Indonesia
NovelToon NovelToon
Monster Apocalypse

Monster Apocalypse

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Dunia Lain / Light Novel / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: PenaKertas

[Kembali dilanjutkan. Hanya saja slow update. Harap maklum]

Apa yang akan kau lakukan jika seluruh kota telah dipenuhi oleh monster?

Natan Alexander. Pemuda yang menjadi player pertama di Bumi karena tidak sengaja menginjak serangga dan membunuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PenaKertas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 029 : Membunuh Dungeon Boss Lt.50

Lantai 44

Natan, Ayumi, Erina dan Kuro beristirahat di dahan pohon besar, yang mampu menampung puluhan orang di satu dahannya. Saat ini mereka sedang beristirahat setelah membunuh habis semua monster di sini, yang mana monster itu adalah Monyet Api.

"Black Sword mulai mengalami perubahan, karena level monster di sini sudah mulai tinggi." Natan membersihkan bilah pedang hitam yang terlihat bergerigi.

"Kak Natan, Erina mendapatkan Job Druid." Erina memperlihatkan layar interface yang di sana terdapat informasi miliknya.

"Druid? Job yang sangat cocok dan hampir mirip dengan Paladin, bukan hanya bisa menjadi Support Heal atau Tanker, tapi juga bisa mengembalikan Health Point setiap detiknya dan Caster Enhanchment."

Erina memiringkan kepalanya tidak terlalu mengerti dengan penjelasan Natan. "Apakah itu bagus?"

Natan tersenyum tipis dan mengusap kepala Erina. "Tentu, kita bisa membuat rekan satu tim aman dalam bermain Offensive sekaligus Deffensive."

"Ditambah dengan Skill Magic Barrier dan Area Healing milik Ayumi, kemudian Skill Absolute Defense dan Druid, pertahanan kita akan sangat sulit untuk ditembus."

Natan tersenyum tipis dan melihat komposisi anggota tim. Ia melihat informasi milik Kuro yang tidak memiliki Job, namun kekuatannya tidak bisa diremehkan. Kuro sendiri lebih meningkatkan STR, VIT, AGI, dan DEX.

Kemudian pendapatan Gold Kuro langsung ditransfer pada Natan, yang kemudian ia simpan di Guild Fund untuk melakukan peningkatan nanti setelah memiliki wilayah kekuasaan. Jika dunia benar-benar berubah seperti yang ada di dalam game, tentunya Gold sangat berarti dan harus disimpan baik-baik.

Untungnya, ia mendapatkan tambahan 50% saat menjual, dan mendapatkan diskon 50% saat membeli. Kemudian ia terus mencoba apakah bisa mendapatkan 100%, tapi ratusan ribu Gold sudah ia habiskan, namun tidak ada tanda-tanda tambahan baru.

***

Lantai 49

Sudah sepuluh hari berlalu semenjak mereka menginjakkan kaki di lantai 41, dan saat ini ia mulai merasa kesulitan menghadapi monster dengan jumlah besar.

Level Natan saat ini adalah 233, Kuro 231, Ayumi dan Erina dilevel 229. Meski level mereka meningkat pesat, tapi Dungeon Boss Lt.50 memiliki level 250, dan ada tiga puluhan penjaga dengan level antara 220 sampai 240.

"Kakak, apakah kita tidak masuk ke gerbang yang berada di hamparan rumput sana?" Ayumi menunjuk gerbang hitam dengan ukiran yang menuju ke ruangan boss.

Natan yang duduk di batu besar itu mendongak, melihat ke arah di mana Ayumi menunjuk. "Kita tunggu sebentar, kita harus memulihkan Health dan Mana sampai penuh. Setelah itu, kita akan masuk ke ruangan Dungeon Boss ..."

"Bagaimanapun, Dungeon Boss kali ini memiliki level yang lebih tinggi dari kita."

Ayumi dan Erina menganggukkan kepala, meski level monster yang baru saja mereka hadapi sangat tinggi dan memiliki jumlah ratusan, mereka masih bisa menghadapinya dengan mudah. Itu semua bisa terjadi karena luasnya wilayah dan geografis, berbeda dengan Dungeon Boss yang berada di dalam ruangan.

"Ayumi, Erina. Saat kita memasuki ruangan boss, langsung aktifkan pelindung terkuat kalian, termasuk Skill Caster Enhanchment, agar cooldown untuk mengaktifkan skill tidak terlalu lama. Aku juga akan langsung menembak bawahan Dungeon Boss."

Natan berdiri dari tempatnya duduk di batu besar, kemudian melompat turun dari sana. "Kemudian, lepaskan serangan terkuat kalian berturut-turut!"

Keduanya menganggukkan kepala secara bersamaan, dan terlihat api yang menari-nari di mata mereka berdua, menjelaskan tekad serta semangat.

Natan berjalan di barisan depan bersama dengan Erina, kemudian mereka berdua mulai mendorong gerbang secara bersamaan. Ruangan gelap dengan bau amis yang menyengat mulai dirasakan, dan saat mereka berempat melangkah masuk, api berwarna biru mulai menyala di pilar-pilar maupun dinding ruangan.

~Informasi~

[Nama : Bolda]

[Ras : Monster - Kobold]

[Jenis : King Kobold/Dungeon Boss Lt.50]

[Level : 250]

[HP : 650.278]

[MP : 25.000]

Anjing berwarna cokelat muda, mengenakan jirah yang terbuat dari kulit, membawa perisai di tangan kiri yang terbuat dari tempurung kura-kura, dan pedang di tangan kanan. Anjing itu duduk di Singgasana, dan di jaga oleh Kobold lain yang memegang senjata berbeda-beda.

Erina berdiri di depan Natan dan berjongkok. Ia meletakkan perisainya berada di depannya. "Light Shield!"

Mana berwarna biru muncul untuk sesaat sebelum berubah warna menjadi kuning keemasan, membentuk perisai besar setinggi dua puluhan meter dengan lebar empat puluhan meter.

Erina mengangkat pedangnya menghadap langit-langit ruangan. "Absolute Defense!"

Cahaya kuning keemasan terpancar dari ujung pedang yang diangkat Erina. Cahaya itu melesat naik, menghantam langit-langit ruangan dan menyebar ke segala arah membentuk pelindung berbentuk setengah bola.

"Caster Enhanchment!" Erina menusukkan pedangnya pada lantai dungeon.

Lingkaran sihir berwarna hijau muda muncul di bawah permukaan lantai, dengan ukuran yang sama seperti Absolute Defense, atau dalam radius 40 meter dari Erina. Dengan kemampuan ini, setidaknya cooldown akan berkurang dan kekuatannya akan meningkat sebanyak 40% dari damage awal.

Namun, jika musuh yang memasuki lingkaran, maka daya serang mereka akan menurun tergantung pada perbedaan level, tapi tidak dengan monster. Jika yang memasukinya adalah monster, maka daya serangan akan berkurang sebanyak 40%.

Natan berlutut seraya membawa Sako TRG. Ia mengunci sembilan target Kobold dengan skill pasif yang baru saja ia beli dan tingkatkan langsung sampai level delapan. Setelah semua target terkunci, ia menarik pelatuk dan mengaktifkan Increase Shot serta Curved Shot.

Peluru Mana melesat dan terlihat ada delapan peluru tambahan, yang kemudian delapan peluru tambahan itu bergerak ke delapan target terpisah, membunuh mereka semua dalam sekali tembak.

Ayumi yang berada di baris belakang mengangkat Magic Wand setinggi mungkin. "Thunderstorm! Fire Arrow! Fire Tornado!"

Mana berkumpul di langit-langit ruangan, menciptakan gemuruh yang menggelegar, dan secara tiba-tiba petir ungu mulai bermunculan dan menyambar ruangan seperti hujan.

Masih dengan petir yang menyambar, 14 anak panah muncul di belakang Ayumi dan melesat tajam bagaikan cahaya, menembak King Kobold.

Masih berlanjut, dua percikan api terlihat dan mulai berubah ukuran sampai mengenai langit-langit ruangan, yang kemudian berputar-putar bagaikan tornado, menggiling apapun yang berada di dekatnya.

Absolute Defense yang dibuat Erina mulai retak pada permukaannya karena terkena Fire Tornado, namun dalam sekejap mata kembali pulih setelah menghisap Mana Erina sebagai bahan bakar.

Natan tidak bisa hanya diam saja saat melihat Adik-adiknya bekerja. Ia berdiri mengaktifkan Appraisal dan Mapping untuk melihat keberadaan Kobold serta darah yang tersisa. Kobold terus berkurang setiap sepuluh detik, entah terbunuh sebanyak dua atau tiga.

Natan mengarahkan Sako TRG pada King Kobold yang terus berpindah, mengindari Fire Tornado meski itu sia-sia.

Bang! Bang! Bang!

Natan terus menembakkan Peluru Mana dari sniper, dan terkadang mengaktifkan Increase Shot dengan Lock Target, serta Curved Shot. Ia menembakkannya tanpa henti, tidak peduli di mana King Kobold mencoba untuk bersembunyi, meski di belakang pilar, ia akan tetap menembaknya.

Begitupun dengan Ayumi, ia terus mengeluarkan Thunderstorm dan Fire Tornado secara bergantian. Sedangkan untuk Erina, ia melepaskan Skill Cataclysm untuk menciptakan badai di dalam ruangan Dungeon Boss, dan melepaskan Sword of Thorns agar mengurangi tempat bersembunyi King Kobold.

"Ini sudah Pil Mana yang keempat." Erina mengeluarkan pil berwarna biru seukuran ibu jari dari dalam botol kimia. Ini adalah pil ciptaannya sendiri, dan tidak mengambil bentuk cairan karena terlalu boros.

Pil Mana buatan Erina bisa menambah 100 MP/s, dan tentunya itu sangat luar biasa, karena tidak dijual di NPC Shop.

"Ayumi, hilangkan Fire Tornado milikmu."

Ayumi menganggukkan kepalanya dan menuruti perintah itu tanpa mempertanyakan apa yang akan dilakukan Natan.

Ketika api sudah menghilang, Natan berbalik dan berlari sangat cepat, menuju pilar hitam yang berdekatan dengan pintu masuk.

Natan yang sudah bersebelahan dengan pilar itu berbelok ke kanan, melihat King Kobold yang mengalami luka bakar dan darahnya hanya tersisa 170.267 Point. "Mau sembunyi di mana kau?!" Ia mengayunkan pedangnya secara vertikal, dari bawah ke atas, menyerang lengan kiri King Kobold.

Serangan Natan tidak terlalu dalam, hanya menembus setengahnya saja, tidak benar-benar sampai terpotong.

King Kobold menurunkan lengan kirinya, membuat tangan Natan terdorong ke bawah. Kemudian menggunakan pedang di tangan kanan, ia menusuk Natan yang berada di samping kirinya.

Natan memiringkan tubuhnya dan menghindari tusukan pedang, kemudian ia menangkap pergelangan tangan King Kobold itu seraya mendorong pedangnya ke atas, sampai berhasil memotong lengan yang sudah ia serang tadi.

"Aarrgghh!" King Kobold berteriak kesakitan saat lengan kirinya terpotong dan terlihat darah segar yang mengucur deras.

King Kobold mengangkat kaki kirinya, mencoba untuk menendang pinggang kanan Natan. Namun sebelum sampai mengenai pinggang, pergerakan kaki kirinya terhenti saat terikat oleh rantai api yang muncul tiba-tiba.

"Keuk!" King Kobold memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya, dan terlihat sebuah pedang yang menembus dadanya dari belakang.

Natan juga ingin menyerang dada King Kobold, namun tidak mungkin untuk dilakukan jika hanya dengan satu tangan. Ketika ia baru saja memikirkannya, Kuro sudah berada di sampingnya dan menggigit kuat lengan kanan King Kobold.

Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Natan melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan King Kobold, dan menyerangnya menggunakan pedang yang dipegang dengan kedua tangan, menyerangnya pada bagian dada.

"Erina!"

Erina menganggukkan kepalanya, dan pergi menjauh dari belakang King Kobold.

Natan mundur beberapa langkah ke belakang, kemudian mengarahkan sniper pada dahi King Kobold, dan menembaknya tanpa ragu. "Increase Shot!"

Zrash!

Suara renyah yang mengerikan terdengar dari King Kobold, dan terlihat jika kepala monster itu telah meledak menjadi bubur daging dengan darah yang tersebar ke segala arah.

"Berhasil!"

...

***

*Bersambung...

1
Janu Ary
27 meter kubik itu 27x27x27 sangat besar itu volumenya kenapa jadi ukuran kamar normal ?
Janu Ary
untung bukan indodesi atau indoagus 🤭
muhadsa
367
muhadsa
mana skill meteor fall
muhadsa
ini baru keren..harusnya mc juga punya skill tipe aoe yang badas..
muhadsa
lah..langsung level 340..
muhadsa
mo lian ini mirip namanya dengan novel sebelah..mo lian si perampok makam..
muhadsa
miskin nama..kenapa gak bikin aja meta 1,meta 2 dan seterusnya..😄😄
muhadsa
kelihatannya skil kedua adiknya lebih keren dan op daripada skill mc sendiri yang hanya mengandalkan sniper..padahal kan mc punya job mage tapi gak pernah dipakai..
muhadsa
ngapain diubah,langsung tambah lagi saja..mage kan juga keren buat kerusakan aoe..
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣dasar bocil 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Game Game
kok 0 kan udh naik level
Game Game
ini mah hitungannya skill aktif
Eva
ᵘᵏᵘʳᵃⁿ ᵏᵃᵐᵃⁿ 200ᵃⁿ ᵐᵉᵗᵉʳ...2 ᵏᵃˡⁱ ᵘᵏᵘʳᵃⁿ ˡᵃᵖᵃⁿᵍᵃⁿ ˢᵉᵖᵃᵏ ᵇᵒˡᵃ ᵈᵒⁿᵍ...ᵃᵖᵃ ⁿᵍᵍᵃᵏ ᶜᵃᵖᵉᵏ ᵗᵘʰ ʲᵃˡᵃⁿ ᵈᵃʳⁱ ᵖⁱⁿᵗᵘ ᵐᵉⁿᵘʲᵘ ᵗᵉᵐᵖᵃᵗ ᵗⁱᵈᵘʳ...
CucuZeus: apa si jamet alay lu goblok
total 1 replies
Robby Tom
salah satu novel terbaik di NT 👍
Robby Tom
cerita yg bagus tapi author kenapa tidak membuat karya yg baru lagi ?
Jack Strom
2x nanggung... 😁😅😂🤣
ali maxsum
ada Lampung segala ini cerita nya negara apa Tiongkok apa Indonesia
ali maxsum
judulnya kok Sumatra padahal ini tinggal nya di Tiongkok 🤣
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱: kan mreka baru nyampe sumatera, klo g salah bird island adanya di wil sumatera island jg, msih jauh dri penyebrangan ke batam & singapura😄😄
total 1 replies
ali maxsum
kok ada kota cina juga ada jakarta,Lampung, Sumatra ini yg jelas negara apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!