Cerita yang akan saya tuangkan dalam novel ini, sebagian besar kisahnya benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ludia Tola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Ambil Hikmahnya
Ibu Lisa tidak mampu untuk menceritakan segala permasalahan yang sedang ia alami. Setiap hendak berbicara, air matanya selalu menetes. Aron dan Fira hanya saling berpandangan sedangkan Aldo menunduk karena bingung hendak bercerita mulai dari mana.
Menyadari keadaan itu, akhirnya ibu Lisa mengeluarkan ponsel dari tasnya lalu memperdengarkan rekaman suara yang sempat ia rekam tadi. Wajah Aldo merah padam tapi ia terus berusaha agar bisa menguasai keadaan.
"Apa maksudnya ini kak?" Tanya Aron karena semakin bingung.
Aldo menoleh kepada istrinya untuk minta penjelasan darinya, namun hal itu tidak mungkin karena Lisa terus beruraian air mata.
Akhirnya Aldo menjelaskan isi rekaman itu tanpa menambah dan mengurangi sedikit pun.
"Trus, kak Lusi ada di mana sekarang?" Tanya Fira.
"Mungkin ia masih di rumah karena sebentar sore baru ada kendaraan yang akan menjemput mereka."Jawab Aldo.
Aron merenung dan mencerna permasalahan yang sedang dialami oleh kakaknya. Ia merasa sangat bersalah karena selama ini selalu curiga adanya hubungan antara Aldo dengan Fira. Aron merasa sangat berdosa. Ternyata Aldo adalah lelaki yang baik dan penyabar. Selama ini Aron selalu mamasang wajah yang tidak bersahabat ketika bertemu dengan kakaknya tetapi sikap Aldo tidak pernah berubah. Mata Aron berkaca-kaca mengingat semua kejadian masa lalu.
Aron sengaja mengajak Fiar ke belakang sebentar untuk mengambil mainan karena ia malu jika sampai ketahuan bahwa ia sedang menangis.
Aron masuk ke kamar mandi lalu mencuci muka hingga merasa segar kemudian kembali ke ruang tamu sambil menggendong Fiar dan di tangannya ada beberapa mainan robot-robot.
Hingga sore hari, Aldi bersama istrinya berada di rumah keluarga Aron. Baru kali ini juga mereka terlihat sangat akrab sebagai kakak beradik. Aron merasa bersyukur karena dari kejadian yang menimpa keluarga kakaknya kini membawa hikmah yang besar dalam memaknai sebuah arti persaudaraan.
Fira juga terus menghibur kak Lisa dengan mengajaknya untuk membuat kue. Ia selalu berusaha untuk mengalihkan perhatiannya dengan cérita-cerita yang lucu.
"*****... *****... *****!" Suara ponsel kak Lisa terdengar dari saku celana yang ia kenakan. Awalnya ia enggan untuk memeriksa karena sangkahnya yang menelpon adalah Lusi, namun ponselnya terus berdering. Akhirnya ia merogoh ponsel tersebut dan segera memeriksa dengan saksama, ternyata yang menelpon adalah Ririn.
"Halo ma!" Sapa Ririn dengan suara cemas.
"Iya, halo juga nak," Jawabnya dengan datar.
"Mama dan papa di mana sih?" Tante Lusi tadi bingung waktu saya bertanya tentang keberadaan mama."
"Papa dan mama lagi di rumah Aron, sebentar lagi kami pulang kok." Jawab ibu Lisa menenangkan hati anaknya.
"Iya ma, soalnya saya takut di sini sendirian, kak Rey juga dari tadi keluar sama teman-temannya." Rengek Ririn dengan manja.
Ririn adalah anak perempuan kak Aldo yang sudah duduk di bangku SD kelas empat, sedangkan Rey anak laki-laki adalah anak pertama yang sudah kelas satu SMP.
Dari penuturan Ririn, kini ibu Lisa tahu jika Lusi dan keluarganya sudah kembali ke kota. Ia segera mengajak suaminya untuk pulang ke rumah karena takut jika Ririn sampai ngambek.
"Sering-seringlah ke sini kak jika ada waktu!" Kata Aron yang mengantar keduanya hingga di depan rumah.
"Terima kasih dek. Tolong jangan ceritakan masalah ini kepada papa dan mama yah!" Ucap kak Lisa.
"Iya kak, jangan khawatir!" Sahut Aron sambil tersenyum.
Aron masuk ke dalam rumah setelah motor kakaknya menghilang di tikungan jalan. Di dalam rumah ia mendapati istrinya sedang menemani Fiar bermain di depan TV. Aron memeluk istrinya dari belakang dengan mesra.
"Papa jangan ganggu mama dong! Kata Fiar yang datang menarik-narik tangan papanya. Aron dan Fira saling berpandangan lalu tersenyum bahagia.
"Oh iya nak. Maafin papa yah!" Kata Aron sambil mencium pipi Fiar dengan gemas.
Fira merasa sangat bahagia melihat suaminya tertawa senang dan bermain bersama buah hatinya. Ia lalu memanfaatkan waktunya untuk mengerjakan pekerjaan yang lain karena Fiar sudah asyik bermain bersama papanya.
Sementara itu, Aldo dan Lisa sudah tiba di rumahnya. Lisa langsung masuk ke kamar setelah menemui putrinya. Cukup lama ia berada dalam kamar mandi, ia menangis pilu sambil memutar kran sehingga tangisnya tidak kedengaran keluar karena suara air dari kran lebih keras.
Setelah puas menangis, ia membersihkan dirinya hingga badannya terasa segar. Ia merasa enggan keluar dari kamar. Aron sangat mengerti dengan keadaan istrinya sehingga ia sendiri yang terjun ke dapur untuk menyiapakan makan malam.
Rupanya Lisa ketiduran di kamar karena terlalu lelah menangis hampir sepanjang hari. Aldo masuk dan membangunkan dengan hati-hati karena sudah waktunya untuk makan malam. Lisa membalikkan badan dengan malas sambil mengucek-ngucek matanya.
"Ayo bangun sayang, anak-anak sudah menunggu di meja makan!" Ajak Aldo dengan sikapnya yang tidak pernah berubah membuat mata Lisa kembali berembun. Selama ini ia selalu manganggap sikap romantis dari suaminya hanya pura-pura karena anggapannya Aldo hanya melakukan untuk menutupi kesalahan yang pernah ia buat.
"Maafkan saya mas!" Ucap Lisa di sela tangisnya.
Aldo memeluk istrinya dengan hangat sambil mengecup keningnya.
"Sebelum kamu minta maaf, saya sudah lebih dulu memaafkanmu. Janganlah terlalu terbebani dengan hal ini karena semua yang terjadi pasti ada hikmahnya." Ucap Aldo dengan bijaksana.
"Terima kasih sayang atas pengertiannya."
"Sama-sama sayang. Ayo cepat cuci muka, mas sudah lapar nih!" Kata Aldo sambil membantu istrinya untuk berdiri.
Di meja makan, Rey dan Ririn sudah tidak sabar menunggu kedua orang tuanya. Hampir saja Rey menyusul papanya untuk mengecek keadaan sang mama karena tadi ia melihat papanya yang sibuk memasak dengan alasan mama sedang kurang enak badan.
Tiba-tiba papa dan mamanya datang menghampiri membuat keduanya bernafas lega. Aldo segera memimpin doa lalu mereka makan dengan lahap. Hanya ibu Lisa yang makannya hanya sedikit karena hatinya masih galau. Rey dan Ririn beranggapan bahwa mamanya malas makan sedang sakit biasa. Keduanya sama sekali tidak tahu persoalan yang sedang dihadapi oleh kedua orang tuanya. Apalagi sikap papanya yang selalu humoris seolah tidak ada masalah dan beban hidup.
Setelah selesai makan, ibu Lisa langsung kembali ke kamar. Rey dan Ririn yang membersihkan meja makan. Keduanya sudah terlatih untuk bekerja jika orang tuanya sakit atau orang tuanya sedang tidak berada di rumah.
Aldo segera menyusul istrinya ke kamar. Rupanya Lisa kembali menumpahkan air matanya. Ia merasa sangat bersalah kepada suaminya yang selama ini begitu sabar dan perhatian, meskipun Aldo sibuk sebagai pekerja kantoran tetapi ia tidak pernah mengabaikan keluarganya.
Malam ini Aldo merasa ada perubahan saat ia berhubungan intim dengan istrinya. Lisa melayaninya dengan sepenuh hati. Jika selama ini ia melayani Aldo hanya sebatas memberikan hak sang suami tapi kini setelah ia tahu persoalan yang sebenarnya maka ia pun mulai menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya. Aldo pun melakukan dengan penuh cinta hingga membuat Lisa mendesah kenikmatan. Malam ini mereka lalui seperti malam pertama bagi pengantin baru. Kesedihan yang dialami oleh Lisa hilang dan tergantikan dengan rasa nikmat yang tiada tara.
"Terima kasih sayang, malam ini saya kembali menemukan Lisa yang pernah kukenal belasan tahun yang lalu." Kata Aldo mengakhiri pertarungannya.
"Sama-sama mas." Jawab Lisa dengan terharu.
i love you thoor trimksh ats krymu🙏
Like dan komentar dibeberapa part agar Kaka lebih semangat lagi ya... Dan jangan lupa follow Star kembali oke... 😉
Salam dari :
" Kebun Terong Sigadis Narsis "
Apa lagi saat kita harus memilih menjauh dari orang yang tidak salah sama sekali dan sudah dekat sejak dulu dengan kita. 🤧
Mana bisa pria di biarkan bebas masuk ke kamar seorang perempuan. Yang ada malah berujung hal yang tidak baik.
Ia datang dengan sendirinya, memainkan perasaan orang yang sudah menjadi tujuannya tanpa bisa mengelaknya.
Orang sekalinya kena pas lagi pakai baju sekolah.
mantapp thor