Indonesia
NovelToon NovelToon
After The Last Goodbye

After The Last Goodbye

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Di balik gemerlap kariernya sebagai aktor papan atas, Ethan Voss menyimpan rahasia besar: pernikahan tanpa cinta bersama Mia Taylor. Pernikahan yang lahir dari utang budi itu terikat perjanjian ketat—dirahasiakan dari publik, tanpa keterikatan emosional, dan wajib berakhir dalam empat tahun.

Selama empat tahun, Mia bertahan hidup bagai bayangan. Ia menelan dinginnya sikap Ethan dan rasa sakit saat melihat pria itu memamerkan kemesraan bersama kekasihnya di media. Saat masa perjanjian usai, Mia pergi dengan tenang, meninggalkan Ethan yang mengira dirinya telah bebas.

Namun, kepergian Mia justru menyisakan kehampaan mendalam. Setelah menemukan rahasia pengorbanan tulus sang mantan istri, Ethan sadar ia telah membuang cinta sejatinya.

Situasi makin rumit dengan hadirnya Liam, investor besar yang selalu ada untuk Mia setelah perceraian. Dengan ketulusannya, Liam siap melindungi Mia dan menjadi saingan berat Ethan yang ingin merebut kembali hati sang mantan istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Jejak Yang Tertinggal

Kata-kata Liam masih menggantung di udara, dingin dan tak terbantahkan. Mia hanya bisa membisu, menyadari bahwa setiap bantahan yang ia ajukan justru akan meruntuhkan ketenangan tipis yang baru saja terbangun di antara mereka.

Ia menunduk dalam-dalam, menatap sisa pasta di piringnya tanpa selera, sementara Liam melanjutkan makan siangnya dalam keheningan yang megah.

Setelah menyelesaikan suapan terakhirnya, Liam meletakkan garpunya dengan gerakan yang amat tenang. Pria itu meraih tisu, mengusap bibirnya perlahan, lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Manik matanya yang kelam memperhatikan Mia yang masih tampak sangat tegang di seberang meja.

Liam melirik jam tangan berpelat hitam yang melingkar elegan di pergelangan tangannya, lalu menghela napas tipis.

“Aku harus pergi,” ujar Liam datar, merusak keheningan di dapur itu. “Ada rapat direksi satu jam lagi.”

Seketika itu juga, lega yang begitu besar menelusup ke dada Mia. Namun, ia berusaha keras menjaga ekspresi wajahnya agar tetap netral.

“Ah... begitu. Baik, biar kuantar ke pintu depan.”

Liam kemudian bangkit dari duduknya, merapikan kancing jas yang melekat sempurna di tubuh tegapnya.

Mia ikut berdiri dan melangkah lebih dulu menuju lorong pintu depan, merasa sedikit lebih bernapas lega karena tahu dominasi pekat pria itu akan segera berlalu dari penthouse ini.

Di depan pintu interkom, Liam menghentikan langkahnya. Pria itu berbalik secara mendadak, membuat Mia yang berjalan tepat di belakangnya hampir saja menabrak dada lapang pria itu.

Mia refleks tersentak kecil dan mendongak. Membuatnya kembali terperangkap dalam jarak yang teramat dekat.

Mia mengira Liam akan langsung berbalik dan pergi dengan sikap dingin seperti biasanya. Namun, Liam justru mengulurkan tangannya ke arah wajahnya.

Sentuhan itu kemudian datang tanpa peringatan. Jemari Liam yang hangat dan kokoh menempel di permukaan pipi halus Mia. Tidak ada paksaan atau aura dominasi yang menekan seperti beberapa menit yang lalu. Sentuhan itu teramat lembut, ibu jarinya mengusap garis pipi Mia dengan ritme yang lambat dan penuh kepemilikan.

Tubuh Mia seketika kaku. Jantungnya berdegup tidak karuan saat merasakan kontrasnya usapan lembut jemari Liam dengan tatapan pria itu yang tajam menembus matanya.

“Istirahatlah,” bisik Liam rendah. Suaranya tidak lagi menyiratkan nada dingin saat makan siang tadi, melainkan sebuah instruksi yang terselubung oleh perhatian yang asing.

“Besok, semua yang kamu butuhkan akan mulai berdatangan. Jangan menolak lagi. Dan terima kasih atas makan siang yang istimewa ini. Lain kali aku akan mampir lagi.”

Mia hanya sanggup mengerutkan bibirnya rapat-rapat, lidahnya terasa kelu untuk sekadar membalas ucapan itu. Sentuhan hangat Liam di pipinya seolah meninggalkan jejak terbakar yang membekukan logikanya.

Liam menatap respon kaku Mia itu selama beberapa detik, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang hampir tak terlihat. Ia menyapukan ibu jarinya sekali lagi di pipi Mia sebelum akhirnya menarik tangannya kembali.

“Aku pamit, Mia,” ucap Liam singkat.

Pria itu berbalik, membuka pintu penthouse, dan melangkah keluar tanpa menoleh lagi.

Pintu kayu berukir itu tertutup dengan bunyi klik yang halus namun mantap, mengunci rapat kehadiran pria itu di luar.

Meninggalkan Mia yang membeku di tempatnya berdiri.

Ia lalu menyandarkan punggungnya ke pintu yang baru saja tertutup rapat itu. Tubuhnya perlahan merosot seiring seluruh tenaganya yang seolah terkuras habis. Tangan kanannya perlahan terangkat, menyentuh pipinya sendiri, tempat di mana hangatnya jemari Liam masih tertinggal dengan begitu nyata.

****

Di sisi lain kota, suasana berbeda tercipta di balik pintu geser ruangan VIP sebuah restoran Jepang bernuansa kayu hangat, tempat yang sama saat Ethan menghabiskan makan siang bersama Mia beberapa hari lalu.

Namun kali ini, sosok yang duduk di hadapan Ethan adalah Jane, tunangannya yang cantik dan elegan.

Sebagai aktor papan atas yang wajahnya kerap menghiasi layar lebar dan papan reklame kota, keberadaan Ethan di ruang privat ini memang disengaja demi menghindari kejaran kamera paparazzi.

Namun, kerahasiaan tempat itu tak mampu mencairkan ketegangan yang menggantung di antara mereka.

Ethan hanya memutar-mutar sumpit di tangannya tanpa menyentuh pesanan sashimi di depannya, menatap kosong ke arah cangkir ocha yang telah dingin.

Jane meletakkan cangkirnya perlahan. Matanya menatap tajam sang tunangan, seolah tengah membaca gelisah yang berusaha ditutupi oleh pria itu.

“Kamu sama sekali belum menyentuh makananmu, Ethan,” ujar Jane lembut, namun ada nada tegas yang menyelinap dalam suaranya.

Ethan menghentikan gerakan tangannya dan mengulas senyum tipis, topeng khas yang biasa ia gunakan di depan kamera.

“Aku hanya agak lelah setelah jadwal syuting kemarin, Jane. Selera makanku jadi tidak karuan hari ini.”

Jane menghela napas pendek, menolak percaya begitu saja. Ia memajukan tubuhnya, menatap lurus ke dalam iris mata calon suaminya itu.

“Aku mengenalmu bukan cuma sehari dua hari, Ethan. Kamu tidak bisa berakting di depanku,” potong Jane cepat.

“Aku memintamu makan siang di sini karena ingin mendengar penjelasan langsung dari mulutmu. Soal berita hangat yang membuat namamu mendominasi seluruh headline media hiburan minggu ini.”

Ekspresi Ethan seketika mengeras.

“Soal kamu yang mendadak nekat mengejar seorang wanita misterius sampai kamu jatuh pingsan di depan rumah sakit,” lanjut Jane dengan suara ditahan, memperjelas rumor skandal yang sempat menghebohkan publik.

Jane menyandarkan tubuhnya, menyilangkan tangan di dada sembari menatap Ethan lekat-lekat.

“Siapa wanita itu, Ethan? Kenapa seorang aktor besar sepertimu sampai nekat mempermalukan diri sendiri hanya demi mengejarnya?”

Jane memperbaiki posisi duduknya, mencondongkan tubuhnya ke depan hingga bayangannya jatuh di atas meja. Matanya memicing, meneliti setiap perubahan sekecil apa pun di wajah Ethan.

“Aku sudah menanyakan ini ke manajermu, dan dia sama bingungnya denganku. Publik mungkin bisa dibohongi dengan alasan kelelahan, tapi kamu tahu persis aku tidak sebodoh itu,” imbuh Jane.

Ethan mengepalkan tangannya di bawah meja, menyembunyikan buku-buku jarinya yang memutih. Rasa bersalah dan panik mulai merayapi dadanya.

Rahasia tentang tentang pernikahannya dengan Mia selama empat tahun yang tersimpan rapat di balik bayang-bayang kariernya adalah bom waktu yang bisa menghancurkan segalanya. Terutama hubungannya dengan Jane dan jalinan bisnis keluarga mereka.

“Jane, dengarkan aku,” suara Ethan terdengar serak, berusaha terdengar sejelas mungkin. “Wanita itu... dia hanya seseorang dari masa laluku. Masa lalu yang sudah lama selesai dan tidak ada hubungannya lagi dengan kehidupanku sekarang.”

“Masa lalu?” Jane terkekeh sinis, menggeleng tak percaya. “Masa lalu seperti apa yang bisa membuat seorang Ethan Voss lupa diri, berlari seperti orang gila di tempat umum, lalu pingsan di jalanan? Jangan bercanda, Ethan! Siapa dia sebenarnya?”

“Dia bukan siapa-siapa!” tegas Ethan, sedikit terbawa emosi sebelum akhirnya memelankan suaranya.

“Aku hanya... kaget saat tidak sengaja melihatnya. Ada hal yang belum sempat terselesaikan di antara kami, tapi aku bersumpah, Jane, tidak ada apa-apa lagi di antara kami.”

Jane menatap Ethan lama, mencoba mencari kebohongan di matanya. Rasa curiga yang mendalam terlihat jelas dari guratan wajahnya yang anggun.

“Aku tidak peduli seberapa rumit masa lalumu, Ethan. Tapi ingat posisi kita sekarang,” bisik Jane dingin.

“Kita sudah bertunangan. Pernikahan kita tinggal menghitung bulan, dan reputasimu adalah reputasiku juga. Kalau sampai wanita misterius itu membawa masalah atau merusak nama baik keluarga kita...”

Jane sengaja menggantung kalimatnya, memberikan ancaman tersirat yang begitu nyata.

“Maka pastikan wanita itu benar-benar tinggal di masa lalumu. Karena kalau sampai aku tahu kamu masih mencarinya...” Jane meraih tas tangannya dan berdiri, “aku sendiri yang akan turun tangan mencari tahu siapa dia.”

–tbc–

1
sunaryati jarum
Thank Thoor happy endingnya
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): sama²😊😊 thank you udah membersamai perjalanan cinta Liam dan Mia👌🏻😊
total 1 replies
sunaryati jarum
Nikmati kesombongan kamu Jane
sunaryati jarum
Tandingan di publik
sunaryati jarum
Benarkan Jane salah memilih lawan
Tiara Bella
otw thor hehehhe....
Tiara Bella
wow Liam aku padamu banget ini.....
Tiara Bella
penyesalan mu tak ada artinya lg Ethan.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): udah telat ya😊
total 1 replies
Tiara Bella
apakah mw mendekati tamat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): seperti itu😊
total 1 replies
Tiara Bella
aneh si Jane ini kenapa ngerang Mia pdhal ada Liam ada dibelakang Mia....
Tiara Bella
bagus aku suka ceritanya....
Tiara Bella: sama² thor😍/Kiss/
total 2 replies
Tiara Bella
nh gitu cewek klu lg ngambek disun jg Bakalan lumer dia.......Pepet trs liam
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): 🤭🤭🤭 langsung melting
total 1 replies
Tiara Bella
wow Mia aku padamu...😍/Kiss/
Tiara Bella
aku Herman sm Jane Ethan yg salah kenapa yg diserang malah Mia ya.....
sunaryati jarum
Kamu yang akan hancur,Jane.Kau menyerang Mia, berarti menantang Liam.Kau terlalu sombong dan merasa lebih kuat Jane.Mia sekarang lebih kuat,dia juga banyak bukti apalagi dibantu Liam kamu sendiri yang gali lubang untuk kuburmu,ingat Mia itu korban ,selama empat tahun.Dii selama empat tahun mengalah, menerima,dan pasrah tanpa dendam,tapi kamu malah memojokkan Jane, saat ini kemenangan harus milik Mia
sunaryati jarum
Lawan pemberitaan yang dibuat Jane,itu hanya akan menghancurkanh karier Ethan Voss
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetep keluarkan pernyataan sesuk realita dengan kemampuan intelektual kamu ,Mia.Beliau hanya menguji nyalimu
sunaryati jarum
Penampilan tenang dan jawaban jujur.Sepertinya penilaian pertemuan pertama oleh Tuan dan Ny Vance positif
sunaryati jarum
Akhirnya keraguan Mia lenyap dan menerima lamaran ,Liam.Semoga acara pernikahan berjalan lancar
sunaryati jarum
Nah ,begitu Mia.Kena provokasi Jame bikin dia makin merasa di atas.Besok berjalan berdua dengan Liam,di depan Jane, untuk membungkam mulutnya yang julid.Mia, korban dari Ethan, yang perlu kau peringatkan itu , Ethan agar jangan mengganggu kehidupan Mia
sunaryati jarum
Jika kamu pergi Jane akan betepuk tangan kemenangan, dengarkan dulu penjelasan Liam,jangan merasa insecure karena provokasi Jane.Bicara dari hati ke hati Mia, orang tua Liam sudah member restu beliau tidak memandang status sosial kamu.Dinginkan kepalamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!