Indonesia
NovelToon NovelToon
Skenario Cinta Sang CEO

Skenario Cinta Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Traay

​"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."

​Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.

​Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.

​Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penculikan

Kini Nayshi sudah kembali lagi ke Mahendra Group diantar oleh ojol gadungan. Pipi Nayshi masih terasa hangat, senyum bahagianya terpancar jelas dan buket Daisy plus Aster ada di pelukannya.

"Siang, my best! " sapa Nayshi sambil duduk di kursi, dan meletakkan buket itu disebelah laptopnya.

Nadia yang dari tadi gabut, karena tidak ada Nayshi yang bisa dijahili pun langsung senyum merekah merasakan energi bahagia Sahabatnya. "Yang habis lunch sama ojol gadungan, aura bahagianya terpancar bangett!"

Nayshi yang gemes mengingat ucapan Keenan langsung menggenggam tangan Nadia. "Lu harus tau, Keenan ngajak Gue ke hubungan Pernikahan ! " bisik Nayshi dengan penekanan diakhir sambil menahan rasa salting brutalnya.

"APA SERIUS?!!" tanya Nadia dengan suara kencang sehingga seluruh mata melihat kearah mereka.

"hustt!!! " tegur Nayshi dengan menggoyangkan tangan Nadia.

"Maaf, semuanya kelepasan,hehehe! " ucap Nadia sambil terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Itu serius, Nay?! " tanyanya dengan nada pelan, dan Nayshi mengangguk sambil menampilkan senyum bahagia.

"Malam ini Dia mau bilang juga ke Orang tua Gue, sebelum Dia dan Orang tuanya datang secara resmi untuk melamar. " ucap Nayshi dengan senyum malu-malu dan pipi yang semakin merah merona.

Nadia langsung menutup mulutnya saking terkejut dengan langkah Keenan yang gercep banget. "Gila! gercep banget, Pak CEO ini, ga pake rem!" ucap Nadia dengan bertepuk tangan.

Nayshi melepaskan tangan Nadia. "Udah. Sekarang kita fokus kerja lagi, biar pulang tepat waktu. "

"Kita? Bilang aja Lu ga sabar nunggu nanti malem. " ledek Nadia membuat Nayshi menutupi wajahnya karena malu apa yang diucapkan Nadia benar, Ia sudah sangat tak sabar menunggu malam.

Tepat pukul lima sore, Nayshi langsung merapihkan tas dan barang bawaannya, lalu Ia berjalan bersama Nadia ke parkiran tempat mobil mereka berada.

Sepanjang jalan Nayshi senyum-senyum terus. Membuat Nadia juga ikutan tersenyum karena energi bahagia Nayshi sangat luber-luber sampai Ia bisa merasakan.

"Dadah, beb! Goodluck for night! " ucap Nadia berpamitan dengan cipika-cipiki.

"Thank you, Beb! " sahut Nayshi.

Kini mereka terpencar, karena mobil mereka berada di tempat yang berbeda. Mobil Nayshi berada di sebrang jauh dari tempat mobil Nadia.

Saat Nadia baru membuat pintu, terdengar suara meminta tolong. "Tolong, Nad! "

Nadia spontan mencari sumber suara, dan Ia mendapati Nayshi dipaksa masuk kedalam Minibus.

Nadia berlari mengejar sebelum Nayshi berhasil dipaksa masuk. "Woi!, lepasin temen Gue! "

Sangat disayangkan. Saat Nadia sampai di posisi Nayshi, minibus itu sudah berjalan kencang. Ia mengambil tas, buket Nayshi,dan Nadia langsung mengambil kunci Nayshi segera mengejar minibus tersebut.

Di dalam minibus.

"Makannya jangan nyari masalah sama Gue! " ucap seorang perempuan pada Nayshi yang pingsan karena dibius.

"Nay, akhirnya kita ketemu lagi. " timpal seorang Pria sambil membelai pipi Nayshi.

"Bos! Mobil marun dibelakang masih ngikutin Kita. " ucap laki-laki suruhan mereka yang tengah menyetir mobil.

"Nadia, Lu ga akan bisa ngejar. Temen Lu ini akan jadi milik Gue. " ucap Pria itu sambil melihat kebelakang dengan wajah penuh rasa amarah. "Tambahkan kecepatannya! "

Mobil Nadia.

"Nay, Gue akan nyelamatin Lu! " monolog Nadia dengan menambah gas mengikuti kecepatan mobil dihadapannya.

Tren! Treng!

Ponsel Nayshi yang berada di tas berbunyi, Nadia pun langsung mengakat panggilan tersebut tanpa melihat nama.

"Tolong bantuin Gue, Nayshi diculik! " ucapnya dengan mata yang terus fokus melihat minibus didepannya.

"Astaghfirullah! Nayshi diculik? " ucap Pria paruh baya dengan nada kaget dan panik.

"Iya, Om Nayshi diculik. Ini Aku Nadia lagi terus ngikutin mobil penculiknya, " sahut Nadia matanya tetap fokus.

"Kamu sharelok posisi Kamu! Saya minta bantuan Ke Keenan, siapa tahu Ia bisa membantu. " pinta Papah.

"Siap, Om! " sahut Nadia langsung mematikan telpon, dan langsung mengirim lokasinya.

Di Rumah Keenan.

"Bunda, Ayah. Malam ini Aku mau ke Rumah Nayshi untuk menyampaikan niat Aku untuk melamar Nayshi, sebelum nanti Aku bikin acara resmi." ucap Keenan dengan penuh keyakinan.

Bunda, dan Ayah langsung memancarkan kebahagiaan. "Akhirnya! " ucap Mamah langsung memeluk Keenan.

"Ayah sama Bunda, akan selalu dukung pilihan Kamu. " tambah Ayah dengan menepuk bahu putranya.

Terng! Terng!

"Pertanda jodoh tuh, Orang tuanya langsung telpon. " ledek Ayah melihat nama panggilan calon mertua.

Keenan terkekeh malu. "Assalamualaikum, Om.Ad-" Ucap Keenan langsung terpotong begitu saja.

"Nak Keenan, tolong Nayshi di culik! " ucap Papah dengan nada panik.

"Nayshi diculik?! " ucap mereka bertiga dengan wajah terkejut serta panik melanda jadi satu.

"Om, tahu dari mana? posisi akhir Nayshi dimana? " tanya Keenan dengan nada yang dipaksa untuk tenang.

"Tadi Om telpon Nayshi. Terus Nadia yang angkat dan sekarang Dia lagi ngejar sendirian, ini Om kasih live lokasinya. Om percaya sama kamu dan Om pantau dari Rumah sambil jaga Mamah. " sahut Papah yang langsung matikan telpon dan mengirim lokasi tersebut.

Keenan langsung mengambil kunci mobil. "Vin, Nayshi diculik! Lu ikut Gua sekarang! Nadia juga lagi ngejar sendirian! " pinta Keenan pada Arvin lewat telpon.

Arvin yang sedang bersama Clara."Nadia sendirian! Sayang Kamu cepetan nyusul sekarang! " ucap Clara dengan suara yang agak samar.

"Kirim live lokasi, Nan! " sahut Arvin lalu Ia langsung mematikan telpon.

Ayah dan Bunda yang ikut khawatir sama kondisi orang tua Nayshi. "Nan, kirim alamat Orang tua Nayshi! Pasti mereka khawatir banget, " Pinta Bunda yang juga langsung bersiap bersama Ayah.

"Siap, Bun! Aku jalan duluan! " sahutnya setengah berteriak karena Ia sudah jalan lebih dulu.

Sesampainya di Mobil Keenan langsung menancap gas full. "Nona Daisy! Aku ga akan kasih ampun sampe mereka berani melukai Kamu!" Ucap Keenan penuh emosi dengan tangan yang mengepal, dan mata yang penuh amarah.

Di dalam minibus.

Obat bius Nayshi sudah habis, Ia membuka mata perlahan."Waah!!!" Nayshi langsung mendorong Pria yang memeluk tubuhnya tanpa izin sampai kepalanya terbentur kaca.

Dak!

"BERANINYA KAU IRSYAD!!! " ucap Nayshi dengan air mata yang menetes, dan langsung menampar Irsyad.

Plak!

Perempuan disebelah Nayshi langsung mengambil kedua tangan Nayshi dan mengikatnya.

"Ke-Keysa?!! " ucap Nayshi dengan mata terbelalak tak menyangka.

"Kenapa terkejut gitu? Ini adalah dampak karena Kamu berani merebut Keenan! " desis Kesya dengan menggengam pipi Nayshi kasar serta tatapan yang tajam penuh rasa benci.

"Eh, jangan sakiti perempuan Ku! " sentak irsyad dengan melepaskan tangan Keysa.Lalu mengusap pipi Nayshi lembut, namun Nayshi terus menghindar serta rasa takut memenuhi dirinya saat ini.

"Oke, Sorry. Dah, Lu ambi aja cewe ini biar Gue bisa selalu deket sama my love Keenan. " ucap Keysa sambil menggesekkan kedua tangan seperti membersihkan tangan dari debu.

"Tolong lepasin Gue! " pinta Nayshi berusaha memberontak dengan air mata yang terus mengalir.

"Husst! Sudah kamu mending tidur lagi. " bisik Irsyad dengan menutup mulut Nayshi dengan selayer yang sudah ada obat bius.

1
Rahman Hayati
baru juga di kenalin ke ortu udh ada aja bibit bibit pelakor
Traay: biar ga flat ceritanya hehehehe
total 1 replies
Rahman Hayati
aduh makin suka deh sama cerita nya kasih 🌹 ya
Rahman Hayati
baru mampir di awal yg menarik moga kelanjutan nya makin menarik lagi
Traay: terimakasih kakak sudah mampir🙏 dan semoga semakin suka yaa
total 1 replies
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😊
Traay: Terimakasih 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!