Indonesia
NovelToon NovelToon
True Love

True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Oh_Riandini

“Kami akan menikah.”
Kata-kata sederhana, tetapi penuh makna itu meluncur dengan enteng dari bibir Oh Yoonjae. Siapa mengira ucapan itu justru keluar bukan karena Yoonjae memang ingin menikahi Lim Airin, gadis malang yang terjebak keadaan dan diharuskan untuk mengambil keputusan dengan cepat.

Lim Airin terpaksa harus menjadi ibu pengganti, karena kesalahan fatal yang menimpanya. Bukan hanya dihadapkan dengan kehamilannya yang ternyata cukup bermasalah. Lim Airin yang sedang lari dari Paman dan bibinya juga terpaksa mengiyakan ajakan Yoonjae untuk menikah. Tanpa mengetahui masalah kompleks akan menimpanya satu persatu nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oh_Riandini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

“Tumben sekali pagi-pagi kau datang ke kantorku, Yoon?” tanya Seo Jin yang kemudian meletakkan segelas jus di depan Yoonjae.

“Memang kenapa? Tidak boleh?” tanya Yoonjae penuh selidik.

“Ck,,,kenapa berpikir seperti itu?” tukas Seo Jin menatap kesal Yoonjae.

Seo Jin lalu duduk di sofa, tepat di hadapan sang adik. Yoonjae sendiri lalu minum jusnya pelan.

“Kau, tidak sedang sibuk, ‘kan, Hyung?” tanya Yoonjae kemudian sembari meletakkan gelasnya di meja.

“Em,,,tidak sibuk sama sekali. Kenapa?”

Seo Jin menjawab sembari menatap sang adik lekat.

“Ada yang ingin aku tanyakan, sekaligus aku juga ingin meminta izin padamu,” ujar Yoonjae menanggapi.

“Apa?” tanya Seo Jin singkat.

Yoonjae tidak segera bertanya, laki-laki itu justru menatap sang kakak lalu menarik napas dalam menghalau segala emosi dan juga rasa cemburunya. Yoonjae tidak mau perasaannya yang campur aduk justru membuat Seo Jin salah paham dengan pertanyaannya nanti.

“Hyung.”

“Eo?”

“Pertama aku ingin bertanya, Hyung. Apa, kau masih memiliki perasaan pada Airin?” tanya Yoonjae kemudian.

Pertanyaan itu sukses membuat Seo Jin terbelalak, laki-laki tampan yang cocok menjadi idol itu tidak percaya kalau sang adik bisa menanyakan hal seperti ini.

“Yoon, kenapa bertanya seperti itu? Hubunganku dan Airin sudah lama berakhir,” sahut Seo Jin cepat.

Yoonjae tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya mengiyakan.

“Aku tahu, tapi apakah itu juga membuat perasaanmu pada Airin juga berakhir? Apakah jika aku menikah dengan Airin, kau akan menentangnya juga, Hyung?” tanya Yoonjae lagi.

Seo Jin semakin terkejut saja mendengar pertanyaan sang adik. Yoonjae sendiri menatap lekat Seo Jin, dia ingin mendengar jawaban sang kakak sekarang. Dia begitu yakin kalau Airin sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Seo Jin, tapi entah kenapa Yoonjae justru tidak yakin dengan perasaan kakaknya sendiri.

***

Airin baru saja masuk ke dalam apartemen Yoonjae, sudah 3 hari sejak Yoonjae pergi dinas luar. Airin menghela napas karena tiba-tiba saja merasa kesepian, di apartemen yang cukup mewah milik Yoonjae.

“Seharusnya dia mengajakku saja,” gumam Airin yang kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya.

Airin merebahkan dirinya yang cukup lelah di atas ranjang. Airin kembali menarik napas dalam dan menatap langit-langit kamarnya.

“Apa dia sangat sibuk sehingga tidak bisa menghubungiku, walaupun hanya sekedar mengirim pesan singkat?” gumam Airin yang merasa frustasi karena lagi-lagi Yoonjae seperti hilang ditelan bumi.

Airin mengambil ponselnya yang ada di dalam sling bagnya. Airin lalu mencari nomor Yoonjae dan menekan tombol hijau. Sejurus kemudian Airin menempelkan ponselnya ke telinga, menunggu hingga suara operator terdengar di seberang sana. Airin lalu kembali menurunkan tangannya dan menghela napas berat.

“Dimana sebenarnya kau sekarang, Yoon?” tanya Airin bermonolog.

Yoonjae yang sebenarnya tidak dinas luar dan justru sedang ada di rumah sakit. Sedang muntah-muntah setelah efek kemoterapinya muncul. Berkali-kali Yoonjae berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan semua isi di dalam perutnya. Setelah merasa lega Yoonjae mencuci mulutnya, dan menghidupkan kran wastafel. Yoonjae menegakkan badannya dan menarik napas dalam. Yoonjae lalu melihat dirinya sendiri di pantulan kaca. Yoonjae memegangi pipinya yang mulai tirus lalu beralih memegangi rambutnya yang mulai rontok.

Yoonjae tersenyum tipis lalu kemudian menarik napas dalam. Yoonjae keluar dari dalam kamar mandi dengan berjalan lemah. Yoonjae sedikit terkejut karena ternyata sudah ada Sujin di ruang rawatnya.

“Anyeong!” sapa Sujin sembari mengangkat tangannya.

Yoonjae memaksakan dirinya yang lemah untuk tetap tersenyum. Yoonjae lalu kembali naik ke atas ranjang dan Sujin pun ikut mendekat pada ranjang Yoonjae.

“Bagaimana kabarmu hari ini? Masih mual?” tanya Sujin.

“Em, sedikit,” singkat Yoonjae menjawab.

“Kau, yakin akan terus menyembunyikan ini dari keluargamu? Airin juga?” tanya Sujin lagi.

Yoonjae tidak segera menjawab, dia menatap sahabatnya itu sekilas lalu kemudian tersenyum tipis.

“Biarkan saja seperti ini, kalau salah satu dari mereka tahu. Aku, akan semakin susah untuk sembuh,” ujar Yoonjae kemudian.

“Wae?” 

“Karena kalau Ibuku yang tahu, maka dia akan terus menangis. Itu akan semakin membuatku stres,” terang Yoonjae lagi.

“Airin?”

Sujin masih mendesak Yoonjae.

Yoonjae tidak menjawab lagi, laki-laki yang terlihat pucat itu hanya menghela napas dalam.

“Dia tidak wajib tahu,” tukas Yoonjae lagi.

“Bagimu, baginya bagaimana? Kalau, dia tahu paling akhir kondisimu. Aku, sangat yakin Airin akan marah dan sangat menyesal. Kondisimu ini akan terus melemah, kau tidak mungkin selalu pergi kemoterapi sendirian, Yoon. Terlebih lagi, mau sampai kapan, kau membohongi semuanya?”

Sujin kembali membujuk Yoonjae untuk jujur pada yang lainnya. Sedangkan Yoonjae sendiri masih menggelengkan kepalanya tidak sependapat dengan Sujin.

“Aku tidak benar-benar sendiri, bukankah ada, kau, Chan, dan juga Taeoh?” ujar Yoonjae lagi masih memiliki alasan untuk menyangkal semua yang Sujin katakan.

Sujin memutar bola matanya kesal, Sujin lalu mendaratkan pukulan cukup keras ke lengan Yoonjae.

“Haish! Dasar keras kepala!”

***

“Airin_ssi, cepat bawa ini ke ruangan Pak Kim,” ucap Pak Jung yang kemudian menyodorkan sebuah berkas pada Airin.

Airin menerima berkas itu lalu menganggukkan kepalanya mengiyakan. Sepeninggal Pak Jung yang kembali ke kursinya, Airin pun berdiri dan keluar kantor divisinya. Airin berjalan dengan kembali mengecek berkas yang dia bawa, hingga tanpa sadar Airin menabrak sesuatu di depannya. Airin mendongak dan melebarkan matanya terkejut melihat seseorang yang ada di hadapannya.

“Hai, apa kabar, Airin_ssi?” sapa Seo Jin.

“Seo Jin_ssi,” lirih Airin.

“Kenapa wajahmu terkejut seperti itu? Bukankah kau sudah tahu perusahaan kita bekerja sama, jadi bukan hal aneh aku ada disini,” tukas Seo Jin yang bisa membaca ekspresi wajah Airin.

Airin tersenyum kikuk lalu menganggukkan kepalanya pelan.

“Wuah,,,ternyata pekerjaanmu cukup bagus. Lalu kenapa mengaku-ngaku pembantu Yoonjae?” tanya Seo Jin kemudian.

Airin tertawa kecil lalu menggosok-gosok belakang kepalanya kikuk.

“Makanlah!” ucap Seo Jin menyodorkan jajangmyeon yang Airin pesan.

“Gumawo.”

Airin lalu menarik mangkok jajangmyeonnya dengan wajah berbinar. Entah kenapa sejak siang tadi dia begitu ingin makan jajangmyeon. Maka dari itu setelah jam pulang kerja, dia tidak menolak ajakan Seo Jin untuk makan malam bersama walaupun hanya di dekat kantornya. Tanpa menunggu lama lagi, Airin lalu melahap jajangmyeonnya dan menggerak-gerakkan badannya karena merasa enak.

Seo Jin tertawa kecil melihat Airin yang sama sekali tidak berubah sedikitpun. Seo Jin sendiri lalu menikmati jajangmyeon pesanannya. Keduanya lalu sibuk makan, sekilas Seo Jin melihat Airin yang makan lahap hingga saus jajangmyeonnya belepotan.

Seo Jin tertawa kecil, lalu kemudian menarik beberapa lembar tisu dan menjulurkan tangannya membersihkan bibir Airin pelan.

“Aigoo,,,kenapa cara makanmu tidak pernah berubah?” ujar Seo Jin.

Airin terkejut dan badannya menegang, dia tidak mengira Seo Jin akan melakukan hal seperti ini. Airin menatap Seo Jin tidak berkedip, sedangkan Seo Jin sendiri masih tersenyum dan juga menatap Airin sekarang.

“Wae?” tanya Seo Jin.

Airin menggeleng pelan, lalu merebut tisu di tangan Seo Jin. Dia membersihkan sendiri sisa saus di bibirnya. Seo Jin sendiri tersenyum, lalu menundukkan kepalanya dan sibuk makan lagi.

“Kenapa kalian berdua ada disini?”

Suara Yoonjae yang tiba-tiba muncul, sukses membuat Seo Jin dan Airin melihat ke arah Yoonjae bersamaan.

Yoonjae yang diperbolehkan pulang oleh Chan, tidak berpikir dua kali untuk langsung pergi menemui Airin. Tapi, Yoonjae justru di suguhi interaksi Airin dan Seo Jin sang kakak yang sedang saling memandang.

“Yoon,” lirih Airin yang langsung berdiri dari duduknya.

Yoonjae tidak menjawab dan menanggapi apa-apa, Yoonjae yang kembali cemburu hanya menarik napas dalam dan menatap lekat Airin. Seo Jin sendiri bisa membaca ekspresi marah sang adik sekarang. Yoonjae yang tidak mau justru marah-marah di tempat umum, karena sedang emosi memilih membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Airin dan Seo Jin begitu saja.

“Yoonjae_ssi!” panggil Airin yang kemudian mencoba mengejar Yoonjae.

Sayangnya kaki Airin justru tersandung kaki meja, hingga membuat gadis itu terjatuh.

“Ya! Airin_a,” pekik Seo Jin yang terkejut.

Mendengar Seo Jin meneriakkan nama Airin, Yoonjae kembali melihat ke arah kedua orang yang dia tinggalkan. Mata Yoonjae melebar terkejut, Yoonjae lalu berlari menghampiri Airin dan Seo Jin lagi.

***

1
ORC
mampir kak🐼
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
bagus alur nya juga, apalagi kejadian tak di duga nya 😁😭🤧
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kok malah terharu aku nya 😭🤧
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
anak tiri mungkin
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
heh , ya itu terserah dia lah mau suka siapa sama siapa , dengan apa dan dimana . status anda apa?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
wah /Scare/ tak di sangka'
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
gosip dari mana orang fakta
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
aaaaa /Joyful/
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ya nanya toh buk jangan diem mulu
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kasian Airin /Sob/
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
cih , orng begini lebih baik di punahkan
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
iya , perhatian apalagi dengan anda
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
jahat nya , masukin penjara
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
sabar napa , marah' Mulu ngk yang perempuan ngk yang laki
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
dokter apa ini ceroboh bngt
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
gmna" 🤔
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ibu nya kah?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kalau mau dapat bnyk makanan dan perhatian, ini adalah tutorial nya
Ichakim
Tapi apakah Yoonjae akan tetap bisa melindungi Airin? semua bisa jadi plot twist
Ichakim
ayoooo belanja barengg xixxi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!