Hayden menghentikan langkahnya tepat di tepi podium. Tatapannya menelusuri tiap lekuk tubuh Aluna. Pria itu mengulurkan tangannya, seolah-olah hendak membenarkan letak kain selendang yang tersingkap di atas paha Aluna.
Namun, gerakan jemari Hayden tidak berhenti di sana. Jemarinya yang dingin dan kasar bergeser perlahan, sengaja menyapu permukaan kulit halus Aluna, bergerak semakin naik menyentuh area yang tertutup selendang putih tipis itu.
Sentuhan asing dan lancang itu seketika meletupkan amarah Aluna.
"Jangan sentuh!"
Aluna menepis tangan Hayden dengan kibasan keras. Dalam sekejap, gadis itu menarik kain selendang untuk menutupi dadanya, merapatkan kedua kakinya, dan mundur ke sudut podium. Matanya yang sembab menatap Hayden dengan kilatan amarah yang membara.
"Jaga tanganmu, Hayden!" bentak Aluna dengan suara bergetar hebat, napasnya memburu cepat oleh kombinasi rasa takut dan murka. "Aku di sini cuma jadi model lukisanmu! Aku menjual posisiku sebagai model untuk melunasi _
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
promosi novel baru author
BERMAIN GILA DENGAN OM
Di balik kemegahan dan kemapanan keluarga Allegra, tersimpan sebuah kehampaan yang mendalam bagi Arabella, seorang gadis berusia 18 tahun yang merasa diabaikan oleh orang tuanya yang sibuk di luar negeri dan sang kakak, Nathan, yang gila kerja. Haus akan perhatian dan kasih sayang, Bella mencari pelarian di luar rumah dan menjalin hubungan dengan Vero, seorang kekasih manipulatif yang kerap memanfaatkan kepolosannya.
Konflik memuncak ketika Nathan, yang hendak pergi ke luar kota, melimpahkan tanggung jawab pengawasan Bella kepada paman mereka, Christian Gerald. Christian adalah seorang dokter bedah berusia 31 tahun yang dikenal sangat dingin, kaku, dan memegang kendali penuh atas hidupnya. Di mata Bella, Christian hanyalah sosok pengawas menyebalkan yang siap merenggut kebebasannya.
Pemberontakan Bella membawanya pada malam penuh malapetaka: ia kabur ke klub malam bersama sahabatnya, Clarisa, demi menemui Vero, meski akhirnya mendapati kenyataan pahit bahwa Vero tidak semurni yang ia bayangkan. Dalam keadaan mabuk berat, Bella pulang dan secara tidak sengaja menerobos batas terlarang. Ia memeluk dan mencium Christian—pria yang dikiranya adalah Vero—dalam racauan pilu tentang kesepiannya.
Insiden tersebut meruntuhkan benteng pertahanan Christian. Sentuhan singkat itu membangkitkan gairah terlarang yang selama ini terkunci rapat di dalam diri sang dokter, mengubah dinamika dingin di antara mereka menjadi permainan psikologis yang penuh ketegangan, cemburu, dan hasrat terselubung.
Kini, di bawah satu atap yang sama, Bella harus menghadapi aturan ketat dan tatapan tajam sang paman yang perlahan-lahan mulai memegang kendali mutlak atas hidupnya, sementara Christian berjuang keras meredam api terlarang yang kian membakar akal sehatnya terhadap keponakannya sendiri.