Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pangeran Lelembut
'Waktu itu...
"Tunggu, penjaga sekolah bilang... Kalo ada 2 orang yang selalu mendatangimu, yang satu pengajar di sini dan satunya adik tirimu." potong Aulia
'Hah? Adik tiri darimana? Sedangkan orang tua pun aku tak punya, bagaimana bisa ada adik tiri?' jawab sosok itu, Aulia dan Kia saling tatap.
'Kalo gitu, maksud kedatangan mereka ke sini apa?' tanya Kia
Hening.....
Aulia dan Kia masih diam, menunggu sosok itu menjawab.
"AAAAAKKKHH.... gemas kali rasanya, mau jawab apa ga? lewat dari 5 menit ga jawab-jawab, lama banget mikirnya." Aulia berteriak karena kesal, tentu saja hal itu mengejutkan kedua sosok bukan manusia itu.
'Maaf... aku bingung harus bagaimana menjawabnya.' ucap si sosok yang di rantai, Aulia menghembuskan nafas panjang
"Sekarang udah ga bingung kan? Jangan lama-lama mikirnya, ishhh... waktu,,, waktu...." tanya Aulia, seraya mencak-mencak
'Aku adalah pengeran dari negeri lelembut di hutan itu, aku memiliki satu permata merah. Siapa saja yang bisa mendapatkannnya, bisa membuatnya hidup abadi. Selalu mendapatkan keberuntungan selama hidupnya, nasib baik menyertai. Untuk yang sekarat, selama masih ada nafas sedikit. Dia akan bisa hidup lagi, bila memiliki permata itu. Sedikit saja serpihan permata itu, bisa menyembuhkan orang sakit, apapun penyebab nya. Mereka... terus datang ke sini, karena menginginkan permata itu. Hanya saja aku bingung, kenapa penjaga sekolah? Mengatakan bila salah satu, di antara dua orang itu adalah adik tiriku.' ucapan sosok itu membuat Aulia melongo
"Maksud kamu? kamu punya permata, yang sedang di cari orang-orang serakah? Jadi... permata itu benar-benar ada?" tanya Aulia
'Kamu tau?' tanya Kia
"Hanya sekedar tau, di pasar gelap banyak yang menanyakan itu. Ku kira itu hanya isapan jempol, mana mungkin ada hal mustahil seperti itu. Tapi ternyata.... itu benar-benar ada? Ku kira itu hanya sebuah mitos.." jawab Aulia
'Aku yang hidupnya sudah ratusan tahun, bahkan tak tau ada benda seperti itu.' ucap Kia heran
"Bukankah kamu bilang, kamu baru terbebas saat aku lahir. Setelah sekian lama pergi berhibernasi, lalu baru bisa mengaktifkan kekuatanmu setelah aku bangun dari koma dulu." Kia mengangguk, ia melupakan hal itu.
'Kamu benar, aku melupakan hal itu.' balas Kia
"Aku masih penasaran, Kia bisakah kamu panggil pak Hasan. Kenapa beliau bilang, salah satunya adik tiri? Pertanyaan itu, terus menggangguku." pinta Aulia
'OK'
PLOP
"Jadi.... kamu seorang pangeran lelembut, bagaimana bisa kamu terkecoh oleh manusia? Bahkan sampai terantai seperti ini? Sungguh..... ce ro boh" ucap Aulia
'CK' sosok itu memasang wajah kesal
'Yang aku ingat terakhir kali, di hutan itu ada yang melakukan ritual aneh. Mereka.... menggunakan mantel hitam bertudung, sehingga wajahnya tak terlihat jelas. Orang-orang itu, mengelilingi api... Tidak... bukan api, tapi satu manusia lain yang di bakar. Aku yang saat itu... tunggu, benar... kedua orang itu termasuk dari sekumpulan orang bermantel itu. Aku yang saat itu hanya diam melihat, tak jauh dari sana. Tiba-tiba seperti ada yang menghisap ku dari belakang, aku masuk ke dalam sebuah media. Entah berapa lama ada di dalam sana, karena saat terbangun sudah dalam keadaan seperti ini.' ucapnya, ia mengingat kejadian malam itu
"Ritual? Sebenarnya.. genre apa yang mau penulis ini buat? Kenapa aku harus di seret pada hal-hal seperti ini?" gumam Aulia
"Kurasa ritual itu, memang bertujuan untuk memanggilmu. Tapi... kenapa harus membakar manusia? Kamu meminta tumbal?" tanya Aulia lagi
'TIDAK.... aku tak pernah bersekutu dengan manusia, lalu meminta hal-hal tak masuk akal seperti itu. Hidupku sudah bahagia, untuk apa melakukan hal seperti itu? Mengerikan' jawab sosok itu pelan, ia mulai merasa lemah
"Nak Aulia" panggil pak Hasan, yang baru saja masuk. Di belakangnya ada Kia, yang melayang seperti biasa.
"Pak Hasan, maaf karena mengganggu waktu bapak." ucap Aulia
"Tidak apa-apa nak, ada apa?" jawab pak Hasan
"Pak... tadi bapak bilang, kalo salah satu yang menemuinya adalah adik tirinya. Dari mana bapak tau?" tanya Aulia
"Dia yang mengatakan hal itu, bapak pernah memergokinya waktu dia keluar dari ruangan ini malam-malam. Bapak bertanya, apa yang di lakukan dia di ruangan itu? Ada hubungan apa, dia dengan sosok di ruangan ini? Dia bilang, bila dia adalah adik tirinya. Tapi dia tak mengatakan apa, yang di lakukannya di sini. Yang aneh di sini adalah... kenapa bapak mengijinkan dia masuk ke sekolah ini? Bahkan saat mereka kembali datang, bapak seolah-olah tak melihat mereka." jawab pak Hasan
Ia akhirnya menyadari kejanggalan ini, kenapa dia bisa menerima dan membiarkan mereka begitu saja?
'Kamu terhipnotis' ucap sosok yang di rantai
"Hmm... aku pun memikirkan hal yang sama" ucap Aulia, mengejutkan pak Hasan
"Hipnotis? Kalau di pikir-pikir, sepertinya iya. Karena bapak akan hilang kesadaran, selama mereka datang sampai pulang. Bapak tiba-tiba pergi begitu saja, setiap kali mereka ke sini." ucap pak Hasan
'Tapi... kenapa kau tak merasakan adanya ilmu hitam, saat mereka datang ke sini?' tanya Kia
"Itu artinya, kemampuan mereka sangat hebat. Atau...
'Atau mereka memiliki sesuatu, yang bisa membuatku tak merasakan adanya kejanggalan.' Aulia mengangguk
"Siapa sebenarnya mereka? Dan... apa kamu sudah memberikan permata, yang kamu maksud pada mereka?' tanya Kia, sosok itu menggeleng pelan
"Kia,, sebaiknya lepaskan dulu rantainya, rantai itu lambat laun menghisap energinya." ucap Aulia, Kia mengangguk. Kia melayang mendekati sosok itu, berniat memegang rantai.. namun...
SSSSHHH
'AWWWWWW' teriak Kia, Aulia terkejut dan berlari mendekat. Ada asap putih, keluar dari telapak tangan kanan Kia.
'Lia panas, hikssss' Kia menangis, ia merasakan panas dan perih pada telapak tangannya. Aulia memegang tangan Kia pelan, ia melihat telapak tangan kanan Kia.
"Maaf, maafkan aku" ucap Aulia, Kia menggelengkan kepalanya
'Bukan salahmu, aku juga yang ceroboh. Karena tidak berpikir, bila rantai ini bermasalah.' jawab Kia
Benar, kenapa dia tak berpikiran sampai ke situ. Sosok yang di rantai, tak bisa melepaskan diri. Itu pasti karena ini, saat di lihat lagi pergelangan tangan dan kaki sosok itu. Memang ada luka bakar, sudah terlihat menghitam. Itu artinya, sudah lama sosok itu terkurung di sini.
'Maaf, aku lupa mengatakan hal ini pada kalian.' ucap sosok itu lemah
"Gawat, kamu sudah tak bisa berlama-lama lagi di sini. Biar aku coba..." ucap Aulia
'JANGAN' teriak Kia, dia menggelengkan kepala dan menahan tangan Aulia, dengan tangannya yang tak sakit.
"Tidak apa-apa Kia, aku tak mungkin membiarkan nya musnah bukan?" ucap Aulia, Kia menggelengkan kepalanya.
'Tapi...
"Kamu bisa membantuku, dengan menyalurkan kekuatan yang kamu punya. Oke?" Kia menggigit bibir bawahnya
"Kia...
'Baiklah...' jawabnya pelan, Aulia tersenyum dan mengusap kepala Kia pelan.
"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja. Bukankah kamu bilang, bila aku senang membantu siapa saja." ucap Aulia menenangkan Kia
"Kita mulai, Kia lakukan sekarang" tangan Kia yang tak sakit, memegang bahu Aulia dan menyalurkan kekuatannya.
'AKH...
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
Akhrnyaaa....kjhtn mreka trbongkar jg...siap2 msuk pnjra,abs tu mngkn bkln pndh alam
...😡😡😡
obu Yumi Narendra
ibu Laras Bintang
Zara
neng Aulia siapa nih pasangannya ..ditunggu ya teh
wahh si Aul jadi pujaan banyak orang inimahh 🤭