Indonesia
NovelToon NovelToon
HIMAWARI

HIMAWARI

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:63.3k
Nilai: 5
Nama Author: flowel

Bercerita tentang seorang gadis SMA kelas 2 bernama Ran. Diam-diam Ran jatuh cinta pada teman barunya bernama Saka. Saka adalah murid pindahan yang memiliki kehidupan yang nyaris sempurna. Cinta Ran pun berbalas. Namun, ternyata ada satu hal yang membuat mereka ngga dibolehkan untuk pacaran lebih dari 30 hari. Sebuah rahasia yang ngga ada satu orang pun di sekolahnya tau tentang kehidupan Ran, dan hal itu membuat Saka sangat penasaran. So, what is Ran’s secret?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

17:30 Taman Pasir

                “Taman pasir” Saka membaca tulisan di papan yang ada di salah satu sudut taman.

                “Makanya dinamain taman pasir. Kamu lihat kan semuanya pasir pantai?” Kata Ran sembari melepas sepatunya agar ia bisa merasakan pasir di kakinya.

                “Iya.” Melihat Ran melepas sepatu dan juga kaos kakinya, Saka pun melakukan hal yang sama.

                Ran mulai berjalan di atas pasir sambil menenteng sepatunya. Diikuti Saka yang berjalan di belakangnya.

                “Aku baru tau kalo ada taman pasir yang ngga terlalu jauh dari sekolah. Kayaknya aku bakalan sering kesini deh.” Kata Saka merasa menikmati butiran-butiran pasir di kakinya.

                Ran tersenyum mendengarnya. Ia senang karena Saka menyukai tempat yang menjadi salah satu tempat favoritnya.

                “Kamu suka kesini?”

                “Dulu iya tapi sekarang udah jarang sejak aku tinggal di rumah susun.”

                “Ohh”

                Ran menurunkan badannya dan duduk di atas pasir. Saka pun juga mengikutinya, ia duduk di sebelah Ran.

Ran sangat senang menggenggam lalu ia remas pasir di tangannya dan pasir akan keluar dari sela-sela jarinya. Ran melakukannya berkali-kali.

Saka tersenyum melihatnya, namun ia tidak melakukan hal yang sama.

“Ini” Saka memberikan keripik jagungnya pada Ran.

“Terimakasih” Ucap Ran bernada sambil mengambil bungkus keripiki jagung dari tangan Saka, dan Ran pun mulai menyemilinya.

                “Aku suka kesini karena disini sepi.” Kata Ran mengawali ceritanya sembari menikmati langit sore yang cerah bersama orang yang ia sukai.

                Klek. Chesss.

                Dan Saka lebih memilih menikmati sekaleng minuman dingin.

“Segini bagusnya taman tapi aku ngga pernah lihat anak kecil main disini. Mungkin karena yang tinggal di komplek ini penghuninya orang dewasa semua.” Ujar Ran melanjutkan ceritanya.

                “Mungkin.” Kata Saka menyahuti sambil meneguk sekaleng minuman soda.

                Ran menoleh ke samping ke arah Saka yang terlihat sangat menikmati minumannya.

                “Rasanya minuman soda itu kayak gimana?” Tanya Ran, cukup penasaran.

                “Lho? Emangnya kamu belum pernah minum soda?”

                “Belum” Jawabnya sambil menggeleng.

                “Serius kamu belum pernah ngerasain rasanya minuman soda selama kamu hidup 16 tahun?” Saka tidak percaya dan ia benar-benar ingin memastikannya.

                “Iya. Ngapain aku bohong sih.”

                “WAH! LUAR BIASA.” Saka memuji dengan sungguh.

                “Kenapa harus kelihatan kagum begitu?”

                “Soalnya jarang banget ada orang yang belum pernah minum soda. Bahkan akhir-akhir ini aku malah sering lihat anak di bawah usia 5 tahun udah minum soda. Sampe aku tuh berpikir, apa kuat isi perut anak sekecil itu terima minuman soda?!” Saka menggeleng saat mengingat kejadian yang ia pernah lihat itu.

                “Soalnya Bunda sering ingetin aku sama adek-adek, kalo minum soda itu ngga baik karena Bunda sendiri ngga suka minuman soda. Pernah satu ketika aku hampir minum soda pas lagi kumpul keluarga. Aku kirain minuman itu air putih karena warna minumannya putih. Tapi baru mau ambil minumannya Bang Ale langsung ngelarang aku dan dia kasih tau kalo minuman itu bakalan bikin aku sakit perut.”

                Meskipun sudah berpikir positif tentang Ale, tapi begitu Ran kembali menyebut nama kakak sepupunya itu ternyata hati Saka masih tak menyukainya.

                Saka pun langsung terdiam mendengar cerita panjang Ran barusan. Namun yang lebih membuatnya diam adalah cerita di beberapa kalimat terakhir, dimana cara bercerita Ran sangat menunjukkan betapa Ale sangat mengetahui tentang Ran.

                Ddrrrddd…drrrddd…

                Ale menghubungi Ran melalui hpnya. Ran yang melihat nama Ale di layar hpnya pun sengaja mengabaikannya. Bukan benci atau merasa terganggu dengan panggilan telpon dari Ale, hanya saja ia belum siap kalau harus bicara pada Ale. Ran bingung harus bicara apa pada Ale, ia juga bingung harus menyahuti apa dari omongan Ale nanti.

                Saka mengetahuinya, tapi ia pura-pura tidak mau tahu saat Ran melirik kecil ke arahnya.

                “Himawari, mau coba?” Saka menyodorkan minuman kaleng miliknya pada Ran.

                Ran penasaran tapi ia juga ragu.

                “Ngga apa-apa, coba aja. Minuman ini ngga akan bikin perut kamu sakit. Ini kan cuma minuman soda bukan alcohol.” Kata Saka memastikannya.

                “Iya sih. Tapi…” Saat ini ia jauh lebih mengingat ucapan Ale daripada Bundanya. Ia juga lebih percaya pada Ale daripada Saka tentang minuman soda. Karena Ale tidak pernah menjelaskan sesuatu yang di larangnya kalau Ran tidak bertanya padanya. Ale akan lebih melarangnya langsung dengan sikapnya dan menjelaskan larangannya dengan singkat.

                “Himawari, kalo ragu jangan di minum.” Saka kembali mengatakan kata ragu yang jangan pernah dipaksakan.

                Akhirnya Ran pun mengangguk dan ia menolak minuman soda itu.

                “Aku lebih suka minum ini.” Kata Ran sambil menunjukkan sebotol air mineral yang tinggal tersisa sedikit.

                “Ya” Sahut Saka, tersenyum.

                Setelah menghabiskan minumannya Ran mengajak Saka untuk pulang, karena langit sudah mulai gelap. Tapi Saka masih ingin melakukan satu hal, setelah matanya melihat ke arah mobil silver yang terparkir jauh darinya.

                “Himawari”

                “Ya?”

                Saka meletakkan minuman kalengnya di atas pasir. Lalu ia memutar 30 derajat posisi duduknya ke arah

Ran.

                “Himawari, aku…” Saka menatap dalam kedua mata Ran. Wajah cantik nan lembut serta kepolosan yang masih terpancar di wajah Ran membuat jantungnya selalu berdebar sejak pertemuan pertama mereka sampai di detik ini. Bohong kalau melihat cewek semanis Ran yang ada di depannya dan berstatus pacarnya membuat Saka tidak ingin mencium Ran.

                Ran pun menatap balik Saka namun dengan kepolosannya yang masih seperti anak kecil. Saat ini tak ada debaran yang Ran rasakan, sama sekali tak ada rasa apapun yang Ran rasakan pada Saka. Ran hanya membalas tatapan dan senyuman Saka padanya, sampai akhirnya…

                Saka mendekati wajahnya dengan wajah Ran. Perlahan demi perlahan dengan penuh perasaan kasihnya pada perempuan di depannya. Saka terus mendekatkan wajahnya pada wajah Ran, perlahan demi perlahan sampai akhirnya Saka memiringkan wajahnya dengan tatapan mata yang ia alihkan ke bibir berwarna soft pink miliki Ran. Kali ini Ran pun mulai merasa berdebar, ia tahu kalau Saka akan melakukan satu hal yang sangat fatal

padanya. Hanya tinggal satu centi lagi saja bibir Saka dan bibir Ran akan bersentuhan. Sejujurnya, Ran yang menyukai Saka tidak ingin menolak hal itu. Namun,

                HAL TIDAK TERDUGA TERJADI.

                “BUG! BUG! BUG!”

                Ale datang.

                Saat itu juga Ran langsung terkejut melihatnya, dan ia tercangah luar biasa melihat keberadaan Ale.

                “BANG ALE???”

                Ran bisa melihat emosi yang meluap di wajah suaminya saat ini. Wajah penuh keringat, napas yang terengah-engah dan tatapan penuh amarah yang begitu menyedihkan.

                “Aku ingin waktu berhenti sejenak untukku, cukup 5 menit saja. Karena aku ingin memundurkan waktu dimana aku akan berdiri dan berhenti menyambut tatapan cowok yang aku sukai.”

                Tapi waktu yang Ran inginkan hanya ada dalam angannya saja. Karena kenyataannya…

***

1
penulis_dee
assalamualaikum kakak , aku sangat suka cerita ini tolong buat season 2 nya kak, aku sgt sgt menyukai karya Kakak aku selalu membaca nya berulang-ulang
Dani Fitriani
lah udah tamat ajja...
gk ad kelanjutanya kah....??
Ilan Irliana
yeeaaayyyy....alle ran...love U pkk'y mh...
flowel
Sampai disini kisah Ale dan Ran. Himawari sudah tamat. Terimakasih ya utk support kalian 😉
isah
masih lanjut kan Thor kisah Ale sama Ran?...apakah udah tamat?...
arafah firdauz
ini belum tamat khan thoor???
Dani Fitriani
heemmm dasar bocah
Dani Fitriani
waktu berjalan
arafah firdauz
aku slalu mninggu crta slanjut nya...
smngat thor.. smg kamu sehat...selalu
isah
yang ditunggu tunggu akhirnya up...makasih othor...makin seru makin penasaran ceritanya...lanjut💪
arafah firdauz
makasih thor dah up
flowel
maaf yaa kalo up nya lama. author lagi super sibuk hehee
tapi lagi otw review. tunggu aja ya ☺️
arafah firdauz
tumben lama banget up nya
arafah firdauz
kayanya bunda /mamah deh yg datang...

atau juga aluna????

thooor katanya mau posting foto bang ale yg asli manaaaaa??
jg lupa si ran nya juga ya....
isah
siapa ya tamunya🤔...next
arafah firdauz
ganteng ga thor??? 😄
kalem ga ??
arafah firdauz
kaya nonton drakor...
aku suka bngt...
arafah firdauz
kayanya bang ale sengaja nyuruh ran sama saka jalan, supaya ran bisa ngrasain masa2 remajanya.

iya kan thor??

uuh makin sayang bgt sama bang ale
flowel: ahh jadi pengen post foto bang Ale yg asli nih di novel 🤭
total 1 replies
naira
cmn ini...
lnjut dong thor
Dani Fitriani
enak diliat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!