Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Idaman

Suami Idaman

Status: tamat
Genre:Poligami / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:37.5k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Kisah tentang kehidupan rumah tangga dengan dua orang istri di dalamnya, Tidak disangka cerita hidup yang tergores kan di luar ekspetasi. Mampukan mereka menjalani hingga akhir dan terus bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terungkap ada yang lain

Kembalinya Nala setelah obrolan empat mata dengan Arya, kini wanita itu sudah berada di samping Tari duduk dengan sangat manis. Ia menatap teduh wanita yang belakangan ini telah menjadi sumber rasa perih yang telah menyerang.

Siapa pun tidak bisa dengan mentah menyalahkan. Dan konteks masalah seperti ini sesungguhnya tidak bisa mencari siapa yang salah. Hanya keadaan dan takdir yang membawanya hingga ke jurang nestapa.

Semua orang tidak bisa memilih takdirnya akan seperti apa, namun seseorang dapat memilih menjalani hidupnya dengan apa. Apakah dengan kesabaran? Dengan dendam? Atau dengan kasih sayang? Bisa juga yang paling sulit adalah dengan memaafkan.

Dengan berbekal senyum yang lebar serta pancaran mata yang jernih, Nala memberanikan diri untuk bertanya kepada Tari tentang hal yang mungkin sangat sensitif bagi sebagian orang.

"Mbak"

"Iya Non, apa yang mau Non Nala bicarakan pada saya?" Tari menggenggam tangan Nala yang halus. Tidak heran, karena Nala sama sekali tidak diperbolehkan melakukan hal berat. Tangan itu diperbolehkan Arya hanya untuk mengusap wajah tampannya.

"Mbak sudah cin-ta sama Mas Arya?" Ucap Nala terbata dan sepelan mungkin.

Dengan perasaan yang deg-degan nyaris meledak, Nala mencoba mengatur nafas. Mempersiapkan kondisi jantung dan paru-paru jika sewaktu-waktu mengalami komplikasi ketika mendengar jawaban iya.

Yang sesak dan berdetak kencang akan menjadi satu. Membentuk gundukkan butiran kegalauan yang siap mengelu-elukan Nala. Gara-gara dia yang terlalu kasihan sama orang lain, mengabaikan rasa kasihan pada organnya sendiri. Terutama hati.

Tari yang sejak awal menyambut hangat Nala untuk berbicara, mendadak bungkam. Ada jeda sepersekian detik antara pertanyaan dengan jawaban.

"Cinta antara Non Nala dan Pak Juragan suami sangatlah kuat. Kalian begitu harmonis. Mana bisa di katakan ada remahan cinta lain di antara kita."

Iya, memang yang dikatakan Tari benar. Tapi masalahnya, pertanyaannya adalah dia cinta atau tidak dengan Arya.

Dengan jawaban Tari yang berbelit dan memutar, jika dilihat menurut filosofi bertajuk cinta, maka jawabannya adalah iya, dia mencintai Arya.

Nala tidak meneruskan pertanyaannya. Ia malah menggantinya dengan petuah. Memang sejak awal Nala memutuskan untuk bertanya seperti itu merupakan hal yang akan memperparah luka.

"Mbak, jika memang mau memanggil Mas Arya dengan sebutan Mas, lakukanlah dengan tidak menutupi dari siapapun. Aku gak apa-apa kok Mbak" Nala tersenyum secerah mentari.

"Kita sama-sama istrinya." Tambahnya lagi sembari menarik tangannya dari genggaman Tari. Nala tidak mau sampai madunya tahu kalau dirinya sedang gugup.

"Non Nala, saya hanya tidak mau menyamai kemesraan Non di khalayak umum. Entah kenapa jika itu saya lakukan, maka akan menyakiti perasaan Non." Ujar Tari.

Penuturan Tari terdengar begitu peduli di telinga Nala. Sehingga membuat istri kesayangan Arya semakin merasa tidak enak hati.

Dia yang memulai semuanya. Saat awal membawa rumah tangganya ke jalan yang rumit, Nala hanya berfikir Arya akan segera memiliki keturunan. Sesingkat itu dia berfikir.

Namun, seiring berjalannya waktu, dia baru sadar bahwa diantara sepasang suami dan istri pasti ada cinta. Entah dari keduanya atau bertepuk sendiri. Nala tidak sampai berfikir kesana.

Sementara Tari sibuk berbincang dengan Nala, kesempatan ini tidak di sia-siakan begitu saja oleh Arya. Dengan bantuan Yudis mengawasi kedua istri sang Juragan, Arya dapat menyisir bagian luar kamar Tari.

Mata elang Arya menyapu setiap benda yang mungkin tidak masuk dalam kategori barang dicurigai. Pohon, batu, dedaunan, daun kering berserak serta hembusan angin patut di waspadai.

Beberapa kali penjagaan pengawal Arya terterobos oleh manusia itu, manusia hilir mudik yang telah berinteraksi dengan Tari. Padahal penjagaan sudah ketat sedemikian rupa dengan jumlah pengawal yang tidak sedikit.

Akankah manusia yang dicurigai Arya sebenarnya bukanlah manusia, melainkan lelembut. Atau bisa jadi dia memang manusia tapi memiliki ilmu seperti Arya.

Sampai pada akhirnya, Arya menghentikan pencarian dengan kening yang berkerut melihat sebuah batu. Kemudian lelaki itu mengangkatnya dan di baliknya ada daun kenikir sebanyak satu tangkai.

Ini pasti sebuah kode untuk wanita itu.

Di lingkungan Arya, tidak ada tanaman ini tumbuh dengan jarak yang dekat. Jadi tidak akan mungkin ada daun ini terhempas oleh angin dan angin pula yang menaruhnya di balik batu.

Saat hendak mengambil tanda itu, ada sebuah tangan menepuk pundak Arya.

"Mas Arya"

Arya menoleh, Lelaki itu tak habis pikir kenapa Tari bisa kesini. Seharusnya Tari sedang bercengkrama dengan Nala di bawah pengawasan Yudis

Eh tunggu, itu Tari tapi bukan. Kasat mata memang itu adalah Tari, namun mata batin Arya menangkapnya bukan. Belum sempat merekamnya dalam memori sosok itu menghilang.

Arya kembali mencurahkan atensinya pada kode yang di temukan. Nahas, kode itu juga hilang bersamaan dengan sosok berupa Tari.

Arya tanpa membuang waktu untuk berjalan langsung melesat demi memastikan keadaan.

Wuuussshh..

"Yudis" Panggil Arya, Yudis yang telah terbiasa dengan kedatangan juragannya tiba-tiba, langsung menundukan kepala.

"Ada yang bisa saya bantu Juragan?"

"Apa wanita itu pergi ke tempat lain di bawah pengawasanmu?"

"Tidak Juragan, sejak tadi Mbak Tari terus bercengkerama dengan Non Nala. Dia tidak pergi kemanapun."

.

.

.

Bersambung...

1
nobita
jangan lupa like di setiap episodenya ya pemirsahhh
Zenun: hihihi
total 1 replies
nobita
kapook kamu Tari jangan berharap lebih deehh... kamu itu harus tau batasan... Arya gak nganggap kamu itu istri nya... hanya debu berterbangan...
Zenun: iyaps betul
total 1 replies
nobita
sakit hati gak tuhh lagi lagi di cuekin sama juragan Arya...
nobita
hmhhmm setelah Galang dan Aira.. kita mampir di sini para readers
Ruzita Ismail
Luar biasa
Teteh Lia
entah itu part 1 atau part 2. semuanya keren..
terimakasih untuk cerita keren ini, di tunggu karya2 Kaka selanjutnya 🙏
🌹🌹🌹
Zenun: terimakasih kak udah mau mampir dan kasih hadiah
total 1 replies
Teteh Lia
eaaaa,,,,, aq bacanya meleyot ini tuh ...
Zenun: ea ea ea
total 1 replies
Teteh Lia
ternyata di pantau, Bapake dongggg 🤭
Zenun: iya begitulah
total 1 replies
Teteh Lia
👍 buat Yudis.
Teteh Lia
lah,,,, aku wis curiga sing awal lho kak,
Teteh Lia
aduh, malah main teka-teki. aku ora paham jawabane🤦‍♀️
Teteh Lia
masih setia menunggu karya baru Kaka autor, 🌹🌹
Zenun: dikit lagi, masih tahap pengeditan
total 1 replies
Teteh Lia
cah gemblung tralala kesayangan ayah Arya nih, senggol donk 🤭💃
Zenun: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Teteh Lia
ketar-ketir ga tuh. wkwkwk
Zenun: hehehe
total 1 replies
Teteh Lia
sembelit di hati? 🤔
Zenun: 😁😁😁😁😁 mbuh lah
total 1 replies
Teteh Lia
wkwkwk,... mati gaya ga tuh Gustiranda 😅
Teteh Lia
mereka ngomong tapi kaya lagi ga ngomong, bingung ga tuh 😅
Zenun: pake ilmu kebatinan
total 1 replies
Teteh Lia
ga gitu jg Gusti 🤦‍♀️ nanti yang ada malah bingung Ayuni nya.
Zenun: ehehehe
total 1 replies
Teteh Lia
liatnya aja udah geli kak, apalagi sampe di gigit pusarnya 🤭
Teteh Lia: supaya ga ngompol lagi katanya,,,, iya kah beneran begitu ? 🤭
total 2 replies
Teteh Lia
aq blm bisa move on dari sosok Arya Sena. suami idaman, ayah idaman.
3 iklan buat Arya Sena.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!