Reuni kelas yang seharusnya menjadi malam penuh tawa berubah menjadi titik balik kehidupan.
Di hadapan murid-muridnya, Mo Yuan mengungkapkan rahasia yang terdengar mustahil—ia berasal dari dunia kultivasi dan akan segera kembali ke sana. Tak seorang pun mempercayainya, hingga semuanya benar-benar terjadi.
Dalam sekejap, Qin Shang dan seluruh teman sekelasnya terlempar ke dunia yang dipenuhi para kultivator, iblis, dan berbagai bahaya yang belum pernah mereka bayangkan.
Di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mereka harus memulai kehidupan baru dan menapaki jalan kultivasi dari titik nol. Namun, semakin jauh melangkah, semakin banyak rahasia yang tersembunyi di balik perpindahan mereka ke dunia ini.
Akankah Qin Shang mampu mengubah takdirnya, atau justru tenggelam di tengah kerasnya persaingan menuju keabadian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEMOLLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
“Zu Yue? Kalian... kalian berdua...?”
Qin Shang tampak sangat terkejut.
Lu Chen berkata dengan sedikit malu, “Aku sedang berpacaran dengan Zu Yue. Kami resmi menjalin hubungan sebulan yang lalu.”
Mendengar kata “berpacaran”, Qin Shang sempat terdiam, seolah tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Namun, Lu Chen justru langsung mengalihkan pembicaraan dan buru-buru bertanya, “Oh, ya. Menurutmu, bagaimana Zu Yue?”
Qin Shang mengangguk. “Lumayan. Dia lembut dan baik hati. Jauh lebih baik daripada kakaknya.”
“Ngomong-ngomong, Zu Yue sudah dewasa, kan?”
Seolah baru teringat sesuatu, Qin Shang segera menambahkan pertanyaan itu.
“Dia sudah berusia 19 tahun sejak lama, bahkan sebentar lagi 20 tahun! Kawan, kita sudah satu setengah tahun berada di Gunung Tianyuan. Bahkan teman sekelas kita yang paling muda pun sudah berusia lebih dari 18 tahun,” tegas Lu Chen.
“Kalau begitu bagus, kalau begitu bagus.”
Qin Shang mengangguk-angguk.
Lu Chen langsung menyeringai. “Qin Shang, bagaimana denganmu? Apa kau pernah memikirkan soal pernikahan? Dulu, ketika kita masih di Bumi, keluargamu miskin. Kurasa tidak ada gadis yang akan menyukaimu. Tapi sekarang kita sudah berada di Dunia Xuanwu, situasinya berbeda. Kau juga salah satu dari sedikit orang di kelas kita yang berhasil menjadi ahli bela diri Alam Kenaikan Darah. Kurasa kalau kau mengejar salah satu teman perempuan sekelas kita, kemungkinan berhasilnya cukup besar.”
“Aku belum memikirkan soal itu untuk saat ini.”
Qin Shang menggelengkan kepala.
Sejak kakek dan neneknya meninggal, Qin Shang sudah terbiasa hidup seorang diri. Tanpa disadari, dia juga sangat enggan menjalin hubungan asmara.
Sebab, dia takut harus kembali merasakan kehilangan orang terdekatnya.
“Baiklah, aku akan pergi membelikanmu Sup Kenaikan Darah.”
Lu Chen menyerahkan 175 Poin Kontribusi kepada Qin Shang. Qin Shang pun kembali pergi ke pasar gelap untuk membelikan tujuh porsi Sup Kenaikan Darah bagi Lu Chen.
Enam hari kemudian, pada sore hari, Qin Shang selesai menebang Kayu Roh Qinggang dan kembali ke tempat tinggalnya. Sesampainya di sana, dia mendapati Lu Chen dan Zu Yue berada di dalam rumah.
Zu Yue telah memasak satu meja penuh hidangan untuk Qin Shang sebagai ungkapan terima kasih.
“Aku sudah berhasil memasuki Alam Kenaikan Darah sekali.”
Zu Yue menjelaskan alasannya.
Qin Shang juga tidak dapat menahan rasa kagumnya. “Kalau waktu itu jatah kakakmu diberikan kepadamu, mungkin saat itu juga kau sudah bisa memasuki tahap pertama Alam Kenaikan Darah.”
Zu Yue tersenyum dan berkata, “Aku sendiri yang bersedia memberikan jatah itu kepada kakakku.”
Qin Shang tidak berkata lebih banyak. Jika terus membahas masalah itu, dia justru akan terlihat seperti sedang mengadu domba kedua saudari tersebut.
Tentu saja, dia juga tidak terlalu mengenal kakaknya, Zu Rou. Hanya saja, ketika mereka masih bersekolah dahulu, Zu Yue meninggalkan kesan yang sedikit lebih baik dalam dirinya.
Sebelumnya, ketika Qin Shang baru tiba di Gunung Tianyuan dan mengalami hipoglikemia, Zu Yue pula yang memberinya permen untuk meningkatkan kadar gula darahnya.
Setelah mereka bertiga selesai makan malam, Zu Yue bahkan dengan penuh perhatian membereskan mangkuk dan sumpit. Sebelumnya, dia juga sudah membersihkan seluruh bagian dalam dan luar rumah hingga benar-benar bersih. Dia memang sangat pandai mengurus rumah tangga.
“Qin Shang, bagaimana? Pacarku ini lumayan, kan? Kau iri, tidak?”
Setelah mengantar Zu Yue pergi, Lu Chen dengan bangga memamerkan pacarnya kepada Qin Shang.
Qin Shang berkata, “Memang lumayan. Dengan gadis sebaik ini, kau harus lebih giat meningkatkan tingkat kultivasimu agar bisa melindunginya dengan baik di dunia seperti ini.”
“Ck, ck, ck! Aku sedang membicarakan perasaan dengamu, tapi kau malah memberiku ceramah serius seperti itu. Jangan-jangan kau sebenarnya iri?”
Sejak saat itu, Lu Chen hampir selalu memasang senyum di wajahnya. Dia juga sering tidak pulang pada malam hari.
Enam bulan kembali berlalu.
Sudah dua tahun sejak Qin Shang tiba di Gunung Tianyuan.
Pada suatu hari, Qin Shang berulang kali melatih jurus Tiang Giok Yang di atas beberapa batang kayu di lahan Kayu Qinggang.
Tiba-tiba, seolah merasakan sesuatu, Qin Shang segera duduk bersila di atas salah satu batang kayu.
Pada saat itu, darah murni di dalam tubuh Qin Shang bergejolak dengan cepat, terus-menerus menutrisi tulang tembaganya.
Proses itu berlangsung selama hampir setengah hari. Warna kuning tembaga pada tulangnya perlahan memudar dan berubah menjadi warna perak.
Daging, darah, otot, dan tulang di dalam tubuhnya menyatu dengan sempurna, seakan-akan seluruh tubuhnya dipenuhi kekuatan kehidupan baru, seperti tubuh seorang bayi.
“Setelah setahun, akhirnya aku berhasil menembus tahap Tulang Perak!”
Qin Shang membuka matanya. Dia segera mengambil kapak dan berjalan menuju sebatang Kayu Roh Qinggang.
“Biar kulihat seberapa kuat kekuatan Alam Tulang Perak.”
Qin Shang mengangkat kapaknya, lalu menebaskannya sekuat tenaga.
Trang!
Kapak itu langsung menancap sedalam satu ruas jari. Dibandingkan sebelumnya, kekuatannya telah meningkat jauh.
“Bagus! Bagus! Alam Tulang Perak memang luar biasa! Mulai sekarang, menebang Kayu Roh Qinggang akan jauh lebih mudah.”
Sejak saat itu, kecepatan Qin Shang dalam menebang Kayu Roh Qinggang meningkat drastis.
Jika sebelumnya dia hanya mampu menebang satu batang setiap dua hari, kini dia mampu menebang satu batang setiap hari.
Jika dikonversikan menjadi Poin Kontribusi, setelah dikurangi bagian milik Perkumpulan Tiga Laut, dia masih memperoleh 2.700 Poin Kontribusi setiap bulan.
Qin Shang terus menebang pohon selama sebulan penuh, tenggelam dalam rutinitas menebang pohon dan berlatih setiap hari.
Poin Kontribusi yang dikumpulkannya terus bertambah, begitu pula kemajuan ilmu bela dirinya.
Pada suatu malam, Lu Chen baru pulang larut malam dengan wajah pucat dan tatapan kosong, seolah kehilangan jiwanya.
“Ada apa?”
Qin Shang bertanya dengan penasaran.
Lu Chen berkata, “Ada masalah besar. Yue... Yue hamil.”
“Hamil?”
Qin Shang terkejut. Bahkan untuk beberapa saat, dia sampai tidak mampu berkata-kata setelah mendengar kabar itu dari Lu Chen.
“Lalu, kau berencana bagaimana?” tanya Qin Shang.
Lu Chen berkata, “Aku... aku sendiri bahkan merasa belum dewasa. Bagaimana mungkin tiba-tiba menjadi seorang ayah? Tapi kalau anak ini digugurkan, bukankah aku akan menjadi manusia yang benar-benar tidak berperasaan? Namun, kalau tidak digugurkan, di Gunung Tianyuan ini kita sendiri bahkan belum tentu mampu menjamin keselamatan diri. Bagaimana kita bisa membesarkan seorang anak?”
“Qin Shang, kau selalu mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang. Tolong beri aku saran!”
Lu Chen meminta bantuan Qin Shang.
Qin Shang menggelengkan kepala. “Ini masalah besar dalam hidupmu. Aku tidak berani memberikan saran apa pun. Lagi pula, aku sendiri tidak punya pengalaman dalam hal ini. Namun, kalau yang kau khawatirkan adalah biaya untuk membesarkan anak, selama bertahun-tahun ini aku sudah mengumpulkan cukup banyak kekayaan. Kau tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu.”
Setelah berkata demikian, Qin Shang tidak banyak bicara lagi. Dia membuka peti yang disimpannya di bawah papan tempat tidur, lalu mengeluarkan sekeping Poin Kontribusi seukuran kepalan tangan.
Satu keping Poin Kontribusi itu bernilai 1.000 Poin!
Begitu melihat 1.000 Poin Kontribusi tersebut, Lu Chen langsung tercengang hingga mulutnya menganga.
“Kau... bagaimana bisa mengumpulkan Poin Kontribusi sebanyak ini?”
Lu Chen benar-benar sulit mempercayainya.
Perlu diketahui, ketika menggantikan pekerjaan Qin Shang, meskipun dia bekerja mati-matian selama sebulan penuh, dia hanya mendapatkan 30 Poin Kontribusi. Dalam setahun, bahkan jika tidak menghabiskan satu poin pun, jumlahnya hanya 360 Poin. Sementara itu, mereka sudah genap dua tahun bekerja secara resmi sejak tiba di Gunung Tianyuan.
Sebelumnya, Qin Shang juga telah pergi ke pasar gelap untuk membeli 14 porsi Sup Kenaikan Darah bagi dirinya sendiri.
Lu Chen sudah memeras otaknya, tetapi tetap tidak mampu memahami bagaimana Qin Shang bisa mengumpulkan kekayaan sebanyak itu.
Qin Shang berkata, “Uang ini cukup untuk membiayai kebutuhan anakmu, kan?”
Mata Lu Chen memerah. Dia mengangguk dan berkata, “Cukup. Bahkan lebih dari cukup. Qin Shang, kau... kau sudah berbuat begitu banyak untukku. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikanmu.”
Lu Chen merasa sangat bersyukur. Satu Poin Kontribusi, jika ditukar menjadi uang di dunia fana, sudah lebih dari cukup untuk membuat keluarga beranggotakan tiga orang bertahan hidup selama sebulan.
Harga tersebut bahkan sudah dihitung berdasarkan harga barang di Gunung Tianyuan. Jika berada di luar sana, nilainya akan jauh lebih tinggi.
“Sekarang, lakukan saja apa pun yang ingin kau lakukan.”
Qin Shang menyemangatinya.
Tatapan Lu Chen perlahan menjadi tegas. Dengan suara berat, dia berkata, “Aku ingin menikahi Yue! Memberinya sebuah rumah untuk dia dan anak kita!”
Setelah itu, Lu Chen mulai mempersiapkan pernikahannya.
Di sisi lain, Qin Shang juga mengosongkan tempat tinggalnya untuk Lu Chen dan Zu Yue. Dia meninggalkan kawasan hulu Sungai barat dan pindah ke Gua Wuxian.
Ya, Gua Wuxian yang membutuhkan setidaknya 10 Poin Kontribusi untuk disewa itu terletak di antara tebing-tebing di puncak utama Gunung Tianyuan.
Orang-orang yang tinggal di Gua Wuxian pada dasarnya adalah mereka yang memiliki latar belakang kuat atau para ahli yang telah mencapai Alam Penempaan Tulang ke atas.
Sebab, di setiap gua di Gua Wuxian terdapat banyak kitab ilmu bela diri yang ditinggalkan oleh para ahli bela diri yang meninggal karena usia tua di Gunung Tianyuan, serta berbagai pemahaman yang mereka peroleh selama berlatih.
Yang paling berharga di antaranya adalah pemahaman mengenai latihan Jurus Tiang Giok Yang.
Dengan adanya berbagai pemahaman tersebut, seseorang seolah-olah memiliki seorang ahli bela diri yang membimbingnya dalam berkultivasi.
Itulah alasan paling mendasar mengapa harga sewa Gua Wuxian begitu mahal.