Ketenangan Astoria, sebuah negeri makmur yang di kelilingi oleh bukit indah mendadak terusik pada malam pergantian tahun dimana terjadi ledakan di beberapa kota vital dalam waktu yang bersamaan.
Kejadian itu menyulut amarah Federick, komandan tertinggi dari pasukan penjaga perdamaian Astoria. Dia menaruh kecurigaan terhadap seseorang yang bisa melakukan hal keji semacam ini dan sayangnya tak ada bukti apapun yang mengarah kepada sosok tersebut.
Ditambah lagi setelah kejadian itu, prajurit Astoria di bunuh satu per satu secara misterius sehingga hanya menyisakan beberapa orang saja. Keadaan tersebut akhirnya memaksa Federick mencari bantuan di negeri seberang.
Pencarian pria itu mengarah pada dua sosok misterius yang dikabarkan mempunyai kemampuan bertarung tingkat tinggi, 'K' dan 'Q'.
Siapakah mereka? Akankah Federick berhasil menemukan mereka? Dan yang lebih penting, apakah mereka mau membantu Federick untuk mengembalikan kedamaian di Astoria?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Puspitarini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hipotesa
"Hei, bangs*t! Jangan mati dulu! Katakan dimana kau menyimpan kotak itu!"
Pria itu berkali-kali membolak balikkan tubuh tak bernyawa tersebut dengan kasar dan berharap pencariannya membuahkan hasil.
(Mengapa ada orang yang bisa sangat tidak beradab terhadap mayat?)
Q lalu mengeluarkan kotak yang dia temukan. Dengan cekatan dia menyelinap diantara tiang hingga tiba di dekat mayat lainnya.
Gadis cantik itu terpikirkan sesuatu sehingga dia ingin menguji hipotesanya.
Ketika Q telah memasukkan kotak itu dalam saku sang mayat, tiba-tiba muncul seekor tikus yang melompat ke badan pria misterius.
Karena terkejut, diapun terjatuh dan beruntungnya lagi dia jatuh tepat di atas mayat dimana Q baru saja memasukkan kotak yang dia temukan di saku mayat.
Brug!
"Tikus kepa.."
Pria itu merasakan sesuatu di saku mayat dan segera matanya pun menyipit. Sepertinya dia tengah tersenyum dari balik masker yang dia kenakan.
"Rupanya ada padamu?! Bagaimana bisa ada padamu? Ah, sudahlah.. Yang penting sudah kutemukan!"
Seperti yang telah diperkirakan, pria itu memang mencari kotak yang telah ditemukan oleh Q. Dia begitu senang mendapatkannya kembali lalu segera pergi meninggalkan Zoya.
Tanpa dia tahu, Q mengikuti kemana pria misterius itu pergi. Q pun tersenyum saat melihatnya begitu girang karena membawa kotak kosong.
Q lalu mengeluarkan liontin dari sakunya kemudian memakai liontin itu sembari terus mengikuti targetnya.
(Baiklah.. Mari kita lihat siapa pemilik sebenarnya dari liontin ini.)
**
"Oh! Syukurlah.. Akhirnya kau bangun juga!"
Mata abu-abu itu terlihat lelah ketika terbuka dari tidur panjangnya.
K lalu menatap pria yang kini memegang senter kecil sambil menyorotkan sinar senter tersebut ke arah matanya.
"Kau..?"
Setelah beberapa saat, K akhirnya bisa melihat dengan jelas siapakah sosok di sampingnya itu.
Arnold pun menghela napas panjang setelah mata K memberikan respon yang positif terhadap sinar.
"Bagaimana? Dia baik-baik saja, kan?"
"Jangan cemas, Tuan Federick. Temanmu dalam keadaan stabil sekarang. Dia akan segera pulih."
(Bukankah dia pria yang waktu itu?)
"Kau sungguh membuatku takut, tuan. Aku mengira bahwa operasiku gagal. Syukurlah ternyata berjalan lancar walaupun beberapa kali aku harus mendapatkan tendangan darimu. Ha ha ha.."
"Tentu saja kau pantas mendapatkannya! Kau tidak menyuntikkan morfin sama sekali sebelum melakukan operasi!"
"Jadi ini salahku? Siapa orang yang langsung menyeret ku untuk naik ke atas kuda menuju tempat ini dengan tergesa-gesa? Lagipula aku ini zoologist dan bahkan pendidikanku di ilmu kedokteran masih belum usai! Tentu saja aku tak punya banyak persiapan dalam situasi yang mendadak termasuk untuk menyediakan morfin!"
Selagi Arnold dan Federick sibuk berdebat, K pun mendapatkan kembali ingatannya dimana dia berteriak kesakitan dan hampir membunuh Arnold ketika pria itu melakukan proses pengeluaran peluru dari tubuh K.
Pria tampan itupun berusaha duduk yang pada akhirnya membuat Arnold dan Federick berhenti berdebat.
"Jangan bangun dulu, tuan! Kau masih dalam pemulihan!"
"Siapa orang ini, Tuan Federick?"
"Benar! Aku lupa memperkenalkan kalian berdua! Dia adalah Arnold, zoologist dan calon dokter. Arnold, ini Tuan K. Dia adalah teman lamaku saat kami berada di tim khusus penjinak bom."
(Artinya dia masih belum tahu siapa aku dan misi apa yang sedang kulakukan)
"Terima kasih."
"Tak masalah, senang bisa membantu. Kebetulan dua hari ini jadwalku sedang kosong. Jadi apa salahnya membantu teman."
"Dua hari?"
"Ya, Tuan K. Begitu peluru itu berhasil dikeluarkan, kau pingsan selama dua hari."
"Apa?"
gemes liat interaksi k&Q😅
aku tunggu chapter selanjutnya😊