Indonesia
NovelToon NovelToon
PESONA PRIA MATANG

PESONA PRIA MATANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Duda / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fazariah

Syeira yang sejak kecil berada di panti asuhan mulai mempunyai mimpi disaat seorang Dokter muda datang mengunjungi Panti Asuhan mereka. Syeira yang saat itu masih sekolah SMP kelas 9 menemukan cinta pertamanya yaitu Koas Muda berusia 24 tahun. Perbedaan usia 10 tahun tak membuat tekad Syeira ciut. Semenjak itu dia rajin belajar untuk meraih mimpinya agar bisa bersanding dengan pria bernama Haider. Selain itu Haider memiliki sepupu ganteng dan kaya raya bernama Xavier yang juga tergila-gila pada Syeira. Bagaimana kisah selanjutnya, apakah Syeira akan memilih bersama Xavier atau tetap pada tujuan utamanya Haider? ikuti terus novel baru saya yang tentunya sangat menarik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 : Bayi Hilang

Haider tengah membaca beberapa artikel yang baru saja diselesaikannya. Suara ketukan pintu terdengar dan muncul seorang wanita tua yang masih terlihat cantik dan anggun.

"Belum pulang" ujar Dokter Lea.

"Belum Dok, sebentar lagi" jawab Haider.

"Sudah tiga tahun semenjak kepergian istrimu" ujar Dokter Lea.

"Kamu sudah menemui wanita yang kamu ceritakan dulu?" tanya Dokter itu lagi.

Dokter Lea merupakan Dokter senior di rumah sakit milik keluarga Haider. Dia merupakan salah satu dari Doker kehormatan rumah sakit. Sejak masih koas, Haider banyak belajar dari Dokter Lea. Dikarenakan Haider sudah lama ditinggalkan Ibunya, dia sudah menganggap Dokter Lea seperti Ibunya sendiri.

"Aku sudah bertemu dengan dia Dok, tapi sepertinya aku sudah tidak ada lagi di hatinya" jawab Haider tersenyum.

"Kamu tidak boleh menyerah, dia pasti masih menyukai kamu Nak" jawab Dokter Lea.

"Terimakasih Ibu" ujar Haider yang lebih senang memanggil Dokter Lea dengan sebutan Ibu.

"Oh iya Ibu hampir lupa tujuan utama Ibu untuk menemui kamu" ujar Dokter Lea.

"Ada apa Bu, ada yang bisa Haider bantu?" tanya Haider.

"Baru-baru ini Ibu dapat kabar kalau ternyata anak perempuan Ibu masih hidup" ujar Dokter Lea.

"Maksud Ibu bagaimana?" tanya Haider.

"Semalam seorang pria mendatangi Ibu, dia dulunya merupakan supir yang bekerja setiap hari mengantar suami Ibu, katanya dia sekarang sedang sakit parah dan umurnya mungkin tidak lama lagi" ujar Dokter Lea mulai bercerita.

"Terus bagaimana Bu?" tanya Haider kaget.

"Dia memberikan pengakuan yang membuat Ibu terkejut" ujar Dokter Lea.

"Ternyata dulu dia dipaksa oleh seseorang untuk mengambil anak Ibu dan mengatakan bahwa anak itu sudah meninggal saat lahir, mereka bahkan menguburkan anak lain yang kebetulan ada bayi yang meninggal di saat yang sama" ujar Dokter Lea.

"Katanya anak itu dia antarkan ke sebuah panti asuhan, kalau tidak salah panti asuhan 'Kasih Ibu' dia mengatakan hal itu" ujar Dokter Lea.

"Ibu percaya akan hal itu?" tanya Haider.

"Hati nurani Ibu mengatakan bahwa dia tidak berbohong, terlihat dari matanya penuh penyesalan, dia meminta maaf dan mohon pengampunan Ibu sambil berlutut" ujar Dokter Lea.

"Ibu bilang panti asuhan 'Kasih Ibu' bukan?" tanya Haider yang juga mengenal panti asuhan dengan nama yang sama.

"Aku tahu satu panti asuhan dengan nama itu, tapi belum tentu itu benar karena nama seperti itu sering digunakan oleh panti asuhan" ujar Haider.

"Tidak apa-apa kita harus mencoba, dimana kamu tahu panti asuhan dengan nama yang sama?" tanya Dokter Lea.

"Panti asuhan tempat aku mengabdi dulu Bu, wanita yang ku sukai dulunya juga besar di panti itu" ujar Haider.

"Ayo kita kesana, kapan kamu bisa menemani Ibu?" tanya Dokter Lea memastikan.

"Sekarang juga bisa Bu, ayo Haider temani Ibu" ajak Haider.

Mereka berdua pergi menuju panti asuhan yang sering dikunjungi oleh Haider. Mereka disambut hangat oleh Ibu panti dengan senyuman manis.

"Nak Haider ada apa kemari" ujar Ibu panti.

"Saya ingin berkunjung sekaligus melihat keadaan anak-anak Bu" ujar Haider seraya memberi beberapa bingkisan oleh-oleh.

"Kamu tidak perlu repot membawa banyak barang setiap kesini" jawab Ibu panti sungkan saat menerima barang dari Haider.

"Oh iya perkenalkan Bu, ini Dokter Lea, senior saya di rumah sakit" ujar Haider.

"Halo Dokter" ujar Ibu Panti.

"Ada yang bisa saya bantu Dok?" tanya Ibu panti.

"Begini Bu, saya ingin menanyakan sesuatu kepada Ibu" ujar Dokter Lea.

"Ada apa Bu, katakan saja, selagi saya bisa bantu pasti saya lakukan" ujar Ibu panti ramah.

"Dua puluh delapan tahun yang lalu apa Ibu pernah kedatangan anak bayi yang baru lahir Bu?" tanya Dokter Lea.

"Dua puluh delapan tahun yang lalu ya Bu? itu cukup lama, saya harus memeriksa buku berkas riwayat hidup anak-anak dulu Bu" ujar Ibu panti.

"Tidak apa-apa Bu, Ibu bisa kabari saya kapan pun setelah Ibu memeriksa daftar riwayat hidup anak-anak yang baru lahir dua puluh delapan tahun yang lalu Bu" ujar Dokter Lea penuh harap.

"Baik Bu, nanti saya akan menghubungi Nak Haider setelah daftar nya saya selesaikan" ujar Ibu Panti.

"Terimakasih banyak Ibu" ujar Dokter Lea tersenyum senang.

"Sebelum itu saya boleh bertanya kenapa Ibu meminta daftar itu?" tanya Ibu panti memastikan kalau tidak hal yang disalah gunakan.

"Saya ingin menemukan puteri saya yang hilang Ibu" jawab Dokter Lea jujur.

"Baiklah Bu, kalau alasan Ibu demikian secepatnya saya akan memberikan daftar itu Bu" ujar Ibu panti.

"Terima kasih banyak Bu" ujar Dokter Lea.

Mereka berdua pamit kepada Ibu panti dan beberapa anak yang terlihat sedang bermain di taman. Dokter Lea melihat sedikit harapan agar ia dapat bertemu dengan anaknya.

"Dari cerita Ibu tadi, berarti anak Ibu sudah berumur dua puluh delapan tahun?" tanya Haider di mobil saat perjalanan kembali ke rumah sakit.

"Iya benar Nak, Ibu melahirkan dua puluh delapan tahun yang lalu" ujar Dokter Lea.

"Kebetulan wanita yang sering ku ceritakan juga berumur dua puluh delapan tahun Bu, dia juga besar di panti asuhan ini sejak masih bayi" ujar Haider mengira ini hanya sebuah kebetulan.

"Benarkah? apa mungkin kita bisa bertanya padanya apa dia masih mengenal anak-anak seusianya saat itu, bisa jadi mereka masih berhubungan baik" ujar Dokter Lea senang.

"Tentu saja, aku juga senang bisa berjumpa dengan Syeira melalui perantaraan Ibu" ujar Haider jujur.

Haider memutar balik mobilnya menuju kantor Syeira. Waktunya sangat tepat karena Syeira segera pulang. Sore hari itu terlihat begitu spesial bagi Haider karena dia sudah sangat merindukan wajah Syeira.

Mereka menunggu Syeira keluar di parkiran. Tujuh menit kemudian terlihat Syeira berjalan menuju parkiran untuk menaiki mobilnya. Dengan cepat Haider keluar dari mobil dan memanggil Syeira.

"Ra, Syeira" ujar Haider melambaikan tangannya.

Dokter Lea melihat wajah wanita yang tengah dipanggil oleh Haider. Tidak terasa air matanya menetes begitu saja. Wajah wanita itu sangat mirip dengan almarhum suaminya yang sudah lama meninggal. Dokter Lea segera keluar dari mobil dan mengikuti Haider yang tengah berbicara dengan wanita itu.

"Ada apa Kak, kenapa Kakak datang ke sini?" tanya Syeira.

"Seseorang ingin bertemu dengan kamu Ra" ujar Haider agar Syeira tidak marah.

"Siapa?" tanya Syeira mengira Haider berbohong demi bertemu dirinya.

"Permisi Nak" ujar suara wanita yang terdengar lembut di telinga Syeira.

"Iya ada apa Bu?" tanya Syeira tersenyum.

"Boleh Ibu minta waktu kamu sebentar Nak" ujar Dokter Lea.

"Perkenalkan Ra, ini Dokter Lea, senior ku di rumah sakit" ujar Haider.

"Ada apa Bu? ada yang bisa saya bantu?" tanya Syeira sopan.

"Apa kita bisa bicara sebentar Nak?" pinta Dokter Lea.

"Tentu saja Bu" jawab Syeira.

Akhirnya Syeira naik ke mobil Haider dan mereka berhenti di salah satu Cafe yang dekat dari kantor Syeira. Sejak tadi Dokter Lea selalu memandangi wajah Syeira dan membuat wanita itu tersipu.

"Apa ada yang aneh dengan wajah saya Bu?" tanya Syeira segan.

"Tidak ada, kamu terlihat begitu cantik" jawan Dokter Lea.

"Terima kasih Bu" jawab Syeira malu.

1
Budi Rahayu
jangan jangan syeira anaknya dokter lea
Natalia Matondang
Kisah cinta yang rumit, tapi ceritanya bagus. Aku suka
Fazariah: ikutin terus ya kak❤
total 1 replies
Tina Sujono
sangat menyentuh hati,seorang anak (syeira) bisa sukses karena kegigihannya,/Cry//Cry//Cry/
Fazariah: terima kasih kak, baca terus setiap episode nya ya🙌🏻
total 1 replies
Fazariah
seruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!