kawin lari karena tidak di Restu oleh orang tua pihak laki-laki
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
termakan ucapan karyawan
Alena bersiap-siap untuk berangkat ke toko. sedangkan Brayen tinggal di rumah bersama neneknya. Alena terbiasa meninggalkan anaknya di rumah saat ia pergi toko.
"ibu aku titip Brayen sama ibu, kalau dia butuh apa-apa mintak Tulong saja sama mbak." Alena tidak menyebut langsung nama para asisten rumah tangga nya, kedua art nya terbiasa ia panggil dengan sebutan mbak. agar Brayen juga ikut memanggil semua art nya dengan sebutan itu.
"di mana Brayen sekarang Al..?
Brayen masih di kamar atas bu, lagi nonton TV. nanti minta agar mbak untuk memandikan nya. karena sekarang dia belum mau mandi katanya dingin."
"baiklah kalau begitu kamu hati-hati membawa mobil nya Alena." "iya bu aku berangkat dulu." tidak lupa Alena mencium tangan ibu sebelum ia keluar dari rumahnya.
Alena pun berangkat menuju toko dengan mengendarai mobil miliknya. Alena sudah terbiasa pulang dan pergi tanpa harus bersama sopir. karena kalau pulang dan pergi bersama sopir ia merasa tidak nyaman kalau harus berduaan dengan lelaki yang bukan muhrimnya, walupun itu cuma sopir.
Alena sudah sampai di toko. terlihat beberapa karyawan nya yang sedang sibuk di toko. karena memang hari ini banyak pelanggan yang datang untuk belanja di tokonya.
Alena hanya memantau dan mengecek stok barang. setelah itu
Alena menuju lantai atas tokonya, karena di sana ada ruangan untuk dirinya bersantai dan istirahat.
hari ini adalah jadwal semua karyawannya menerima gaji.
Alena sudah menyiapkan semua amplop coklat yang berisi uang. waktu mereka istirahat makan siang. Alena kembali ke lantai bawah. lalu meminta supaya karyawannya untuk berkumpul.
satu-satu dari mereka maju untuk mengambil amplop di tangan Alena.
"untuk bonus bulan ini kalian semua aku traktir makan siang bersama."
"asik, terimakasih bos semoga kedepannya tambah maju dan berkembang usaha bos." ucap salah satu dari karyawan nya.
"baiklah semua nya bersiap-siap kita berangkat menuju sebuah restoran yang dekat dengan toko." karyawan toko ada empat orang jadi semuanya muat nebeng di mobil Alena.
mereka berlima meluncur ke sebuah restoran. semua boleh memesan makanan sesuka hati, karena hari ini bos yang bayarin. "bersyukur nya kami punya bos seperti mbak Alena. sudah cantik, baik, tidak sombong. wajarlah kalau rezekinya begitu melimpah." puji salah seorang karyawan yang bertubuh gempal.
saat Alena tengah asik menikmati makan siang bersama keempat karyawannya tiba-tiba ponsel nya berdering. lalu Alena menekan tombol yang berwarna hijau. "sayang...? mas sudah sampai." terdengar suara Revan dari seberang telepon. "syukur lah kalau mas sudah sampai, apa mas sudah makan siang..? "barusan sudah, ini mas lagi istirahat di hotel."
"oh ya mas..! aku sekarang lagi di luar." "ngapain di luar kamu keluyuran aja kalau mas tidak ada di rumah." "aku lagi makan siang bersama keempat karyawan toko mas, kebetulan hari ini mereka gajian jadi sekalian aku traktir mereka makan siang." Alena menjelaskan agar Revan tidak salah paham.
"baiklah kalau begitu mas tutup dulu telponnya nanti malam kita sambung lagi." baiklah kalau begitu mas hati-hati di sana." Alena meletakkan kembali ponsel nya lalu ia lanjut makan.
"pak Revan lagi keluar kota ya mbak..? tanya seorang karyawannya. "iya." "hati-hati Lo mbak sekarang lagi maraknya modus para suami izin ke istri keluar kota untuk urusan kerjaan, tau-tau nya pergi berlibur atau mengunjungi selingkuhan."
"eh lu jangan berprasangka buruk sama pak Revan. dia tidak mungkin menduakan ibu Alena. sudah bu jangan di masukin ke hati, karena tidak semua lelaki itu sama." Alena hanya menanggapi dengan senyuman. lalu mereka kembali menikmati makanan yang ada di meja itu.
sesekali mereka tertawa bersama karena begitu banyak bahan obrolan
yang mereka ceritanya. begitulah kalau para wanita punya waktu untuk bergosip mereka akan lupa waktu karena begitu banyak gosip yang akan mereka cerita.
setelah semuanya selesai makan. Alena mengantar keempat karyawannya kembali ke toko. lalu Alena memutuskan untuk pulang kerumahnya. karena ibu tadi menelpon dia bilang kalau Brayen menagis ingin ikut mama dan papa katanya.
sebelum pulang ke rumah Alena membeli pizza dan burger untuk orang-orang di rumah dan tidak lupa ia membeli beberapa jajanan untuk Brayen. Alena terbiasa jika ia makan di luar pasti dia membawa jajanan untuk orang rumah. Alena memang tidak pelit dan tidak pernah perhitungan kalau soal urusan perut.
ia benar-benar menikmati hartanya untuk menyenangkan hati orang-orang terdekatnya. Alena juga sering menyumbang uang hasil ia berjualan ke panti asuhan.
beberapa saat kemudian Alena sudah sampai di rumah. ia dapati anak nya sudah tertidur pulas di depan TV. "udah bobok siang anak mama. ibu tadi minta agar aku pulang cepat karena Brayen menagis, kenapa sekarang malah tidur.? "iya al, tadi ibu kasih Brayen minum susu, habis itu ketiduran dia."
Brayen pun tertidur pulas sampai sore.
malam itu.
"ayo sayang habisin makanan nya." "nggak mau..! aku nggak lapar ma.! Brayen begitu susah kalau di suruh makan. kadang-kadang mbak yang menyuapi jadi kewalahan karena selalu di tolak. kali ini Alena benar-benar membujuk anaknya agar mau menghabiskan makan malam nya.
"kalau Brayen nggak mau habisin nasinya nanti papa pulang nggak mau bawa oleh-oleh untuk Brayen. ayo sayang mama suapin buka mulutnya." tapi papa kapan pulangnya ma, kok sudah malam belum pulang juga." "besok papa pulang sayang, tapi kamu harus makan dulu malam ini agar papa cepat pulang.
setelah selesai makan malam Alena menelpon Revan. mereka mengobrol panjang lewat video call. "papa lagi ngapain..? "ini papa lagi mengobrol sama putra kesayangan papa." jawab Revan. "papa jangan lupa bawain Brayen mainan baru kalau papa pulang." "iya sayang papa akan bawa banyak mainan, tapi janji dulu jangan nakal-nakal harus nurut sama mama." "iya pa aku nurut sama mama." Brayen kembali asik main sendiri tanpa menghiraukan papa nya yang sedang menelpon.
"berapa hari lagi mas baru bisa pulang.? tergantung sayang, kalau semua urusan kerjaan selesai besok sore mas udah bisa terbang ke Jakarta." partner bisnis yang mas temui itu laki apa perempuan mas.?
"perempuan ada, laki-laki juga ada. emangnya kenapa kok sayang tiba-tiba bertanya seperti itu."
"nggak apa-apa kok mas aku cuma ingat kata-kata karyawan ku tadi siang." "emangnya karyawan mu bilang apa.? "ya.. nggak bilang apa-apa kok mas. cuma aku tiba-tiba ingat begitu banyak yang terjadi baru-baru ini tentang suami yang katanya keluar kota untuk urusan pekerjaan tau-tau nya malah liburan/menemui istri simpanannya."
"sayang... mas bukan salah satu dari mereka lo yaa. kamu tidak perlu khawatir.
bersambung
Semangat selalu Kak dalam berkarya, ditunggu karya-karua berikutnya.
Semangat menulis Bunda cantikkk.. ☺️
alfatihah untuk semua ayah semo tenang di sana