kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.29 bayi kutukan'
"Hoek....hoek...hoek...suara bayi menggema di kamar sang selir. Hal itu membuat para pelayan langsung merasa senang. akhirnya bayi yang ditunggu oleh sang kaisar telah lahir dengan selamat.
Tabib Zou yang saat ini memegang bayi perempuan itu, hanya bisa terdiam sejenak. Dia menatap Sang selir dengan pandangan ragu. Sebab bayi itu memiliki tanda lahir berwarna hitam di area separuh wajah nya.
"Kaisar kian mencium kening sang selir dengan penuh semangat. Dia tak sabar melihat anak tersebut. Anak yang selama ini dia nanti nantikan dari orang yang dia cintai.
"Apakah aku bisa melihat anak ku tabib?" tanya kaisar kian yang tak sabar untuk melihat bayi perempuan tersebut
"Yang mulia, maaf kalau hamba lancang. perlu kita bicarakan berdua saat ini" ucap tabib Zou dengan suara pelan nya. Dia tak ingin menganggu istirahat selir ana saat ini.
Mendengar ucapan tabib, hal itu membuat sang kaisar merasa heran. mengapa sifat nya sangat aneh sekali. Ada apa yang terjadi dengan anak nya selir ana.
"Baiklah....ayo bicara nya di luar saja!"
Selir ana langsung beristirahat sejenak, dan langsung di layani oleh para pelayan pribadi nya itu. Sedangkan bayi nya saat ini, masih di urus oleh pelayan yang lain. mereka terdiam sejenak saat melihat wajah anak selir ana yang terdapat bekas tanda hitam di dahi nya. menurut kepercayaan mereka, itu merupakan sebuah kutukan. Hal itu dapat membuat keluarga mendapatkan kesialan.
"Bagaimana bisa anak ini lahir dengan kondisi seperti ini?" gumam para pelayan yang langsung merasa tak tenang. Bagaimana kalau selir ana mengetahui nya. ternyata putri nya terdapat kecacatan di area wajah. Pasti beliau akan mengamuk dan tak terima nanti nya.
"Bagaimana kita menjelaskan kepada selir ana?"ucap mereka yang cemas dengan reaksi yang akan terjadi nanti nya.
"aku juga tidak tau. Bayi ini pasti akan dijauhkan oleh para orang orang di kerjaan."
"kau benar, aku tak bisa membayangkan reaksi selir ana dan kaisar kian nanti nya."
"Lebih baik kita selesaikan pekerjaan ini saja. Agar bayi nya tidak Kedinginan."
Sementara di luar kediaman sang selir saat ini, kaisar kian menatap datar ke arah tabib Zou. pria itu tampak ragu mengatakan sesuatu kepada nya.
"Yang mulia, kondisi bayi selir ana saat ini benar benar buruk."
"Buruk? Apa maksud dengan perkataan mu tabib?"
"Bayi perempuan itu, memiliki tanda lahir di wajah yang mulia. Bukan kah itu menjadi malapetaka di masa depan nanti nya."
"APA?" Pekik nya yang kaget dan tak menyangka ucapan tabib Zou tentang kondisi putri nya itu.
"APAKAH KAU SEDANG BERCANDA DENGAN KU TABIB?"
"Ampun yang mulia, hamba tak berani mengatakan kebohongan ini."
Mendengar ucapan tabib, kaisar kian langsung termenung di tempat. Terpaku dan tak tau harus berbuat apa. Bayi yang di tunggu tunggu selama ini, mengalami kecacatan pada kondisi wajah nya. hati nya benar benar terpukul saat mengetahui kondisi bayi perempuan itu.
Tanpa basa basi, dia langsung ingin melihat sendiri bagaimana bayi itu. Dan hal itu benar benar membuat nya terpaku. Para pelayan yang menjaga bayi tersebut tak berani mengatakan apapun. Mereka pasti tau bahwa kaisar benar benar kecewa saat ini.
Kaisar terdiam di tempat saat melihat bayi mungil itu hanya menutup mata saja dengan wajah tenang nya. hal itu membuat nya benar Benar begitu kecewa saat ini. Dia tak menerima kehadiran anak ini di dalam istana nya. Anak ini akan menjadi kesialan bagi keluarga kerajaan.
"Kenapa kau harus terlahir dengan kondisi seperti ini?" gumam nya dalam hati tak sanggup mengatakan apapun lagi.
Lili yang saat ini masih berada di kediaman sang jendral berusaha berpikir tenang. Penawar itu bisa dibuat dengan bahan bahan herbal alami. Kebetulan sekali, jamu buatan nya itu bisa menetralkan racun tersebut. Apalagi bahan bahan yang dibuat nya benar benar berkualitas bagus.
"Tabib, bagiamana kondisi jendral pei, apakah ada kemajuan?" tanya lili yang sedang memantau perkembangan kondisi sang jendral.
"Luar biasa yang mulia. racun di tubuh jendral pei benar benar sudah memudar. Jamu buatan yang mulia ratu benar benar sangat ajaib." puji tabib yang tak menyangka dengan kecerdasan sang ratu, dan rasa empati nya terhadap jendral pei. begitu juga dengan para pelayan disana yang tak menyangka ratu lili mau membantu jendral Mereka untuk bisa sembuh kembali.
" yang mulia Ratu, terima kasih banyak atas bantuan yang mulia ratu. kalau tidak ada bantuan dari yang mulia, hamba rasa jendral pei saat ini berada di dalam kondisi yang Kritis." ucap salah satu orang kepercayaan sang jendral yang bernama Gopi.
awalanya Gopi meragukan kemampuan sang ratu tadinya. Dia takut ratu lili berniat jahat kepada jendral nya itu. Tapi tabib itu merasa yakin dengan kemampuan Ratu lili tersebut. Dan memperbolehkan ratu lili memberikan jamu itu ke dalam tubuh sang jendral. Tabib melihat ketegasan dan kepercayaan diri yang tinggi dari sang ratu, sehingga dia merasa yakin, bahwa kemampuan ratu lili benar benar luar biasa. Dan terbukti saat jendral pei yang telah meminum jamu itu dibantu oleh Gopi, langsung menunjukkan efek yang luar biasa dari kondisi sebelum nya.
"Sama sama." ucap Lili dengan nada santai nya. Bagi nya diremehkan oleh orang orang di Kerajaan ini sudah terbiasa. Mungkin karena dulu sifat lili yang buruk, sehingga orang orang memilih tak mempercayai nya.
"Tabib, jamu buatan ku ini,terdapat beberapa bahan yang bisa menetralkan kondisi jendral pei. Jadi berikan jamu itu setiap 2 jam sekali ya. Aku akan segera kembali ke kediaman ku. Dan melihat kondisi selir ana saat ini." ucap nya yang ingin menjenguk selir ana yang saat ini, pasti sudah melahirkan di kediaman nya.
"Baik yang mulia ratu, terima kasih banyak untuk penawar ini. Yang mulia, boleh kah hamba berguru dengan yang mulia ratu, untuk membuat jamu ini sebagai penetral racun?"
"tentu saja. Nanti kau bisa belajar tentang cara membuat jamu itu. Dan bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi, asal kau benar bener mau menuruti perintah ku!"
"Hamba bersedia menjadi murid ratu lili." ucap tabib yang tampak tegas dan tak ragu sedikitpun.
setelah itu, barulah lili kembali ke kediaman nya terlebih dahulu. Tapi dia cukup heran, kenapa berita kelahiran sang selir belum tersebar luas di istana
"Kenapa semua orang tampak senyap seperti ini. benar benar aneh." gumam nya yang memantau kondisi para pelayan hari ini tampak bungkam.
"Dwi, dimana pangeran kael?"
"Ada di kamar nya yang mulia ratu."
"hum, baiklah tolong siapkan air hangat ya. Aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu."
"Baik yang mulia."
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭