Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

Kebebasan dari balik jeruji ternyata bukanlah akhir dari hukuman. Setelah bertahun-tahun mendekam di penjara, Indri berharap dapat memulai hidup yang baru. Namun, dosa masa lalu yang telah menghancurkan kehidupan seseorang membuatnya menjadi sasaran balas dendam.

Di balik kepulangannya, Evan telah menyiapkan sebuah permainan yang dirancang dengan sempurna. Bukan untuk membunuh Indri, melainkan membuat wanita itu merasakan penderitaan yang jauh lebih menyakitkan daripada kematian. Sedikit demi sedikit, kehidupan Indri direnggut—harga dirinya, kebebasannya, hingga harapan untuk hidup bahagia.

Namun, semakin jauh Evan melangkah menjalankan rencana balas dendamnya, semakin dalam pula ia terjebak dalam perasaan yang tak pernah ia duga.

Lantas... Akankah Indri berhasil terbebas dari belenggu dendam yang mengikat hidupnya? Ataukah justru Evan yang akan terperangkap dalam rasa yang sama beracunnya dengan kebencian yang selama ini ia pelihara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Dua hari setelah memutuskan beristirahat di rumah, Indri kembali masuk kerja. Ia merasa tubuhnya sudah sedikit lebih baik meskipun belum sepenuhnya pulih.

Pusing masih sesekali datang, terutama ketika ia berdiri terlalu cepat. Rasa mual juga belum benar-benar hilang. Namun Indri memilih mengabaikannya. Ia tidak ingin terlalu memikirkan kondisi tubuhnya. Baginya, pekerjaan sudah terlalu banyak tertunda.

Pagi itu, setelah sarapan seadanya, Indri berangkat ke kantor. Begitu memasuki ruangan, beberapa dokumen langsung menunggunya. Ia duduk dan mulai bekerja. Hampir satu jam berlalu ketika pintu diketuk.

Riko masuk sambil membawa dua map.

"Selamat pagi, Bu Indri."

"Pagi."

"Saya membawa revisi laporan proyek."

Indri menerima map tersebut. "Sudah diperiksa?"

"Sudah, Bu."

Indri membuka halaman pertama. "Bagian ini bagus."

Riko tersenyum. "Saya belajar dari koreksi Ibu sebelumnya."

Indri menatapnya sekilas. "Kamu cepat belajar."

"Itu karena saya tidak ingin membuat kesalahan yang sama dua kali."

Indri tersenyum tipis. "Bagus."

Riko tidak langsung pergi. Ia memperhatikan wajah Indri yang tampak sedikit pucat. "Ibu sudah lebih baik?"

Indri mengangguk. "Sudah."

"Benar?"

"Benar."

Riko masih terlihat ragu. "Kemarin Ibu sampai tidak masuk."

"Aku cuma kelelahan."

"Kalau begitu jangan terlalu memaksakan diri."

Indri tertawa kecil. "Kamu dan Papaku sama saja."

"Kalau begitu berarti kami benar."

Indri menggeleng pelan sambil tersenyum. Riko akhirnya keluar.

Namun setelah pintu tertutup, Indri kembali memegang pelipisnya. Pusing. Ia menarik napas panjang.

"Sebentar lagi juga pasti hilang."

Indri mengambil air putih. Setelah beberapa teguk, ia kembali bekerja. Ia tidak menyadari bahwa dari luar ruangan, seseorang sempat berdiri memperhatikannya.

Rio. Sejak mengambil alih urusan proyek antara Evara Capital dan Haris Group, Rio memang semakin sering datang ke kantor Haris group.

Secara resmi, semuanya berkaitan dengan pekerjaan. Ia menghadiri rapat, memeriksa dokumen, berkomunikasi dengan tim proyek, dan memastikan semua kesepakatan berjalan sesuai rencana.

Namun ada satu hal yang tidak pernah ia lakukan secara terbuka. Mengawasi Indri.

Rio melihat Riko keluar dari ruangan Indri. Tatapannya mengikuti pria tersebut sampai menghilang di ujung koridor. Kemudian pandangannya kembali kepada pintu ruangan Indri.

Ia mengeluarkan ponsel. Beberapa detik kemudian, sebuah pesan terkirim. Setelahnya ia memasukkan ponselnya kembali ke saku. Wajahnya tetap tenang.

Ia kemudian berjalan menuju ruang rapat seolah tidak terjadi apa-apa.

Menjelang siang, rapat proyek dimulai. Haris duduk di ujung meja bersama beberapa orang dari timnya. Rio berada di seberang meja.

Indri juga hadir. Riko duduk tidak jauh darinya. Pembahasan berjalan cukup lancar. Rio memaparkan perkembangan proyek secara terperinci.

"Untuk tahap berikutnya, Evara Capital akan menyesuaikan jadwal pengiriman."

Haris mengangguk. "Baik."

Indri mencatat beberapa poin penting. Riko sesekali menambahkan data yang diperlukan. Semua berjalan profesional. Namun di tengah rapat, Indri kembali merasa mual.

Ia menahan napas. Tangannya perlahan menekan perut.

Riko menyadarinya. "Bu Indri?"

Indri menggeleng kecil. "Tidak apa-apa."

Riko berbisik, "Kalau tidak kuat, Bu Indri bisa keluar sebentar."

Indri mengangguk. Beberapa menit kemudian, ia meminta izin meninggalkan ruangan. Begitu keluar, Indri berjalan cepat menuju kamar mandi. Ia membasuh wajah. Rasa mual perlahan mereda. Indri menatap cermin.

"Bener kata Papa, aku harus periksa ke dokter."

Ia sudah membeli beberapa vitamin yang menurutnya bisa membantu menjaga kondisi tubuh. Tapi ternyata itu saja tidak cukup membuat kondisinya membaik.

Setelah merasa lebih baik, ia kembali ke ruang rapat. Namun ketika memasuki ruangan, ia mendapati Rio sedang menatapnya. Tatapan pria itu hanya berlangsung beberapa detik sebelum kembali kepada dokumen di hadapannya. Indri tidak terlalu memikirkannya. Ia kembali duduk.

Rapat selesai menjelang sore. Haris meminta beberapa orang tetap tinggal untuk membicarakan persoalan lain.

Riko membantu Indri membereskan dokumen. "Yang ini biar saya yang bawa."

"Aku bisa."

"Saya tahu." Riko mengambil beberapa map. "Tapi kalau saya bisa membantu, kenapa harus dikerjakan sendiri?"

Indri menatapnya. "Terima kasih."

Riko tersenyum.

Mereka berjalan keluar bersama.

Tidak jauh dari sana, Rio berdiri di depan jendela. Ia melihat keduanya. Kali ini ekspresinya sedikit berubah. Ada kerutan tipis di antara alisnya. Ia kembali mengambil ponsel, mengirim pesan.

Rio menatap layar beberapa detik. Balasan tidak langsung datang. Ia memasukkan ponselnya kembali.

Sementara itu, Indri dan Riko berjalan menuju lobi.

"Besok ada rapat lagi?" tanya Riko.

"Ada."

"Kalau begitu saya akan siapkan datanya malam ini."

"Jangan terlalu dipaksakan."

Riko tersenyum. "Nasihat itu seharusnya Ibu berikan kepada diri sendiri."

Indri tertawa kecil. "Kamu mulai berani."

"Karena Ibu sudah tidak galak."

"Aku pernah galak?"

"Sedikit."

Indri menggeleng. Percakapan ringan itu membuat Indri kembali tersenyum. Namun ketika mereka sampai di lobi, rasa pusing kembali datang. Langkah Indri berhenti.

***

BACA JUGA NOVEL BARUKU. JUDULNYA: "ISTRI GENIUSKU" SUDAH RILIS BEBERAPA BAB. DITUNGGU YA 🫰🫰🫰

1
Eva Karmita
apa tujuan balas dendam mu Riko...??
Popo Hanipo
aku bacanya masih suka kebalik antara riko dan rio 🤭
Aditya hp/ bunda Lia
apakah Rico ini anak dari masa lalu pak Haris dia dendam gitu
ken darsihk
/Coffee//Coffee/ kopiii ngopiiii
ken darsihk
Rico sungguh sebuah misteri , adakah orang lain di balik sepak terjang nya Rico
ken darsihk
Yesss akhir nya up 👏👏👏
ken darsihk
Ooh mungkin buku ini hiatus 👏👏👏
ken darsihk
lama nggak update ??
memei
ayo lanjut up Thor , tiap hari
frida
masih on going ternyata,apa aku tunggu tamat aja ya
Nurlinda: ini serius kakak langsung buka bab 40? 🥹😭
total 1 replies
frida
oh ini Masi on going ya
ken darsihk
Belom update ??
Aditya hp/ bunda Lia
nah pas di awal muncul si Riko terus kayak perhatian sama Indri aku udah curiga disini si Riko ini kerja buat siapa? apa dia pacarnya Laura? atau suruhan pacarnya Laura? atau musuhnya keluarga Indri?
ken darsihk
☕☕ ngopi ngopiii thor😍
ken darsihk
Aq fikir Rico beneran tulus ternyata semua ada rencana nya
Eva Karmita
tu kan si bumbu dapur punya rencana dan niat jahat ke Indri...sudah jadi tugasmu Evan untuk melindungi Indri...apa Evan tahu kalau Indri lagi hamil ...??
Eva Karmita
benci banget sama Evan pengecut 😤
ken darsihk
Ya benar Rico anak yng Indri kandung itu adalah anak nya Evan , rumit ya Rico , hidup nya Indri benar-benar rumit
Eva Karmita
Evan kamu pengecut.... hobinya main petak umpet 😤
ken darsihk
Vote meluncur 😍😍
Lanjut thor 👍👍
Nurlinda: 😘😘🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!