" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Incaran
Ester memasuki kamar hotelnya, ia langsung merebahkan dirinya di ranjang, pikirannya sedang kalut... dia memikirkan apa yang terjadi tadi padanya.. jika tidak ada Tommy mungkin dirinya sudah berada dalam masalah.
" Apa benar itu orang Monika? " pikir Ester.
Ester tahu jika Monika membiarkan dirinya hidup tenang apalagi saat pertengkaran di restoran tentang merebutkan Tommy.
Ester berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia segera melepas penat sejenak untuk tubuh dan pikirannya. setelah selesai mandi ya segera memakai pakaiannya dan duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba terdengar sebuah bell pintu.
Ester langsung berdiri dan membukakan pintu kamar hotel tersebut, ia menatap Ansel yang berdiri dengan menatap dirinya dengan khawatir.
" Bagaimana keadaanmu Ester ? " Ansel melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki Ester, ia lalu memegang kedua bahu temannya itu.
" Aku tidak apa-apa Ansel " jawab Ester
" Bagaimana itu bisa terjadi ? Ceritakan padaku !!! "
" Ceritanya panjang tiba-tiba aku diikuti seseorang yang tidak aku kenal, orang itu tampak mencurigakan dengan membawa sebuah pisau lipat, aku memasuki restoran dan berusaha untuk mencari perlindungan tetapi pria itu malah masuk ke restoran tersebut, untung aku bertemu dengan Tommy " jawab Ester dengan santai lalu berjalan ke arah sofa dan duduk di sana,
" Maksudmu Mr.Moretti? " kaget Ansel.
" Ya.. Siapa lagi " ucap Ester dengan memutar bola matanya.
" lalu dia menyelamatkanmu ? "
" dia membawaku pergi dan mengantar pulang, itu saja... "
" Untung saja ada Mr Moretti, kamu beruntung Ester, lain kali kamu harus mau jika Devano memberi penjagaan untukmu "
" Baru kali ini aku merasakan hal membahayakan seperti ini. Padahal aku sering berkeliaran sendirian dan tidak pernah terjadi seperti ini "
" itu memang sudah nasib yang buruk Ester bersyukurlah ada Mr Moretti yang menyelamatkanmu kamu harus berterima kasih dengannya dan datang padanya besok "
" TIDAAKKK " Nada tinggi Ester membuat Ansel kaget.
" Kenapa? "
" Aku tidak akan datang padanya "
" Yang benar saja Ester, dia sudah menyelamatkan nyawamu sudah pasti kamu harus datang padanya dan membawakan sebuah bingkisan untuk mengucapkan rasa terimakasih yang tulus, jika tidak pasti nyawamu dalam berada dalam bahaya "
" Aku tidak mau datang padanya tidak akan " tolak Ester.
" Sepertinya ada masalah denganmu, "
" Tidak ada.. "
" Lalu kenapa kamu tidak mau? Bukankah Mr. Moretti sangat baik padamu, bahkan sampai menyelamatkanmu, dia juga membayar kamu dengan harga mahal untuk iklan beserta bonus tambahan.. lalu apa masalahnya"
" Dia bukan pria baik yang seperti kamu kira Ansel... kamu salah besar" geleng Ester.
"Tapi bagaimanapun... dia baik atau tidaknya, dia sudah menyelamatkanmu Ester "
Ester terdiam mendengar ucapan Ansel, lalu ia menetap tajam.
" Bersikaplah sopan padanya, dia itu orang besar di negara ini,"
" Aku tidak takut padanya, " sungut Ester.
" Kenapa kamu jadi menantangnya Ester, sebenarnya apa masalahmu ? Apa kau punya masalah dengannya sebelumnya? "
" Kembalilah ke kamarmu.. Ansel, kamu tidak tahu apa-apa, aku malas untuk bercerita "
Ansel hanya menghela nafas kasar mendengar penuturan dari temannya itu, tak lama Bell pintu kamar hotel berbunyi, Ester dan Ansel saling menatap mereka merasa was-was dan takut karena siapa yang datang menemui Ester.
" Aku saja yang buka " ucap Ansel lalu berdiri untuk berjalan ke arah pintu, Ester duduk di sofa dan menatap punggung Ansel yang sudah membuka pintu tersebut, ketika pintu terbuka tatapan Ansel langsung melotot menatap sosok yang datang di depannya.
" Mr Moretti " cicit Ansel.
" Apakah Miss Ester ada? "
" Iya ada.. " gugup Ansel kebingungan karena kenapa seorang Tommy Moretti datang ke kamar hotel ingin menemui Ester.
Ansel berbalik menatap ke arah Ester.
" aku kembali ke kamar dulu "
"Ansel " panggil Ester karena Ansel segera kabur dari kamarnya.
Tommy berjalan mendekat ke arah Ester dan menatap wanita itu.
" Ada apa kau datang ke sini? " ucap Ester dengan marah.
" Aku ada perlu denganmu, perlu apa ? aku merasa tidak ada urusan denganmu "
" beginikah sikap ketus yang aku dapat, padahal aku sudah membantumu dan menyelamatkan nyawamu untuk yang kedua kalinya "
" Kenapa pria sepertimu selalu membahas tentang masalah hutang budi dan atau hutang nyawa, itu terlalu berlebihan untukmu "
" Aku datang ke sini hanya ingin mengembalikan apa yang tertinggal di mobilku, kenapa kau selalu berpikiran buruk sekali tentangku? "
" karena kau adalah pria paling buruk yang pernah aku kenal "
Tommy menggelengkan kepalanya dan menatap wanita yang ada di depannya,
" Sekarang pergilah ... Aku ingin istirahat, aku tidak ingin diganggu oleh siapapun" ucap Ester seperti mengusir kepada Tommy.
Ester menatap ke arah Tommy yang meletakkan sebuah gelang kaki di atas meja, sungguh Ester merasa bodoh pada dirinya sendiri karena kenapa ia harus meninggalkan barang di mobil milik Tommy, sehingga membuat pria itu kembali lagi menemuinya.
" Kau tahu siapa yang ingin melukaimu ? " tanya Tommy pada Ester. Ester hanya menggeleng dan menatap ke arah lain,
" Ini urusanku bukan urusanmu.. "
" Kenapa aku tidak boleh ikut campur ? " tanya Tommy dengan menaikkan alisnya,
" Karena memang tidak ada hubungannya denganmu, ini adalah murni dari musuhku sendiri ".
" Ester kau ini masih terlalu muda dan terlalu Naif dalam mengambil keputusan, bisa saja kau terlibat dalam masalah serius dan orang-orang seperti mereka tidak segan-segan untuk menghabisi siapapun "
" aku tidak takut jika aku tiada, Jika dengan begitu membuat hidupku jauh lebih tenang" ucap Ester.
" Tapi aku tidak akan membiarkanmu tiada " ucap Tommy hingga Ester terkejut.
Ester berdiri dan berjalan mendekat ke arah Tommy.
"Silahkan pergi Mr. Tommy, Aku sudah berbicara sebaik mungkin agar tidak melukai perasaanmu " ucap Ester menjaga sikapnya karena ia ingin demi pria itu segera pergi dari kamarnya, bukan malah pergi Tommy malah menarik tangan Ester dengan kuat lalu tatapan mereka saling bertemu dan saling terkunci.
Mr Tommy merasa sesuatu yang berbeda dengan apa yang dilakukan Ester... Tommy semakin menarik Ester hingga tubuhnya menabrak dada bidangnya yang keras, tanpa aba-aba tiba-tiba Tommy meletakkan bibirnya di atas bibir Ester.
Ester melihat hal itu lalu ia mundur dan mendorong tubuh Tommy dengan keras.
"berani sekali kau melakukan itu padaku ? "
" aku hanya ingin memberitahukan padamu bahwa kau adalah milikku Ester, jadi jangan pernah macam-macam" ucap Tommy,
" Aku bukan milik siapa-siapa kau harus tahu hal itu, aku sekarang sedang dekat dengan David, dia juga pengusaha yang sedang naik daun "
" Ester-Ester sebesar apapun yang kau lakukan untuk mencari seorang pria, tidak ada yang lebih baik dariku " ucap Tommy merasa sombong lalu ia merapikan rambut Ester dan berjalan pergi keluar dari kamar tersebut. Ester memegang gelang tersebut dengan menatap kepergian Tommy dengan tatapan kesal bukan main.