diseret dan diserahkan kepada pihak keamanan yang ada di mall tersebut.

Dan jika hal itu terjadi, mau ditaruh di mana muka Bagas. Tentunya akan sangat memalukan.

"Ssshhhttt...tenang baby... Di sini tidak ada siapa- siapa... Hanya kita berdua..." bisik Casandra setelah mereka berdua berada di dalam bilik toilet.

"Kalau ada yang datang dan melihat kita gimana...?" Bagas yang masih saja panik.

"Sekarang masih pagi,belum banyak pengunjung yang datang. Kamu tenang saja, tidak akan ada yang melihat kita di sini..." jawab Casandra yang sama sekali tidak memperlihatkan rasa khawatir sedikitpun, dia justru terlihat tenang.

Bagas menghela nafas.

"Kau mau apa...?'' tanya Bagas sedikit kesal pada Casandra.

"Mau kamu..." jawab Casandra sambil meraba dada bidang milik Bagas dan menatapnya sambil memainkan lidahnya membuat gerakan sensual.

"Jangan gila kamu baby...! Apa kau tidak sadar kita lagi ada di mana...!'' sahut Bagas dengan suara kecil namun tegas.

Iya, tentu saja Bagas takut di luar ada orang yang akan mendengar suaranya.

"Aku nggak perduli, salah sendiri kamu nggak datang ke apartemen aku. Padahal kamu sudah janji hari ini mau menemui aku. Tapi kamu malah lebih memilih pergi dengan istri dan anakmu..." Casandra memanyunkan bibirnya merasa kesal karena Bagas tidak tepati janjinya.

"Ya aku tahu aku salah... Tapi aku nggak bisa menolak ajakan Alvaro..." sahut Bagas.

"Nanti pulang dari sini, aku ke apartemen kamu. Kamu boleh lakukan apapun yang kamu mau baby..." sambung Bagas memberi pengertian pada Casandra

"Aku nggak mau, aku maunya sekarang ..." jawab Casandra sambil menarik tubuh Bagas lebih rapat lalu dia mendaratkan ciuman di bibir Bagas.

Perlahan namun pasti, Casandra memperdalam ci*mannya yang dipenuhi gairah hingga nafas keduanya memburu berkejaran. Iya, dengan perlakuan yang memabukan yang diberikan oleh Casandra, tentu saja Bagas tidak bisa hanya diam saja. Bagas pun akhirnya membalas perlakuan Casandra. Bagas membalas setiap sesapan bibir Casandra.

Dan makin lama c*uman mereka semakin liar hingga menciptakan percikan api yang membakar keheningan di bilik toilet. Dan akhirnya Bagas tidak tahan lagi untuk tidak menuntaskan hasratnya yang telah membara.

Dengan bibir yang masih saling menyesap, tangan Bagas mulai mengendorkan ikat pinggangnya kemudian menurunkan pakaian bagian bawah membebaskan benda miliknya yang sejak tadi telah berdiri tegak mencari mangsa.

Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Bagas membalikkan tubuh Casandra lalu menyingkap kain yang menutupi tubuh bagian bawahnya yang merupakan tempat ternyaman bagi benda miliknya setiap kali ia berdiri dengan tegak sempurna. Tanpa ragu lagi Bagas mulai mengarahkan benda miliknya ke tempat favoritnya.

Tempat yang dalam, sempit, gelap, dan licin namun mampu membuatnya berteriak nikmat setiap kali memainkannya.

Dengan gerakan yang seirama, Bagas terus memaju mundurkan benda miliknya menerobos tempat ternikmat dari tubuh Casandra. Tidak perduli di mana mereka berada sekarang, yang jelas mereka berdua sedang dikuasai oleh hasrat yang tidak bisa ditahan.

Hingga akhirnya mereka saling menahan jeritan kenikmatan dari bibir mereka karena takut terdengar keluar.

"Hei siapa di dalam...!'' tiba- tiba terdengar pintu toilet diketuk dengan kasar.

Tentu saja Casandra dan Bagas kaget. Namun bukan Casandra namanya jika dia tidak punya akal.

"Ada apa sih...! Nggak sopan banget gedor- gedor toilet...!" ucap Casandra membuka sedikit pintu bilik toilet.

Casandra lalu memarahi seorang perempuan muda yang menggedor pintu toilet dengan kasar.

"Maaf mbak, tapi tadi saya dengar ada suara aneh dari dalam. Apa yang mbak lakukan...?'' tanya perempuan tersebut sambil berusaha melongok ke dalam bilik toilet namun segera ditahan oleh Casandra.

"Dasar nggak punya sopan santun...! Memangnya kamu pikir saya ngapain di toilet...! Apa kau nggak lihat aku sedang sakit perut...!'' jawab Casandra meringis memegangi perutnya seperti orang yang sedang kesakitan.

"Oh i...iya maaf ya mbak, maaf..." sahut perempuan tersebut merasa bersalah.

"Dasar perempuan bego...! Ganggu saja...!" ucap Casandra sambil melotot ke arah perempuan itu.

"Iya mbak maaf aku kan nggak tahu..." sahut perempuan itu lalu segera keluar dari dalam toilet.

Setelah perempuan itu pergi, Casandra kembali menutup pintu toilet. Sedangkan Bagas yang sudah merapihkan pakaiannya menghela nafas lega karena perbuatannya dengan Casandra tidak ketahuan oleh orang lain.

"Astaga baby..." Bagas nampak panik.

"Tenanglah baby, aman kok..." ucap Casandra sambil mengusap dada Bagas.

"Kamu membuatku jantungan..." sahut Bagas.

"Tapi kamu suka kan baby, ternyata bercinta di dalam toilet umum, ada tantangannya tersendiri, tapi seru ..." ucap Casandra.

"Sudahlah...aku harus pergi, aku nggak mau ada orang lagi yang curiga seperti tadi..." ucap Bagas yang ingin segera pergi dari bilik toilet.

"Baiklah baby... Makasih ya, sudah memberikan pengalaman baru buat aku..." sahut Casandra sambil meraba dada bidang Bagas. Bagas hanya menghela nafas.

"Nanti kita lanjut di apartemen ya..." ucap Casandra.

"Iya...iya... Tapi cepat keluarkan aku dari sini dulu..." sahut Bagas sudah tidak sabar ingin pergi karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Oke tunggu ya..." Casandra keluar dari toilet terlebih dulu untuk memastikan tidak ada orang di sana.

"Aman baby... cepat keluar..." ucap Casandra dari pintu toilet.Bagas segera keluar dari dalam toilet wanita.

Sementara itu Suzan yang sedang menemani Alvaro sudah berkali - kali menghubungi Bagas, namun nomornya tidak aktif. Tentu saja Suzan merasa khawatir takut terjadi sesuatu pada sang suami.

"Mas Bagas ke mana sih, sudah hampir satu jam dia ke toilet tapi ko belum balik juga..." batin Suzan sambil melirik jam tangannya.

"Mamiiiii... Papi manaaaa ...?" rengek Alvaro yang ingin main dengan sang papi seperti anak- anak lain yang ada di tempat tersebut.

"Sabar ya sayang, mungkin papi lagi antri di toilet, sabar ya..." sahut Suzan.

Alvaro memanyunkan bibirnya menandakan dia kesal.Iya, Alvaro kesal karena sang papa belum juga datang untuk bermain bersama. Namun tiba- tiba sebuah bola karet menggelinding dari arah belakang dan berhenti mengenai kaki Suzan. Suzan pun menoleh ke belakang di mana bola berwarna biru berada. Dan bersamaan dengan itu, anak laki- laki berumur sekitar empat tahun berjalan ke arahnya hendak mengambil bola tersebut.

"Hei... apa ini bola kamu...?'' tanya Suzan pada anak laki- laki tersebut.

"Iya..." jawab anak kecil itu.

Suzan lalu mengambil bola itu kemudian memberikannya kepada anak kecil tersebut.

"Ini..." ucap Suzan sambil tersenyum.

"Terima kasih tante..." jawab anak tersebut.

"Sama- sama sayang..." sahut Suzan sambil mengusap kepala anak tersebut.

Melihat sang mami dekat dengan anak lain, Alvaro segera menghampiri dan langsung memeluknya seolah memberitahu pada anak kecil itu bahwa yang ada di depannya adalah maminya.

"Kak main bola yuk..." ucap anak kecil itu pada Alvaro.

Alvaro tidak langsung menjawab, namun dia mendongak ke arah Suzan seolah meminta persetujuannya. Suzan pun mengangguk tanda setuju.

Dan tanpa basa basi lagi, mereka berdua bermain lempar tangkap bola. Sesekali mereka mentertawakan satu sama lain saat di antara mereka tidak bisa menangkap bola dengan benar. Dan sejenak Alvaro pun lupa dengan kekesalannya terhadap sang papi karena dia sudah punya teman yanh bisa diajak main bersama.

"Arsya...oh astaga... kamu di sini rupanya..." ucap seorang laki- laki yang tiba- tiba menghampiri anak tersebut.

"Lain kali kalau pergi bilang dong, jangan menghilang begitu saja. Bikin orang panik aja..." sambungnya lagi.

"Arsya lagi main sama kakak itu..." jawab Arsya sambil menunjuk Alvaro.

Laki- laki itu pun menoleh ke arah Alvaro yang masih berdiri tak jauh dari Arsya sambil memegang bola.

"Siapa dia...?'' tanya laki- laki itu.

Arsya menggelengkan kepalanya.

"Lho gimana sih, main bareng kok nggak kenalan dulu..." ucap laki- laki itu.

Alvaro lalu mendekat ke arah Arsya dan pria itu.

"Nama aku Alvaro om...." ucap Alvaro memperkenalkan diri.

"Oh, Alvaro..." sahut laki- laki itu.

Arsya pun memberitahu namanya pada Alvaro.

"Alvaro ke sini sama siapa...?'' tanya laki- laki itu.

"Sama mami...tuh..." Alvaro menunjuk Suzan yang sedang duduk membelakangi mereka.

"Sama papi juga, tapi papi nggak tahu ke mana..." jawab Alvaro sambil memanyunkan bibirnya.

"Ya udah main sama Arsya dan om saja yuk..." ucap laki- laki itu.

"Kita main basket, lemparkan bola ini ke kerajang sana...'' ucap laki- laki itu menunjuk keranjang basket.

"Yee...asik ayo main..." sahut Alvaro dan Arsya dan segera berlatih memasukkan bola ke dalam keranjang basket. Dan tentu saja dengan diajari oleh laki-laki tersebut.

Sedang asik- asiknya main dengan Arsya dan laki- laki itu, tiba- tiba terdengar suara seseorang memanggil Alvaro.

"Sayang... Mainnya udah yuk... Papi nelpon, dia ngajak kita makan..." ucap Suzan.

"Ya mami...kan Varo masih asik main sama Arsa dan om...

Suzan menoleh ke arah Arsya lalu beralih menoleh ke arah laki- laki tampan yang berdiri di samping Arsya. Dan Suzan langsung membeku seketika melihat laki- laki tersebut. Begitu juga dengan laki- laki itu yang juga terlihat cukup kaget melihat Suzan.

"Bi...Bintang..." ucap Suzan.

Iya laki- laki itu adalah Bintang,mantan pacar Suzan.

"Suzan..." sahut Bintang.

"Kamu..." ucap Suzan sambil menatap Bintang lalu beralih ke arah Arsya.

"Aku menemani Arya main di sini..." jawab Bintang sambil melirik sekilas ke arah Arsya.

Suzan beralih menatap wajah Arsya.

"Oh, jadi anak ini anaknya Bintang...? Sepertinya umur Arsya tidak beda jauh dari Alvaro. Itu artinya Bintang menikah tidak lama setelah aku menikah dengan mas Bagas..." ucap Suzan dalam hati sambil terus menatap Arsya.

"Dia anak kamu ya...? Mamanya mana....?'' tanya Suzan.

"Ehm..." sahut Bintang.

Namun bersamaan dengan itu ponsel Suzan berdering. Bagas kembali menelponnya.

"Hallo mas... Iya... Sebentar ya..." ucap Suzan bicara lewat telpon.

"Sayang... Kita udahan ya mainnya, papi nunggu kita untuk makan siang..." ucap Suzan sambil menarik lembut tangan Alvaro.

"Nggak mau mami.... Varo masih mau main...." Alvari tidak mau pulang.

"Lain kali main lagi ya, ayo..." Suzan menuntun tangan Alvaro.

"Mari..." Suzan pamit pada Bintang dan Arsya.

Sementara itu Arsya melambaikan tangan pada Alvaro, sedangkan Bintang terus menatap Suzan dan Alvaro yang berjalan keluar dari arena mainan anak.

"Yahh... Dia pulang..." Arsya terlihat kecewa karena Alvaro pergi.

Bintang mengusap kepala Arsya.

"Om Bintang...ayo kita main lagi..." Arsya menarik tangan Bintang.

"Iya boleh main sekali lagi, dan setelah itu kita pulang..." jawab Bintang.

"Iya om..." jawab Arsya.

Bersambung....

1
Dini Anggraini
Kak greget banget sama bagas dia saja zina sama orang lain berkali kali Suzan dekat mantan saja gak boleh padahal ini demi kerja sama perusahaan egois kamu bagas. Kapankah ketahuannya bagas itu selingkuh dengan Cassandra kak dan susan balikan sama bintang setelah bercerai dengan bagas. 🥰🥰
Dini Anggraini: ya kak 😄😄😄
total 2 replies
Asmara
Gilaaa.... Bagas, Casandra kalian gilaaa 😡😡😡😡 Thor kpn perselingkuah mereka terbongkar, pokoknya Suzan harus menceraikan Bagas... jijay bgt sama kelakuan suami nggak tahu diri 😡😡😡😡😡
Sri Darmayanti: obral barang ... cinta ngak cinta bisa ya begitu selingkuh
total 2 replies
Salsa
Curiga nyonya Hartanto sama Darma ada hubungan khusus, gila sih kl iya 🤭
Asmara
Suzan disuruh menjaga kehormatan keluarga Hartanto ... lah elu sendiri sebagai keluarga inti Hartanto PD selingkuh , dasar keluarga edan 😅... itu lagi si ulet bulu segala nyusul ke mall, mau ngapain coba ngajak Bagas ke toilet😡
Asmara
Gila sih ini, emaknya, bapaknya, anaknya PD selingkuh semua😅😅
Sri Darmayanti
sonia haryanto
Dini Anggraini
Suzan kamu sih terlalu polos bagaimana ya bila suatu saat semua kebusukan tuan hartanto, nyonya hartanto dan bagas yang suka banget selingkuh apa kamu akan syok ya kak. 🥰🥰
Dini Anggraini: betul kak 👍👍🥰🥰
total 3 replies
Dini Anggraini
Kamu selalu kalah sama bagas Suzan kenapa ketemuan selalu di kafe tempat langganan keluarganya bagas jadi ketahuan kan. Dasar suami jahat dia selingkuh saja boleh sedangkan istrinya ketemuan sama laki2 lain di larang egois banget kamu bagas. 😡😡🥰
Dini Anggraini: betul kak 👍👍🥰🥰
total 2 replies
Asmara
Penasaran siapa sih pacarnya Sonia, jgn" tuan Hartanto
Asmara
Siapa kira" selingkuhan Sonia KL bukan Bagas...?
Sri Darmayanti
jelg selingkuh semua,,, ketahuan semua busuknya... sisan pergi ya
Mommy Almira: Keluarga selingkuh 🤭
total 1 replies
Asmara
lanjut thor
Wang
Ceritanya menarik 😍
Salsa
Suami kurang ajar 🤬🤬🤬🤬
Asmara
Semoga Suzan cepet tahu siapa selingkuhan Bagas, lalu gugat cerai, trus CLBK deh sama di Bintang 😍😍
Mommy Almira: Semoga ya kak 🥰🥰
total 1 replies
Asmara
Siapa kira" pacarnya Sonia...?
Dini Anggraini
Kak kapankah bagas dan Cassandra ketahuan selingkuh kak enak banget papanya bagas suruh2 Suzan harus dapat proyek besar terus kerjanya bagas apa dong kak enak2 kan saja. Dan Suzan bila suatu saat nanti kamu akhirnya keluar dari perusahaan itu bangunlah perusahaanmu sendiri tanpa bantuan siapapun aku mau lihat apa perusahaan keluarga bagas masih bisa berdiri tegak saat Suzan sudah pergi? 🥰
Mommy Almira: Nanti ya kak, masih proses... kan Bagas anak nggak guna, nggak bisa kerja 😄🤭
total 1 replies
Asmara
.Keren🥰🥰🥰🥰
Asmara
Suzan bloon bgt sumpah.... Bagas gila, semoga cepat ktahuan , biar dicerai sama Suzan, 😡😡
Asmara
Sonia selingkuhannya siapa ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!