Indonesia
NovelToon NovelToon
The Thirteen Fault

The Thirteen Fault

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: whimsy quinn

Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona

Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Hijacked Account

@Vahan: dih. Masih tanya. Jelas gara gara Lo.

     Billby mengerutkan keningnya.

Dahinya berkerut dalam menatap layar ponsel. "Hah? Gara-gara aku?" gumamnya bingung.

••••

Sementara itu, di sebuah rumah dengan nuansa minimalis modern, suasana kamar Vahan justru berbanding terbalik dengan ketenangan kamar Billby. Beberapa menit sebelum pesan ketus itu terkirim...

Vahan meletakkan ponselnya di atas karpet yang  berantakan dengan buku buku pelajarannya serta Afghan dan Mex karena mendapat panggilan dari Ellie     suara melengking sang mama terdengar memanggilnya dari arah dapur bawah."Vahaaaan! Ini camilannya udah jadi! Bawa ke atas," teriak mamanya.

"Iya, Ma! Sebentar!" sahut Vahan tak kalah kencang. Ia menghela napas, menatap dua temannya yang menumpang belajar di kamarnya, lalu melangkah keluar kamar untuk mengambil camilan.

Di sudut kamar Vahan, Afghan sedang duduk bersila di lantai dengan frustrasi. Di depannya, sebuah buku paket matematika tebal terbuka lebar, ditemani beberapa lembar kertas coret-coretan yang sudah remas.

Cowok berambut acak-acakan itu memegangi kepalanya dengan kedua tangan."Ah, elah! Ini rumus apaan sih? Sumpah, otak gue mau pecah!" keluh Afghan bermonolog sendiri. Matanya sampai juling menatap deretan angka dan lambang fungsi yang tampak seperti tulisan alien.

Karena sudah mentok dan frustrasi, Afghan memutuskan untuk menyerah pada kemampuan otaknya. "Udah lah, nyari di Google aja. Ribet banget," gerutunya.

Ia melirik ponsel Vahan yang ada di dekatnya. Tanpa babibu, Afghan langsung menyambar ponsel sahabatnya itu.

Namun, begitu jarinya menyentuh layar untuk membuka aplikasi pencarian, pandangannya justru tertuju pada aplikasi Instagram yang masih terbuka lebar. Itu adalah room chat antara Vahan dan akun @billby_IZX.

Afghan membaca kilat pesan dari Billby: "...Kemaren ada orang penting. Jadi aku gak buka handphone. Ada apa?"

Seketika, darah Afghan yang memang dasarnya berwatak meledak-ledak langsung mendidih. Mengingat nasib apes mereka yang diskorsing berjamaah

"Wah, ini cewek polos-polos tai kucing ternyata. Bisa-bisanya dia nanya 'ada apa' seolah-olah gak terjadi apa-apa?" umpat Afghan dalam hati.

Tanpa memikirkan dampaknya, jempol Afghan dengan cepat mengetik balasan ketus menggunakan akun Vahan:

dih. Masih tanya. Jelas gara gara Lo.

    Send.

Di kamarnya, Billby yang masih memandangi layar ponselnya langsung membaca balasan itu. Keinginan Billby untuk membuat konten konten media sosialnya mendadak buyar. Ia benar-benar tidak paham dengan perubahan sikap Vahan yang tiba-tiba menjadi sangat kasar.

@billby_IZX: Maksudnya apa?

Kembali ke kamar Vahan. Afghan yang melihat balasan defensif dari Billby malah tertawa sinis. "Masih mau ngelak nih bocah," desisnya.

Jempol Afghan kembali menari-nari di atas keyboard ponsel Vahan dengan penuh emosi.

@vahan: masih pura pura lo.kalo bukan Lo siapa yang ngelapor kita nyebat

Balasan itu membuat billby semakin kebingungan.

Lalu Billby  Menatap cermin meja rias , ia memutuskan untuk melakukan hal yang tadi menjadi alasan ia membuka Instagram. membuat konten dan menyapa para Billbers.

Sejenak melupakan hal aneh nan tidak menyenangkan itu.

Ia bangkit dari kursi, melangkah mendekati ranjangnya, lalu menengadah menatap dinding di atas kepala ranjang. Di sana, bertengger sebuah gitar akustik berwarna merah muda pastel yang sangat cantik. Pada bagian bodinya, terdapat ukiran custom namanya sendiri—Billby—yang berkilau lembut.

Billby meraih gitar tersebut dengan hati-hati. Ia sempat terdiam beberapa detik, menatap instrumen kesayangannya itu sembari mengelus permukaannya yang halus dengan sayang. Sambil duduk bersila di atas kasur empuknya, Billby mulai memetik senar gitar itu secara asal. Alunan nada acak mengalun di dalam kamarnya yang sunyi. Namun, dari petikan asal itu, ia mendadak teringat pada sebuah lagu lembut yang belakangan ini sering ia dengar. You'll Be in My Heart versi Niki.

"Oke, mari kita bikin video," gumam Billby, mendadak bersemangat lagi.

Ia meletakkan kembali gitarnya di kasur, lalu berjalan cepat mengambil kamera andalannya beserta tripod.

"Bi! Bibi! Tolong ke kamar Billby sebentar!" panggil Billby setengah berteriak ke arah luar pintu, memanggil salah satu asisten rumah tangganya.

Sembari menunggu si Bibi datang, Billby bergerak lincah merapikan penampilannya di depan cermin. Ia mengambil sebuah bando bulu berwarna pink cerah lalu memakainya di kepala. Ia memeriksa sudut pandang kamera yang sudah menyala. Jika dilihat dari layar kamera nanti, visual kontennya akan terlihat full pink estetik—mulai dari bando, pakaian yang ia kenakan, gitar ukiran, dinding kamar, hingga sprei kasurnya semua bernuansa merah muda.

Pintu kamar terbuka, menampilkan sosok asisten rumah tangga yang dipanggilnya tadi. "Iya, Eneng Billby? Ada yang bisa Bibi bantu?"

Billby menunjuk ke arah meja riasnya. Di sana, ada dua gepok uang kertas seratus ribuan berwarna merah muda—uang pemberian dari Aunty Xelin dan Aunty Levi yang tadi sempat ia jejalkan di saku depan jumpsuit dada sebelum dipindahkan ke meja.

"Bi, tolong pegangin kamera ini ya, fokusin ke aku. Terus, Bibi ambil uang seratus ribuan yang ada di atas meja itu," perintah Billby. "Nanti begitu kamera baru dinyalakan, Bibi langsung hamburin uang seratus ribuan itu di sekitar aku ya. Biar efek video aku makin kelihatan pink mewah!"

Si Bibi mengangguk patuh meski menahan senyum geli melihat tingkah kreatif nan random majikan kecilnya itu.

Billby kembali duduk bersila, memangku gitar pinknya dengan posisi siap. Begitu tombol rekam di kamera ditekan oleh si Bibi, lembaran-lembaran uang seratus ribuan langsung dilemparkan ke udara. Uang-uang berwarna merah muda itu melayang jatuh secara estetis di sekitar tubuh Billby, menciptakan latar belakang video yang tampak mewah dan penuh warna pink.

Billby menarik napas dalam-dalam. Ekspresi wajahnya langsung berubah profesional layaknya artis besar. Jari-jarinya memetik intro lagu dengan syahdu, lalu suara beningnya mulai mengalun lembut memenuhi ruangan.

“Come stop your crying, it will be all right... Just take my hand, hold it tight... I Will protect you from, all around you.. i will be here, don't you cry.. for one so small, you seem so strong.. my Arms will hold you keep safe and warm.. this Bond between us.. can't bé broken.. i Will be here don't you cry..

Ia memejamkan mata dan menghayati lirik berikutnya dengan sangat baik.

“cause you'll be in my heart. Yes, you'll be in my heart...”

Tepat setelah lirik lagu tersebut selesai dinyanyikan, Billby menghentikan petikan gitarnya. Ia menatap lurus ke arah lensa kamera, lalu menutup videonya dengan sebuah senyuman manis yang ceria, lengkap dengan satu kedipan mata genit khas idola masa kini.

Cut! Konten hari ini selesai dengan sangat sempurna.

Sekitar satu menit setelah itu billby memposting video tersebut.

Si Bibi langsung mematikan rekaman kamera. Billby tidak sabar dan segera berhamburan mendekati tripod untuk menonton kembali hasil video tersebut. Ia menatap layar kamera dengan saksama, memastikan tidak ada detail yang terlewat.

Visualnya benar-benar memanjakan mata; perpaduan bando, gitar, sprei, hingga hujan uang seratus ribuan yang melayang estetis menciptakan nuansa merah muda yang mewah dan sempurna. Suaranya pun terdengar sangat pas dan penuh penghayatan.

"Wah, ini sih bakal rame! Makasih ya, Bibi.  bagus hasilnya!" puji Billby puas.

Si art terkekeh "hehe.. itu mah karena billby yang cantik"

Setelah mentransfer video tersebut ke ponselnya, Billby membuka aplikasi Instagram. Mengingat ia sudah cukup lama tidak mengunggah konten baru di feed miliknya, Billby mengetik sebuah caption singkat yang akrab untuk menyapa para penggemarnya:

"Yang kangen sini merapat~ ✨ #BillbyIsBack #Billbers #PinkVibes"

Tanpa ragu, Billby langsung menekan tombol post.

Efek dari kerinduan fans setianya langsung terasa instan.

Hanya dalam waktu 5 menit pertama sejak video itu diunggah, notifikasi ponsel Billby seperti meledak. Angka likes melesat sangat cepat hingga menyentuh angka 125.000 likes!

Kolom komentarnya pun langsung dibanjiri ribuan pesan antusias dari para Billbers.

Kolom Komentar Billbers:

     @billbers_sejati: "DEMI APA BILLBY POST FEED?! KANGEN BANGET WOIIII!! Suaranya candu bgt tolong "

     @pinky_girl99: "Konsepnya ga main-main, estetik full pink ditambah hujan uang merah muda! Mewah bgt dedek Billby ✨"

     @music_addict: "Cover 'You'll Be in My Heart' versi Billby ga pernah gagal. Lembut bgt langsung merinding. Buka live donggg"

     @kaum_kangen_billby: "Hadirrr! Aku barisan paling depan yang kangen berat! Jangan ngilang lama-lama lagi ya Bil "

    @ someones_secret: "Kedipan mata di akhir video langsung bikin meleyottt Tolongg, imut bgt sih! "

    @lele_: "Itu uang dari Aunty Xelin sama Aunty Levi bukan sih yang dijadiin properti? Hahaha random bgt tapi kreatif parah! "

    @OOTD_pink: "Salfok sama bando bulu pinknya, gemes bgt! Spill mereknya dong Billby sayang~"

    @xexe_: aaaaa.. billby ku gemas

    @cece_: selalu cantik. Cantik. Cantik. Btw, dah lama ya gak ketemu.. aunty kangen deh..

     @billby_IZX:  @cece_: kapan ke indo aunty? Kita makan nasi Padang.

     @cece_: @billby_IZX: Deket Deket ini. Nanti kamu sama om Jeje yang jemput ya..

    @rerex_: seger banget bill.. baru mandi ya

    @billby_IZX: @rerex_: wkwk.. iya lagi

    @reren_: yes.. you'll be in my heart

    @billby_IZX: you too /emot ketawa

    @vincent: bini gue

Setelah menekan tombol kirim untuk pesan kasar kedua itu, Afghan menyandarkan punggungnya ke kursi dengan senyum puas.

Setelah itu ia membuka google mencari rumus yang membuatnya pusing sedari tadi.

Beberapa menit kemudian, sebuah notifikasi pop-up muncul di bagian atas layar.

     Notifikasi dari Instagram: billby_IZX baru saja membagikan video.

Afghan mendengus remeh. "Bisa-bisanya habis bikin masalah, sekarang malah asyik nge-post video," gumam Afghan sinis.

Rasa penasaran bercampur kesal membuat Afghan langsung mengeklik notifikasi tersebut. Layar ponsel Vahan langsung beralih menampilkan video terbaru Billby yang bernuansa serba pink mewah dengan hujan uang seratus ribuan.

Afghan melirik angka likes dan komentar yang terus meroket dengan sangat cepat. Melihat Billby dipuja-puja oleh ribuan fansnya di saat ia, Vahan, dan Mex harus mendekam di rumah karena diskors, membuat hati Afghan semakin panas.

Tanpa memikirkan reputasi Vahan sebagai pemilik akun, Afghan langsung mengetikkan komentar ketus dan penuh sindiran di kolom komentar video tersebut.

     

1
chill
tinggalin jejak dong 😍
chill
jangan lupa di like ya..🙏
chill
komentar ya say.. buat motivasi penulis baru💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!