Indonesia
NovelToon NovelToon
Crush On You

Crush On You

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kehidupan di Kantor / CEO / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:100.7k
Nilai: 5
Nama Author: wilda ellen

Setelah lulus kuliah, Mika memutuskan untuk ke Jakarta untuk bekerja. Mika tidak menyangka tempat dia bekerja, dia akan bertemu dengan crush nya saat kuliah.

Hal yang paling membuat dia tidak sangka CEO baru tempat dia adalah crus nya. Mika ingin mengundurkan diri tapi niatnya diurungkannya karena mencari pekerjaan yang sangat susah di ibukota.

Apakah perasaan Mika pada chrusnya seperti dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan

Saat dalam rapat, Mika benar-benar sangat terkejut melihat kemarahan Jefri yang begitu sangat besar.

"Sekarang saya ingin malam ini selesai!" teriak Jefri pada seluruh karyawannya.

Setelah memerintahkan karyawannya untuk lembur, Jefri memutuskan untuk lebih dulu keluar dan Mika langsung mengikuti dari belakang.

Saat mereka masuk kedalam lift, Mika berdiri di depan Jefri dan Doni. Mika merasa aura dalam lift sangat berbeda dari biasanya dan dia merasa Jefri seperti sedang menatapnya.

Ting...

Saat mendengar suara pintu lift terbuka, Mika tampak mulai lega dan dengan refleks langsung menghela nafasnya. Doni yang dari tadi memperhatikan Mika tampak sangat gugup membuat Doni ingin sekali tertawa, tapi Jefri menatap Doni dengan tajam, hingga membuat Doni tidak menahan dirinya untuk tidak tertawa.

Saat mereka keluar dari dalam lift, Doni dengan cepat mensejajarkan dirinya untuk jalan disamping Mika.

"Semangat Nona Mika..." Doni mendekatkan dirinya pada Mika, lalu membisikan sesuatu pada Mika sebelum masuk kedalam ruangannya

Mata Mika langsung membulat dan mematung menatap pintu ruangan Doni yang sudah ditutup. Tiba-tiba perasaannya mulai tidak enak dan dia merasa ada aura yang dingin dibelakangnya.

"Keruangan saya sekarang..." perintah Jefri saat berdiri di belakang Mika

Deg...

Jantungnya langsung berdebar kencang karena mendengar perintah Jefri untuknya. Mika memperhatikan punggung Jefri yang lama-kelamaan semakin jauh darinya.

...----------------...

Mika menghela nafasnya dengan panjang sebelum mengetuk pintu ruangan Jefri.

Tok...tok...

"Masuk!"

Setelah mendengar jawaban dari Jefri Mika membuka pintu ruangan Jefri dengan gugup. Saat masuk, Mika tidak melihat keberadaan Jefri di kursinya.

Bugh...

Mika benar-benar sangat terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang dan kedua tangan yang kekar melingkar dari belakang. Mika yang berniat untuk melepaskan diri dari Jefri

"3 menit saja, tolong jangan bergerak!" Jefri langsung membersihkannya ke telinga Mika dari belakang.

Karena jarak antara mereka yang tidak ada lagi membuat Mika dapat merasakan hembusan nafas Jefri yang hangat. Karena hembusan nafas Jefri yang dilehernya membuat Mika tampak sangat gugup dan dia merasa alirannya saat ini darahnya berhenti.

Setelah 3 menit Seperti janjinya, Jefri melepaskan pelukannya dan membalikan badannya untuk menghadap Mika. Kini kedua mata mereka saling bertemu dan Jefri dapat melihat tatapan Mika yang tajam padanya, dengan lembut Jefri mengelus kepala Mika.

"Maaf..."

Mika yang ingin marah karena Jefri langsung memeluknya tiba-tiba, langsung sirna dengan satu kata maaf. Apalagi Mika melihat ada ketulusan dari mata Jefri saat minta maaf padanya.

...----------------...

Mika tampak tidak konsentrasi dengan pekerjaannya, dia teringat dengan apa yang dilakukan Jefri padanya tadi. Jantungnya berdebar kencang saat teringat dengan apa yang dikatakan Sonia padanya bahwa Jefri menyukainya.

"Tidak mungkin..." gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.

Mika masih belum percaya bahwa Jefri menyukainya.

"Apa aku harus meminta penjelasan darinya?" gumam nya pada dirinya sendiri.

Tok...Tok...Tok...

Mika yang tadi melamun langsung tersentak saat mendengar suara ketukan mejanya.

"Pak Doni..." gumam Mika sambil bangkit berdiri.

"Nona Mika apa kamu ada masalah?" tanya Doni sambil mengerutkan kening menatap Mika.

"Ah... Ti..dak pak..." jawab Mika dengan sangat gugup.

"Baiklah! Apa pak Jefri didalam?"

"Ada pak..."

"Terimakasih "

Mika kembali duduk setelah Doni masuk ke dalam ruangan Jefri. Dengan wajah lesu Mika menatap berkas yang harus dikerjakannya sebelum diberikan pada Jefri.

"Lebih baik aku mengerjakan pekerjaan ku saja!"

Mika tidak menyadari kalau Jefri terus memperhatikan dirinya dari balik kaca dengan senyum-senyum sendiri. Doni yang melihat tingkah Jefri langsung berinisiatif untuk mengerjai Jefri.

"Duar...."

Tapi Jefri tidak terpengaruh sama sekali dan masih tetap menatap Mika dengan senyum sendiri.

"Tidak ada artinya kamu memandangnya terus kalau kamu tidak mengatakan perasaan mu padanya" celetuk Doni pada Jefri sambil duduk di kursi yang ada di hadapan Jefri.

Jefri langsung menatap Doni dengan tatapan tidak suka.

"Apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Jefri dengan tatapan tajam pada Doni.

"CK... Jangan bilang kamu cemburu dengan ku?"

"Jawab saja!"

Mendengar ucapan Jefri yang ketus padanya membuat Doni langsung mengerti bahwa sahabatnya itu sedang cemburu padanya.

"Santai saja aku tidak tertarik dengan wanita yang disukai sahabat ku sendiri! Aku tadi hanya bertanya dirimu ada apa tidak didalam."

Mendengar itu Jefri langsung menatap Doni dengan tersenyum. Melihat perubahan Jefri yang secepat kilat membuat Doni geleng-geleng kepala.

"Katakan apa tadi terjadi sesuatu?"

Jefri pun langsung gugup saat mendengar pertanyaan Doni padanya.

"Ti...dak!" jawab Jefri dengan gugup dan tidak berani menatap Doni.

"Jangan bohong! Tingkah kalian dua sama saja! Langsung gugup saat aku bertanya!"

"Diam lah! Sekarang katakan ada apa kamu mencari ku?"

Doni langsung memberikan berkas yang dibawanya pada Jefri. Saat Jefri membuka berkas yang diberikan Doni padanya membuatnya menatap Doni.

"Apa kamu yakin?"

"Ya....!"

"Besok pagi kita berangkat!" ucap Jefri dengan tegas.

"Baik, aku akan meminta Mika menyiapkan semua berkas nya!"

Saat Doni keluar dari ruangan Jefri, Doni langsung menyampaikan pada Mika, kalau mereka akan dinas keluar kota dan meminta Mika menyiapkan berkas yang akan mereka bawa nantinya.

"Baik pak!"

"Semangat!" ucap Doni sebelum kembali ke ruangannya.

Mika hanya mengangguk kepalanya dengan tersenyum.

...----------------...

"Berapa hari kalian disana, Mi?" tanya Sonia dengan wajah merenggut.

"Dua hari..."

"Baiklah, itu artinya aku sendiri lagi..."

Mika yang lagi memasukan barang-barangnya ke koper, langsung menatap sahabatnya itu dengan tersenyum.

"Aku akan membawa oleh-oleh nanti..."

Sonia yang tadinya merenggut langsung tersenyum bahagia saat mendengar kata hadiah. Keduanya pun langsung saling berpelukan.

...----------------...

Saat Mika masuk kedalam taksi, Mika sangat terkejut saat melihat mobil yang Jefri berhenti di belakang taksi yang dipesannya

Jefri keluar dari dalam mobilnya dengan tersenyum. Melihat Jefri yang tersenyum membuat aura ketampanan Jefri di mata Mika bertambah. Saat Jefri berjalan mendekatinya membuat jantung Mika berdebar kencang.

"Kamu sudah siap?" tanya Jefri dengan tersenyum.

Mika hanya mengangguk kepalanya dengan gugup. Saat Jefri ingin menarik tangan Mika untuk ikut bersamanya masuk dalam mobil, taksi yang dipesan Mika datang.

"Nona jadi apa tidak?" teriak supir taksi dari dalam mobilnya karena Mika tidak juga masuk kedalam mobil.

Jefri dan Mika langsung menoleh ke arah supir taksi dan dengan cepat Jefri menghampiri supir taksi dan memberikan uang beberapa lembar pada supir taksi.

"Maaf pak, tunangan saya ikut dengan saya saja!" ucap Jefri dengan sopan.

Saat Jefri mengatakan tunangan membuat Mika terkejut.

"Apa aku tidak salah dengar? Tidak mungkin, aku pasti salah dengar!" gumam Mika dalam hati.

"Tidak apa-apa pak, saya sangat mengerti!" ucap supir taksi dengan tersenyum.

Saat taksi yang dipesan Mika pergi, Jefri berjalan mendekati Mika dan menarik tangan Mika untuk ikut bersamanya masuk kedalam mobil.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maaf kan saya, ya. Karena sudah terlalu lama tidak update🙏

1
Orang Biasa
lanjut Thor...
semangat
Orang Biasa
ih... seru! lanjut Thor
Orang Biasa
Thor please lah... lanjut Napa
Orang Biasa
please lah Thor... lanjut Napa?!!
Orang Biasa
Thor... lanjut
Orang Biasa: kak lanjut please
total 1 replies
Orang Biasa
kak lanjut kaak
Orang Biasa
asik sumpah... kak lanjut
Orang Biasa
kak makasih. please lanjut
Jesman Nadeak
kak cepetan dong
Jesman Nadeak
cepetan Napa njjg
Jesman Nadeak
kakak mau seberapa lama lagi ku tunggu???
Jesman Nadeak
LANJUT?!?!!!!!!!!
Rahmawati
mikan dapet perlakuan spesial
Jesman Nadeak
"makasih author"
love author
Sarange author

author..... semoga cepat update supaya bisa baca karya author yang lain supaya gak setengah setengah bacanya wkwkw
Jesman Nadeak
lanjutkan..........
Jesman Nadeak
minta tolong up y tor, aku pembaca setia mu menunggu
Steven Wellyn
kk up donk... Udah lama banget nih
Steven Wellyn
kk lanjut please
Steven Wellyn
kk lanjut kk...
please Happy ending y kk
Steven Wellyn
please... lanjut kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!