Indonesia
NovelToon NovelToon
Perbedaan 18 Tahun

Perbedaan 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah pilu dari seorang gadis yang mengalami korban pelecehan seksual dari pamannya sendiri. Laila ayyatul Husna 16 tahun kelas 1 SMA yang harus berhenti sekolah karena kejadian memilukan tersebut, dia di siksa agar di sebuah saung di tengah-tengah kebun oleh pamannya sendiri, berhubungan dia bisa selamat dan kesucian nya masih selamat berkat seorang pria yaitu Yusuf Nur Syaikh 34 tahun yang sudah memiliki istri yaitu Siti Maryam

Akankah Laila bisa keluar dari rasa trauma dan syok atas kejadian tersebut, atau malah dia melakukan hal nekad karena malu. Yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Cemburu

Yusuf melangkah dengan tegasnya, menuju kamar dimana Iqbal tidur. Iqbal sama sekali tidak datang ke masjid ataupun ke madrasah, mana berani Iqbal datang untuk menyetorkan hapalannya. Sementara dia sama sekali tidak menghapal karena memang tidak mau.

Brak! Yusuf mendorong pintu. Iqbal yang sedang tidur terbangun tapi hanya membuka matanya.

” Assalamualaikum Iqbal” Yusuf terus menatap Iqbal yang sedang meringkuk itu. Imron mendengus sebal melihat Iqbal yang sama sekali tidak merespon, padahal suara Yusuf begitu keras.

” Iqbal, bangun" seru Imron dan Iqbal sama sekali tidak mau menoleh.

” Kumpulkan para santri yang tidak sholat tahajjud, tidak ikut sholat berjamaah, bolos menghapal, bolos sekolah” pinta Yusuf dan Imron mengangguk, Yusuf pergi untuk menyiapkan sesuatu. Bukan hanya Imron yang dia suruh, hukuman untuk para santri yang lalai, hukuman sekaligus menegur supaya para santri lebih giat dalam menimba ilmu.

Semua santri yang diminta oleh Yusuf di kumpulkan, mereka tidak sadar satu kali lalai mereka akan mendapatkan hukuman. Yusuf membasuh wajah dan rambut para santri seraya menepuk pucuk kepala mereka tiga kali seraya berdoa, supaya menjadi anak yang Sholeh dan tidak malas lagi untuk menjalankan ibadah.

” Iqbal maju" titah Raihan dan Iqbal maju. Iqbal berjongkok dan diam saat kepalanya di guyur air perlahan, di tepuk tiga kali dan entah doa apa yang dibacakan Yusuf.

Dari kejauhan Laila yang sedang menggandeng tangan Zaenab memperhatikan suaminya, Iqbal buru-buru pergi saat melihat Laila.

” Itu air apa sebenarnya?” tanya santri yang belum pernah di hukum.

” Air yang sudah di do'akan ustadz, mau coba?” sahut santri lain dan santri tersebut menggeleng kepala sambil tersenyum.

Laila melangkah pergi untuk mengantarkan Zaenab pulang, sudah cukup lama Zaenab bermain dengannya dan mouza. Setelah mengantarkan Zaenab Laila kembali pulang dan saat masuk ke dalam rumah dia mendengar suara ponselnya berdering. Laila lekas mengambil ponselnya dan duduk.

” Assalamualaikum a" kedua mata Laila berbinar-binar, untuk pertama kalinya setelah Rizky pergi, Rizky menghubunginya.

” Waalaikumsalam neng, gimana sehat?"

” Alhamdulillah, aa gimana? kenapa aa nelepon. Emang gak kerja?”

” Lagi istirahat neng, aa sehat. Aa kepikiran Laila jadi langsung nelepon”

Laila tersenyum tipis.

” Tumben, ada maunya pasti”

” Neng”

” Apa?”

” Mintain nomor hp nya teh Asila neng, nanti aa kirimin pulsa" bujuk rayu seorang pemuda yang sedang jatuh cinta.

” Tuh kan, aa dengerin Laila baik-baik ya. Teh Asila pulang, katanya ada pemuda yang mau ketemu sama teh Asila. Aa udah dewasa, gak perlu Laila jelasin secara rinci aa juga pasti paham” tutur Laila dan di seberang sana Rizky merasa syok mendengarnya.

” Jangan main-main neng, aa beneran marah kalau kamu main-main” Rizky kesal.

” Siapa yang main-main, Laila serius”

Rizky terdiam, tidak bersuara lagi. Hanya hembusan nafasnya yang terdengar, Laila menjauhkan ponsel dari telinganya dan menatap layar ponselnya sekilas, lalu dia tempelkan kembali ponsel di telinganya.

” Aa?” panggil Laila, dan Rizky baru tersadar dari lamunannya.

” Neng aa harus kerja, nanti kalau udah pulang aa beliin pulsa. Assalamu'alaikum" terdengar begitu serak, terdengar Rizky yang buru-buru menyudahi panggilan membuat Laila khawatir.

” Wa'alaikumus salaam” jawaban salam dari Laila pun tidak didengar Rizky, karena Rizky terburu-buru mematikkan panggilan.

****

Waktu berbuka puasa tiba, Laila meletakkan nasi, lauk pauk ke atas piring para santriwati. Takarannya sudah di atur, jika mau nambah boleh. Hanya saja habiskan terlebih dahulu yang diberikan Laila, hal tersebut berguna untuk mencegah makanan yang terbuang sia-sia.

” Umi disini” seru Aam saat Laila melangkah dan kebingungan mencari tempat duduk, Laila tersenyum dan melangkah mendekati aam dan teman-temannya. Semua santriwati adalah temannya, namun ada yang dekat dan ada juga yang tidak menyukainya.. Usianya yang masih muda, menjadi keraguan. Apakah bisa gadis remaja yang sebentar lagi akan berusia 17 tahun itu bisa menjadi istri yang baik untuk Yusuf.

” Umi, emang ibunya umi jualan takjil di terminal ya?” imbuh Husna bertanya. Laila menoleh dan mengangguk.

” Iya, kenapa teteh tahu?”

” Mamah aku kan katanya beli takjil, terus ngobrol. Eh ternyata penjual takjil nya ibu nya umi Laila” Husna menjelaskan, dia tahu hal tersebut setelah ibunya tadi siang menelepon.

” Oh" singkat Laila.

Fatma yang mendengar, terdiam.

****

Malam ini, adalah jatah Laila. Yusuf terus meringis kesakitan tapi dia tetap tersenyum. Puasa dan juga sibuk di sawah bukanlah hal mudah dilakukan, Yusuf sedang sakit karena terlalu lelah.

” Umi, sakit. Pelan-pelan” pintanya lirih. Laila cemberut, bingung.

” Laila udah pelan-pelan, tubuh aja yang besar gagah di kerokin menjerit-jerit.” Cibir Laila dan Yusuf terkekeh-kekeh.

” Memang sakit, Laila. Pelan-pelan saja neng” setengah memohon Yusuf memintanya. Laila akhirnya menggesekkan koin di punggung suaminya perlahan.

” Geli neng” protes lagi.

” Sudah ah, Laila malah capek dengerin Abi protes terus" Laila berhenti dan Yusuf menoleh.

” Yang sebelah kirinya belum, neng”

” Kerok aja sendiri” Laila benar-benar tidak mau melanjutkan, Yusuf benar-benar berbalik dan menatap istrinya lekat.

” Sebentar lagi, ayo" menarik-narik tangan Laila pelan, Yusuf kembali duduk membelakangi Laila. Laila kembali mengerok punggungnya. Laila diam-diam menatap punggung besar suaminya itu sambil tersenyum, Yusuf juga diam dan sesekali meringis. Setelah selesai, Laila maju lebih dekat. Dia jatuhkan dagunya di bahu suaminya dan Yusuf menoleh.

Cup kiss...

” Abi” Laila terkejut dan kedua matanya membulat.

” Ngapain umi begitu, jadi Abi cium kan jadinya” Yusuf tersenyum dan Laila juga tersenyum.

” Abi”

” Hemm?”

” Laila mau belajar silat boleh gak sih?”

Yusuf terkekeh-kekeh mendengarnya.

” Kegiatan umi udah banyak, Abi sudah menghitungnya. Jangan terlalu capek”

” Abi gak mau ngajarin Laila? kalau Laila minta di ajarin kang Imron boleh?"

” Astaghfirullah” Yusuf menoleh dan menatap Laila dengan wajah pias, karena cemburu.

" Boleh?”

” Abi sentil ya, atau mau Abi cubit?” Yusuf tersenyum dan Laila cengengesan.

” Mau duduk di pangkuan Abi" pinta Laila dan Yusuf menepuk pangkuannya, Laila merangkak naik ke atas pangkuan suaminya dan Yusuf memeluknya.

” Kalau Laila udah dewasa banget, masih boleh duduk di pangkuan Abi?" Laila mendongak dan menatap suaminya.

” Umi sekarang juga sudah dewasa”

” Ya beda, nanti kalau Laila udah dua puluh tahun masih boleh duduk begini?”

” Boleh" jawab Yusuf sembari mengangguk. Laila merasa senang dan bahagia, dia sandarkan kepalanya di dada suaminya itu.

****

Keesokan harinya, cuaca begitu sangat panas hari ini. Laila sedang menyapu di rumah Salamah, dan Zaenab tidak berhenti memeluknya dari belakang. Laila takut jatuh dan menindih Zaenab, dan meminta Zaenab untuk duduk tapi Zaenab menolak. Salamah sedang sakit, Laila yang tahu dari Zaenab langsung datang ke rumah Salamah. Salamah bahkan tidak mengajar mengaji.

” Umi mau makan" pinta Zaenab, sudah seperti kepada ibunya sendiri.

” Dih gak puasa” goda Laila.

” Aku gak sahur umi" Zaenab cemberut.

” Ya sudah, tunggu disini. Sama telur ceplok atau telur dadar?”

” Telur dadar aja umi, umi suapi Zaenab ya” Zaenab tersenyum dan Laila mengangguk. Zaenab menunggu dan Laila pergi terlebih dahulu ke kamar Salamah, sebelum itu dia mengetuk pintu kamar Salamah.

” Teteh ke puskemas aja, mau sama aa atau sama Laila?" Laila khawatir melihat wajah pucat Salamah.

” Emang umi bisa bawa motor?"

” Bisa, tenang aja Laila gak bakal bawa teteh jatuh. Insyaallah” Laila tersenyum dan Salamah terkekeh.

” Terima kasih, umi sudah mau repot-repot jagain Zaenab. Beres-beres juga, aku jadi gak enak sama umi Laila” lirih Salamah.

” Teteh jangan gitu, teteh bisa minta Laila. Apa pun itu kalau Laila bisa membantu, Laila usahakan. Teteh istirahat aja sekarang, nanti sore kita ke puskesmas. Nanti Laila bilang sama aa” Laila menarik selimut dan Salamah mengangguk.

Laila pergi untuk membuat telur dadar keinginan Zaenab.

****

Sore hari, Laila bingung karena suaminya sedang pergi dengan Maryam, sudah pasti motor di bawa. Kata Salamah, Laila bisa meminjam motor Raihan tapi Laila bingung cara ngomongnya bagaimana.

” Assalamu'alaikum umi Laila" ucap Raihan dan Laila terkejut.

" Wa'alaikumus Salaam.”

” Umi Laila mau pergi, tadi teteh ngirimin pesan sama saya. Ini kuncinya" Raihan mengulurkan kunci dan Laila sama sekali tidak mengangkat kepalanya ataupun menerima kunci dari tangannya. Raihan tersenyum dan menggantungkan kunci motor di pagar.

” Silahkan kalau mau pakai, hati-hati”

” Hatur nuhun ustadz" Laila mengambil kunci perlahan-lahan dan Raihan mengangguk.

Melihat perbincangan singkat keduanya, ada dua laki-laki yang terbakar rasa cemburu. Yusuf diam memperhatikan Raihan yang menatap istrinya begitu dalam, dia baru saja pulang. Masih di atas motor dan Maryam dia bonceng. Di tempat lain, Iqbal mengepalkan tangannya. Melihat Laila berbicara dengan Raihan. Dia cemburu, tanpa alasan dan tanpa memiliki hak apapun.

Laila sudah naik ke atas motor dan melihat suaminya datang.

” Kalau tahu Abi sama ibu sebentar, mending aku tungguin tadi" Laila berubah pikiran untuk meminjam motor Raihan, Maryam masuk ke dalam rumah entah membawa apa dan Yusuf mendekati istrinya.

” Assalamu'alaikum”

” Wa'alaikumus Salaam Abi. Laila kira lama, jadi Laila mau pinjam motor ustadz Raihan” lirih Laila dan bingung melihat ekspresi wajah suaminya.

” Pakai motor Abi saja" kata Yusuf lalu memberikan kunci motornya, Laila menerimanya dan turun dari motor." Biar Abi yang ngasih kunci motornya sama Raihan" Yusuf menarik kunci motor Raihan perlahan dari tangan Laila. Laila hanya mengangguk, tanpa mau banyak bertanya.

1
Dysha♡💕
luar biasa
Dysha♡💕
aduh ga di jelasin ya Thor malam pertamanya,,,
Fatma Juniansyah
sudah berapa kali baca.dan saya juga kasih tau ke teman kalau ada bacaan yang bagus.saat ini mau kasih tau ke anak gadis supaya baca mana tau bisa contoh lailanya aa Yusup.aamiin
Nur Maryam
aku jadi gimana gitu y orang2 di komen menghina Maryam soalnya nama aq juga Maryam🥲
tp y di novel ini memang yg salah si karakter Maryam ini
Lina Herlina
baca yang ke 5 kali nya gak pernah bosan😊
Zahro Mbk Jr.
Bagus banget aku bolak balik baca gak bosenin banyak hikmah sekaligus ilmu yang dapat kita ambil di cerita ini love sekebon untuk author yng sudah membuat novel ini
Qudsiyah Agus
aku sudah membayangkan suaranya
Ka Za
untuk kesekian kalinya kembali ke Novel favorit ku ini, Selalu semangat berkarya kak Mela 😊😍
MelMel
sula banget sama ceritanya, ga pernah bosen buat baca ulang
Ai Ai
tebel bener tu muka,👿
Ai Ai
Ada. ya orang jahat kaya gitu, pantes sering sakit dan sulit punya keturunan, hatinya kotor👿
Ai Ai
jadi orang ngarep boleh, tapi jangan malu maluin🤣🤣🤣
Rizqinur Hayati
bagus alur ceritanya dan dapat menambah ilmu
Rizqinur Hayati
alur ceritanya bagus dan dapat menambah ilmu
nisutt
Seru banget ceritanya, walaupun udah baca berulang kali tapi ga ngebosenin.
Lilisdayanti
sok siah ngomong ken Batur,eta biwir bisa jontor gera sok,,pamali ualah sok nga gosip 🤭
Lilisdayanti
hadir siapa tau lucu,, karena aqu lagi bosan sama yg mehek mehek 🤭siapa tau ceritanya sama kaya Sagara dan king,,
Nurjanna Nhanna Jhe
luarbiasa
padahal bacanya dah berkali-kali masih ajha 😘😘😘😘
Deistya Nur
masyaallah bagus bnggt
Alis
ceritanya bgus dan banyak sisi positif yg bisa diambil dri cerita in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!