Indonesia
NovelToon NovelToon
Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: aulina alfiana

*Sekuel dari Sang Casanova*


Velia mencintai teman masa kecilnya, bahkan sudah dianggap saudara sendiri. Tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan.


Bara ternyata mencintai perempuan yang dari awal bertemu sudah memasuki hatinya. Hingga sesuatu terjadi pada hubungan mereka berdua.


Pertemuan pertama setelah sekian lama tidak bertemu, membuat Bara menginginkan Velia lebih dari seorang teman ataupun saudara, apalagi Bara tau perjodohan rahasia dirinya dengan Velia.


Apakah Velia akan memilih Bara, yang merupakan cinta pertama nya?? atau dengan laki laki lain yang sudah mengisi kekosongan hatinya selama ini??


Simak saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Yang Berbeda

"Kamu kenapa??"

Bara yang sudah selesai urusannya, langsung saja menghampiri Vee, ia tau kalau Vee sedang tidak baik baik saja.

"Eh...aku....aku tidak apa apa.", bohong Vee.

Tidak mungkin juga ia mengatakan yang sebenarnya, kalau ia menangis meratapi kesedihan nya, meratapi cinta nya yang bertepuk sebelah tangan, meskipun sekarang sudah ada Gery di dalam hatinya. Namun, untuk menghilangkan nama Bara, rasanya masih begitu sulit ia lakukan.

Bolehkan ia egois?? menginginkan ke-dua nya??

Tentu tidak?? Vee tidak bisa serakah dan tentunya ia sudah tidak punya pilihan lagi. Dan kini saatnya bukan saatnya untuk memilih, tetapi menyingkirkan dimana nama Bara berada.

"Bohong!! kamu menangis??"

"Aku tidak menangis, aku hanya keliliban saja."

Bara menggeleng, ia tau Vee bukan hanya sebulan dua bulan, bahkan sejak kecil laki laki itu sudah mengenal baik Vee, susah senang semua sudah pernah ia lewati bersama.

"Aku sudah mengenal kamu lama."

"Kalau kamu tau mengapa juga harus bertanya. Kalaupun aku nangis, aku nangis bahagia.", kilah Vee lagi.

Grepp

Bara dengan cepat merengkuh tubuh Vee dan memeluknya, disamping ia menenangkan Vee, ia juga ingin mengetahui bagaimana letak hati dan perasaan yang sebenarnya.

Deg

Deg

Deg

'Perasaan apa ini?? mengapa kali ini aku merasa ada yang berbeda dengan hatiku?? tidak?'

Bara melepaskan pelukan nya, "Terimakasih, kamu telah menangis bahagia untukku, aku pun sama....semoga kamu bahagia dengan Gery."

Vee mengangguk, kemudian mengalihkan perhatian nya ke yang lainnya, tidak ingin terlihat mengeluarkan air matanya lagi, meskipun air mata nya kini sudah mulai menggenang.

Bara hanya diam, ia tidak ingin mengganggu Vee, biarlah gadis itu berkeliling ruangan ini, mungkin saja memang ingin sendiri dengan suasana hatinya yang sedang tidak menentu.

"Cantik.",

Satu kata lolos dari bibir Bara, dari kecil hingga Segede ini, Bara baru memuji kecantikan Vee. Entah setaan dari mana, bibirnya bisa berucap manis seperti itu. Biasanya, laki laki itu selalu berucap kasar, bahkan sangat menyakitkan.

Lama Bara melihat Vee yang asik berbincang dengan seseorang yang menangani ruangan ini, hingga ia melihat jam yang melingkar di tangannya.

"Sudah saatnya pulang."

Bara mendekati Vee, dan mengajak gadis itu untuk pulang, karena juga hampir malam.

"Pulang yuk."

Ajak Bara dengan suara lembut di telinga Vee, membuat Vee jadi merinding seketika.

"Ayok."

Vee malahan merinding, suara Bara melebihi waktu malam Jumat ketika ia sedang menonton film horor, yang ini lebih merinding lagi.

Hingga gadis itu memilih untuk jalan di depan Bara, tidak ingin di samping Bara.

Melihat Vee yang salah tingkah, Bara malahan tersenyum. Senyuman yang jarang di perlihatkan oleh orang lain, karena senyuman Bara itu sangat mahal, tidak sembarang orang bisa menikmati senyuman itu.

"Mau langsung pulang atau??"

Bara kembali membuat Vee kaget, bersamaan dengan tangan laki laki itu yang membuat pintu mobil.

"Pulang saja.", jawab Vee singkat.

Kemudian Vee masuk dengan perasaan dan jantung yang berdegup sangat kencang, entahlah.... perasaan nya sore ini malahan seperti ini, tidak biasa biasa nya.

Bara mengelilingi mobil, kemudian masuk ke dalam mobil dengan kembali tersenyum.

Laki laki itu melirik Vee sekilas, ia kemudian beranjak mendekati Vee karena melihat Vee belum memakai sabuk pengaman nya.

"Mau apa??"

Vee dapat merasakan hembusan nafas Bata yang dekat dengan bibirnya, dan itu membuat Vee jadi salah tingkah, tetapi....Bara hanya tersenyum, sembari tangan nya merogoh sabuk pengaman dan klik...

'Astaga...aku mikir apa.'

"Pakai sabuk pengaman, di depan ada polisi.", jawab Bara.

Vee hanya mengangguk, dengan pipi yang sudah berwarna merah karena menahan malu dan juga pikiran yang sudah kemana mana.

'Bodoh!! mana mungkin Bara mau menciumiku?? kamu bodoh dan gila Vee!!'

Namun Vee seger menetralkan kembali hati dan pikirannya itu, ia tidak ingin terlihat bodoh dan juga terlihat pengen di cium oleh Bara, yang benar saja.

Setelah memastikan semua nya aman, Bara melajukan mobilnya, ia malahan senyum senyum sendiri mengingat kelakuan Vee tadi.

"Bar....depan berhenti bentar ya??"

"Depan??", Vee mangangguk.

"Depan bukannya deretan penjual jajanan ringan kesukaan anak sekolah??", tanya Bara.

"Iya....aku mau beli cilok. Kan aku juga masih anak sekolah. Belum lulus juga."

Bara menepikan mobilnya, kemudian tangan nya mengambil dompet di dalam sakunya.

"Buat jajan."

Bara menyodorkan dua lembar uang merah, tetapi Vee menggeleng.

"Aku masih ada.", tolak Vee dengan mendorong kembali tangan Bara.

"Terima Vee. Aku baru jadian.", sombong nya dengan kembali menyodorkan dua lembar uang merah ke yang Vee, dan kali ini...Bara langsung meletakkan di telapak tangan Vee.

"Dasar sombong!!"

Bara tidak marah, ia malahan cekikikan sendiri. Memang ia selama ini selalu sombong dan semena-mena, karena merasa dirinya hebat dan juga punya segalanya.

Vee keluar dari mobil, dengan membawa uang yang di berikan Bata tadi.

"Ciloknya dua bungkus bang. Pedes."

"Bentar ya neng."

Vee mangangguk, kemudian menunggu pesanan nya dengan duduk di tempat yang lebih nyaman. Karena melihat antrian ciloknya yang lumayan banyak.

Sembari menunggu, Vee mendongakkan wajahnya ke langit, melihat awan yang semula masih terang, kini sudah berubah menjadi gelap gulita.

'Kalau hujan bagaimana??'

Dan benar, baru saja bibirnya berucap....hujan sudah turun dan membasahi dirinya, tentunya hanya diirinya dan beberapa pembeli saja, karena bapak penjual itu memiliki gerobak dan tenda besar.

"Hujan??"

Bara yang melihat Vee kehujanan, atau malahan sengaja hujan hujanan, langsung saja mengambil payung dan menyusul nya.

"Nakal!! kenapa tidak berteduh??"

Bara sudah berada di samping Vee, dengan payung yang menaungi mereka berdua dari hujan.

"Ih...aku kan pengen hujan hujan an."

"Ini neng."

Vee mengambil pesanan miliknya, kemudian membayar, setelah itu berlari karena ingin hujan hujanan, dan tidak ingin dipayungi Bara.

"Nanti kami sakit Vee??", teriak Bara.

"Aku ingin main hujan Bar, sebentar saja!!", jawab Vee tak kalah berteriak.

Bara menggeleng, ia hanya melihat tingkah Vee saja, membiarkan gadis kecil itu bermain dengan hujan sebentar saja.

Merasa sudah cukup lama membiarkan Vee mainan air hujan, Bara pun menghampiri gadis itu.

"Pulang nakal!!", seru Bara dan langsung menggandeng tangan Vee dengan satu tangan nya masih memegang payung.

Bara membukakan pintu untuk Vee, kemudian laki laki itu, membuka pintu belakang dan mengambil handuk yang memang sudah ada di mobil.

Bara membuka pintu mobil untuk dirinya sendiri, lalu memposisikan dirinya mendekat ke arah Vee.

"Keringkan rambut kamu, biar tidak kedinginan."

Bara menyerahkan handuk itu, tentu dengan melihat wajah Vee yang nampak begitu cantik jika sedang basah seperti ini.

Vee yang serba salah karena dilihat oleh Bara, memalingkan wajahnya dan segera mengusap rambut nya dengan handuk.

Merasa sudah nyaman, Bara langsung melajukan mobilnya, tetapi....

Di tengah perjalanan, ia melihat Vee yang menutup tubuh nya dengan kedua tangan nya, Bara tau kalau Vee sedang kedinginan.

Laki laki itu menepikan mobilnya dipinggir jalan yang nampak sepi.

Bara membuka jaketnya, untung saja jaket nya tadi tidak basah, dan memakai kan ke tubuh Vee.

Bara tidak langsung beranjak, setelah ia menyelimuti tubuh Vee, ia malahan terdiam dan menatap Vee dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

Laki laki itu semakin mendekat...bahkan tangannya sudah merapikan rambut Vee dan juga membe_lai lembut wajah Vee dari kening hingga turun ke bibir...

Vee menggeleng, tatkala tangan Bara sudah mulai bermain main di bibir nya yang basah tetapi malahan menggoda untuk Bara.

Gadis itu tau, apa yang akan terjadi setelah ini. Dan ia berusaha kuat untuk mendorong tubuh Bara, tetapi... Bara dengan cepat menahan tangan Vee dan ....

"Bara aku eng-----"

"Mphhhhh."

Belum selesai Vee berucap, bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Bara. Vee yang tak kuasa untuk melepaskan tautan bibir Bara, hanya memejamkan mata nya.

Begitu juga dengan Bara, ia melu_mat bibir Vee , dan menggigit kecil bibir bawah yang menggoda itu.

Vee pasrah, ia membuka bibirnya dan membiarkan lidah Bara menguasai seluk beluk di dalam bibirnya itu. Hingga, Vee yang sudah terbuai dengan permainan bibir Bara, ikut melu_mat dan membelit lidah satu sama lain...

Bara tersenyum, ia juga memejamkan mata, tatkala pagu_tan mereka semakin memburu, tentunya sama sama merasakan sesuatu yang tidak biasanya.

'Mengapa rasanya berbeda, dan aku nyaman dengan ini. Meli...maafkan aku, aku tidak bisa membohongi hatiku, kalau aku juga mencintai Velia.' Batin Bara dengan terus mencecap manis nya bibir Vee.

1
Dewi Yanti
jangan dampe balik ke bara lg, anrh ko ada papa yg lebih sayag orag lain drpd putrinya sendiri
falea sezi
bara egois cwek ny jg goblok yg tulus geri. kok malah balik ke bara oon lu.. lu cm. di jadikan ban serep doank saat meli uda gk. perawan
Kiki Cuex
Typonya kebangetan thor🤣
Kiki Cuex
Suka bgt sama ceritanya tapi typo nya banyak banget
Qaisaa Nazarudin
Aku benar2 kecewa dgn alurnya..😩
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Veli terlalu lemah dan gak tegas dlm sikapnya, Kalo aku sih milih egois aja dan nikah dgn Gery, gery juga nerima kamu apa adanya..
Qaisaa Nazarudin
Aku kecewa dgn kamu Ger yg kurang gercep..Sekarang kamu akan menyesali atas kebodohan kamu yg lebih mementingkan kerja dr wanita mu,,
Qaisaa Nazarudin
Noh Veli kamu denger kan sekarang?? buka telunga kamu lebar2,Bara sudah merencana kan semua ini, Kamu nya aja yg BODOH dan BEGO masih aja percaya dgn topeng pertemanan dr kalian masih kecil, Dasar Ogeb..🤦🏻‍♀️😡🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Ck Kecewa aku dgn alur nya novel ini Sumpah,,,🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan terlalu percaya sama cowok, Apalagi kalian hanya berduaan, harusnya kamu bisa mikir itu Veli..
Qaisaa Nazarudin
Pasti karena Dio tau gimana Bara, Pasti Dio juga tau apa yg Gery gak tau, Bara pasti akan merebut Veli kembali, Makanya Dio berpesan ke Gery kek gitu, Jgn terlalu percaya dan terleba dgn kalian yg sudah saling mencintai ya Gery, Ingat dulu Bara dan Meli juga saling mencintai, Tapi nikahnya sama siapa sekarang, Jadi kamu harus gercep Gery, jgn sampai kamu juga NYESEL nanti nya..
Qaisaa Nazarudin
Itulah dunia PERNOVELAN ,, Kalo dunia nyata mah mana maunya kek gitu..🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Noh akhirnya kamu sadar, Awas saja kalo kamu kembali lagi ke Bara..Aku tunggu kamu di pertiga tikungan 😂
Qaisaa Nazarudin
Nah ini pilihan yg tepat menurut para readers, tapi rasa nya tidak utk outhor, pasti outhor akan menjodohkan Veli dgn Bara lagi, Biasanya aku baca di mana2 novel kan gitu alur nya, outhor super tega mengecewa kan para readers hik hik…😩😩
Qaisaa Nazarudin
Masih aja egois nih ortu, Menurut ku mmg lebih bagusnya Veli itu udah pergi, kalo perlu nikah sekalian dgn Gery, Aku dukung, Mungkin apa yg di rasakan Bara saat ini itu mungkin Karma buatnya,Biar dia tau apa yg Veli rasa kan selama ini, Harusnya kamu mendukung anak mu sendiri bukan nya Bara, Ck payah..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Yeezzzz 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻 Dan di saat seperti ini, Aku ingin egois dan Veli lanjut nikah dgn Gery, Biarkan Bara hidup dgn penuh penyesalan…
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk… Aku hanya mampu jingkrak2 💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
Qaisaa Nazarudin
GILA EGOIS BANGET, VELI JUGA KENAPA LEMAH BANGET SIH..
Qaisaa Nazarudin
Ck Veli lebih baik DICINTAI dari MENCINTAI yg ada kamu yg sakit nanti, Kenapa sih Veli ngotot banget sama Bara, kayak gak laku aja, lama2 aku yg kesel dgn sikapnya Veli ini..🙄🙄🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Noh apa sekarang kamu gak sadar2 juga Vel.. Sadar dong, Kamu harus bisa ngelupain dia, kamu pacaran aja sama Gery, kita liat Bara akan kelimpungan, Kamu udah selalu mengalah dan menyakiti perasaan kamu sendiri selama ini, Kalo aku jadi kamu PERSETAN DENGAN PERJODOHAN itu…😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!