Indonesia
NovelToon NovelToon
Kapal Cinta Ayana

Kapal Cinta Ayana

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:304.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka Kiki

Bagaimana jika ayahmu yang kamu benci malah diam-diam menikahkanmu dengan lelaki pilihannya?
Sahabat dekatmu tau, orang yang kamu anggap sebagai pengganti orang tuamu juga tau, bahkan lelaki yang mulai menarik perhatianmu juga tau, hanya kamu sendiri yang tidak tau.

Ayana Khaira Bahari, dokter Spesialis Ortopedi berusia 30 tahun, jomblo dan sudah memutuskan tidak akan menikah selamanya.

Arga Pramudya Hutama, usianya kini 31 tahun, dia seorang Naval Architect, CEO Blue Marine and Offshore Engineering Consultant. Dia terpaksa harus menikahi seorang gadis yang tidak dikenalnya karena dijodohkan.

Bagaimana perasaan Ayana ketika mengetahui kenyataan tersebut???

Apakah Arga akan memperjuangkan pernikahannya atau melepas Ayana begitu saja???

Next:
Session 2;
Rekayasa Perasaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka Kiki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lebih Menarik Kamu Kemana-mana

Saat ini, mereka semua sudah berkumpul di ruang makan. Bukan hanya ada Alya dan Arga sekeluarga, tapi di sana juga ada Alif dan kedua orang tua Alya. Aya merasa terharu. Sungguh pemandangan ini amat sangat menyentuh baginya. Ternyata, teman rasa saudara itu memang ada. Lihatlah buktinya.

Arga berdiri menarik sebuah kursi untuk Aya. Aya mengucapkan terima kasih dengan sebuah senyum tulus untuk Arga. Sebenarnya Aya merasa tidak nyaman dengan perlakuan Arga, apalagi ini di hadapan semua keluarganya, namun ia juga tidak enak menolak. Kalau pun menolak atau protes, ia yakin Arga tidak akan peduli. Sama seperti ibunya, pemaksa!

"Ayok nak, duduk. Makan bersama kami. Kamu jangan merasa sungkan di sini." Ucap om Hutama ramah.

"Iya, Ya. Anggap aja rumah sendiri. Kamu tau Ya, andai ayahmu tidak menculik ibumu dari om Hutama dan tante Andini, mungkin yang jadi ayahmu adalah om Hutama dan tante Andini tidak akan marah, saking dekatnya hubungan mereka bertiga dulu, tante saksinya." Ucap mama Mita mengenang masa lalu yang mengundang rasa penasaran Arga, Alya, Alif dan Aya.

"Iya, masalahnya dulu tante gak suka banget sama ayah Aya. Playboy cap kadal gitu gak pantas dapetin seorang Farah yang suci jiwa raganya." Ucap tante Andini membenarkan ucapan mama Mita.

"Bahkan andai ayah tidak mau menikahi Farah, mungkin Andini sendiri yang akan melamar Farah trus bikin aksi mogok bicara 7 hari 7 malam kalau ayah tidak mengikuti kemauannya." Sahut om Hutama.

Semua yang ada di sana geleng-geleng kepala. Alif spontan menatap tajam ke Alya.

"Sejauh itu level persahabatan om dan tante sama ibu Aya sampe segitunya???" Tanya Alya.

"Om juga gak ngerti jalan fikiran tante kamu ini, saking gak maunya pisah sama Farah, rela dia bagi-bagi cintanya om. Padahal om kan lelaki setia." Seloroh om Hutama mencibir istrinya. Sementara orang yang dimaksud malah santai saja mengunyah makanannya.

"Yang, kamu gak akan minta aku menikahi Aya kan agar persahabatan kalian tetap abadi?" Tanya Alif melirik istrinya.

Pletak!

Kepala Alif kena tonjok tangan Alya. "Enak aja, enak di kamu rugi di aku sama Aya." Balas Alya emosi.

Semua tertawa melihat kelakuan pasangan pengantin yang masih boleh dikatakan baru itu.

"Berani kau menikah lagi, kupatahkan kakimu sampai jadi 100 bagian." Ucap om Adam pada Alif yang membuat semua orang yang ada di meja itu terdiam. Hening beberapa saat. Muka Alif tegang, ia kesulitan menelan makanan yang masih tertahan di kerongkongannya. Baru kali ini ia melihat ayah mertuanya itu nampak serius berbicara karena yang selama ini Alif tau ayah Alya orangnya sangat humoris.

"Ha ha ha" tawa Arga dan Aya meledak bersamaan melihat reaksi Alif yang sudah seperti ayam sayur.

Semua mata tertuju pada mereka berdua karena hanya mereka berdua yang tertawa terbahak-bahak sementara yang lain memandang heran kepada pasangan suami istri aneh itu.

Arga dan Aya susah payah menghentikan tawanya, ternyata hanya mereka berdua yang menganggap pemandangan tadi lucu.

"Kompak yah, emang jodoh. Ck ck ck." Ucap Alya geleng-geleng kepala.

"Maaf Al, maaf!" Aya masih berusaha menahan tawanya agar tidak meledak lagi. Ia mengabaikan komentar Alya, ia masih merasa lucu melihat kondisi Alif saat ini.

Arga sendiri tidak merasa bersalah, ia malah senang melihat Aya bisa tertawa lepas seperti ini. Ia berharap Aya bisa cepat menata hatinya dan mengikhlaskan kepergian Ayahnya. Arga mengerti, dua kali Aya kehilangan orang yang disayanginya dengan cara yang tidak baik.

Kepergian ayahnya meninggalkan penyesalan yang dalam baginya. Mengapa baru memaafkan di saat nafas terakhir ayahnya sudah hampir sampai di kerongkongan? Mengapa tidak dari dulu? Mengapa rasa benci harus lebih besar dari rasa sayang? Mengapa dia baru menyadari perasaannya saat melihat ayahnya sudah terbaring lemah tak berdaya? Mengapa ia sama sekali tidak diberi kesempatan menunjukkan perasaannya kepada ayahnya???

Setelah makan malam selesai, mereka bercengkarama sebentar di ruang keluarga. Tidak lama kemudian Alya dan Alif beserta kedua orang tuanya pamit pulang.

Om Hutama dan tante Andini langsung ke kamar mereka setelah mengantar keluarga Alya ke depan. Tinggallah Arga dan Aya yang masih bertahan di ruang keluarga, mata mereka fokus memandang TV padahal acaranya tidak menarik sama sekali. Arga melirik Aya, Arga gelisah sendiri karena tidak tau harus bagaimana memulai pembicaraan diantara mereka.

"Yang ditonton itu TV, bukan aku." Ucap Aya memecah keheningan. Sebenarnya Aya dari tadi sadar kalau Arga terus memandangnya, dia menunggu Arga membuka suara tapi yang ditunggu-tunggu gak keluar juga. Akhirnya ia yang duluan bicara.

Arga kaget, merasa tertangkap basah, tapi bukan Arga namanya kalau tidak bisa menampilkan wajah datarnya dalam kondisi seperti ini.

"Acaranya gak menarik, lebih menarik kamu kemana-mana!"

Blushhhh.. muka Aya seketika berubah merona. Ada gitu laki tukang gombalnya level akut.

"Kata tante, mas ada tugas keluar negeri yah? Kapan berangkat?" Mengabaikan gombalan Arga, Aya malah menanyakan keberangkatan Arga.

"Kenapa? Udah kangen yah? Kata Dylan rindu itu berat. Kamu jangan, biar aku aja!"

"Issshhh.. gombal. Mas Arga emang begini yah semua cewek digombalin? Tapi maaf, gak mempan!"

"Gak kok, gombalnya cuman sama kamu aja. Yakin gak mempan? Itu muka kamu sudah merah kayak udang rebus."  Seketika Aya meraba-raba wajahnya. Ia panik ketahuan blushing.

"Paan sih, pede banget!" Elak Aya.

"Pokoknya nanti klo mas lagi gak di sini, kamu harus janji gak boleh kemana-mana dan melakukan apa-apa. Cukup rindukan mas aja. Oke!"

Bughhh.. dua buah bantal sofa melayang mengenai wajah Arga.

"Udah ah, malas ngomong sama mas, Aya mau bobo." Aya bangkit lalu berjalan menuju kamarnya.

"Ya, gak ajak mas? Mas bobo dimana dong?" Tanyanya mengekori langkah Aya.

"Terserah, di genteng juga boleh asal bukan di kamar Aya."

"Itu kamar mas loh, klo kamu lupa".

"Gak lagi, itu kamar Aya sekarang!"

"Aya tega banget sih." Rengek Arga.

Aya membuka pintu kamar, sebelum menutupnya kembali ia membalik tubuhnya dan melihat Arga masih berdiri di depan pintu.

"Ngapain masih di situ? Mau jadi satpam?"

"Bukan, tapi mau jadi suami Aya aja biar dibolehin bobo di sini."

"Mimpi." Ucap Aya lalu menutup pintunya.

"Good night, wife!" Teriak Arga dibalik pintu.

Aya masih bisa mendengar ucapan Arga, tapi ia memilih tidak peduli. Meskipun Arga sudah beberapa kali cukup frontal menunjukkan ketertarikannya bahkan mengajaknya menikah dan menyebut dirinya sebagai istrinya, tapi Aya tidak mau terlalu memikirkannya. Entahlah, dia masih ingin tetap dengan keputusannya, tidak menikah sampai mati. Tidak peduli dengan desiran dan getaran halus yang melandanya tiap kali berada di dekat Arga.

×××××

Yakin masih tidak ingin menikah sampai mati? Itu hati sudah berkhianat loh, tinggal otak lo aja sekarang yang masih setia😂

1
Lenni Namora
Luar biasa
Lenni Namora
setujuuu
Becky D'lafonte
karyamu sll bagus thor😍🥰😘
Becky D'lafonte
ya ampun trnyata hanya salah faham, istrinya jd korban
Becky D'lafonte
aku mampir lg di karyamu thor😍🥰😘
Intan Reni Agustina
heran karya sebagus ini koq sepi 😥
Intan Reni Agustina
novel bagus g ngebosenin bikin ser² koq sepi 😑 p
Edah J
suka dengan ceritanya di semua peran tidak ada yg maen celap celup semuanya ORI😁✌️
kecuali satu orang doang y p Bintang
terimakasih atas karyanya yang bagus ini ka othor
banyak petuah bijak disini yg bisa kita lakukan dialam nyata kita
semoga kedepannya karya ka othor semakin sukses sehat dan bahagia selalu 😘
Edah J
yahh g jd perang nya ala Arga dan Aya kalau begitu mah😊
Edah J
Memang harus seperti itu bila sudah berkeluarga yg diutamakan adalah rumah tangganya tp jangan lupa kita juga harus berbakti pd orang tua pokoknya harus tepat dengan porsi masing "jangan sampai merasa tersaingi atau terabaikan 😊🙏
Edah J
Aku suka kalau mas gagah berpura"bersikap dingin sama Aya
Edah J
kelimpungan kan si Aya rasain nih😏
Edah J
Kesel banget sama Aya maen blokir aja baru masalah segitu jg
woiiiii Arga itu suami kamu yg nyosor itu ceweknya
gak bersyukur banget punya suami sesabar itu
pengen deh itu si Aya dicuekin dulu
biar tahu dia menghargai perasaan orang""ups maaf terlalu baper""🙏✌️✌️✌️
Edah J
nah lho Aya mas gagah fans nya udah ada yg muncul nih😁
Edah J
Aya si kanebo kering
sabar mas Arga ya
Edah J
Arga seorang suami yg bijaksana 😘
Edah J
Suka kalau Aya lebih peka lagi dan jangan terus minta maaf dan nangis kalau kelakuan ke suami selalu seperti itu
Edah J
Aya masih agak ego untung aja Arga orang sabar
Edah J
nikmati dan syukuri hidup akan lebih berkah Aamiin
Edah J
Uhuyy Aya sayang sama mas gagah 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!