Indonesia
NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Saja

Cintai Aku Sekali Saja

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Askararia

Raisa meninggalkan rumah mertuanya di malam hujan, pernikahan yang kata suaminya "tanpa cinta" itu harus kandas setelah kedatangan saudara tirinya yang bernama Arni yang mana sebelumnya adalah mantan kekasih suaminya. Lima tahun bertahan dengan lelaki lumpuh yang memiliki temperamen buruk itu bahkan membuat Raisa kehilangan dirinya sendiri, malam itu disaat ia mengajukan perceraian pada Angga, ia pergi ke makam ayahnya untuk meluapkan seluruh isi hatinya sebab jika ia kembali kerumah ia hanya akan mendapat cacian dari ibu sambungnya. Namun seiring berjalannya waktu Raisa tak lagi mampu bertahan dengan semua penderitaannya. Apakah pada akhirnya suaminya akan mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askararia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Disaat matahari pagi dari ufuk timur belum tampak begitu jelas, Angga sudah bersiap pergi ke arah kota tanpa sepengetahuan siapapun kecuali petugas taman yang membukakan pagar agar mobilnya bisa lewat, kali ini ia pergi tanpa sopir pribadinya menggunakan mobil yang setiap mesinnya sudah dimodifikasi agar pedal gas dan rem-nya bisa ia kendalikan dengan tangannya. Kursi rodanya juga berada tepat didepan kemudi, untuk kali pertama setelah beberapa tahun ini ia selalu pergi bersama sopir pribadinya atau Raisa yang menggantikannya untuk menyetir.

Sambil bersiul Angga menatap jalanan sekitar juga menghirup udara sejuk pagi itu sebab jendelanya sengaja ia buka, rerumputan dikedua sisi jalan ikut bergoyang seakan mereka sedang menari mengikuti siulan lelaki yang tengah menyetir itu.

"HUAAAA!" Angga berseru begitu riangnya.

"Jadi ini yang namanya privasi? Menyenangkan ya jika kemana-mana bisa sendiri" ucapnya tersenyum menatap jalanan dihadapannya kini.

Begitu ia sampai di kota ia mampir di sebuah toko yang menyediakan berbagai peralatan dan perlengkapan kesehatan, termasuk kruk ketiak yang akan dibeli oleh Angga sebab ia akan mulai menggunakan tongkat yang dapat membantunya berjalan nantinya.

Setelah membayar untuk sepasang kruk itu Angga kembali ke mobilnya melalui pintu belakang, beberapa orang menatap kagum pada mobil yang sudah di modifikasi itu dan Angga kini merasa lebih percaya diri.

Singkat cerita kini Angga sampai di rumah, begitu ia membuka pintu ia langsung mencoba sepasang kruk baru yang ia beli tadi, berhubungan semua orang di rumah itu masih berada di kamar mereka masing-masing, Angga mengambil kesempatan untuk memasuki lift tanpa bantuan siapapun, meskipun masih susah bayinya menyesuaikan diri dengan kruk baru itu ia tetap berusaha walau ia telah merasa kelelahan.

Pintu lift menuju lantai tempat kamarnya berada kini terbuka dan lelaki ini lekas keluar dari sana.

Tukkk tukk tukk tukkk

Sepasang mata yang masih terlelap itu tiba-tiba bergerak cepat ke berbagai arah di balik kelopak mata yang masih tertutup setelah mendengar suara ketukan tongkat dari luar kamar.

Setelah tiba di depan pintu kamarnya juga istrinya ia berdiri sejenak sebelum membangunkan istrinya dan menunjukkan tongkat barunya, sebelum ia menekan kenop pintu tersebut ia menarik nafas dalam-dalam.

Klik

Ia menekan engsel lalu pintu terbuka, kembali terdengar suara ketukan bersahut-sahutan yang akhirnya membuat Raisa membuka matanya, ia mencoba untuk duduk perlahan dan mendapati seseorang sedang membelakanginya dengan dua tongkat sejajar di kedua sisi tubuhnya.

"Kamu siapa?" Tanya Raisa menyilangkan kedua tangannya di dada bahkan membuat Angga terkejut hingga terjatuh bersama dengan kedua kruknya.

"Hah" Raisa menutup mulutnya karena terkejut, segera ia bangkit dari tempat duduknya menghampiri Angga yang bersusah payah untuk berdiri.

Setelah berdiri Raisa meraih kedua kruk itu lalu memberikannya pada suaminya meski ia masih syok sebab Angga tiba-tiba berjalan menggunakan tongkat.

"Kamu pasti terkejut ya?" Tanya Angga tersenyum sembari terus melangkah mengangkat kedua kakinya ke arah tempat tidur.

"Raisa" panggilnya membuat istrinya terkejut.

"Aku memang lumpuh, tapi tak akan ku buat diriku terlihat menyedihkan mulai sekarang" ucapnya.

Wanita itu menghampiri suaminya dengan perasaan sedih sekaligus terharu, tampaknya perkataannya semalam menyentuh hati suaminya hingga lelaki itu berjalan menggunakan tongkat meski itu sulit karena kedua kakinya yang tak lagi berfungsi akan terasa lebih berat.

"Jangan bilang kau n tersinggung dengan perkataanku semalam" ujar Raisa meraih kedua tongkat milik Angga dan membantu lelaki itu menaikkan kedua kakinya ke atas kasur.

"Aku tidak tersinggung, justru aku berterimakasih karena kau menyadarkan ku betapa buruknya aku sebelumnya. Jadi, Raisa. Sebelum kita berpisah aku ingin memperlakukan mu dengan baik, bahkan hanya sekedar bersandiwara di depan Arni"

Perubahan sifat Angga yang begitu tiba-tiba mendatangkan kecurigaan dalam benak Raisa sebab sebelumnya lelaki itu sangat kasar dan begitu membencinya, wanita ini hanya mengangguk tersenyum tipis setelah Angga selesai berbicara sementara Angga telah memainkan ponselnya tanpa melihat kearah Raisa.

***

Seperti biasanya Arni berangkat menuju lokasi pemotretan namun kali ini bukan ke tempat dimana gedung agencynya berada melainkan ke sebuah dataran tinggi yang dibawahnya terdapat pemandangan laut luas penuh ombak, Indra yang baru saja bangun dari tidurnya mengusap matanya beberapa kali untuk memastikan apakah yang dilihatnya di kejauhan sana adalah manusia.

Dibukanya tirai yang menutupi jendelanya lebih lebar juga mengusap kaca jendela itu beberapa kali.

"Aneh, siapa yang berangkat ke pegunungan pagi-pagi begini?" Tanyanya penasaran sembari memasukkan tangannya ke dalam kantong celananya.

Lelaki yang hanya mengenakan celana panjang bermerek Adidas berwarna abu-abu itu melangkah ke depan TV lalu menekan tombol power, sambil mengganti channel di layar ia menggosok dadanya beberapa sebab udara dingin mulai menusuk badannya.

"Aneh, apa akan hujan lagi?" Tanya menggosok kedua lengannya bergantian sebelum menjadikan syal diatas kursi sebagai selimutnya.

Ding dong

Bunyi bell dari pintu depan rumahnya membuat lelaki ini harus bangkit dari tempat duduknya, sambil berjalan malas ia membuka pintu dan mendapati seorang kurir pengantar paket berdiri memegang kotak ditangannya.

"Paket Pak, atas nama Indra Wijaya" ucap lelaki bertubuh tambun itu, Indra menengadahkan tangannya dan tanpa sengaja tangannya menarik salah satu ujung syal jadi lebih panjang dari sisi lainnya, karena terlalu berat pada sisi yang lain akhirnya syal yang menutupi bagian atas badannya terjatuh hingga lelaki dihadapannya tersebut terkejut melihat dada kekarnya yang putih terpapar sinar matahari langsung.

Dengan cepat Indra menutupi kedua aset pentingnya lalu segera menarik kotak paketnya dari lelaki itu, setelah ia menunduk kepalanya sekaligus meraih syal diatas teras ia masuk kedalam rumah, tak lupa ia juga menutup pintu sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang.

"Astaga, ada apa dengan tatapan aneh itu? Jangan-jangan dia penyuka sesama jenis" ucapnya pelan namun masih terdengar oleh lelaki dibalik pintu itu.

"Aku dapat mendengarnya, Pak" lelaki itu berseru dari luar juga memegangi dadanya sebelum ia berangkat menggunakan sepeda motornya.

Sambil berjalan kembali ke depan televisi yang masih menyala itu Indra menggelengkan kepalanya beberapa kali.

"Pagi-pagi sudah sial saja" ucapnya kembali duduk, bersiap untuk membuka paket ditangannya.

Tangannya lalu meraba sebuah gunting dari laci meja, perlahan ia membuka kardus kotak berisi sheet mask yang ia pesan melalui daring itu lalu meletakkan semuanya diatas meja, ia berdiri dari tempat duduknya sambil tersenyum dan bergegas untuk mandi. Busa sabun yang melimpah itu tampaknya membuat lelaki ini jadi lebih tampan dari sebelumnya, hanya butuh waktu sepuluh menit dan kini ia keluar dari kamarnya setelah mengenakan pakaian, ia berjalan ke arah dapur untuk membuat sarapan sederhana dari susu dan sereal yang dituang bersamaan ke dalam satu mangkok.

"Astaga, hari libur memang begitu menyenangkan" ucapnya saat ia duduk kembali diatas sofa sementara sarapannya ia letakkan diatas meja, sembari menatap orang-orang yang tengah sibuk melakukan pekerjaannya di dataran tinggi yang terlihat dari rumahnya itu, Indra memasang salah satu sheet mask yang baru dibelinya itu pada wajahnya dengan rapi sebelum ia mulai menyantap sarapannya ditemani oleh chanel kesukaannya tersebut.

Sementara itu Arni dan beberapa teman modelnya melakukan pekerjaan mereka dengan sangat bagus pagi itu, sambil menikmati pemandangan yang indah itu mereka dengan kompak berpose seperti yang diperintahkan oleh manager juga juru kameranya.

Matahari kemudian memunculkan dirinya perlahan membuat mereka harus cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan mereka agar mereka dapat segera beristirahat dibawah tenda sederhana yang sengaja di pasang dibelakang truk kabin itu.

Saat waktu istirahat tiba Arni ikut bergabung dengan para teman dan managernya yang tengah membahas Raisa, tanpa sepengetahuan gadis itu para atasannya sudah berencana untuk menemui Raisa hari ini di kediaman keluarga Kusuma setelah mendapatkan informasi dari beberapa sumber terpercaya melalui media sosial mereka.

"Arni" panggil salah satu dari orang yang duduk dihadapannya kini.

"Iya, Bu"

"Kamu tidak bercerita kalau kamu punya kakak yang sama cantiknya denganmu" ucap wanita itu membuat Arni yang tengah mengupas sebuah apel merah untuk ia makan, kebingungan.

"Kakak?" Tanyanya tersenyum kaku mengecilkan pupil matanya.

"Iya, jangan bilang kalau kamu tidak tahu. Raisa, dia kakakmu kan? Dia sedang viral karena postingan itu, kamu belum melihatnya?"

Beberapa orang mulai kembali membicarakan tentang Raisa sementara Arni hanya diam menggelengkan kepalanya, tanpa disadarinya beberapa orang mulai memperhatikannya setelah mendengar rumor bahwa hubungan mereka tidak berjalan dengan baik.

"Apa dia sudah menikah? Dimana dia tinggal?" Tanya wanita yang lainnya memancing agar Arni mau membuka pembicaraan.

"Iya, saya memang memiliki kakak bernama Raisa. Dia sudah menikah"

"Dengan siapa?" Seseorang bertanya lagi dan kini Arni menggaruk pelan belakang lehernya.

"Dengan, dengan lelaki pemilik perusahaan ekspor impor Global Kusuma" jawabnya terbata juga terpaksa.

Orang-orang didepannya kini mulai berbisik membenarkan rumor yang ada, tampak kegelisahan dalam diri gadis itu disaat para atasannya sepakat untuk menghubungi Raisa terlebih dahulu karena wanita itu tak kunjung menghubungi mereka meski mereka telah memberikan kartu nama mereka pada Raisa.

"Siang ini kita harus bertemu dengan Raisa. Arni, apa kau mau ikut? Kami. berencana untuk menyatukanmu dan Kakakmu sebagai model untuk project kita bulan depan. Kamu pasti senang, bukan?"

Arni tersenyum menganggukan kepalanya namun dalam hati ia terus mengutuk Raisa dengan sadis, tak pernah ia. bayangkan kalau Raisa akan dilirik oleh agencynya tanpa harus melakukan tes apapun.

"Bagus, Raisa. Kamu selalu mengambil keberuntungan ku" batinnya.

***

Tok tok tok

Laluna membuka pintu kamar mereka dengan hati-hati namun masih dengan wajah kesal sebab ia kembali membenci Raisa setelah mendengar hasutan Arni.

"Raisa, ada yang mencarimu di bawah" ucap Laluna membuat pasangan suami istri didalam kamar kebingungan.

"Pagi-pagi begini? Siapa, Ma?" Tanya Angga penasaran.

"Hai!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!